
Hayoh ada yang udah nunggu-nunggu cerita ini update gak nih? hayoh ngaku, mana tunjukan acungan jarinya☝️😁
semoga kalian menikmati ceritanya ya dan jangan lupa dukung karya ini terus dengan cara like, vote, share, coment, dan tambah ke daptar favorite ya... kalau enggak author bakalan ngambek dan gak akan up-up episodnya😤 🤣🤣enggak-enggak author bercanda kok tapi kalau mau dianggap serius juga boleh🤭🤣🤣makanya yuk dukung author biar authornya semangat terus buat nulis dan memberikan yang terbaik untuk readers semua.
untuk kalian yang selalu dukung author thank you so much ya, dan buat yang belum dukung yuk cepetan dukung author tunggu ya..
🌸HAPPY READING GUYS📖📖🌸
...****************...
" udah jangan ditekuk mulu tuh muka tar malah mengkerut dan cepet tua loh. " Ledek Nada karena Syahira masih saja kesal dengan laki-laki yang sudah membuat bajunya kotor itu.
" Apaan sih Nad ngomongnya kok gitu sih, ihh amit-amit deh. " Syahira memukul kepalanya dua kali kemudian memukul daskboard mobil seakan-akan memindahkan kutukan perubah ketuaan yang dilontarkan Nada kepadanya.
" Ya habisnya suruh siapa kamu cemberut mulu dari tadi, lagian ya baru kali ini aku liat kamu lama banget kesel sama orang apalagi buat hal sepele kayak gitu biasanya juga kamu fine fine aja. "
" Gimana gak kesel terus coba, tuh orang tiap ketemu bikin emosi mulu tahu. Cuma gara-gara aku gak sengaja ngelempar dia pake gumpalan kertas tapi balas dendamnya malah kebangetan gini pake gak minta maaf segala lagi. " Ucap Syahira sambil menunjuk bajunya yang basah.
" Terus ya kamu gak liat aja gimana mukanya tadi, sok banget tahu gak ngerasa banget dia yang bener dan aku yang salah. Muka songongnya itu loh bikin kesel..." Lanjutnya yang teringat wajah songong dan sok pria itu padahal pada kenyataannya itu hanya penglihatan Syahira saja bukan seperti aslinya dimana si pria itu terlihat merasa bersalah.
" Iya iya deh aku mah percaya welah daripada nanti ditimpuk kamu. " timpal Nada.
" Jadi maksudnya kamu gak percaya dengan omongan aku, ih kamu jahat banget sih Nad. " Kesalnya ketika sahabatnya itu seakan tidak percaya dengan apa yang ia ceritakan.
" Iya iya deh percaya, sekarang sana keluar udah nyampe rumah nih. " ucap Nada ketika mobilnya sudah sampai didepan rumah Syahira.
" Jadi kamu ngusir aku nih ceritanya. " seru Syahira yang merasa tengah diusir.
" Bukan gitu...ya ampun nih sahabat gue satu kalau lagi emosi bawaanya negatif thinking mulu sih, astagfirullah sabarkan hamba ya allah. " kata Nada beristigfar.
" Aku gak ngusir kamu Ra, cuma ini udah nyampe rumah kamu. Emangnya kamu gak mau turun atau kamu mau ikut aku aja kerumah nginep, kalau mau gitu boleh aku malah seneng nanti besok kita bisa berangkat bareng. " Jelas Nada.
" Oh...oke maaf. Gak usah deh soalnya mas Pras pasti gak bakalan izinin, ya udah aku turun sekali lagi maaf udah salah paham sama kamu. " ucap Syahira kemudian keluar dari mobil.
" Iya gak apa-apa, aku pamit ya inget jangan marah-marah mulu lupain aja masalah tadi oke. Dah...Assalamu'alaikum. " timpal Nada dari dalam mobil kemudian ia pun pamit untuk pulang.
" Wa'alaikumsalam. "
Melihat mobil Nada yang perlahan mulai melaju pergi dan sudah tak terlihat lagi Syahira pun memutuskan untuk masuk kedalam rumahnya.
" Assalamu'alaikum. " ucapnya sambil membuka pintu.
" Wa'alaikumsalam, udah pulang kamu dek. " seru pras yang berada diruang keluarga tengah menonton televisi.
" Iya mas " Syahira meregangkan tangannya kemudian duduk disamping Pras.
" Udah makan? " tanya Pras dengan mata yang masih fokus menonton acara pertandingan sepak bola.
" Udah " jawab Syahira lesuh.
__ADS_1
" Kok jawabnya lesu gitu sih ema...eh hahah...kamu abis ngapain dek hahah...muka benjol gitu baju kamu juga kotor lagi. Kamu tuh ke mall atau ke got sih wajah udah kayak kucing jalanan gitu hahah..." Pras tertawa terbahak-bahak melihat adiknya yang datang dari mall tapi dengan keadaan yang mengenaskan.
Syahira berdecak kesal melihat masnya yang tertawa-tawa bahagia melihat keadaanya, emang dasar kakak gak ada akhlak liat adiknya merana tapi malah cekikikan bahagia.
" Ih..mas ini nyebelin banget sih, bukannya ngehibur malah ngeledek. " ucap Syahira merajuk.
" Hahah...iya iya maaf, emang adik mas yang cantik ini kenapa, kok sampai kayak gini? " tanya Pras dengan wajah menahan untuk kembali tertawa.
" Au ah udah gak mood cerita mas bikin kesel. " Ucap Syahira kemudian beranjak meninggalkan Pras.
" Eh dek kamu mau pergi kemana? " tanya Pras yang melihat adiknya beranjak pergi.
" Ke jonggol. " Jawab Syahira asal.
" Ngapain kamu kejonggong mau ketemu si wakwau. "
" Au ah " ucap Syahira ketus kemudian segera masuk kedalam kamarnya. Ia ingin segera mandi membersihkan dirinya yang sudah terasa lengket sejak tadi daripada harus mendengarkan jawaban Pras yang nanti malah semakin ngaco.
....
Jam menunjukkan angka 03:30, syahira sudah bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dua puluh menit kemudian syahira keluar dengan masih menggunakan baju tidur yang dikenakannya semalam. Syahira mengambil mukena dan mengenakannya, kemudian membaca ayat suci Al-qur'an sambil menunggu azan subuh berkumandang.
Lima belas menit sudah berlalu, seruan untuk melaksanakan kewajiban setiap muslim terdengar disegala penjuru dan hal itu membuat syahira menyudahi kegiatannya membaca al-qur'an dan bergegas melakukan shalat subuh.
Selesai shalat syahira berjalan menuju lemari untuk mengambil satu set baju kebaya yang baru dibelinya kemarin bersama Nada. Kebaya berwarna peach dengan disain yang sederhana itulah yang dipilih syahira. Kebaya itu sangat cocok dengannya, apalagi kulitnya yang putih bersih menyatu membuatnya terlihat cantik bahkan ketika wajahnya belum di make up sekali pun.
" Tok tok tok "
ketukan pintu terdengar, syahira pun beranjak untuk membukakan pintu. " Mari masuk kak. " ucap Syahira mempersilahkan seorang wanita muda untuk masuk kedalam kamarnya. Syahira sudah menebak pastilah orang ini yang disewa kakaknya itu untuk mendandaninya.
Syahira duduk dikursi depan meja rias, bersiap untuk dimake up. Wanita muda yang diketahui bernama Reena itu pun segera membongkar tasnya dan mulai mendandani syahira.
" Wah...kulit kamu mulus sekali. Kamu suka pakai perawatan apa dek? " tanya Reena ketika akan memoleskan foudation diwajah syahira.
" Gak pakai perawatan apa-apa kok kak, cuman pakai pembersih wajah biasa aja. "
" Masa sih? Kok bisa sampai semulus ini. Kakak aja yang perawatan gak semulus kamu." Ucap Reena tak percaya.
" dih kak Reena nih suka merendah deh, kakak juga cantik kok. " puji balik syahira.
" Bukan merendah Ra, tapi kenyataan hahahha...Btw makasih ya udah bilang kakak cantik. "
" sama-sama kak, udah lanjutin lagi kak make upnya nanti Ara kesiangan lagi. "
" Iya Ra ini kakak juga udah mau lanjutin kok. " ujar Reena, kemudian melanjutkan kegiatannya merias wajah syahira.
" Selesai " Renna membalikkan tubuh syahira supaya menghadap kecermin. " Nah, gimana menurut kamu? " tanya Renna.
Syahira yang ditanya pun hanya diam, tak percaya bahwa yang dilihat dicermin itu adalah wajahnya.
__ADS_1
" Ra, gimana? Kok diem. " tanya Reena kembali karena dari tadi tidak mendapatkan respon.
" Eh...enggak kak. Itu apa bener yang ada dicermin itu aku? " syahira balik bertanya, tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" Ya iyalah Ra, itu kamu siapa lagi. Kenapa emang? Gak percaya kalau itu kamu? Kan kakak udah bilang kamu itu cantik, apalagi kamu jarang make up jadi dipoles sedikit juga udah keliatan perbedaanya." Tutur Reena. " Udah ah yuk kebawah jangan bengong mulu, kasian kakak kamu udah nunggu dibawah. " ajak Renna.
Akhirnya mereka pun turun ke bawah untuk menemui Pras. Hal yang sama pun terjadi, Pras terkejut ketika melihat Syahira pertama kali. Adik kecilnya yang cantik itu bertambah berkali-kali lipat cantiknya setelah di make up.
" Dek ini beneran kamu? " tanya Pras sambil membolak balikan tubuh syahira untuk memastikan apakah benar wanita cantik dihadapannya itu adalah adiknya.
" Ya iyalah beneran mas, terus siapa lagi. " jawab syahira jengah dengan tingkah kakaknya sejak tadi yang seakan-akan tak percaya bahwa dirinya benarlah syahira yang asli.
" Habisnya kamu cantik banget dek. "
" Ya iyalah siapa dulu dong yang ngedangdaninnya. " sela Reena membanggakan dirinya.
" Iya kamu Ren, makasih ya udah mau dandanin adik gue. " ucap Pras kepada Reena.
" Iya sama-sama Pras, tapi inget komisinya jangan lupa. "
" tenang aja nanti gue transfer, oke. "
" Oke deh, ya udah gue pamit mau pulang dulu ya. Kalian juga udah pada mau berangkat kan. Oh iya Ra, Happy Graduation ya semoga kamu menjadi siswa dengan nilai yang terbaik. " ucap Reena.
" Iya kak Reena terima kasih "
" Hati-hati dijalan ya, dah kakak duluan assalamu'alaikum " Salam Reena dan berlalu pergi.
" wa'alaikumsalam " jawab Pras dan Syahira serempak.
" yuk Mas kita juga berangkat, nanti keburu macet lagi jalanannya. " ajak syahira.
" Iya ayo. "
+++To Be Continue+++
see you next chapter guys...i hope you are always with me🤗🤗
*Nada : dih othor sok soan ngomong bahasa inggris ke yang ngerti aja.
othor : ' Lo ngomongin gue...gue bodo amat...lo ngehina gue..gue masa bodo...lo munapikin gue...gue gak peduli..gue mah bodo amat...🎶🎶🎶 '
Nada : dih si othor malah nyanyi🤦🤦
othor : 🙉🙉*
......☝️maaf gaje🙏🙏......
semoga kalian suka ceritanya,,,pokoknya jangan lupa like karena like itu gratis tis..tis..tis.. gak perlu bayar apalagi ngutang, oke author tunggu.
__ADS_1
Bye, author sayang kalian🤗😘