
**🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸**
" Kamu " kaget Syahira ketika melihat Pria yang baru saja datang.
Merasa terusik, pria yang ada disebelah Syahira pun berdiri. " siapa lo? Pake nyuruh-nyuruh gue minggir. "
" Saya calon suaminya dan dia adalah calon istri saya. "
' apa yang baru saja dia katakan? ' gumam Syahira dalam hati. Hampir saja jantungnya copot saat mendengar jawaban aneh yang dilontarkan Pria yang menolongnya barusan.
" Heh! Lo pikir gue percaya dengan bualan lo. Tuh liat, yang lo sebut calon istri aja malah diem bengong gitu, kayaknya dia juga kaget pas lo bilang gitu. Jadi udah deh lo gak usah bersandiwara, mending lo pergi jangan ganggu kesenengan kita, ya gak guys. " ucap pria yang ada disebelah Syahira kepada teman-temannya.
Mendengar perkataan pria yang ada disebelahnya membuat Syahira tersadar , ia melihat kearah pria yang ingin menolongnya. Pria itu memberikan sebuah kode supaya ia mengikuti sandiwara yang tengah dilakukannya.
Merasa tak punya pilihan lain, Syahira pun mau tidak mau harus ikut berbohong karena jika tidak, mungkin segerombolan pria yang menggodanya sejak tadi tidak akan pernah pergi.
' ya Allah maafin Ara atas kebohongan ini. ' batinnya dalam hati.
" Ehh mas kamu kemana aja, Ara udah nungguin sejak tadi. " dengan senyum merekah yang dipaksakan Syahira menghampiri pria yang menolongnya, pria nyebelin yang pernah ia temui saat di taman dulu. Tapi saat ini semua itu tidaklah penting, yang harus ia lakukan adalah berusaha sebaik mungkin untuk berpura-pura sebagai calon istrinya supaya semua pria itu percaya.
" mas.... "
Ucapan Syahira terputus, ia tidak tahu nama dari pria yang ada disampingnya ini. Syahira merasa gugup dan keringat dingin mulai bercucuran, ia takut sandiwaranya ini akan terbongkar apalagi dari tadi para preman itu terus menatapnya dengan curuga. Syahira melirik pria yang ada disampingnya untuk meminta bantuan, seakan mengerti pria itu pun membisikan sebuah nama ke telinga Syahira.
" Mas Syahril ini kemana aja sih, Syahira dari tadi nungguin tahu. Sampai-sampai ada yang gangguin. " ucap Syahira manja, namun pada kenyataannya ia ingin sekali muntah mendengar apa yang baru saja terlontar dari bibirnya.
" Maafin mas ya Sayang, tadi mas ke tolitet dulu. " ujar Syahril sambil merangkul bahu Syahira dan menariknya supaya mendekat.
' Dasar cowok rese, cari kesempatan dalam kesempitan. Minta dihajar nih, pake manggil sayang lagi jadi pengen muntah aja.' Syahira pun menginjak kaki Syahril.
__ADS_1
" Aduh.. " rintih Syahril meringis kesakitan.
" Ehh mas kenapa? " tanya Syahira pura-pura khawatir, padahal dalam hatinya ia tertawa karena tahu alasan kenapa Syahril sampai menjerit kesakitan.
' Emang gak tahu terima kasih, udah bagus aku mau nolongin, malah di injek. ' gerutu Syahril dalam hati, kemudian ia merilik Syahira dengan tatapan yang tajam.
Syahira yang ditatap pun hanya tersenyum tanpa dosa, melihat tatapan Syahril yang tajam membuatnya ingin tertawa bukan malah takut.
" Ya ampun mas, jangan marah gitu dong. Kamu tenang aja aku gak bakalan ngebiarin cowok lain godain aku kok. Apalagi cowok-cowok kayak mereka itu. " ucap Syahira manja, hampir saja ia tidak bisa menahan tawa tapi untunglah dulu dia pernah ikut club teater jadi setidaknya ia bisa mengendalikan dirinya.
" Mas gak marah kan?? " ujarnya sambil tersenyum jahil, tak lupa ia kembali menginjak kaki Syahril sambil mencoba untuk melepaskan tangan Syahril dari bahunya.
" Aduh sayang, kamu tenang aja. Mas gak mungkin cemburu, mas tahu kamu cintanya cuma sama mas aja. " Syahril tersenyum kemudian ia mencubit pipi Syahira untuk membalas perbuatannya.
" Aww...mas jangan gini dong, sakit. "
" Habisnya kamu ngegemesin sih. " ucap Syahril yang terus mencubit pipi Syahira, dalam hati ia tertawa karena bisa membalas perbuatan wanita dihadapannya itu.
" Bos, sepertinya mereka beneran deh. Liat aja mereka uwwu banget. " bisik salah satu pria yang tadi menggoda Syahira kepada bosnya.
" Awwa uwwu awwa uwwu... "
" Yah kan emang bener bos tuh liat mereka romantis banget. "
" Huh! Ya sudah, ayo semuanya kita pergi saja. " seru pria yang disebut bos itu, mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan Syahira dan Syahril.
" Heh bro! Jaga calon istrinya, jangan dibiarin sendirian nanti direbut orang. " lanjutnya kepada Syahril sebelum pria itu keluar dari bus.
Penuturannya membuat Syahira dan Syahril tersadar bahwa ternyata sejak tadi mereka sedang bersandiwara. Syahira segera mengangkat kakinya yang sejak tadi menginjak Syahril.
__ADS_1
" Mereka udah pergi, jadi lepasin sakit tahu. "
Syahira memukul tangan Syahril yang masih mencubit pipinya, padahal gerombolan pria itu sudah pergi sejak tadi.
" eh iya maaf. "
Semua pria itu telah pergi, akhirnya Syahira pun duduk kembali di kursinya.
" Huh! Ada-ada aja, kenapa semua cowok kayak gitu. Bisanya ngegodain cewe doang. " gumam Syahira.
" Gak semua cowok kayak gitu. "
" Apa? "
" Ah enggak, enggak. "
" Kamu! ngapain kamu duduk disitu. " kaget Syahira melihat Syahril yang tiba-tiba sudah duduk dikursi sebelahnya.
" Jaga-jaga "
" Tapi... "
" Kalau tidak boleh, ya sudah saya pergi saja. Hati-hati jangan sampai ada yang ganggu lagi. " ucap Syahril sambil berdiri bersiap untuk pergi.
" Eh tunggu, ya sudah kamu boleh duduk disini. " putus Syahira pada akhirnya, ia tidak ingin kejadian tadi terulang lagi.
Setelah mendengar perkataan Syahira, Syahril kembali duduk. Tak lama kemudian bus pun melaju, dan mereka berdua melakukan kegiatan mereka masing-masing.
🌷🌷 To be continue 🌷🌷
__ADS_1
jangan lupa like, share, and komen.