SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 39


__ADS_3

Hai hai guys, para readers ku tersayang Author comeback nih😁 sorry ya guys kemaren-kemaren author gak up, biasa lah lagi sibuk didunia nyata makanya gak bisa mampir ke dunia khayalan author yang indah ini🤭


Buat kalian yang udah staytoon di cerita author ini thank you so much ya dan jangan lupa buat dukung author terus biar author semangat buat nulisnya ya.


...🌸🌸**Happy Reading guys🌸🌸...


" Maaf neng gak tahu. "


" Ouh gitu ya pak, terima kasih maaf sudah mengganggu waktunya. "


" Iya neng sama-sama. " Bapak itu pergi meninggalkan wanita itu.


` Huh!...´ Wanita itu menghela nafas berat. Ia merasa bingung harus kemana lagi.


"BOHONG!!!, lo pasti liat kan? udah cepet jawab aja perginya kearah mana? DIMANA? "


Sebuah teriakan mengagetkan wanita itu.


" Saya kan sudah bilang saya gak tahu mas. "


" Saya gak percaya, anda kan selalu ada disini jadi bagaimana mungkin anda bisa tidak tahu. "


" Saya bener-bener gak tahu mas. "


" Mas lepasin saya, mas " ucap seorang laki-laki yang dari tadi ditanyai itu.


" Saya gak akan lepasin sebelum anda jawab pertanyaan saya dengan jujur. " ungkap si orang pertama memaksa.


" Aduh mas saya benar-benar tidak tahu, aduh lepas mas... lepas... saya harus kembali bekerja lagi. "


" Gak bisa lo harus jawab dulu. "


" Aduh..."


Suara keributan itu semakin terdengar dan entah kenapa suaranya terdengar familiar. Merasa curiga ia pun buru-buru berlari menuju kesumber suara.

__ADS_1


Dan benarlah, sesuai dengan apa yang ia duga. Pras tengah mengamuk, ia mencengkram kedua kerah seorang sequrity muda dihadapannya dengan sangat erat seperti seekor singa betina yang tidak akan pernah melepaskan mangsanya.


" Ayolah Rud jawab kemana kamu melihat adik saya pergi? saya gak akan lepasin sebelum kamu kasih tahu kemana adik saya pergi. " ucap Pras kepada sosok sequrity yang diduga bernama Rudi itu.


" Tapi saya bener - bener gak tahu mas " Sequrity itu berusaha melepaskan dirinya.


" BOHONG!! gue tahu lo pasti bohong, gimana mungkin lo yang kerjanya 24 jam ngejaga komplek bahkan gak tahu menahu tentang salah satu warganya yang keluar dari sini. " ucap pras keukeuh dengan pendiriannya.


" Saya tidak berbohong mas, untuk apa saya berbohong. Apalagi ini menyangkut keamanan dan keselamatan seseorang. " Sequrity itu kepada Pras, ia masih tetap berusaha untuk melepaskan pegangannya. Namun nihil, karena Pras memegangnya dengan sangat erat.


" **** " umpat Pras yang sudah terlewat frustasi karena tidak mendapatkan informasi apa-apa.


" Kalau gitu tuntun jalan, gue pengen liat cctv. " Pras melepas cengkramannya dengan kasar sehingga membuat Rudi mundur beberapa langkah.


" ma..mau liat cctv mas? " tanya Rudi gelagapan. Butiran keringat mengalir dipelipisnya.


" Iya cepet tunjukin jalannya. "


" Ta..tapi..."


" Itu mas nganu...cctvnya itu loh mah nganu...eng....gimana ya ngomongnya. Emmm nganu...itu..."


" Apaan nguna nganu nguna nganu? " Pras kesal mendengar jawaban Rudi yang berbelit, pake nguna nganu nguna nganu segala gak bisa apa langsung ke intinya aja.


" Anu mas cctvnya sedang rusak, belum diperbaiki dari tiga hari yang lalu jadi...."


" APA LO BILANG? bener-bener gak berguna lo, lo dibayar disini itu buat kerja tapi kerja lo bahkan gak lebih baik dari anjing penjaga tahu gak. "


Pras dirundung emosi, ia kembali mencengkram kerah Rudi dan menjatuhinya sebuah pukulan.


Takut menjadi kalap, Reena yang sejak tadi menyaksikan dari kejauhan pun berlari mendekat untuk meleraikan. Reena berusaha menarik Pras untuk menjauh dari Rudi. Namun, bukannya terlepas yang terjadi malah dia terjatuh karena tanpa sengaja tersiku oleh tangan Pras yang kembali mencoba untuk memukul Rudi.


Reena tidak menyerah begitu saja, ia kembali berusaha menarik tangan Pras dan dengan sekuat tenaga akhirnya ia bisa menarik Pras untuk sedikit menjauh.


Meski sudah terlepas tapi Pras masih tetap meronta ingin memukuli Rudi kembali padahal wajah Rudi sudah cukup babak belur. Hal itu membuat Reena kesusahan untuk menahannya hingga....

__ADS_1


"PLAKK!"


Sebuah tamparan berhasil mendarat dipipi mulus Pras dan membuat sang empunya terdiam. Ia melirik kepada sosok yang telah membuat pipi putihnya kini berubah menjadi kemerahan. Dirinya tak menyangka bahwa sosok wanita dihadapannya ini yang biasanya lembut baru saja telah mendaratkan sebuah tamparan kewajahnya.


" Kamu gila ya Pras hah? " ucap Reena kepada Pras. Ia tidak pernah mengira bahwa Pras yang biasanya tenang ternyata bisa seemosi itu.


" Huh! GILA? Kamu bahkan menganggap aku gila? ha..ha..." Pras tersenyum getir.


" Bukan aku yang gila Ren tapi dia " tangan Pras menunjuk kearah Rudi.


" Bisa-bisanya dia menerima uang dari kami semua (warga kompleks) disaat dia bahkan gak becus menjalankan pekerjaannya."


" Aku ngerti Pras dan aku juga paham, tapi dia juga hanya manusia biasa sama seperti kita Pras. Ada kalanya dia juga bisa melakukan kesalahan dan itu manusiawi Pras. " tutur Reena memberikan pengertian dan disaat itu pula Rudi yang seperti mendapat kesempatan pun diam-diam pergi.


" Ya tapi kenapa harus sekarang Ren? kenapa harus disaat Syahira pergi hah? aku tahu pasti ada yang tidak beres, dia pasti tahu kemana adikku pergi. Aku harus menanyakannya sekali lagi. " Pras bersiap menghampiri Rudi namun langkahnya terhenti karena Reena mencoba menahannya.


" Dengan cara apa kamu akan menanyainya kembali hah? " Reena sambil menatap Pras.


" Apa dengan cara menekannya?mengancamnya? atau bahkan kamu akan memukulinya kembali? " lanjutnya bertanya namun yang ditanya hanya diam tak bersuara.


" Jawab Pras dengan cara apa kamu akan menanyainya? " Reena mengguncang bahu Pras meminta jawaban.


" Jika itu bisa mendapatkan jawaban kenapa tidak. "


" Gila Pras kayaknya lo emang udah gila. " Ucap Reena tak habis pikir, bagaimana mungkin Pras bisa berpikir seperti itu.


" Apa dengan cara lo ngelakuin semua itu lo dapet apa yang lo mau hah? " kembali Reena bertanya dan Pras hanya diam.


" Enggak kan? "


" Dan dengan cara lo yang kayak gini bukannya lo dapet informasi mengenai adik lo yang ada lo bakalan dibawa ke kantor polisi. Dan jika itu beneran terjadi apa yang bakalan lo lakuin, disaat itu bahkan lo gak bakalan bisa nyari adik lo lagi. Terus apa lo gak pernah mikirin reaksi adik lo kalau seandainya dia tahu lo masuk penjara cuma gara-gara nyari dia. Dia pasti akan sedih dan merasa bersalah apa itu yang lo mau hah? " jelas Reena panjang lebar dan hal itu membuat Pras menyadari kesalahannya. Reena merasakan tangan Pras yang ia pegang saat ia mencegahnya tadi mulai melunak dan itu menandakan bahwa emosinya perlahan-lahan mulai mereda.


" Sekarang lebih baik ayo kamu ikut aku, kita pergi dari sini. " Reena menarik Pras untuk pergi menjauhi tempat itu. Dan tanpa perlawanan Pras ikut kemana pun Reena membawanya pergi.


**To be continue**

__ADS_1


see you next chapter guys👋😘


__ADS_2