
HAPPY READING GUYS
...****************...
Jalanan cukup lenggang siang ini, setiap mobil melaju dengan kecepatan standar begitu pula dengan mobil yang ditumpangi Syahira kali ini sehingga ia bisa sekalian santai menikmati pemandangan diluar jendela.
" Ra " panggil Nada dengan pandangan yang masih fokus melihat jalanan didepannya.
" Hmm.. "
" Kamu bener kemarin ketemu sama kak Fadil? "
" Hmm.."
" Apa pas kamu ngajakin aku pulang buru-buru itu? "
" Hmm.."
" Ham ham hem hem..weh, gak bisa apa jawabnya yang lain Ra jangan cuma hmm..hmm.. doang. " Ucap Nada kesal mendengar Syahira menjawab hanya dengan 'hmm' saja.
" Maaf "
" Hmm.." jawab Nada bergumam.
" Kamu kenapa, Kamu gak lagi marah kan sama aku? " tanya Syahira.
" Hmm.."
" Bener kamu gak marah? "
" Hmm.." kembali Nada menjawab dengan hal serupa membuat Syahira berdecak kesal.
Melihat Syahira berdecak membuat tawa Nada pecah seketika. Didalam hati ia kegirangan karena berhasil membalas perbuatan sahabatnya itu. Siapa suruh dia duluan jawabnya gitu ' hmm..hmm..' doang, dia pikir Nada ngajakin nyanyi ke Sabian apa 'hmm..hmm..'.
" Kenapa ketawa? " tanya Syahira dengan raut wajah yang masih menyimpan sedikit kekesalan.
" Haha...habisnya lucu liat kamu kesel gitu haha...gimana? Gak enakkan kalau kamu ngomong tapi dijawab cuma 'hmm hmm doang'. "
" Oh...jadi kamu ngebales aku nih ceritanya? "
" Hehe...iya sorry ya Ra. "
Syahira tersenyum, " Iya Nad its ok, sorry juga kalau ternyata jawaban aku tadi bikin kamu sempet kesel. "
" Iya "
....
'Ckitt..'
" Alhamdulillah akhirnya nyampe juga. " ucap Syahira ketika mobil yang mereka naiki sudah sampai ditempat tujuan.
" Iya alhamdulillah " timpal Nada.
Mereka pun segera keluar dari mobil kemudian beranjak masuk kedalam mall.
" Kemana dulu nih kita? " tanya Syahira saat mereka baru saja melewati pintu masuk.
" Hmm...gimana kalau kita makan dulu, kita kan tadi gak sempet makan siang di sekolah. " seru Nada memberi usul.
" Oh iya bener juga tuh kebetulan aku juga udah laper banget nih, tapi kita mau makan apa? "
" Makan makanan yang enak dong pastinya masa sih kamu gak tahu Ra. "
Syahira memutar bola matanya malas, ' mulai deh sifat oon nya keluar ' batin Syahira ikut berbicara.
__ADS_1
" Ya semua orang juga tahu kali kalau makan tuh ya pasti makan yang enak. Maksud aku tuh hari ini menu makan siang kita mau apa lauknya. " terang Syahira menjelaskan panjang lebar.
" Ouh gitu.." ucap Nada sambil manggut-manggut.
" Hmm..gimana kalau kita makan jajangmyeon aja kebetulan baru-baru ini katanya ada tempat makan khas korea yang baru buka loh, yuk kita kesana aja cobain. " Lanjut Nada merekomendasikan.
" Boleh, ya udah ayo kamu tahu tempatnya kan? "
" Ya jelas tahu dong, kuy atuh lah kalo gitu mah. " Seru Nada semangat menggandeng tangan Syahira membawanya ketempat dimana sang cacing-cacing diperut akan diam dengan sendirinya.
Nada : thor kok bawa-bawa cacing sih kita kan mau makan bukan mau ternak cacing.
Othor : ya emang siapa yang bilang kalau kalian mau ternak cacing🙄
Nada : itu tadi othor bilang cacing-cacing
Othor : yang othor maksud itu cacing diperut siti....
Nada : Hah!! Si siti cacingan thor? Ihh kasian banget ya🥺🥺
Othor : *#+:$++#+@-😤
....
Syahira kini tengah menyender pada dinding yang ada ditengah-tengah jajaran baju kebaya yang bergantungan dengan tangan yag menumpu pada sebuah meja kecil yang ada disana. Kepalanya ia taruh diatas tangan, ia merasa lelah setelah usai makan Nada langsung mengajaknya berkeliling tanpa ada jeda istirahat sekali pun.
" Nad udah belum, ini udah satu jam lebih loh masa belum ada yang cocok. " Ucap Syahira lesuh karena sejak tadi kesana kemari mengikuti sahabatnya yang masih saja belum menemukan baju yang dia inginkan.
Yah begitulah Nada yang selalu ribet saat berbelanja tidak seperti Syahira yang sejak tadi ia sudah mendapatkan baju yang ia suka.
" Iya bentar Ra, ini aku tuh bingung menurut kamu bagusan yang mana? " tanyanya sambil memperlihatkan dua buah baju kebaya dengan model yang sama namun berbeda warna, satu warna biru muda dan satu lagi berwarna lillac.
" Dua-duanya juga bagus kok. "
" Hmm...kalau gitu kamu beli yang lillac aja. " Usul Syahira.
" Tapi yang biru juga bagus Ra. "
" Ya kalau gitu kamu beli yang biru. "
" Tapi aku juga mau yang lillac, gimana dong? "
Syahira memutar bola matanya lelah " Ya sudah kamu beli aja dua-duanya. "
" Gak bisa Ra, ibu aku suruhnya cuma beli satu tapi aku suka dua-duanya gimana? "
" Terserah kamu deh pilih yang mana, aku juga bingung habisnya aku bilang ini kamu mau itu aku bilang itu kamu begini. Aku tunggu diluar aja ya nanti nyusul kalau udah. " Ucap Syahira yang sudah lelah meladeni sahabatnya itu, ia pun berlalu keluar dari toko berniat menunggunya disana.
" eh..eh.. Ra tunggu " seru Nada yang langsung memilih baju secara acak dan membayarnya karena takut kelamaan yang akhirnya nanti ia malah ditinggalkan.
" Udah selesai, kok cepet banget? " tanya Syahira yang merasa heran melihat Nada, baru saja ia akan duduk tapi sahabatnya itu sudah keluar dari dalam.
" Udah, habisnya aku takut ditinggalin sama kamu. "
" Ya gak mungkinlah aku tega ninggalin kamu. "
" Ya bisa aja kan kamu kesel nungguin terus pulang duluan. "
Syahira menggelengkan kepalanya tak habis pikir mendengar jawaban Nada, mana mungkin dirinya tega meninggalkan sahabatnya yang imut tapi kadang ngeselin juga itu sendirian di mall meskipun gak akan kenapa-kenapa juga tapi ya mana mungkin seorang Syahira melakukannya.
" Gak bakal Nad, ya udah sana balik lagi aja aku tungguin disini kok. "
" Enggak ah, kan udah selesai sekarang kita pulang aja udah sore nanti kamu dicariin lagi sama mas Pras. "
" Oh iya kamu bener, ya udah kalau gitu ayo kita pulang aja. " ucap Syahira setuju kemudian mereka pun berjalan menuju eskalator untuk kelantai bawah dan keluar dari mall.
__ADS_1
Baru saja sampai dihalaman mall dan hendak pergi menuju parkiran tiba-tiba Nada menyuruh Syahira untuk berhenti dan menunggunya, ia izin pergi ke toilet sebentar karena ada panggilan alam yang mendesak begitu katanya.
Merasa pegal akibat Nada masih belum menampakan batang hidungnya sehingga ia harus berdiri selama hampir lima belas menit sejak kepergian sahabatnya akhirnya Syahira pun memutuskan untuk duduk dikursi tak jauh dari sana. Namun belum sempat pantatnya mendarat tiba-tiba...
'PLETAK'
Sebuah botol kaleng minuman mendarat cantik tepat dijidatnya kemudian menggelinding bebas dihadapan Syahira dengan suara yang merdu seolah-olah tengah menertawakan kesakitan Syahira plus keadaan bajunya yang basah.
" Aduh..." Syahira meringis kesakitan, dielusnya kening yang sedikit benjol akibat ulah si kaleng rombeng.
" Waduh...maaf dek saya gak sengaja, saya pikir gak ada orang tadi. " ucap seseorang yang tentunya pastilah dia yang sudah membuang botol itu.
" KAMU " seru orang itu yang kaget melihat Syahira.
'sebuah kebetulan' batin seseorang yang tak sengaja melempar botol kepada Syahira.
" ANDA!! " ucap Syahira tak kalah kaget melihat orang yang melemparnya dengan botol kaleng itu ternyata adalah pria menyebalkan yang ia temui saat menulis novel ditaman dulu.
" Ouh...jadi anda yang membuang botol itu sembarangan sampai kena kepala saya dan akhirnya benjol gini. " Lanjut Syahira sambil menunjuk keningnya yang merah dan sedikit maju.
" Saya tidak sengaja...lagi pula bukannya kamu juga pernah buang sampah sembarangan dan mengenai seseorang. " Kata pria itu mengingatkan Syahira tentang kelakuannya tempo dulu.
" Jadi ceritanya anda tidak terima dan balas dendam, saya tidak menyangka anda itu orangnya pedendam. " Seru Syahira sambil berdecak tak suka.
" Enggak bukan begitu "
" Lalu apa...nih mas liat ya baju saya jadi basah gini kan, saya udah jadi kayak kucing jalanan tahu gak gara-gara mas. Untung baju baru saya gak kenapa-kenapa kalau enggak emang mas mau tanggung jawab apa. Enggak kan, pastinya gak mung... "
" Heh mas mau kemana saya belum selesai ngomong.. " teriak Syahira yang melihat pria yang tadi dihadapannya malah berlari masuk kedalam mall meninggalkannya yang masih belum selesai berbicara.
" Emang dasar cowo nyebelin, orang belum selesai ngomong udah cabut. Awas aja nanti kalau ketemu lagi aku bejek-bejek jadiin ayam penyet baru tahu rasa. " Ucap Syahira emosi.
" Siapa yang mau kamu bejek-bejek Ra? " tiba-tiba terdengar sebuah suara.
" Nada, dari mana aja sih kamu lama banget tahu gak. "
" Sorry, namanya juga panggilam alam kan gimana bisa kita atur coba. " Jawab Nada sambil cengengesan.
" Oh iya tuh jidat benjol sama baju kotor gtu kenapa, Kamu abis guling-guling ya nungguin aku? "
" Guling-guling pala mu peang, ini tuh gara-gara cowok nyebelin yang buang sampah sembarangan tahu gak. Dia buang botol kaleng tapi malah kena kepala aku, terus bukannya minta maaf malah kabur coba kan nyebelin. " terang Syahira berapi-api.
" Awas aja kalau ketemu lagi habis dia. " Lanjutnya sambil *******-***** tangannya emosi.
" Udah-udah sekarang kita pulang aja. " ajak Nada.
" Tapi Nad.."
" Udah ayok..." ucap Nada sambil menarik tangan Syahira dan membawanya masuk kedalam mobil
+++**Bersambung+++
Hai hai readers ku tercayang.....Author comeback......maaf ya kemarin gak up karena authornya lagi sibuk. jadi sebagai gantinya hari ini author bakalan double up khusus buat kalian reader" yang selalu setia mantengin cerita author ini. Dan jangan lupa untuk terus dukung karya author ini ya, dengan cara:
like
vote
comen
share
dan yang terakhir masukin ke daptar favorite kalian ya
kritik dan saran Author tunggu <<<<
__ADS_1