
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
" Apakah tempatnya masih jauh, bu? "
Syahira bertanya kepada dua orang yang duduk didepannya. Kini ia sedang berada didalam mobil, ia duduk dikursi belakang seorang diri. Setelah selesai makan malam tadi sepasang suami-istri itu mengajak Syahira untuk pergi menuju ke rumah makan mereka. Namun, sudah hampir 1 jam berkendara mobil yang Syahira tumpangi masih saja belum berhenti.
" Kamu tenang aja, sebentar lagi juga kita sampai kok. " jawab si ibu dari balik kursi samping kemudi.
Syahira yang mendengar itu hanya pasrah, ia kembali duduk diam dengan tenang. Syahira menyenderkan punggungnya.
Mobil berbelok ke arah kiri dipersimpangan. Jalanan yang tadinya ramai dengan lalu lalang pengendara kini menjadi sedikit lebih sunyi, hanya beberapa mobil dan motor saja yang lewat dijalan itu.
" Sebenernya tempatnya dimana sih, kok jalannya aneh banget gini. "
Syahira membatin, ia bergumam dalam hati ketika melihat jalanan yang gelap gulita. Pohon - pohon besar menghiasi kiri kanan jalan, begitu pula dengan rumput - rumput ilalang, mereka tumbuh subur disepanjang jalan. Sesekali terlihat cahaya redup dari lampu jalanan yang sepertinya berumur sudah tua, itu pun letak lampunya cukup berjarak.
15 menit berlalu, akhirnya Syahira bisa bernafas lega sebab mobil yang ia naiki sudah keluar dari jalanan kecil yang menyeramkan itu.
Kurang lebih sekitar 10 menitan dari mereka keluar jalanan menyeramkan itu, roda mobil pun berhenti berputar.
Syahira keluar dari mobil mengikuti kedua orang yang tadi duduk didepannya. Lalu ia pun berjalan masuk ke dalam tempat yang ia pikir itu mungkin adalah rumah makan yang disebutkan oleh ibu - ibu itu. Ia berjalan sambil menenteng paper bag miliknya, entah kenapa ia ingin membawa itu, padahal tadi sudah dilarang oleh sepasang suami-istri didepannya.
" Kamu tunggu dulu disini ya. " ucap ibu itu, ia pun pergi masuk ke sebuah ruangan yang entah ruangan apa itu. Mereka pergi meninggalkan Syahira seorang diri.
Syahira duduk disebuah kursi yang tidak jauh dari tempatnya berdiri tadi. Ia mengamati rumah makan yang terbilang sedang itu, dimana ukurannya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil.
Syahira melihat sekelilingnya secara seksama, rumah makan yang lebih terbilang seperti cafe atau restoran - restoran kelas tinggi itu terlihat sangat rapih, bersih, dan juga sangat cantik. Dekorasi yang dipakai pun ikut menambah daya tarik tempat itu.
Namun, ada beberapa hal yang mengganjal di hati Syahira. Ia merasa aneh, sebab restoran yang sebaik dan semenarik ini malah kosong melompong tidak ada pengunjung satu pun, padahal Syahira lihat didepan tadi ada tulisan ´OPEN´. Selain itu, kenapa pelayan - pelayan disana mengenakan pakaian yang tidak seperti biasanya, pakaian mereka sedikit...ahhh tidak , mungkin banyak kurang sopannya, berbeda dengan tempat makan- tempat makan pada umumnya.
Botol - botol bertuliskan `Wine´ berjejeran, tertata dengan rapih di rak yang ada di belakang kasir. Dan juga terdapat beberapa ruangan di lantai dua, yang entah ruangan apa itu.
" Tenang Syahira...tenang. kamu harus berpikir positif, jangan mikir yang aneh - aneh. "
__ADS_1
" Mungkin itu cuman namanya doang, bukan yang asli. Kan sekarang banyak tuh cafe - cafe atau rumah makan yang ngejual sesuatu tapi nyatanya itu bohongan, cuman namanya aja biar menarik perhatian. Iya, pasti bener gitu, pemilik tempat ini kan orangnya baik, bahkan mereka ngasih aku kerjaan tanpa mempermasalahkan mengenai berkas lamaran, jadi gak mungkin kan kalo mereka menjual alkohol asli. "
Syahira berusaha mengusir pikiran negatifnya, ia mencoba menenangkan dirinya akan segala keganjalan yang ia lihat.
Seorang wanita yang mengenakan kemeja putih dengan rok sepan berwarna hitam diatas lutut berjalan menghampiri Syahira.
" Kamu? bener kamu yang namanya Syahira? " tanya wanita itu dengan pandangan yang mengamati Syahira dari atas sampai bawah. Syahira yang tidak biasa dilihat seperti itu pun menjadi sedikit risih.
" Iya, mbak, Saya Syahira. " Syahira menjawab, meskipun merasa tidak nyaman tapi ia tetap berusaha untuk meghormati wanita dihadapannya, ia menjawab dengan ramah.
" Ya ampun si bos, kok bisa sih bawa modelan yang kayak gini lagi. Nambah - nambah kerjaan aja deh, bisa lama nih ngajarinnya. " gumam wanita itu pelan, tapi masih bisa terdengar oleh Syahira.
" Ya udah, ayo ikut saya ganti baju. " lanjutnya mengajak Syahira mengganti baju.
Meski sedikit ragu, tapi Syahira tetap mengikuti kemana wanita itu pergi. Hatinya terus berkomat - kamit membaca istigfar, berharap bisa menenangkan hatinya.
Langkah mereka pun terhenti, tepat di depan sebuah ruangan yang bertuliskan `Ruang Ganti´.
Wanita berambut panjang itu pun pergi, tak berapa lama dia pun kembali dengan membawa sebuah baju ditangannya.
" Nih, cepet ganti bajunya. Waktu kita udah gak banyak lagi. " ucap wanita itu sambil memberikan sebuah baju kepada Syahira.
Syahira menerima baju itu, namun masih belum juga masuk ke ruang ganti.
" Ayo dong cepetan masuk, lama banget sih disuruh ganti baju juga. " kata wanita itu kesal melihat Syahira yang masih saja diam seperti patung, bukannya cepet ganti baju malah bengong, buang - buang waktu saja pikirnya.
" Saya harus pake baju ini, mbak? " tanya Syahira berusaha memastikan.
" Ya, iyalah. Terus kamu mau pake apa lagi, udah cepet masuk ganti bajunya, lama banget sih. "
" Tapi, mbak, saya gak bisa pake baju kayak gini. " ucap Syahira sambil memperlihatkan sebuah baju, ahh tidak! tidak!!! bukan baju tapi lebih tepatnya sebuah dress tipis dengan lengan yang hanya berukuran dua jari Syahira. Selain itu, bagian dadanya yang sedikit terbuka dan panjang dress hanya sampai sebatas paha Syahira saja.
" Udah deh, gak usah sok polos kalau jadi orang. Pake pura - pura gak mau ganti baju segala lagi, biar apa? biar disangka wanita solehah, gitu?!! " wanita itu berbicara dengan nada sedikit ketus.
__ADS_1
" Maksud mbak apaan sih? saya gak ngerti. " Syahira bingung dengan maksud dari ucapan wanita itu. Pura - pura katanya, bahkan Syahira tidak pernah berharap orang lain menganggapnya solehah, karena ia merasa dirinya belum pantas disebut seperti itu.
" Aduhh...gak usah sok gak ngerti deh, kamu mau kerja disini, kan? berarti kamu tahu dong mau kerja apa disini, jadi cepet ganti baju, pake baju itu. Bertele - tele banget sih jadi orang. " kata wanita itu sedikit kesal.
" Saya gak bisa pake baju ini mbak, saya pake kerudung dan saya gak bisa melepas ini. "
" Ha..ha.. gak usah munafik deh lo jadi orang, so so-an gak mau lepas kerudung tapi lo mau kerja disini. Seharusnya kalau lo udah setuju kerja disini, lo juga harus nanggung konsekuesinya. " ucap wanita itu meremehkan.
" Tapi, mbak, kerja saya jadi pelayan. Masa pelayan bajunya seperti ini? di restoran atau cafe - cafe lain gak ada mbak pelayan yang pake baju kurang bahan kayak gini. " Syahira tetap menolak. Bagaimana bisa ia memakai pakaian yang seperti itu. Membayangkannya saja ia tidak sanggup apa lagi harus memakainya.
" Ya iyalah gak ada, disini kan jadi pelayannya pelayan plus - plus, sudah tentu baju yang dipakai pun berbeda. "
" Apa?!! Pelayan plus - plus!!!. " Teriak Syahira, ia terkejut mendengar jawaban wanita itu.
" Biasa aja kali, gak usah teriak - teriak gitu. Bikin sakit telinga aja. " ucap wanita itu kesal, ia menutup telinganya saat mendengar Syahira berteriak.
" kenapa?? jangan - jangan, lo gak tahu ya apa artinya pelayan plus - plus, makanya lo setuju ngelamar kerja disini. " tanya wanita itu karena melihat Syahira yang bengong saja dari tadi.
Tidak, Syahira bukannya tidak tahu. Ia jelas - jelas tahu apa arti dari pelayan plus - plus itu, hanya saja ia tidak menyangka bahwa pekerjaan yang ditawarkan kepadanya adalah pekerjaan yang seperti itu, ia pikir dirinya akan bekerja seperti pelayan biasanya.
Syahira pun tidak habis pikir, bagaimana bisa orang yang terlihat begitu baik bisa - bisanya mereka menjadi pemilik bar atau biasa di kenal pula dengan sebutan cafe remang - remang.
" Itu artinya....enggak! enggak!! itu pasti gak mungkin. Aku gak boleh percaya gitu aja, aku harus buktiin itu semuanya sendiri. " ucapnya dalam hati menolak untuk percaya ucapan wanita itu.
Syahira pun berlari dari sana untuk mencari kedua orang yang membawanya kesini, ia ingin bertanya dan mencari kebenarannya yang sesungguhnya, meski dalam hati ia terus berharap bahwa apa yang ia dengar baru saja adalah salah.
**To be continue**
Author tunggu like dari reader semua, jangan lupa juga untuk vote dan share sebanyak - banyaknya. Terus follow akun author yuk @cumicookie.
See you next chapther
bye bye👋😘
__ADS_1