
hai hai para readers kesayangan othor๐๐ Sorry do morry ya guys karena othor baru bisa comeback lagi hari ini setelah kemaren-kemaren sempet hiatus alias gak update-update๐คญ
Syahira: iya nih dasar othor pemalas๐
othor: eh eh eh....cakap ape kau barusan? othor pemalas??๐ค๐ค๐ฒ
Syahira : iyo,,,gara-gara othor pemalas kan kasian reader-reader semua yang dilanda rindu berat ingin bertemu denganku ๐ (memegang tangan sambil membayangkan readers yang tengah merindu)
othor : dih GeeR.....๐
Syahira : Bukan GR othor tapi nyata, coba deh tanya sama readers semua.
'Sejak kapan Syahira jadi narsis gini ya ' batin author meronta-ronta.
Syahira : ayo thor cepetan tanya ( *mengguncang-guncang tangan othor tak sabar)
othor : ๐๐๐( diam menatap Syahira)
Syahira :๐ฅบ๐ฅบ๐ฅบ
othor : iya iya tak tanyain iki,,,ndak sabaran amat sih nih Syahira tumben-tumbenan.
Syahira :๐*
jadi readers ada yang kangen gak nih sama mbak Syahira, ayo kangen nanti ada yang marah loh๐คญ yuk unjuk suaranya siapa yang kangen dikolom komentar ya.
jangan lupa like,share,vote dan tambah ke daptar favorite ya.
HAPPY READING GUYS
...****************...
Waktu semakin berlalu, mentari sudah mulai beranjak dari tempatnya semula. Bayangan hitam pun perlahan-lahan mulai memudarkan kehadirannya, menyusut hingga kini tak lagi terbentuk.
Bak ikan didaratan juga seperti cacing yang disiram air garam begitulah Cacing-cacing diperut yang sudah meronta meminta diisi. Namun hal itu tak menyurutkan semangat siswa dan siswi untuk tetap fokus dan tertib mengikuti kegiatan gladi bersih sebagai persiapan untuk acara perpisahan sekolah mereka esok hari.
" Baiklah anak-anak gladi bersih hari ini kita cukupkan sampai disini saja. Ibu berharap semoga acara besok bisa berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. "
" Aamiin "
Semua murid menjawab dengan serempak, sama halnya dengan sang guru mereka pun memiliki harapan yang sama yaitu berharap somoga acara perpisahan mereka berjalan dengan lancar dan akan menjadi sebuah kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.
" Kalau gitu kalian semua boleh meninggalkan aula dan pulang, sampai ketemu besok dan ingat jangan ada yang telat ya...assalamu'alaikum. " ucap sang guru mengakhiri kegiatan.
" wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. "
Satu persatu orang-orang mulai keluar dari aula namun tidak dengan gadis cantik yang kini tengah celingak-celinguk mencari sesuatu.
" Nada kemana sih... Katanya tadi cuma sebentar tapi kok sekarang malah lama banget. "
Gadis itu yang tak lain adalah syahira menggerutu pelan. Dilihatnya lagi dan lagi jam yang melingkar ditanganya, tiga puluh menit sudah ia menunggu sahabatnya yang tadi sempat dipanggil oleh salah satu guru ia bilang hanya sebentar dan menyuruh Syahira untuk menunggu tapi apa sekarang bahkan batang hidungnya itu masih saja tak terlihat.
__ADS_1
" Apa mungkin Nada udah kekelas duluan ya, mungkin dia tahu kalau gladi bersihnya udah bubar. "
" Ya sudahlah mending aku ke kelas aja siapa tahu Nada udah ada disana. " gumam Syahira ia pun perlahan berjalan keluar menuju kelasnya.
" SYAHIRA...."
Sebuah teriakan terdengar dari arah belakang membuat Syahira menghentikan langkahnya.
" Hosh...hosh..ra..hosh...kamu kok hosh...ninggalin aku sih...hosh... " Ucap Nada dengan napas yang ngos-ngosan.
" ya habisnya kamu lama sih, tiga puluh menit aku nungguin kamu disana tapi kamu gak nongol-nongol. Aku pikir kamu udah dikelas jadi ya aku mau nyusul gitu. " Jawab Syahira jujur.
" Maaf...soalnya tadi pas aku mau balik ke aula bu endah minta tolong buat beliin minum ke kantin jadi ya aku pergi kekantin dulu, tapi kamu tahu gak? "
Syahira mengernyitkan alisnya tak mengerti.
" Tahu apa? "
" Air minum dikantin abis semua...terus terpaksa aku pergi keluar(luar sekolah banyak warung) buat beli makanya lama. Terus habis itu aku langsung lari ke aula tapi kamu malah gak ada. " Terangnya panjang kali lebar.
" Uluh....cup..cup...kaciannya cahabatku satu ini, sini sini aku peyuk dulu..." ucap Syahira dengan kata yang dilebai-lebaikan.
Syahira merentangkan sebelah tangannya dan sebelah lagi ia gunakan untuk mengisaratkan agar Nada mendekat.
" Apaan sih Ra lebai deh...aku bukan jeruk makan jeruk ya. "
" Hahahhah.....lagian siapa yang bilang gitu. Aku juga masih suka cowo kali Nad haha..." Jawab Syahira diiringi tawa. Km
" Ya habisnya kata-kata kamu tuh bikin aku merinding tahu gak " kata Nada sambil menggidikkan bahunya tanda geli plus merinding mendengar perkataan Syahira yang lebai dan diluar kebiasaannya itu.
" Udah udah jangan ketawa mulu, mending kita cepetan kekelas ambil tas terus cus deh ke mall nanti pulangnya biar gak terlalu sore. " Ajak Nada.
" Ya udah ayok "
Mereka pun jalan beriringan menuju kelas sambil sesekali bencengkrama membicarakan kemana dan hal apa saja yang akan mereka lakukan di mall nanti.
'Brukk...'
Syahira tersandung dan terjatuh karena terlalu asik dengan obrolannya sehingga tidak melihat jalan dimana Bella dengan sengajanya menyelonjorkan kaki supaya Syahir terjatuh.
" Ra kamu gak apa-apa? " tanya Nada yang melihat sahabatnya terduduk dilantai.
" Aku gak apa-apa kok Nad. " Jawab Syahira setelah bangun dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan.
" Alhamdulillah kalau kamu baik-baik aja...semua ini tuh gara-gara kamu Bella. " Ucap Nada sambil menunjuk Bella, ia tahu bahwa Bella tadi sengaja menaruh kakinya dijalanan.
" Maksud kamu apaan naruh kaki sembarangan gitu. " Lanjut Nada masih emosi pada sahabatnya ah tidak tidak bukan sahabat melainkan MANTAN SAHABATNYA itu.
" Hello...lo nyalahin gue. Please deh ya dari tadi tuh gue udah disini dan kaki gue pun udah gitu, siapa suruh kalian jalan sambil ngoceh. " Jawab Bella sinis.
" Gue tahu lo sengaja Bell, orang tadi gue liat kaki lo biasa aja terus pas gue sama Syahira lewat tuh kaki lo selonjorin kan. Lagian mau kita jalan sambil ngoceh, makan dan bahkan salto sekalipun kalau lo gak naruh kaki lo disitu gak mungkin Syahira jatuh. Gue tahu lo sengaja kan? " Kata Nada panjang lebar, kini emosinya benar-benar memuncak bahkan kata Lo dan Gue pun ia pakai.
__ADS_1
" Kalau sengaja emang kenapa, masalah buat lo? "
" Tuh kan..."
" Nad udah biarin aja ayo kita pergi. " Ajak Syahira, ia sudah tidak ingin melihat kedua sahabatnya ini bertengkar.
" Gak bisa Ra, orang model si ketek buluk ini perlu dikasih perhitungan gak bisa terus-terusan kita ngalah mulu nanti dia malah makin ngelunjak. " Ucap Nada yang tidak mau mendengarkan Syahira.
" Iya tapi gak usahlah kita sampai ribut-ribut kayak gini. " Syahira mencoba menenangkan.
" Huh..Drama, sok baik banget sih jadi orang. " ujar Bella.
Nada yang mendengarnya pun langsung naik pitam.
" Apa lo bilang? coba bilang sekali lagi. " Ucap Nada, kini ia benar-benar emosi seluruh wajahnya sampai merah padam.
" Gue bilang kalian drama dan sok baik kenapa, gak terima? "
" Ya jelas gue gak terima, maksud lo apaan bilang gitu hah? "
" Ya lo tanya aja sama yang katanya SAHABAT TERBAIK lo itu. " Seru Bella dengan menekan kata 'sahabat terbaik'.
Mendengar penuturan Bella, Nada langsung melirik Syahira yang tengah menampilkan ekpresi tidak mengerti.
" Maksud Bella apa Ra? " tanya Nada dan hanya dijawab gelengan kepala saja oleh Syahira karena ya memang dia tidak mengerti dengan apa yang Bella bicarakan.
" Huh! Dasar muka dua. "
Lagi, Bella kembali tidak bisa memfilter ucapannya dan hal itu mampu membuat emosi Nada balik lagi. Nada sudah bersiap memuntahkan lahar panas untuk membakar Bella namun Syahira menahannya serta menggelengkan kepalanya lalu memberi pertanda 'sudah, biar aku yang maju'.
Syahira perlahan mulai berjalan dan kini dia berada dihadapan Bella.
" Maksud kamu apa Bell? Emangnya apa salah kami sampai kamu kayak gini. "
" Gak usah pura-pura gak tahu deh lo, didepan bilang apa tapi dibelakang apa. "
" Aku gak ngerti Bell, maksudnya kamu bilang gitu apa? " Lagi Syahira bertanya karena ia memang tidak mengerti dengan arah pembicaraan sahabatnya itu.
" Yang harusnya nanya gitu tuh gue, gue tahu lo kemaren ketemukan sama kak Fadil. Maksud lo apa hah? Lo bilang sama gue gak bakalan ketemuan lagi sama dia tapi apa kemaren lo sembunyi-sembunyian kan ketemuan. Lo lupa kak Fadil tuh pacar gue dan bentar lagi dia bakalan jadi tunangan gue, lo inget itu ya. " Ujar Bella dengan suara yang meninggi.
' jadi cuman gara-gara dia ' batin Syahira, ada sedikit rasa kecewa dalam hatinya karena sahabatnya itu tidak mempercayai dirinya. Padahal dia pun tahu bahwa Syahira tidak mungkin merebut pacar orang apalagi ini pacar sekaligus calon tunangan sahabatnya sendiri.
" Kamu ketemu kak Fadil Ra? " tanya Nada tiba-tiba.
" Iya Nad " jawab Syahira.
" Denger ya Bell, kemarin aku emang ketemu sama kak Fadil tapi semua itu enggak seperti apa yang ada dipikiran kamu. Kemarin kami cuma kebetulan ketemu lagi pula aku langsung pergi setelah itu dan asal kamu tahu ya Bell, aku gak mungkin dan gak akan pernah mungkin ngerebut pacar SAHABAT aku SENDIRI meskipun orang itu sebenernya suka sama aku, jadi kamu gak usah khawatir karena aku GAK MINAT. " terang Syahira panjang lebar dan hal itu sukses membuat seorang Bella terdiam dengan wajah yang merah padam.
" Ya udah yuk Nad lebih baik kita cepetan pergi " ajak Syahira yang langsung menggandeng tangan Nada meninggalkan Bella yang terlihat dongkol.
+++**Bersambung+++
__ADS_1
see you next time
bye love you all๐๐**