
...🌸Happy Reading guys📖🌸...
...****************...
Beberapa menit berlalu akhirnya mereka pun sampai dirumah, Pras yang posisinya sebagai orang yang membayar taksi keluar paling akhir. Saat keluar ia heran melihat syahira yang masih berdiri ditempat bukannya masuk kedalam rumah.
" Dek kamu kenapa kok malah diem? "
" Mas...itu rumah kita.. " ucap Syahira dengan mata yang terus menatap ke arah rumah, Pras yang penasaran pun mengikuti arah pandang adiknya itu. Dan betapa terkejutnya Pras saat matanya melihat rumah mereka.
Pintu rumah terbuka dan terlihat sebuah mobil pick up yang terparkir didepan rumahnya. Ada sekitar 3-4 orang bapak-bapak yang berlalu lalang masuk kedalam rumah sambil mengangkut barang-barang elektronik dan juga sofa yang ada dirumah mereka.
Tak mengerti dengan apa yang dilihatnya, akhirnya Pras pun menghampiri salah satu dari ke empat orang tadi. " Permisi pak, maaf, kenapa bapak ngangkutin barang yang ada dirumah kami ya? "
" Saya tidak tahu mas, kami ini hanya orang suruhan saja. " jawab bapak-bapak yang tadi ditanya Pras.
" Suruhan? " gumam Pras
" Iya mas suruhan, kami ini hanya tukang angkut barang yang biasa disewa-sewa mas. " timpal salah satu tukang menjawab gumaman Pras yang masih bisa terdengar oleh mereka.
" Kalau boleh tahu bapak ini disuruh siapa? " Tanya Pras kembali, ia masih tak mengerti dengan apa yang diucapkan si bapak itu.
Baru saja bapak-bapak itu akan membuka mulutnya untuk menjawab, tiba-tiba ada seseorang yang menyela dari belakang tubuh Pras.
" Gue yang nyuruh, kenapa? " ucap pria bertubuh kekar dengan tato dibagian kiri atas tangannya.
" Oh jadi anda yang menyuruh, kalau boleh tahu alasannya kenapa barang-barang yang ada dirumah kami diangkut begitu pak? "
" Heh!...lo gak tahu." Ucap Pria itu sedikit meremehkan..
" Gak tahu, tentu saja kami tidak tahu kenapa anda tiba-tiba datang kesini dan mengangkut semua barang yang ada dirumah kami tanpa alasan dan memberi tahu terlebih dahulu. " Jawab Pras.
" Ternyata si cunguk itu beneran brengsek, ngutang tapi anaknya gak tahu. " gumamnya.
__ADS_1
" Maksudnya ngutang? Ngutang apa bang? Lagian siapa si cunguk itu? " tanya Pras semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan lawan bicaranya itu.
" Si cunguk itu bapak lo, dan dia ngutang sama gue udah dari 5 bulan yang lalu. Janjinya dia mau bayar sebulan setelah dia ngutang, tapi mana sampai sekarang masih aja belum bayar dan setiap ditagih malah ngilang gak tahu kemana. Makanya gue kesini ngangkut barang-barang sebagai ganti dari uang yang dihutang sama bapak lo. " tutur pria itu.
" Memang hutangnya berapa Pak? " tanya syahira.
" Lima belas juta sudah merangkap dengan bunganya. " mendengar jawaban pria kekar itu membuat Pras dan Syahira terkejut.
Mereka tidak tahu alasan kenapa bapaknya itu meminjam uang, dan untuk apa uang itu digunakan. Mereka juga heran kenapa sampai bapaknya itu tidak bisa membayar, padahal baru saja beberapa hari yang lalu beliau datang meminta uang kepada mereka. Jika dia tidak membayar hutang, lalu kemana uang kemarin? Apa benar uang itu dihabisnya oleh istri barunya? Entahlah, karena mereka berdua pun juga bingung.
" APA!! Lima belas juta, ya ampun pak yang benar aja dong masa iya lima belas juta. " ucap Pras yang merasa tidak percaya dengan jumlah nominal yang diucapkan pria kekar itu.
" Jadi maksud lo gue nipu gitu? Sorry ya meskipun gue seorang lintah darat tapi pantrang bagi gue buat nipu-nipu orang, jumlah segitu tuh udah gue diskon bunganya kalau enggak udah lebih dari itu. " kata si pria sedikit meninggikan suaranya, ia tidak terima karena sepertinya Pras tidak mempercayai ucapannya.
" Iya tapi apa gak sekalian jangan pake bunga aja ya, kan jadinya gak riba pak. Ingat loh pak allah swt. Melarang hambanya untuk riba itu dosa. " ucap Pras yang menasehati.
" Alah gak usah banyak bacot deh lo, bilang aja kalau gak punya duit dan gak mau bayar. Gitu aja kok ribet, gue tinggal ambil aja barang berharga yang ada dirumah ini. "
" Tono lanjutin. " Lanjutnya memanggil salah satu tukang untuk melakukan pekerjaannya kembali.
" Kalian gak bisa ngangkut barang dirumah ini seenaknya, yang ngutangkan bapak kita lantas kenapa kalian malah mendatangi rumah kami. "
" Lo itu tuli ya kan udah gue bilang, gue gak bisa nemuin bokap lo dan yang gue bisa datengin cuma rumah ini karena dia ngasih alamat ini buat jaminan pas ngutang ke gue. Udah deh mending lo minggir sebelum gue kehilangan kesabaran gue. " Ucap si rentenir dengan nada yang sedikit kesal.
" Tapi..."
" Kalau begitu sebentar pak, biar saya yang bayar. Tapi saya minta tolong, semua barang yang telah bapak angkut untuk dikembalikan lagi ketempatnya. " Syahira menyela ucapan Pras.
" Dek maksud kamu apa? "
" Gimana Pak? " tanya Syahira kepada pria yang ada dihadapannya itu, ia bahkan tak menghiraukan pertanyaan dari kakaknya.
" Oke, deal " ucap sang pria setuju, ia pun menyuruh para tukang untuk mengembalikan semua barang ketempat semula.
Melihat semua itu, Syahira pun beranjak pergi kedalam rumah untuk mengambil uang.
__ADS_1
" Ini uangnya, 8 juta. Jika tidak percaya silahkan dihitung kembali. " ucap Syahira sambil menyerahkan sebuah amplop coklat berisi uang.
" Dek, kenapa kamu kasih. Itukan tabungan kamu. "
" Gak apa-apa mas, nantikan Syahira kerja lagi. Lagian uang ini tadinya kan untuk biaya masuk kuliah, tapi syukurlah Syahira dapat beasiswa jadi uangnya masih ada. "
" tapi dek... "
" Oke pas, lima belas juta. " kata pria itu setelah selesai menghitung uangnya. " Oh iya, bilang sama bapak kalian kalau gak bisa bayar jangan ngutang, kasian anaknya cape-cape cari duit tapi malah dipake bayar hutang. " lanjutnya kemudian berlalu pergi.
Syahira kembali masuk kedalam rumah dan disusul oleh Pras. Syahira duduk disofa mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
" Dek kenapa sih kamu selalu aja kayak gitu, pasang kasih-kasih uang gitu aja. Yang ngutangkan bapak, jadi seharusnya bapak yang bayar. "
" Udahlah mas biarin aja. "
" Gak bisa dong Ra, kita gak bisa ngebiarin gitu aja. Bapak itu sudah keterlaluan, gak seharusnya dia ngekakuin ini semua ke kita. " ucap Pras emosi.
" Terus kita harus gimana? Kita diem aja gitu? Ara gak bisa mas, apalagi kalau sampai barang-barang ini diangkut tadi. Ara gak bisa ngebiarin barang yang ada kenangannya sama ibu diambil gitu aja cuman karena untuk ngelunasin hutang bapak. Syahira lebih baik kehilangan banyak uang dari pada harus kehilangan ini semua mas, Ara gan bisa..." emosi Syahira tiba-tiba meledak, air mata pun ikut berperan didalamnya.
Syahira pun bukannya kuat, hanya saja ia berusaha untuk kuat. Sebenarnya ia pun sudah lelah dengan perlakuan bapaknya selama ini yang tidak pernah bertanggung jawab, tidak mau bekerja dan malah selalu meminta uang. Namun, Syahira harus apa? Ia tidak bisa diam saja ketika melihat barang peninggalan ibunya diambil begitu saja.
" Mas Syahira juga lelah, Ara juga cape sama seperti mas. Tapi gimana? Syahira gak bisa diem aja. " ucap Syahira yang masih diiringi tangis.
Melihat adiknya yang menangis membuat Pras sadar dan menyesal telah menyalahkan syahira, juga sudah berbicara kasar kepadanya. Pras pun mendekati Syahira, kemudian memeluknya.
" Maafin mas ya dek, mas salah. Mas gak pernah ngertiin kamu. " Pras mengeratkan pelukannya, air mata juga mengalir dari pelupuk matanya. Kini ia mengerti apa yang dirasakan oleh adiknya itu. Dan akhirnya mereka pun sama-sama menumpahkan semua yang mereka rasakan.
+++To Be Continue+++
Gimana suka gak nih sama cerita author?? author harap kalian suka ya sama cerita author yang gaje ini😁 jangan lupa untuk dukung terus karya ini ya dengan cara like, vote, share, komen, + favorite.
author tunggu boom like dari kalian readers semua...
see next chapter guys, bye love you😘
__ADS_1