
🌸🌸Happy Reading yus🌸🌸
" jangan, jangan pergi "
Sayup-sayup terdengar suara orang yang sepertinya tengah tengah ketakutan. Hal itu membuat laki-laki yang saat ini tengah menikmati perjalanannya yang ditemani oleh lantunan solawat merdu itu pun terusik.
Mata laki-laki itu perlahan terbuka, dicopotnya headset yang sedari awal sudah menggantung ditelinganya itu supaya ia dapat mendengar dengan lebih jelas. Satu persatu penumpang ia amati dari depan sampai belakang namun ia tak melihat ada seorang pun yang sedang ketakutan bahkan suara yang tadi ia dengar pun menghilang.
' mungkin cuma salah denger kali. ' gumamnya dalam hati kemudian ia kembali memejamkan mata.
" Enghk....jangan..."
Lagi, kini suara itu terdengar kembali. Baru saja Syahril memejamkan mata beberapa detik suara itu kembali hadir. Cepat-cepat ia membuka mata dan mencari sumber suara.
Bagai mencincang air, sia-sia saja apa yang ia lakukan sejak tadi. Bagaimana mungkin ia bisa mengetahui siapa gerangan yang telah mengigau sejak tadi ketika mata menatap kearah lain sedangkan si empunya ternyata berada tepat disampingnya.
" Sepertinya dia sedang mimpi buruk. " ucap Syahril ketika melihat wanita yang ada disampingnya itu bergumam dengan mata yang tertutup.
Syahril berniat untuk membangunkannya, namun ia tidak tega karena Syahira tiba-tiba saja sudah kembali diam, tidak mengigau lagi. Syahril membiarkan supaya Syahira tetap tidur, mungkin Syahira kelelahan jadi sedikit bermimpi buruk begitulah pikirnya.
Syahril melanjukan membaca buku yang ada ditangannya dan kembali mendengarkan lantunan solawat dari handphonenya.
Ketika Syahril mulai terlarut dalam lantunan merdu solawat yang ia putar dihandphonenya, Syahira tiba-tiba saja kembali mengigau dan itu berlangsung cukup lama, lebih lama dari yang pertama kali ia mengigau.
' apa yang sebenarnya wanita ini telah lalui sampai-sampai dia bermimpi buruk seperti itu. ' batin Syahril saat melihat keringat dingin yang bercucuran dikening Syahira.
" hiks...hiks...jangan, jangan tinggalin Syahira bu...jangan..." Syahira memeluk sebelah tangan Syahril dengan mata yang masih terpejam dan hal itu membuat pria disebelahnya terkejut.
Bukan main emang, baru kali ini ia bisa sedekat ini dengan seorang perempuan. Biasanya tak ada seorang perempuan pun yang bisa dengan mudah menyentuhnya kecuali teman dekat atau keluarganya sendiri tapi lihat wanita ini ah tidak! tidak! lebih tepatnya orang asing yang baru ia temui sebanyak dua kali itupun dibumbuhi kesialan setiap kali jumpa dengan santai memeluk tangannya, dan anehnya entah kenapa ia tidak merasa risih akan hal itu. Malah ia merasa seperti ada gelenyar aneh yang menerpa hatinya dan ia tidak tahu apa itu. (Alaahhhh....Bilang aja udah mulai naksir bang😂)
Tangan Syahril terulur hendak membangunkan. Namun belum sempat tangan itu sampai Syahira tiba-tiba terperanjat dengan mata terbuka.
__ADS_1
Kini ia sudah terbangun dari tidurnya, napasnya terengah-engah akibat mimpi yang baru saja ia lalui.
" Ada apa? Apa kamu baik-baik saja? " repleks Syahril memegang bahu Syahira dan bertanya, ia terkejut ketika melihat Syahira tiba-tiba terbangun. Raut kekhawatiran nampak sangat jelas diwajahnya.
Hayoh...udah mulai khawatir nihðŸ¤
" Tidak, tidak ada apa-apa. Jadi tolong lepaskan tangannya. "
Mendengar penuturan Syahira membuat Syahril segera melepaskan tangannya, ia tidak menyadari bahwa ternyata ia memegangi Syahira sejak tadi.
" Oh iya, maaf saya tidak sengaja. "
" Bilang aja nyari kesempatan ditengah kesempitan. " gumam Syahira pelan namun dasar telinga Syahril yang tajam masih saja bisa mendengar.
" HAH! "
" Ngomong apa lo barusan? " Syahril tidak terima dirinya disebut tengah mencari kesempatan ditengah kesemutan eh... ditengah kesempitan nah itu yang bener. Orang dari tadi dia cuma diam aja kok sampai kesempatan itu datang sendiri kepadanya, jadi dia tidak salah dong. (same aje kali bang🥴)
" Gue bilang lo lagi nyari kesempatan ditengah kesempitan bener kan? Pasti lo mau pegang-pegang gue kan? Ngaku aja kali. " tuduh Syahira, kini ia pun jadi ikut-ikutan memanggil dengan sebutan Elu & Gue.
Tarik...tarik kembali kekhawatiran yang Syahril rasakan tadi. Nyesel rasanya dia sudah khawatir jika ujung-ujungnya malah disebut hanya mencari kesempatan. Padahal ia tidak pernah memiliki niatan seperti itu sedikit pun.
" Heh cewek bodoh. "
Syahira yang mendengar panggilan itu tersulut emosi.
" Si..."
" Ssstttt "
Belum sempat Syahira menyahut Syahril sudah menempelkan tangan didepan bibirnya tanda supaya wanita dihadapannya itu diam.
__ADS_1
" Denger ya baik-baik CEWEK BODOH " titah Syahril dengan menekan kata cewek bodoh.
" Gue gak pernah punya niatan buat nyari kesempatan ditengah kesempitan seperti yang elo bilang tadi. Ya sebenernya emang sih tadi gue mau nyentuh lo bu..... "
" Tuh kan bener lo mau nyentuh gue, wah bener bener gawat. Atau jangan-jangan bahkan lo punya niatan yang lebih dari sekedar itu ya. Apa lo mau nyulik gue terus lo copotin organ-organ gue atau lo mau jual gue ke luar negeri? Ih....lo serem sana ngejauh dari gue. " cerocos Syahira dengan tuduhan yang semakin melantur kemana-mana. (Kebanyakan nonton sinetron nih si mba😂)
Syahril memutar matanya jengah.
" Lo tuh Gila, Tuli, atau emang kelewat bodoh sih. Kan tadi gue udah bilang gue gak punya niat apapun ya berarti gak ada. "
" Lah tadi kata lo, lo mau nyentuh gue? "
" Iya " jawab Syahril jujur.
" Nah bener kan berarti? "
" Iya bener, tapi bukan seperti apa yang lo pikirin. Gue mau nyentuh lo buat bangunin elo soalnya dari tadi lo tidur sambil ngigau tau gak. " tutur Syahril
" Lagi pula lo duluan kali yang megang gue. " Syahril menyindir sambil melirik kearah tangannya.
Syahira yang mendengar pun mengikuti arah pandangan Syahril dan betapa terkejutnya ia saat melihat sebelah tangannya yang masih memutari tangan Syahril dengan cantik.
Dengan cepat Syahira menarik tangannya. Karena malu dia pun mengalihkan pandangannya kearah jendela sambil berucap ' ya maaf '.
Sudah? ya sudah hanya kata itu saja yang ia ucapkan. Gak ada sambungannya lagi apa pikir Syahril, setidaknya bilang ke ' tadi gue gak sengaja ' atau ' maaf ya namanya juga lagi tidur jadi mungkin refleks ' . Tadi saja saat dia yang salah kata maaf aja gak cukup sampai ia dituduh yang macam-macam. Lah Syahira? padahal dia yang pegang duluan ditambah sudah nuduh ini itu bisa selesai dengan kata maaf itu pun dengan nada datar seperti tetap bukan ia yang salah.
Ingin kembali berdebat tapi Syahril sadar itu akan semakin runyam dan tidak akan mungkin selesai dengan cepat. Biasalah namanya juga wanita sudah pasti ribet dan mau menang sendiri begitulah pikirnya.
" Nih minum. " ucap Syahril setelah beberapa saat mereka terdiam. Ia menyodorkan sebotol air meneral kearah Syahira.
" Tidak usah saya tidak haus. " Tolak Syahira mendorong kembali botol mineral itu kearah Syahril.
__ADS_1
" Kamu habis mimpi buruk barusan setidaknya minumlah air ini supaya lebih tenang, ambilah saya masih punya satu lagi didalam tas. " Syahril menaruh botol minuman itu didekat jendela tempat Syahira tengah memandang, ia tahu sebenarnya Syahira tengah haus kelihatan dari gelagatnya hanya saja sepertinya Syahira sedikit merasa tidak enak entah itu karena kejadian tadi atau takut Syahril tidak memiliki air minum lagi jika diberikan kepadanya.
Entahlah🤷 makanya Syahril mengucap saya masih punya satu supaya Syahira tidak merasa tidak enak hati. Padahal emang hanya satu botol itu yang Syahril punya.