SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 17


__ADS_3

" Assalamu'alaikum " ucapku ketika membuka pintu.


" Wa'alaikumsalam " jawab mbak nina.


" Udah makan belum Ra? Kalau belum sini makan bareng mbak, kebetulan lagi bawa bekel lebih nih. " lanjutnya menawarkan makanan kepadaku.


Tanpa berpikir, aku pun langsung mengangguk karena kebetulan perutku sedang lapar. " Mana, Ara mau. Mbak Nina ini tahu aja kalau Ara belum makan siang." Aku memakan bekal mbak Nina dengan lahap.


" Wah lagi pada ngapain nih? " tiba - tiba mbak Nunik nimbrung.


" Lagi makan Nun, kenapa mau kamu? " jawab mbak Nina.


" Ahh enggak, aku udah makan tadi." Ucap mbak Nunik. " Eh Ra, biasa aja kali makannya jangan buru - buru entar keselek lagi. " lanjutnya ketika melihat aku makan.


" waper bak waper..." jawabku dengan mulut penuh makanan.


" waper? Ra kamu tuh lagi makan nasi padang bukan waper. " kata mbak Nunik sambil menunjuk makanan yang sedang aku santap.


' ya ampun mbak, aku juga tahu kali ini nasi padang. ' batinku


aku pun menelan makanan yang ada dimulutku untuk memudahkanku berbicara, supaya mbak Nunik bisa jelas mendengar perkataanku tidak salah paham seperti tadi.


' *cie...cie... so so-an bilang salah paham, inget kamu sama kak Fadil ya lagi salah paham juga hihihi....' Author


' apa sih thor gaje deh, siapa juga yang salah paham. Itu bukan salah paham but that is a fact '

__ADS_1


' cie...marah, masih punya rasa ya ' Author


' Apa sih thor gak jelas banget deh. Mending author pergi aja sana, ngerusak alur cerita aja. '


' Selow dong selow, gitu aja sewot. ya udah, ya udah author pergi takut ada yang ngamuk hahaha....kabur*.....'


kembali ke cerita...


" Laper mbak aku "


" Laper sih laper Ra, tapi ya pelan-pelan aja makannya gak bakal diminta ini kok. " ucap mbak Nunik mengingatkatku.


" Iya nih, tapi gak apa - apalah daripada cemberut mulu kayak kemarin. " seru mbak Nina.


" Apa sih mbak, kejadian kemarin udah kemarin aja jangan dibahas sekarang. Lagian ngapain Ara cemberut mulu, gak bakal menyelesaikan masalahkan. "


" Iya mbak. " jawabku.


" Ra, mbak kedepan dulu ya sepertinya ada pembeli. " pamit mbak Nina kepadaku yang hanya aku jawab dengan anggukan saja karena mulutku penuh dengan makanan. Selesai makan aku pun membuang sampah, lalu kemudian mengambil buku catatan dan mulai mengecek apa saja barang yang sudah habis, untuk kemudian dibuat laporan supaya barang bisa cepat diisi kembali.


" Ara..." panggil mbak Nina.


" Apa mbak. " tanyaku, aku masih sibuk mencatat dibuku.


" Ra tolong gantiin mbak dulu layanin pembeli, mbak kebelet nih mau ke kamar mandi dulu. " ucapnya sambil memegang perut.

__ADS_1


" Emang mbak Nunik kemana? Ara masih sibuk, belum selesai ngecek barang. "


" Nunik gak tahu kemana, makannya mbak suruh kamu. Please Ra sebentar aja, mbak udah gak tahan ini." Ucapnya memohon.


Merasa kasihan, akhirnya aku pun meninggalkan gudang dan pergi kedepan untuk menggantikan tugas mbak Nina. " Jangan lama - lama ya mbak. "


" Iya...sebentar kok. " teriaknya sambil berlari kencang masuk ke kamar mandi.


" Permisi kak mau cari baju seperti apa? " tanyaku kepada seorang laki - laki yang berdiri membelakangiku.


" Saya mau beli...Ara!!!! "


" Mas....Pras!!! " ucapku terkejut melihat pria yang tadi membelakangiku ternyata adalah mas Pras.


" Bagaimana ini? Apa mas Pras bakalan marah? Aduh aku belum siap buat jujur. " mas Pras terlihat terkejut, begitu pula dengan diriku. Pikiran ku tiba - tiba kosong, entah alasan apa yang akan ku katakan kepadanya saat ini.


hai hai Author kembali....maaf ya epsode kali ini cuma sedikit. Author janji besok upnya agak panjang jadi jangan lupa terus dukung karya author ya dengan cara:


like


vote


comen


share

__ADS_1


dan tambahkan cerita ini kedaptar favorite ya


bye see you next time guys


__ADS_2