SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 36


__ADS_3

Hari masih gelap gulita, tapi hiruk pikuk sudah terdengar disana sini. Puluhan orang berlalu lalang menuju tempat masing-masing. Suara kenek bus yang saling bersahutan terdengar disepenjuru terminal, menyuruh setiap penumpang untuk menaiki bus sesuai jurusannya.


Syahira berjalan sambil membawa sebuah tiket, menaiki sebuah bus dengan jurusan yang ia pilih secara acak. Jujur ia bingung harus pergi kemana saat ini, yang ia pikirkan hanyalah bahwa dirinya harus meninggalkan kota yang sejak kecil ia tinggali. Sulit memang, tapi inilah yang terbaik. Syahira tidak ingin merepotkan masnya lagi, apalagi membuat Unang merasa terganggu dengan. kehadirannya.


Berat sekali rasanya ia harus meninggalkan tempat ia dibesarkan ini. Banyak kenangan dan peristiwa yang sangat sulit untuk dilupakan.


" Tiketnya kak " pinta sang kenek ketika Syahira hendak menaiki bus.


Syahira menyerahkan tiketnya, kemudian masuk kedalam bus dan duduk dikursi dekat jendela. Pandangannya menerawang keluar jendela, memikirkan kemana dan apa yang akan dilakukannya ditempat baru nanti.


Akankah ia betah disana dan mampukah ia hidup tanpa kehadiran masnya. Dan apa yang akan terjadi dengan masnya?


Apakah masnya sudah menemukan suratnya?

__ADS_1


Apakah dia sudah membaca surat itu?


Apakah kakaknya akan marah karena dia pergi?


Apakah kakaknya akan pergi mencarinya?


Syahira tidak tahu apakah keputusannya untuk pergi ini benar atau tidak. Tapi satu hal yang ia tahu masnya pasti akan mengerti keputusan Syahira meskipun Syahira yakin masnya pasti akan sangat khawatir.


' semoga mas selalu dilindungi Allah swt. dan selalu diberikan kesehatan. Jangan terlalu merindukan ku mas, cukuplah aku saja yang harus merindukanmu. '


Sibuk dengan lamunannya sampai-sampai Syahira tidak menyadari bahwa sejak tadi sudah ada segerombolan laki-laki yang mengerubuni tempat duduknya.


" Ngelamun aja nih neng " ucap salah satu diantara mereka.

__ADS_1


" Iya nih Sendirian aja? Mau abang temenin? " timpal pria disebelah Syahira tak mau kalah, begitu pula dengan yang lainnya. Mereka silih berganti menggoda Syahira.


" Kayaknya dia bisu bos, liat tuh dia gak jawab. " Kata salah satu preman dengan kepala plontos


Melihat itu semua membuat Syahira risih, ingin rasanya ia menyumpal semua mulut busuk pria yang ada dihadapannya itu. Tapi apalah daya, Syahira takut karena jumlah mereka lumayan banyak, meskipun ia bisa bela diri tapi saat ini keadaannya tak memungkinkan. Syahira memilih untuk diam, berharap dengan cara itu bisa membuat pria yang ada dihadapannya itu bosan dan akhirnya pergi.


Namun, harapan hanyalah tinggal harapan, dan ekspektasi selalu tak sesuai dengan kenyataan. Keterdiaman Syahira tidak membuat segerombolan pria itu pergi, yang ada mereka malah semakin mengganggu dan menggoda Syahira. Bahkan sampai ada yang mau mencolek dagungya, tapi untungnya Syahira bisa menghindar.


Hal itu membuat Syahira muak, terus-terusan digoda seperti itu membuat harga diri Syahira terasa dihina. Kesabarannya telah habis, ia sudah tidak bisa menahan semua hal yang menurutnya mencoreng harga dirinya. Tanggannya sudah terkepal erat, dan siap untuk dilayangkan. Namun, tiba-tiba saja sebuah suara terdengar membuat Syahira mengurungkan niatnya untuk beraksi.


" Cukup, tolong mas-masnya minggir. "


" Kamu " kaget Syahira ketika melihat Pria yang baru saja datang.

__ADS_1


Merasa terusik, pria yang ada disebelah Syahira pun berdiri. " siapa lo? Pake nyuruh-nyuruh gue minggir. "


" Saya calon suaminya dan dia adalah calon istri saya. "


__ADS_2