
Hai guys author kembali ada yang rindu gak nih...
semoga kalian menikmati cerita ini ya
...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...
~~ Masih tentang Syahril...
" Ahh....alhamdulillah. " ucap Syahril setelah menyeruput sisa kuah baksonya sampai tandas.
Syahril kini berada di sebuah warung bakso setelah tadi dimasjid ia langsung pergi untuk mencari makan karena perutnya terasa lapar.
Syahril menyeruput segelas es teh manis dihadapannya sambil melihat lalu lalang orang dijalanan.
" Satu mangkok soto ayam ya bu. "
Sebuah suara mengalihkan pandangan Syahril, terlihat disebrang sana seorang wanita tengah memesan makanannya lalu kemudian duduk di bangku tak jauh dari tempat itu.
" Dasar cewek aneh. " gumam Syahril saat tak sengaja melihat kaki wanita itu yang masih belum mengenakan sendal dan hanya dibalut kaos kaki saja, kaos kaki itu terlihat kotor mungkin karena si empunya memakai itu terus untuk melapisi kakinya saat berjalan.
" Pak ini uangnya ya. " Syahril meletakan selembar uang ratusan diatas meja kemudian beranjak untuk pergi.
" Dek uangnya kebanyakan!! " penjual bakso itu berteriak kepada Syahril. Kebetulan pemuda itu belum terlalu jauh meninggalkan warungnya.
" Buat bapak aja. " ucap Syahril berbalik menjawab penjual bakso.
" Ouh kalo gitu terima kasih ya dek! " teriak bapak itu lagi takut Syahril tidak mendengar ucapannya.
Syahril mengangguk sambil tersenyum lalu kembali melanjutkan perjalanannya.
Syahril berdiri di depan sebuah lapak yang menjajakan berbagai macam alas kaki atau lebih tepatnya sandal.
" Ada yang bisa saya bantu mas? Masnya lagi cari apa? " seorang bapak - bapak menghampiri Syahril dan bertanya.
" Sendal "
" Ouh masnya mau beli sendal, pas banget mas. Kebetulan stok sendal cowok hari ini baru dateng jadi masih baru - baru, silahkan mas mau pilih yang mana? " ucap penjual itu sambil memperlihatkan beberapa sendal pria untuk dipilih Syahril.
" Bukan pak, saya bukan mencari sendal untuk saya. "
" Lah terus untuk siapa mas? tadi katanya nyari sendal? " Bapak itu menjadi bingung, sebenarnya pemuda itu mau beli sendal atau tidak pikirnya.
" Saya mau cari sendal untuk cewe pak. " ucapnya kemudian.
" Ooawalah....bukannya bilang dari tadi mas. Ayo mas kesebelah sini kalau sendal cewe. " Bapak itu mengajak Syahril ke sisi lain untuk melihat - lihat sandal wanita.
" Nah ini mas, mau sendal yang gimana, sendal jepit, sepatu, sendal jeli, sendal simpel, agak ribet, atau yang ribet ada disini, silahkan masnya pilih mau yang mana. "
Penjual itu menjelaskan panjang lebar sambil memperlihatkan berbagai macam sendal membuat Syahil menggaruk kepalanya pusing tidak mengerti.
" Stop pak! saya mau sendal yang simpel dan nyaman aja, untuk model dan warnanya itu terserah bapak saja, ini uangnya. "
Syahril menghentikan penjual itu berbicara, ya untuk apa terus dijelaskan jika ia sama sekali tidak mengerti dengan sendal seperti apa yang disukai wanita dijelaskan pun akan percuma. Syahril memberikan dua lembar uang seratusan kepada penjual itu.
" Aduh mas kebanyakan ini. " ucap penjual itu saat menerima uang dari syahril. Padahal harga sendalnya cuma kisaran Rp. 35.000 - 50.000 saja tapi Syahril malah memberikan empat kali lipat dari itu.
Duh Syahril bagi - bagi duit mulu, kali - kali dong author juga mau dikasih duit🙊😁.
" Gak apa - apa, sisanya buat bapak aja. "
" Wah terima kasih mas. " ucap penjual itu sumringah.
" Iya sama - sama kalau gitu saya permisi. " pamit Syahril.
" Eh mas tunggu, sendalnya ini ketinggalan? " ucap bapak itu menghentikan Syahril.
" Oh sendalnya bapak kasih aja ke cewek yang duduk disana. " Syahril menunjuk wanita disebrang sana yang tengah duduk sambil menikmati segelas minumannya.
" Jangan lupa untuk ukurannya no.37 ya pak. " Lanjutnya memberitahu penjual itu.
" Oh iya siap mas. " jawab penjual itu.
Setelah selesai membeli sendal Syahril pun beranjak pergi meninggalkan lapak itu.
" Eh dek jangan main dorong-dorongan nanti kena meja kan bahaya. Ayo menjauh dari situ. "
Sayup - sayup Syahril mendengar seseorang tengah memberi nasehat. Syahril melihat ke arah sumber suara ternyata itu adalah ibu - ibu penjuah soto yang sedang memperingati dua bocah yang bermain didekan meja yang diatasnya ada kompor beserta panci kuah soto tebak Syahril.
" Dasar bocah. " Syahril menggeleng melihat itu.
" Brukk "
Baru saja ibu penjual itu selesai berbicara salah satu dari kedua anak itu terjatuh mengenai meja dan membuat meja itu terguncang. Panci yang ada diatasnya pun ikut bergoyang, seorang wanita yang tadi duduk tidak jauh dari sana berlari menyelamatkan bocah itu. Namun bukannya menarik bocah itu untuk menjauh sejauh - jauhnya, wanita itu malah membawanya mundur beberapa langkah saja. Panci itu terus bergoyang dan hendak mengenai wanita itu namun dengan sigap Syahril berlari dan menahan panci itu supaya tidak terjatuh.
" Sttt..."
Syahril meringis pelan, ia menggigit bibirnya untuk menahan rasa panas ditangannya akibat menahan panci panas itu dengan tangan kosongnya.
Beberapa orang datang menghampiri Syahril untuk membantu, begitu pula dengan bapak penjual soto yang berlari cepat menghampiri Syahril sambil membawa lap.
" Ini mas pake lap. "
" Iya pak terima kasih. " Syahril menerima lap itu dan membalut tangannya supaya tidak terkena panci.
" Kamu gak apa-apa dek? "
" Aku gak apa-apa kak, tapi kakaknya.."
" Ouh kakak gak apa-apa kok dek, nih liat kakak baik-baik aja kan. "
" Bukan, bukan kakak tapi kakak tampan yang itu loh. "
Sayup - sayup Syahril mendengar orang yang sedang berbicara dibelakangnya. Namun ia tidaks sempat melihatnya karena harus fokus untuk menahan panci dihadapannya.
" Ahh...akhirnya. " ucap semua orang yang tadi membantu Syahril termasuk Syahril bernapas lega karena meja itu sudah selesai diperbaiki.
__ADS_1
" Terima kasih ya mas, dan yang lainnya juga terima kasih. " kata bapak penjual itu kepada Syahril dan bapak - bapak lain yang membantu.
" Iya pak sama - sama, kalau gitu saya permisi dulu. " Pamit Syahril kemudian beranjak pergi.
" Gak ada apa-apa neng, ini cuma mau ngasih sendal. "
Syahril melirik ke belakang mencari sumber suara. Ia tersenyum ketika melihat ternyata sendal yang ia beli sudah sampai ke orangnya. Syahril melanjutkan langkahnya menuju ke toilet untuk mendinginkan lukanya dengan air kemudian setelah itu ia pergi menuju busnya.
.....................
Syahril duduk dengan tenang dikursinya, sesekali ia tiup kedua tangannya. Untung saja lukanya tidak terlalu dalam jadi Syahril bisa sedikit merasa tenang ya walaupun masih terasa sakit.
" hah...hah....Alhamdulilah...akhirnya ketemu juga. "
" Lah ngapa nih orang? " batin Syahril keheranan melihat wanita didepannya yang memegangi lututnya dengan nafas yang terengah - engah.
" Lo kenapa? "
Mendengar pertanyaan Syahril membuat wanita didepannya mendelik tajam kearahnya.
" Kenapa kenapa, dasar cowok nyebelin, semua ini gara-gara elo tahu. " dengus Syahira.
" Lah ngapa jadi gara - gara gue. " batin Syahril, ia semakin heran dibuatnya.
" Hah kok jadi gara-gara gue sih, kan lo sendiri yang dateng-dateng ke sini udah gitu kayak yang abis lari maraton gitu lagi. "
Syahril tidak mengerti kenapa bisa ia yang jadi disalahkan. Padahal dari tadi dia tidak ngapa - ngapain Syahira, bahkan baru sekarang mereke bertemu lagi setelah terakhir kali di warung soto itu. kalau masalah sendal gak mungkin kan?.
" Masa iya dia nyari aku gara-gara itu, aku kan udah ganti tadi. " batinya dalam hati.
" Lo kenapa emangnya sih? " tanya Syahril sekali lagi.
" Gue tuh nyari-nyari elo dari tadi tahu gak. Gue lari nyusulin lo ke arah toilet tapi gak ada, gue muter-muter sekitaran sana juga gak ada, tahu-tahunya lo malah ada di dalam bus, nyebelin dasar. " gerutu Syahira.
" Lo nyariin gue mau ngapain? "
Aneh, cukup aneh pikir Syahril, Kenapa Syahira tiba-tiba mencari dia.
" Nih.." wanita itu menyerahkan sebuah kantong plastik kearah Syahril.
" maksudnya? " Syahril tidak paham maksud Syahira menyodorkannya sebuah kantong kresek.
" Ya ini buat lo. "
" Apaan tuh isinya? " tanya Syahril ingin tahu.
" Lo liat aja sendiri. " ucap Syahira kesal sambil memberikan kantong keresek itu supaya dipegang oleh Syahril.
"Auhhh..." Syahril sedikit meringis kala kantong kresek yang diberikan Syahira mengenai telapak tangannya.
" Eh lo gak apa-apa? " tanya Syahira saat melihat Syahril yang meringis kesakitan. Dengan refleks ia mengipas-ngipasi dan meniup lembut telapak tangan Syahril yang terluka.
`Deg´
Jantung Syahril tiba - tiba berdetak kencang.
" Nah gitu dong neng yang lembut sama pacarnya, jangan kasar - kasar kayak tadi kasian pacarnya lagi sakit gitu. " sela seorang ibu-ibu yang hendak lewat mencari tempat duduknya.
" Hah! dia bukan pacar saya bu. "
Wanita itu menjawab dengan cepat dan menghenpaskan tangan Syahril kasar sampai si empunya meringis kesakitan.
" Aduh maaf - maaf, lo gak apa-apa kan? " tanya Syahira khawatir takut-takut luka Syahril samakin parah gara-gara dirinya.
" Enggak kok, gue gak apa-apa. " jawab Syahril cepat dengan sisa kegugupannya. Ia berbohong mengenai keadaannya.
" Yakin? " tanya Syahira memastikan.
" Lagian elo sih pake banyak tanya, jadinya kan gue kesel. Itu tuh isinya obat sama perban buat ngobatin luka lo. " ucap Syahira menjelaskan isi dari kantong plastik yang tadi ia berikan.
Setelah mendengar penjelasan, Syahril pun mengeluarkan isi dari dalam kresek itu perlahan. Dan benar saja apa yang dikatakan Syahira, didalam kantong kresek itu terdapat sebuah salep dan sebuah perban.
" Kok dia bisa tahu kalau aku luka? "
" Kenapa lo bisa tahu kalau gue luka? " tanya Syahril penasaran.
" Ya gimana gue gak tahu, orang gue liat langsung pas lo megang panci panas itu dengan tangan kosong. "
" ouh....jadi ceritanya lo diam - diam merhatiin gue. " Syahril mengangguk - anggukan kepalanya sambil tersenyum.
" Eh..eh..itu..bukan gitu ya maksudnya. Lo jangan ge´er ya, gue ngeliat itu cuman karena tuh bocah nunjuk elo. Kalau enggak juga gak mungkin gue merhatiin elo. " ucapnya berdalih.
" Ouh...gitu.. " Syahril menjawab dengan senyum yang semakin merekah karena melihat ekspresi Syahira yang gelagapan. Padahal Syahril juga tahu bahwa tadi Syahira sempat memperhatikannya.
" Kok lo kayak yang gak percaya gitu sih. "
" Iya, iya gue percaya deh. Oh ya ngomong - ngomong thanks ya buat obatnya. "
Setelah mengucapkan terima kasih Syahril pun mulai untuk mengobati lukanya. Dengan perlahan dan hati-hati dibukalah tutup obat itu meskipun diiringi dengan ringisan halus karena beberapa kali badan salep itu mengenai tangannya yang terluka.
" Sini biar gue bantu olesin. "
Syahril terkejut karena tiba - tiba saja salep yang ia pegang direbut oleh wanita disampingnya.
" Lukanya tadi udah direndam air dingin (air kran) dulu kan? " tanyanya dan hanya dijawab anggukan oleh Syahril.
Syahira mengoleskan salep pada luka Syahril perlahan sambil sesekali meniup-niupnya.
` Deg ´
Lagi jantung Syahril kembali berdetang kencang.
" Duh jantung lo kenapa sih, sumpah deh kayaknya gue bener - bener sakit deh. " Pekiknya dalam hati.
" Untung lukanya gak terlalu dalam, kalau gini beberapa hari juga udah bisa sembuh. " ucap Syahira sambil terus mengolesi obat.
__ADS_1
" Oh iya, sendal dari lo udah gue terima. Sendalnya simpel dan nyaman, gue suka, terima kasih y..."
" Deg..deg...deg deg.."
Jantung Syahril berpacu lebih cepat ketika wajahnya dan wajah Syahril begitu cepat. Syahril menatap lekat mata indah Syahira dan jantungnya semakin cepat berpacu seakan - akan hendak keluar dari tempatnya.
Keduanya saling pandang namun hal itu tidak berlangsung lama karena tersadarkan oleh suara kenek bus yang menyuruh semua penumpang untuk masuk kedalam bus sebab bus akan segera berangkat.
" Lo..lo lanjutin sendiri aja. "
Syahira gelagapan memberikan obat ke Syahril begitu pun sebaliknya, keduanya sama - sama gugup.
............................
" Nah sudah selesai. " ucap Syahira ketika sudah selesai memerban tangan Syahril yang terakhir.
Yah meskipun pada awalnya ia tidak ingin membantu lagi tapi akhirnya Syahira tetap membantu juga karena tidak tega melihat Syahril yang kesusahan saat hendak memerban tangannya.
" Perbanan lo ternyata rapih juga, terima kasih sudah membantu. " puji Syahril saat melihat tangannya diperban dengan sangat rapi, seperti oleh seorang ahli saja.
" jelas dong gue gitu loh, iya sama-sama. " jawabnya dengan bangga.
" Oh iya, meskipun lukanya gak terlalu parah dan bisa sembuh dalam beberapa hari tapi ingat tetap harus diperhatikan supaya jangan kena air dulu ya. " lanjutnya.
Syahril hanya mengangguk sebagai jawaban kemudian kembali ke kegiatan sebelumnya.
Waktu terus berjalan dan bus pun akhirnya sampai ditempat tujuan. Senja mulai menyingsing tatkala bus berhenti di terminal.
Syahril membereskan barangnya lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Dia mencari sebuah kertas dan menuliskan sesuatu diatasnya kemudian ia masukan kedalam paper bag yang ia pegang.
" Semoga lo suka. " gumam Syahril lirih menaruh paper bag itu dibekas tempat duduknya.
Syahril merogoh kantong celananya dan mengambil benda pipih miliknya yang sejak tadi terus berbunyi.
" Halo, iya wa´alaikumsalam. Ini udah sampai bentar lagi gue keluar lo tunggu aja disana. "
"....."
" Iya iya ini juga buru - buru, sabar kali. Udah matiin dulu teleponnya gue otw nih ke elo. " Syahril menjawab kesal karena orang disebrang teleponnya menyuruhnya untuk segera datang, gak tahu aja kalau Syahril sedang asik menatap Syahira ehh🙊.
Syahril pun bergegas keluar dari bus takut orang yang menunggunya tidak sabaran dan nanti malah berubah jadi singa.
" Jul!! " teriak Syahril saat melihat orang yang tadi meneleponnya tengah menunggu sambil duduk diatas mobil.
" Jal jul jal jul, nama gue itu Julian garis bawahi ya JU LI AN, JULIAN. Bisa gak sih lo panggil gue Julian atau Lian gitu jangan Jul, kalau kayak gitu kesannya nama gue itu Panjul. " ucap pemuda itu menggerutu.
" Hhaha....sorry.."
" Ngomong - ngomong tangan lo kenapa? dua - duanya sampe diperban gitu. " tanya Julian merasa heran.
" Oh ini, adalah...udah ayo pulang. Lo bilang omah gue udah nanyain kan. " ajak Syahril kemudian masuk kedalam mobil terlebih dahulu, Julian mengikuti dengan terus menggerutu pasalnya sahabatnya itu bukannya menjawab tapi malah meninggalkannya masuk kedalam mobil duluan.
" Tugas lo udah selesai lo kerjain? "
Julian bertanya ketika ia sudah duduk dibangku kemudi sambil bersiap untuk menjalankan mobil.
" Udah dong gue gitu loh, meskipun lagi liburan tugas kuliah tetap nomor satu gak kayak elo. " jawab Syahril bangga dengan dirinya sendiri.
" Iya deh gue percaya sama orang pinter mah. " ucap Julian yang memang sudah tahu kebiasaan sahabatnya itu.
" Eh tunggu..tunggu..."
Tiba - tiba Syahril menghentikan Julian yang akan melajukan mobilnya.
" Kenapa lagi sih, lo kebelet mau boker? " tanya Julian kepada sahabatnya itu.
" Ihh...bukan, buku gue ilang. " jawab Syahril panik sambil kembali mengobrak - ngabrik isi tasnya.
" Buku apaan sih? " tanya Julian tak mengerti.
" Itu loh buku yang biasa gue bawa. " tutur Syahril menjelaskan.
" Ohh buku yang itu, ya udah sih cuman buku doang beli aja lagi yang baru. " kata Julian menjawab dengan enteng.
" Iya kalau buku itu gak ada yang penting, masalahnya tugas kuliah gue belum gue salin dan masih ada didalam buku itu. " ucap Syahril sambil mendesah prustasi.
" Heh lo mau kemana?!! "
Tanya Julian berteriak saat melihat Syahril yang tiba - tiba keluar dan berlari menjauh.
" Dasar sahabat kampret ditanya malah nyelonong. " ucap Julian kemudian keluar dari mobil dan menyusul Syahril.
" Hosh..hosh...lo ngapain sih lari cepet banget? hosh..hosh...." Julian bertanya dengan napas yang terengah - engah karena menyusul Syahril yang berlari sangat cepat.
" Gue nyari buku gue. " jawab Syahril sambil terus mencari didalam bus.
" Terus gimana ketemu gak. "
Syahril mengeleng pelan. Bus yang tadi dia tumpangi sudah kosong, sudah tidak ada orang lain bahkan sampah pun sudah bersih tak terlihat.
" Ya udahlah Ham bikin lagi aja yang baru, lo kan pinter. " ucap Julian memberi solusi.
Syahril menjawab dengan menghembuskan napas kasar.
" Ya udah yuk ah kita pulang. "
Julian merangkul bahu Syahril dan mengajak nya keluar dari bus. Mereka pun berjalan menuju mobil mereka untuk pulang kerumah.
**To be continue**
Haah....akhirnya selesai juga. Ini adalah part paling panjang yang pernah author buat, kalian juga pasti merasakannya kan. Part ini isinya sampai dua ribu kata lebih khusus author buat untuk reader - reader tersayang.
Jangan lupa untuk terus dukung karya ini ya dengan cara like, share, vote dan komen sebanyak - banyaknya.
see you next chapter guys
__ADS_1
bye bye👋😘