
'Happy Reading guys '
...****************...
Langit terlihat nampak cerah hari ini, mentari tersenyum begitu lebarnya melihat bumi. Burung-burung berterbangan kesana kemari bersama daun-daun kering mengikuti semilirnya angin yang kemudian jatuh menepi dan menyebar disepanjang lapangan sehingga membuatnya sedikit berantakan.
Disebuah kelas yang tak jauh dari sana, terlihat puluhan siswa dan siswi yang tengah fokus dengan kertas yang ada dihadapannya. Membolak-balik dan mencoretkan pensilnya untuk menulis jawaban. Seorang guru nampak tengah berkeliling, mengawasi dan memastikan agar semuanya berjalan dengan lancar juga tak didapati siswa yang curang.
kini sang guru sudah duduk dikursinya kembali, ia melihat jam tangan yang bertengger ditangannya. Nampak dengan jelas waktu menunjukkan pukul 09:45 itu artinya waktu untuk mengerjakan soal ujian hanya tinggal lima belas menit saja.
" Anak-anak waktu mengerjakan kalian tinggal lima belas menit lagi, kerjakan soalnya dengan baik jangan terburu-buru. untuk yang sudah selesai juga silahkan diperiksa kembali lembar jawabannya pastikan bahwa setiap soal sudah diisi dan jika kalian sudah yakin dengan jawaban kalian boleh dikumpulkan didepan. " ucap sang guru mengingatkan waktu juga ketelitian para siswanya.
" Baik pak " anak-anak menjawab serempak.
Mendengar intruksi sang guru, seorang siswi yang tengah duduk dibangku depan paling pojok itu pun mengikuti kebetulan ia sudah selesai menjawab semua soalnya sejak tadi. Ia meneliti satu persatu jawabannya, mengecek apakah masih ada soal yang belum ia isi atau mungkin ia masih ragu dengan jawabannya.
Setelah semuanya sudah dipastikan dan dirinya sudah yakin dengan jawaban yang ada. Ia pun segera membereskan alat tulisnya dan beranjak pergi kedepan untuk mengumpulkan.
" Ini pak. " ucap siswi itu menyerahkan lembar kertas jawabannya.
" Kamu yakin sudah memeriksanya lagi syahira? " tanya sang guru kepada siswi yang ternyata adalah Syahira.
" Iya pak saya sudah memeriksanya dua kali dan tidak ada yang kosong, insya allah saya juga yakin dengan jawaban saya pak. " jawab Syahira sungguh-sungguh, ia yakin telah mengerjakannya dengan baik dan ia pun berharap semoga bisa mendapatkan hasil yang baik pula.
" Baiklah bapak percaya sama kamu. " kata guru itu sambil tersenyum.
" Sekarang kamu boleh keluar dari kelas tapi ingat jangan dulu pulang tunggu yang lain dulu ya. " kembali ia berucap.
" Ia pak baik "
Syahira mengangguk kemudian ia berjalan keluar meninggalkan kelas beserta teman-temannya yang masih fokus mengerjakan ujian.
Syahira duduk direrumputan pinggir lapangan, disenderkannya punggungnya pada pohon yanh ada dibelakang tubuhnya karena kini Syahira memang tengah duduk dibawah pohon yang rindang.
Ia menutup matanya, menikmati hembusan angin yang menerpanya. Nyaman dan tenang itulah yang Syahira rasakan membuatnya terbuai untuk masuk kedalam dunia yang penuh dengan khayalan ( tidur😴 ).
" Hah....akhirnya selesai juga. " syahira bernapas lega, seminggu sudah pikirannya terkuras untuk mengerjakan setiap ujian. Sekarang semuanya telah selesai hanya tinggal menunggu surat kelulusan saja.
" Iya kamu benar Ra. " timpal Nada yang tiba-tiba datang dan duduk disamping Syahira.
" Nada " ucap Syahira yang terlonjak kaget melihat sahabatnya itu berada disampingnya
" Biasa aja kali gak usah kaget gitu kayak liat setan aja kamu. "
" Emang "
" Ihh....maneh teh nya ra meni kitu-kitu teuing ka aku teh. " Nada mengerucutkan bibirnya kesal sedangakan Syahira malah melongo tidak mengerti.
" Maneh? apa itu maneh Nad? " tanya Syahira tidak mengerti meskipun Nada sering bicara bahasa gado-gado tapi tetap saja Syahira belum mengerti semuanya.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Syahira malah semakin membuat Nada kesal.
" huh!!! maksud aku maneh itu kamu Ra. kamu itu jahat banget sih sama aku nyampe ngatain aku setan. " terang Nada.
" Ohh... " Syahira hanya menjawab dengan ber-oh ria.
" ih kamu tuh ngeselin banget deh, aku ngomong panjang lebar tapi jawabnya cuma oh doang. " Nada kini benar-benar merasa sangat kesal dengan Syahira, bisa-bisanya dia hanya menjawab ocehan Nada yang seluas samudera itu dengan kata 'oh' saja.
" Hahaha....iya iya maaf nad, udah dong jangan marah-marah mulu jelek tahu. " kata Syahira meminta maaf.
" au ah..." jawab Nada yang masih kesal.
Melihat Nada yang terus-terusan kesal membuat Syahira memilih untuk diam karena jika ia berkata lagi mungkin Nada akan semakin dan semakin kesal, nanti juga dia pulih sendiri pikir syahira.
" oh iya Ra, kamu jadi kuliah nanti masuk jurusan desain? "
' tuh kan beneran ' batin Syahira sambil tersenyum kecil
" Insya allah jadi Ra, kamu kan tahu aku suka Fashion. Selain itu selama ini aku kan udah kerja dibutik tante kamu jadi setidaknya aku sudah tahu sedikit - sedikit. "
" Yah...kita jadi gak bisa bareng lagi dong. Aku disuruh ibu untuk ngambil sekolah diluar kota. " raut wajah Nada seketika berubah sedih.
" Kan masih bisa ketemu pas liburan, gak usah sedih gitu. " hibur syahira.
" ah iya kamu bener, tapi janji ya kita harus ketemu setiap liburan. Dan kamu gak boleh sampai nolak, atau alesan apapun pokoknya. " ucap Nada sambil mengacungkan kelingkingnya ke depan dan hal itu pun langsung dibalas oleh syahira.
" Iya Nad. "
" kebiasaan deh kamu Ra, ya udah ayok. "
Mereka pun bangun dari duduknya lalu beranjak kekantin untuk mengisi perut mereka yang kosong.
......................
Syahira tengah duduk di bangku belakang rumah ditemani dengan secangkir teh hangat dan sepiring goreng pisang yang tadi dibelinya, ia baru saja pulang bekerja. Menikmati sejuknya angin sore telah menjadi kebiasaannya akhir-akhir ini, hal itu ia lakukan semata-mata sambil menunggu kakaknya yang belum pulang.
Diseruputnya teh hangat itu perlahan, rasa manis mengalir sampai ke tenggorokan. " Nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan. "
" Assalamu'alaikum. " terdengar suara salam dari arah luar.
" Wa'alaikumsalam " jawab syahira setengah berteriak supaya terdengar sampai pintu depan.
" Lagi ngapain dek? " tanya Pras menghampiri adiknya.
" Lagi nyemil mas, mau? " tawarnya.
" Gak usah " ucap Pras menggeleng. " Hari ini kamu udah selesai ujiankan? " lanjutnya bertanya.
" Iya, kenapa emangnya mas? "
__ADS_1
" Enggak, mas cuma mau ngajak makan diluar aja kebetulan mas baru aja gajian. "
" Boleh aja, Ara mau kok. "
" Wah.....emang dasar anak gak tahu diri ya. Orang tua lagi susah tapi malah mau enak - enakan makan diluar. " tiba - tiba saja unang datang menyela pembicaraan.
" Bapak " ucap syahira terkejut.
" Iya kenapa? Masalah saya datang kesini? Rumah ini masih tetap atas nama saya, dan itu artinya saya berhak kesini kapan pun saya mau. " ucap unang sarkas. " Oh iya, kamu udah gajiankan. Sini bapak minta duitnya. " lanjutnya memaksa.
Tak ingin berdebat, Pras pun memberikan separuh gajinya kepada unang. " Masa cuma segini, gak cukup. Sini semuanya. " Unang merebut dompet Pras dan mengambil semua uang yang ada didalamnya.
" Pak jangan diambil semua, itu jatah untuk biaya makan kami bulan ini. " ucap Pras sambil berusaha untuk mengambil uang itu kembali.
" Kamu itu ya jadi anak pelit banget, selama ini bapak yang ngebesarin kamu dari kecil. Setidaknya sekarang kalian harus balas budi. Lagian bukannya syahira juga kerja, ya sudah kalian kan bisa pakai uang itu buat makan. "
" Tapi pak, uang syahira akan digunakan untuk biaya kuliahnya nanti pak. Jadi gak bisa." Ujar Pras. " Jadi tolong pak jangan diambil semua uangnya. " pintanya, tapi unang masih tetap tak mau mengembalikannya.
" Bapak gak peduli, lagian kaliankan masih bisa kerja lagi, nanti juga dapet uang. "
" Tapi pak..."
" Udahlah mas gak apa - apa, bapak bener nanti juga kita dapet lagi uangnya. Lagian untuk jatah bulanan mau pakai uang Ara juga gak apa - apa. " sela syahira menghentikan perdebatan.
" Tuh adik kamu aja setuju, ya sudah bapak mau pergi ibu kalian pasti udah nunguin duitnya. " ucap Unang berlalu pergi dengan uang ditangannya, meninggalkan Pras dan syahira begitu saja.
" Dek, kamu gimana sih. Kenapa kamu cegah mas buat ambil uang itu balik. Kamu kan tahu itu untuk biaya kehidupan kita. " ucap Pras ketika unang sudah tidak ada.
" Ya udahlah mas biarin aja, mungkin bapak lagi perlu uangnya. "
" Lagian Mas, mau seperti apapun beliau, dia tetap orang tua kita yang harus dihormati. Lagian selama kita kerja gak pernahkan kita ngasih ke bapak. Jadi ikhlasin saja uang yang barusan diambil itung - itung kita ngasih ke bapak supaya nyobain hasil jerih payah kita. "
' hah ' Pras menghembuskan napasnya perlahan. " Yah....mungkin kamu bener. Tapi sekarang kita jadi gak bisa makan diluar deh. "
" Siapa bilang? Masih bisa kok mas, kan masih ada uang Ara. "
" Gak usahlah lebih baik uang itu disimpan saja, kita makan diluarnya kapan - kapan aja ya. " putus Pras.
" Ya sudah mas, iya gak apa - apa. Ara ikut mas aja. " jawab syahira. Akhirnya mereka pun tidak jadi makan diluar dan malah memutuskan untuk makan dirumah saja.
+++Bersambung+++
Hai hai Author comeback nih....ada yang rindu dengan author yang super duper cwantik ini?😚<<<<Hayoh ada yang udah nunggu-nunggu cerita ini update gak nih? hayoh ngaku, mana tunjukan acungan jarinya☝️😁semoga kalian menikmati ceritanya ya dan jangan lupa dukung karya ini terus dengan cara like, vote, share, coment, dan tambah ke daptar favorite ya... kalau enggak author bakalan ngambek dan gak akan up-up episodnya😤 🤣🤣enggak-enggak author bercanda kok tapi kalau mau dianggap serius juga boleh🤭🤣🤣makanya yuk dukung author biar authornya semangat terus buat nulis dan memberikan yang terbaik untuk readers semua.untuk kalian yang selalu dukung author thank you so much ya, dan buat yang belum dukung yuk cepetan dukung author tunggu ya..bye see you next chapterlove you all😘🤗
Hayoh ada yang udah nunggu-nunggu cerita ini update gak nih? hayoh ngaku, mana tunjukan acungan jarinya☝️😁
semoga kalian menikmati ceritanya ya dan jangan lupa dukung karya ini terus dengan cara like, vote, share, coment, dan tambah ke daptar favorite ya... kalau enggak author bakalan ngambek dan gak akan up-up episodnya😤 🤣🤣enggak-enggak author bercanda kok tapi kalau mau dianggap serius juga boleh🤭🤣🤣makanya yuk dukung author biar authornya semangat terus buat nulis dan memberikan yang terbaik untuk readers semua.
untuk kalian yang selalu dukung author thank you so much ya, dan buat yang belum dukung yuk cepetan dukung author tunggu ya..
__ADS_1
bye see you next chapter
love you all😘🤗