SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 67


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...


Mereka kini telah sampai di rumah makan milik Pak Udin, dan tengah berkumpul, duduk beriung di sebuah meja luar yang ada si samping resto. Dan sesuai janjinya, Laras pun memperkenalkan Syahira kepada Ryan.


" Oh...jadi nama kamu Syahira ya. " ucap Ryan setelah mengetahui nama wanita cantik di depannya itu.


" Iya, kak Ryan. " jawab Syahira mengangguk sambil tersenyum sopan ke arah laki - laki yang ternyata adalah anak pemilik rumah makan tempat ia bekerja saat ini.


" Gimana? namanya cantik kan kak? Persis kayak orangnya. " seru Laras ikut menimbrung.


" Ihh...apaan sih Ras. Ngaco deh kamu kalau ngomong. " ujar Syahira lantas menyenggol Laras karena malu dikatai cantik.


" Orang aku biasa aja juga. " lanjutnya.


" Dih...kan emang bener kali kalau kamu itu cantik. Bener gak kak? " ucap Laras lalu beralih bertanya kepada Ryan.


" He´em. " jawab Ryan mengangguk setuju dengan ucapan Laras.


" Tuh kan, kak Ryan aja setuju. Jadi gak usah malu gitu Syah hahaha..." Laras tertawa melihat pipi Syahira yang memerah karena malu.


Syahira - Syahira, emang dasar anaknya gak sadar, terlalu insecure, plus tidak tebiasa dipuji ya gitu. Sekalinya ada yang muji cantik jatohnya malu dan malah bilang orang ngaco, dasar aneh.


" Ihh! siapa yang malu coba. " ujar Syahira berdalih, tidak mau mengakui bahwa dirinya tengah malu.


" Ya kamulah Syah, siapa lagi. Tuh liat, muka kamu aja udah merah kayak tomat hahaha..." jawab Laras kembali tertawa dan kini Ryan pun ikutan tersenyum melihat Syahira yang malu digoda Laras.


" Aduh... lagi pada ngomongin apa nih? Kok seru amat kayaknya sampe ketawa - ketawa gitu. " tanya Pak Udin saat menghampiri ketiga muda mudi yang tengah asik mengobrol diluar itu.


" Eh, Pak Udin. Sini pak Syahira bantu. " Syahira bangkit dan mendekati Pak Udin yang sedang berjalan ke tempat mereka sembari membawa nampan berisi makanan.


" Tidak perlu, ini gak berat kok. Bapak bisa sendiri. " tolak Pak Udin lembut kemudian melanjutkan langkahnya. Syahira mengekori di belakang.


" Ini loh Pak, kita tuh lagi ngomongin Syahira. Masa mukanya langsung merah, malu karena kita puji cantik, kan lucu gitu haha.." tutur Laras menjawab pertanyaan Pak Udin tadi.

__ADS_1


" Bener itu Syah? " tanya Pak Udin melirik Syahira yang kini sudah berada disampingnya.


" E-enggak kok Pak, gak gitu. Ihh...apaan sih Laras, udah dong jangan bahas itu. " jawab Syahira sembari kembali menyenggol pelan Laras.


" Tuh kan pak liat aja, mukanya merah lagi. " tunjuk Laras karena melihat Syahira yang kembali malu.


" Haha..Syahira - Syahira, dipuji cantik kok malah malu. Orang - orang mah malah pada seneng kalau dipuji gitu, lah kamu ckck... " Pak Udin menggeleng tak habis pikir dengan Syahira yang merasa malu dipuji cantik saat wajahnya benar - benar cantik. Padahal kebanyakan wanita diluaran sana malah ingin sekali dipuji cantik.


" Nah, selesai. Makan yang banyak ya Yan, Bapak udah masakin makanan kesukaan kamu tuh. Ayo kalian juga ikutan makan. " ucap Udin setelah selesai menata makanan yang ia bawa diatas meja.


" Wah...asik! ada ayam panggang. " Laras sumbringah saat melihat ayam panggang buatan Pak Udin yang sudah lama ia tidak memakannya lagi.


" Ayam panggang itu buat anak saya, kamu mah makannya itu aja tuh, baru cocok sama kamu yang rakus. " jawab Pak Udin kepada Laras.


" Masa iya sih pak, tega amat sih. " ucap Syahira merengut karena disuruh makan sama lalapan dan sambal saja. Memangnya dia kambing apa.


" Ya ampun Ras, Bapak aku tuh bercanda kali. Kamu kayak yang gak tahu dia aja. " kata Ryan saat melihat Laras cemberut.


" Hahaha..iya iya maaf. Ya sudah ayo cepetan kalian makan nanti keburu dingin kan gak enak. "


" Syahira layanin pembeli dulu deh pak, kasian kalau kelamaan nunggu. " ucap Syahira sambil menunjuk seorang pelanggan yang baru datang.


" Udah, kamu duduk aja. Pembeli itu biar saya yang layanin, lagian kamu juga pasti cape dari tadi panas - panasan bagiin brosur. Bapak juga tahu kamu pasti laper kan. " titah Udin sembari mendudukkan Syahira di kursi kemudian berlalu ke dalam untuk melayani pembeli.


Syahira pun menurut, ia pun ikut makan bersama kedua orang lainnya. Ketiganya makan dengan khusuk, tidak ada sepatah kata pun yang keluar saking menikmati makanannya.


.........


Seorang laki - laki tengah membawa nampan berisi tiga gelas minuman dingin dan sepiring camilan, dengan cekatan serta langkahnya yang besar ia berjalan menghampiri kedua wanita yang saat ini tengah duduk bersantai menikmati pemandangan indah sore ini.


" Nah, biar makin enak, nongkrongnya sambil ngemil. " ucap laki - laki itu meletakan nampan yang ia bawa diatas meja kecil yang telah ia siapkan tadi, lalu kemudian beranjak naik dan ikut duduk juga.


" Kok cuman sendiri kak, Bapak mu mana? " tanya seorang wanita cantik dengan rambut yang dikuncir kuda.

__ADS_1


" Oh, Bapakku pulang. Kan mau beres - beres barang, persiapan karena besok subuh mau berangkat ke Bogor. Jadi harus dari sekarang biar besok gak buru - buru dan gak ada yang kelupaan. " jawab laki - laki itu.


" Oh... gitu. " Wanita itu mengangguk.


" Wah...pisang goreng! Emmm...wangi, pasti enak nih. Pas banget sore - sore gini nyemil pisang goreng. " ujar salah satu wanita berkuncir kuda itu saat melihat sepiring pisang goreng diatas meja, hidungnya mengendus menghirup bau wangi dari pisang goreng yang merebak kemana - mana.


" Ya jelas enak lah, orang ini bikinan chef Ryan gitu loh. Masih fress nih, baru keluar dari penggorengan. Ayo dicobain Ras, Syah, kalian pati ketagihan, tapi awas! hati - hati masih panas soalnya. " ucap Ryan dengan penuh percaya diri kemudian mempersilahkan Laras dan juga Syahira untuk mencicipi makanannya.


" Iya - iya deh percaya, ya udah sini mana aku cobain. " Laras mengambil satu pisang goreng dari piring.


" Ayo Syah, kamu juga cobain. Ini masakan saya sendiri loh, jarang - jarang orang cobain makanan buatan saya. Yah, kecuali ni anak satu sih. " ucap Ryan sambil menunjuk Laras dengan matanya.


" Oh, iya kak. " jawab Syahira lalu mengambil pisang goreng dan memakannya.


" Emm! rasa pisang goreng ini beneran enak. Hampir mirip dengan buatan mas Pras dulu. Sangat renyah diluar, crispy saat digigit dan lembut ketika sudah ada didalam mulut. Rasa manisnya juga pas, gak bikin enek kalau makan banyak. " batin Syahira terkejut saat mencicipi pisang goreng buatan Ryan yang hampir mirip dengan buatan kakaknya itu.


" Gimana? enak gak pisang goreng buatan aku? " tanya Ryan kepada kedua wanita dihadapannya.


" Wih...muantep poll kayak biasanya kok kak. Malah ini lebih enak karena masih anget. " jawab Laras sambil terus memasukan potongan pisang goreng kedalam mulutnya.


" Iya, pisang goreng kak Ryan enak kok. manisnya juga pas. " Syahira ikut menjawab.


" Bagus deh kalau enak dan kalian suka, jadinya kan gak sia - sia aku buatnya. " ujar Ryan kemudian mencomot pisang goreng buatannya lalu kemudian melahapnya.


Mereka bertiga pun menikmati pisang goreng itu dengan khidmat sembari memandang mentari dilangit yang berwarna kemerahan.


**To be continue**


Dukung terus karya ini ya, dengan cara like di pojok kiri bawah👇 dan jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit ya.


See you next chapter guys, author tunggu dukungan kalian.


see you, bye - bye👋👋😘

__ADS_1


__ADS_2