SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 16


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu semenjak kejadian hari itu, kini hatiku berangsur - angsur mulai membaik. Meski memerlukan kekuatan yang cukup ekstra beberapa hari ini. Apalagi ketika disekolah saat aku melihat Bella kembali entah kenapa membuatku kembali terluka.


Hatiku mungkin masih sakit, tapi telah aku putuskan bahwa aku akan melupakannya. Aku tidak akan mengharapkan dia yang bahkan ternyata sebentar lagi akan menjadi milik orang lain.


Ya, kak Fadil sebentar lagi akan bertunangan dengan Bella, hanya tinggal menunggu kelulusan saja. Kenapa aku tahu? Karena Bella memberitahukannya langsung kepadaku saat pelajaran olahraga berlangsung beberapa hari lalu, dan dia menyuruhku untuk menjauhi kak Fadil. Sakit memang, tapi aku sadar diri, dan aku setuju dengan permintaan Bella. Tak ada gunanya lagi aku terus dekat dengannya, karena itu akan membuat salah paham saja. Selain itu, entah kenapa rasa suka aku kepada kak Fadil pun telah berkurang. Mungkin mas Pras benar, Allah tahu bahwa kak Fadil bukanlah orang yang tepat untukku, hingga diri-Nya menjauhkan kak Fadil dalam hidup sekaligus dalam hatiku.



Lama aku termenung, hingga tanpa aku sadari ternyata aku sudah terlambat berangkat sekolah. Segera ku sambar tas yang ada diatas meja dan beranjak turun ke bawah untuk pamitan kepada mas Pras. Aku berlari ke ruang makan, dan benar saja mas Pras telah duduk disana dengan secangkir kopi dan segelas susu hangat didepannya. Aku pun langsung menyambar susu hangat itu dan meminumnya hingga tandas.


" Aku pamit ya mas, udah kesiangan nih. Assalamu' alaikum, dah mas. " pamitku dan langsung pergi dari sana.


" wa' alaikumsalam, eh dek uang jajan kamu " teriak mas Pras yang masih bisa terdengar olehku, karena aku baru saja tiba di pintu depan.


" Gak usah mas, Ara masih punya. " jawabku tak kalah berteriak, kemudian segera berlari mengejar bus menuju ke sekolah.


......................


" hah....akhirnya sampai juga. " aku langsung duduk dibangku, dan menyelonjorkan kakiku yang lelah setelah berlari dari halte bus.


" Ya ampun Ra, aku pikir kamu gak bakalan sekolah. Abisnya udah siang tapi kamu belum ada dikelas. Nih minum." Ucap Nada sambil memberiku botol minum, aku yang memang sedang haus pun langsung mengambilnya.


" Ya enggaklah Nad, masa iya. Ngapain coba aku gak sekolah kayak yang udah bisa aja."


" kirain gitu, karena kamu masih galau mikirin kak Fadil. "


" Emangnya kamu Nad, ya enggaklah. Insya allah sekarang aku udah ikhlas kok, aku udah gak mikirin kak Fadik lagi. Sekarang aku mau fokus sekolah sama kerja. "


" Kamu bener Nad, udah move on? Padahal kalau kamu mau kak Fadil pasti...."

__ADS_1


" Udahlah Nad, gak usah bahas kak Fadil lagi ya. Lagian sebentar lagi dia kan mau tunangan sama Bella. " potongku yang tak ingin mendengar ucapan Nada lebih jauh.


" Ya udah iya deh, gak bakalan aku bahas dia. "


" Tapi..." melihatnya yang akan kembali berbicara aku pun langsung menyela sambil menggelengkan kepalaku. " Nad, please!!! "


" Oke, oke. Aku gak bahas deh, gimana kalau sekarang kita bahas tugas aja? Kebetulan pak Anto gak masuk jadi ngasih tugas." Ajaknya dan langsung mengeluarkan buku dari tasnya.


" Nah itu lebih bagus, ya sudah let's go kita kerjain. " ucapku setuju, lalu mengikuti Nada mengeluarkan buku dari tasku pula.


Waktu berjalan begitu cepat, bel tanda pulang sudah berbunyi. Aku segera bergegas membereskan buku - bukuku dan berlari menyusul Nada yang sudah keluar kelas duluan.


" Nad, jalan kamu kok cepet amat sih. " ucapku ketika tiba ditempat Nada.


" Bukan aku yang kecepetan, itu mah emang kamu aja yang lambat kayak siput. " ledeknya.


" Lambat gimana? Kamu gak lihat nih kaki aku..." ucapku sambil memperlihatkan kakiku kepada Nada.


" Bukan karena kaki aku pendek, tapi kaki kamu aja yang kepanjangan. " balasku tak terima.


" Bukan kepanjangan, tapi karena hormon dan keturunan aja makanya kayak gini. " jawabnya.


" Iyalah serah kamu deh."


" Eh Ra, sekarang kamu mau kebutik kan? " tanya Nada


" Ya iyalah, masa enggak. " jawabku.


" Tapi hari ini aku gak bisa nemenin kamu disana Ra, aku ada janji sama edo pergi ke toko buku. Kamu tahukan mamaku lagi sibuk - sibunya ditoko kue makanya dia nyuruh aku yang anter edo. " ucapnya tak enak hati, karena memang selama ini Nada selalu menemaniku saat bekerja di butik tantenya.

__ADS_1


" Iyalah Nad gak apa - apa, lagian sekarangkan udah ada mbak nina. Jadi aku gak bakalan sendirian lagi disana. Kamu gak usah khawatir aku gak ada temen, udah sana kasian nanti adik kamu kalau gak jadi ke toko buku. " seruku, gak mungkin jugakan aku melarangnya apalagi ini perihal adiknya. Sudah cukup selama ini Nada selalu menemani ketika aku bekerja di butik tantenya, setidaknya sekarang aku harus belajar sendiri. Gak mungkinkan aku terus - terusan ngerepotin Nada, dia juga pasti punya urusan lainnya.


" Maaf ya Ra. "


" Jangan minta maaf Nad, kamu gak salah. Yang ada aku yang harus minta maaf sama kamu karena selama ini udah ngerepotin kamu. "


" Enggak kok Ra, kamu gak pernah ngerepotin aku kok." Ucapnya sambil menggenggam tanganku.


" Terima kasih ya Nad, kamu memang sahabat terbaik aku. "


" Iya sama - sama Ra, kamu juga sahabat terbaik bagi aku. Semoga selamanya kita akan menjadi sahabat ya. " Nada memelukku dan tanpa pikir panjang aku pun membalasnya.


" Ya sudah aku duluan ya Ra, takut udah ditungguin edo. Assalamu'alaikum. " pamitnya setelah kami berdua melepaskan pelukan masing - masing.


" wa'alaikumsalam " jawabku. Nada masuk kedalam taksi lau pergi, sama halnya dengan Nada aku pun langsung naik bus menuju butik tempat aku bekerja.


.......


hai hai readers tersayang....nih sesuai janji author hari ini author up dua episode. Jangan lupa dukung terus karya author ya dengan cara:


vote


like


comen


share


dan tambah kedaptar favorite ya

__ADS_1


bye see you next chapter


love you all my readers


__ADS_2