SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 63


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading Guy🌸🌸...


" Hah....akhirnya beres juga. "


Laras menghembuskan napasnya lelah. Ia sangat bersyukur sekali, setelah setengah jam lamanya akhirnya mereka pun sudah selesai bersih - bersih. Kini ruangan itu sudah kembali seperti semula, bersih dan kinclong. Bahkan sekarang jadi lebih segar karena ada tanaman yang mereka tata dibeberapa tempat tadi.


Laras meregangkan badannya yang sedikit pegal kemudian duduk disalah satu kursi yang tak jauh dari situ. Tak lama Syahira menyusul dan duduk disamping Laras.


" Nih minum dulu. " ucap Syahira sambil menyodorkan segelas air putih kepada Laras.


" Wah..tahu aja kalau aku lagi haus, makasih Syahira. " Laras mengambil gelas itu dari Syahira dan langsung meminum isinya sampai tandas tak tersisa.


" Ahh...seger. " ucap Laras setelah berhasil menghabiskan minumannya. Ia pun mengusap bibirnya yang sedikit basah sehabis minum.


" Alhamdulillah. " Syahira mengucap hamdalah seusai menghabiskan minumnya seperti Laras.


" Gimana, sekarang masih cape gak nih? " tanya Syahira kepada Laras.


" Masih sih, tapi gak terlalu. Udah lebih seger, kan udah dikasih minum sama kamu. " jawab Laras jujur.


" Kalau gitu udah siap dong buat kerja? "


" Sudah pasti siaplah, masa enggak. Aku gak sabar buat nunguin pelanggan hari ini, pasti banyak yang dateng. Apalagi kita udah dekor tempat ini, dan didepan ada papan menu buatan kamu yang udah diperbaiki pak Udin tadi, jadi pasti bisa menarik perhatian orang. " seru Laras antusias. Ia sangat - sangat berharap kalau hari ini rumah makan itu akan kedatangan banyak pelanggan.


" Amiin "


Syahira mengaminkan ucapan Laras karena dia pun berharap begitu juga. Ia sangat menantikan rumah makan itu kedatangan banyak pelanggan supaya pendapatan tempat itu semakin bertambah dan tidak mengalami kebangkrutan, sehingga dirinya tidak perlu pusing lagi memikirkan kelangsungan hidupnya kedepan.


.......


" Hah... " Laras menghela napas sambil menaruh nampan diatas meja, kemudian duduk dikursi tak jauh dari Syahira.


" Ada apa lagi sih Ras? Kok lemes gitu sih, semangat yang tadi mana? " tanya Syahira kepada Laras sambil membereskan uang dilaci agar lebih mudah memberi kembalian kepada pelanggan nantinya.


Laras terlihat nampak lesuh, ia menopang wajahnya diatas meja. Padahal tadi pagi dirinya itu terlihat sangat bersemangat tapi sekarang sepertinya semangat itu sudah menghilang.


" Yah gimana gak lemes Syah, coba deh kamu liat. " ucapnya mengkode Syahira untuk melihat ke arah gerakan kepalanya.


" Emangnya ada apa Ras? " tanya Syahira setelah melihat keseluruh ruangan.


" Ada mantan kamu ya? " Syahira kembali bertanya.


Ia tidak mengerti maksud Laras, menurutnya tidak ada yang aneh disana, ia hanya melihat beberapa pelanggan yang sedang menikmati makanannya.


" Huh... kamu ini ya Syah. " Laras memutar bola matanya malas. Ia menupuk kepalanya, tidak habis pikir dengan pertanyaan Syahira.

__ADS_1


" Mantan - mantan, kamu gak liat apa yang makan disini bapak - bapak semua. Ya kali aku pacaran sama bapak - bapak. Jangankan sama bapak - bapak, sama akang - akang juga aku belum pernah pacaran jadi mana mungkin aku punya pacar. " lanjutnya sedikit sewot. Habisnya Syahira mengatai dirinya memiliki mantan bapak - bapak, emangnya ia baby sugar apa🙄.


" Hehe...ya maaf, bercanda kali Ras. Ya terus kamu kenapa suruh aku liat kesana? Gak ada yang aneh kok. " Syahira kembali bertanya kepada temannya itu.


" Ya kamu liat deh. Gimana aku gak nghela napas coba. Aku pikir karena kita sudah sedikit mendekor tempat ini jadi hari ini kita bakalan dapat banyak pengunjung, tapi nyatanya dari pagi sampai lewat tengah siang kayak gini yang dateng cuma segitu doang. Udah mah bapak - bapak semua lagi, bikin butek aja. " jawab Laras menjelaskan apa yang dimaksudnya sejak tadi.


" Hus...Laras kamu ngomong apa sih, gak boleh gitu. Mereka kan pelanggan kita disini, gak baik tahu. "


" Ya aku tahu, tapi setidaknya kali - kali yang dateng ke sini tuh anak muda kek gitu. Biar yah meskipun bosen karena kurang pengunjung tapi setidaknya bisa cuci mata. Gak kayak gini, udah bosen, penglihatan suram lagi. " keluh Laras lagi.


" Suttt...pelan - pelan Laras ngomongnya, kalau mereka denger terus tersinggung gimana? nanti bisa aja mereka gak mau dateng kesini lagi. " ucap Syahira memperingati temannya itu untuk berhati - hati dalam berbicara. Untung saja jarang mereka dan pengunjung itu agak jauh, jadi sepertinya mereka tidak mendengar ucapan Laras.


" Hehe...iya maaf. Ya habisnya aku agak kecewa sama ekspektasiku, aku pikir hari ini bakalan kedatangan banyak pengunjung tapi malah sama aja kayak hari - hari biasanya. " katanya yang kini sudah kembali lagi pada mode awal, tak bersemangat.


Mendengar perkataan Laras membuat Syahira ikutan merenung.


" Bener juga kata Laras, aku pikir setelah tempat ini ganti suasana akan banyak pengunjung yang dateng. Tapi nyatanya sama aja, mungkin ide aku salah. " batin Syahira dalam hati.


" Udah - udah jangan kebanyakan melamun. Mending beresin tuh meja kotor dibelah sana, takutnya nanti ada yang dateng lagi. " suruh Pak Udin tiba - tiba membuat Syahira tersadar dari lamunannya. Ia pun berlalu kedapur setelah mengantarkan pesanan pelanggan.


" Iya Pak, haah.... " jawab Laras, dengan malas ia pun mulai beranjak dari kursi hendak melakukan apa yang disuruh bosnya.


" Ehh..tunggu Ras, sini biar aku aja yang beresin. Kamu istirahat aja, gantian, kan udah dari tadi kamu terus yang beresin. " ucap Syahira menghentikan Laras.


Ia pun bergegas pergi untuk membersihkan meja, dan menyuruh Laras untuk duduk diam ditempatnya, sekalian jagain kasir takut kalau ada pelanggan yang beli.


.......


Sebenarnya Laras hanya ingin main aja sebentar setelah pulang kerja tadi, tapi karena keasikan ngobrol dengan Syahira dirinya jadi lupa diri. Dan ketika sadar ternyata sudah malam saja.


" Yakin nih mau pulang aja? gak mau nginep aja disini, tidur bareng aku. " tawar Syahira.


" Iya, aku pulang aja. Lagian tadi izinnya cuma mau main aja, jadi gak enak takutnya nanti dicariin. " kata Laras menolak tawaran Syahira yang menyuruhnya untuk menginap.


" Ohhh...ya sudah, kalau gitu hati - hati di jalannya ya. "


" Iya, tenang aja. Aku udah pesen ojol kok, jadi aman. Ini, bentar lagi juga nyampe. " ucap Laras sambil menunjukkan pesanan ojolnya di hp.


" Permisi, atas nama mbak Laras? " ucap Seorang ojol yang baru tiba tak lama setelah Laras berbicara dengan Syahira barusan.


" Iya, saya Mas. Sesuai aplikasi ya. " jawab Laras pada ojol itu.


" Oh, iya mbak. Ini dipake dulu helm nya. "


Ojol itu memberikan sebuah helm untuk dipakai oleh Laras.

__ADS_1


" Aku pulang dulu ya, Syah. Kamu juga hati - hati, jangan lupa kunci pintunya biar gak ada maling yang masuk. " pamit Laras sambil mengenakan helmnya dan naik keatas motor.


" Yang namanya maling, mau pintu dikunci atau enggak tetep aja bisa masuk kali Ras. Hal kayak gitu sih tergantung nasib aja. " jawab Syahira.


" Ya setidaknya jaga - jaga, Syah. Lagian gak mungkin juga kan kamu tidur tapi pintunya gak dikunci. Nanti bisa - bisa Pak Udin marah lagi kalau misal beneran kemalingan haha... " ujar Laras.


" Ih! kamu itu, Ras. Ngomong kok gak dipikirin gitu sih, amit - amit deh. Ya aku juga takutlah kalau beneran ada maling. " Syahira bergidig ngeri membayangkan jika benar - benar ada maling saat ia tertidur.


" Hahaha...ya makannya aku ingetin buat kunci pintunya. "


" Udah ah, kelamaan kalau aku ngomong terus. Bisa - bisa kemaleman lagi kalau kayak gini. Aku pulang dulu ya Syah. " pamit Laras.


" Ayo Mas, jalan. " lanjutnya berbicara kepada supir ojol didepannya.


Supir ojol yang disuruh pun mengangguk dan mulai menyalakan motornya.


" Dah Syahira! aku pulang dulu, assalamu´alaikum. " ucap Laras untuk yang terakhir kali sebelum motor yang ia naiki melaju membelah jalanan.


" Wa´alaikumsalam warahmatullah. " jawab Syahira.


Setelah dipastikan sahabatnya itu telah pulang dengan selamat dan sudah tidak terlihat lagi oleh indra penglihatannya, Syahira pun masuk kedalam lalu mengunci pintu seperti yang sudah diingatkan Laras tadi.


Ia pun berjalan naik menuju kamarnya untuk menunaikan solat isya. Keasikan ngobrol dengan Laras membuat dirinya tidak menyadari suara adzan yang berkumandang. Untung ia masih memiliki whudu bekas solat magrib tadi dan belum batal, jadi dirinya bisa langsung kekamar, tidak perlu ke kamar mandi lagi untuk mengambil whudu.


" Assalamu´alaikum warahmatullah. "


" Assalamu´alaikum warahmatullah. "


Syahira mengucapkan salam diakhir salatnya, kemudian sedikit berdzikir sebelum akhirnya menengadahkan tangannya untuk berdoa.


" Ya Allah ya Rahman, Allah yang maha pengasih. Kasihilah hamba dan ampunilah segala dosa yang pernah hamba perbuat. Ya Allah ya Hamid, Allah yang maha melindungi. Lindungilah kakak hamba ya Allah, jagalah dia. Jangan biarkan dirinya terus merasa sedih karena kehilangan hamba ya Allah, dan kuatkan pula hamba ya allah. Bantu hamba untuk selalu kuat menjalani hari - hari hamba kedepannya. " ucap Syahira menjeda doanya.


" Ya Allah ya Razzaq, Allah yang maha pemberi rezeki. Berikanlah kepada hamba rezeki yang halal dan berkah ya allah. Lancar dan majukanlah usaha rumah makan Pak Udin ya allah. Beliau adalah orang yang baik, jangan biarkan usahanya menjadi bangkrut ya allah. Ya Allah ya Rahim, Allah yang maha pengasih, kabulkan lah semua doa hamba ya allah. Hanya kepadamu hamba memohon dan hanya kepadamu hamba meminta, maka kabulkanlah ya allah, amiin ya allah ya rabbal alamiin. "


Syahira mengusah kedua tanganya kewajah, pertanda bahwa dirinya sudah selesai berdoa.


Syahira merapihkan mukena yang ia pakai lalu menaruhnya kedalam laci. Setelah itu ia pun beranjak ke atas kasur untuk mengistirahatkan tubuhnya.


" Cara apa lagi ya yang bisa dipake supaya rumah makan ini bisa lebih rame. " gumam Syahira dalam hati, kembali memikirkan solusi untuk rumah makan itu.


Dirinya terus berpikir keras sampai - sampai lambat laun rasa kantuk pun mulai datang dan Syahira pun perlahan mulai tertidur tanpa menemukan jalan keluar untuk permasalahan rumah makan yang sejak tadi ia pikirkan.


**To be continue**


Dukung terus karya ini ya, dengan cara like di pojok kiri bawah👇 dan jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit ya.

__ADS_1


See you next chapter guys, author tunggu dukungan kalian.


see you, bye - bye👋👋😘


__ADS_2