
...° *Buah manggis buah kedongdong °...
...Readers yang manis jangan lupa...
...like cerita ini dong❤❤❤...
° °*
...^^^🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸^^^...
" Huh sebel sebel sebel....dasar bener-bener cowok nyebelin. Bukannya ngerasa bersalah terus minta maaf atau gimana kek gitu, ini malah balik nyalahin pake ngomong `suruh siapa sendalnya ditaro disitu´ lagi. Ya kalo bukan disitu dimana lagi coba, di kutub utara? ya kali. Udah tampangnya kayak gak berdosa gitu lagi. Arghh...bener-bener cowok rese..." Syahira menggerutu disepanjang perjalanannya menuju bus. Ia benar-benar dibuat kesal oleh Syahril kali ini. Bisa-bisanya Syahril tidak merasa menyesal sedikit pun karena telah melemparkan sendal kesayangan Syahira, padahal itu sendal adalah hadiah yang Syahira dapat dari ibunya ketika ia baru masuk kebangku sekolah menengah atas.
" Huh...Aduh..." Syahira meringis kesakitan ketika kakinya tiba-tiba tak sengaja menginjak kerikil.
" Auh....bener-bener sial banget sih. Semua ini gara-gara tuh cowok nyebelin. Awas deh nanti gue bales. " ucap Syahira sambil mengelus-ngelus kakinya untuk meredakan sakit. Untung saja ia memakai kaos kaki jadinya kerikil itu tidak menggores kulitnya. Kemudian ia pun berjalan kembali menuju bus dengan tertatih.
.....................
" Eh pak, bu ada apa kok pada turun lagi? bukannya busnya sebentar lagi akan berangkat ya. " tanya Syahira yang keheranan melihat para penumpang yang ada didalam bus kembali keluar.
" Oh itu neng, pak sopirnya yang nyuruh keluar lagi. " jawab salah seorang penumpang.
" Katanya ban mobilnya pecah neng harus diganti dulu, Karena lama jadi semua penumpang disuruh keluar lagi. " timpal satu penumpang lainnya memberi penjelasan.
Syahira hanya mengangguk mengiyakan. Karena takut merasa bosan menunggu lama dan juga karena perutnya yang sudah mulai berteriak meminta diisi, Syahira pun pergi untuk mencari makanan dengan kaki yang masih bertelanjang sebab lupa untuk mengambil sendal pengganti di tasnya yang ada didalam bus.
Tidak lama Syahira berkeliling ia sudah menemukan makanan yang akan ia makan. Dirinya berhenti disebuah warung yang cukup ramai dengan pembeli.
" Satu mangkok soto ayam, bu. " pesan Syahira kepada ibu penjual soto.
" Oh iya neng boleh, pake nasi? " jawab si ibu ramah.
" Boleh, minumnya teh manis anget ya bu. "
" Siap neng, silahkan duduk dulu neng nanti saya anterin ke mejanya. " imbuh sang penjual ramah menyuruh Syahira untuk duduk menunggu.
Syahira duduk dibangku yang sudah disediakan menunggu pesanannya datang.
" Minumannya neng. " seorang bapak-bapak yang sepertinya suami penjual soto menyerahkan segelas teh manis hangat pesanan Syahira.
" Untuk Sotonya mohon ditunggu sebentar lagi ya neng, maaf agal lama, maklum lagi rame. " lanjutnya menjelaskan.
" Oh iya pak, tidak apa-apa " jawab Syahira mengerti.
__ADS_1
Sembari menunggu makanannya yang belum tiba, Syahira menyeruput teh hangatnya sambil melihat lalu lalang orang berjalan.
" Ehh dek jangan main didekat situ bahaya, sana pergi. "
Sebuah suara mengalihkan perhatian Syahira. Ia menoleh kesumber suara tadi, terlihat ibu penjual soto ayam sedang memperingatkan dua bocah laki-laki yang sepertinya baru berumur enam dan tujuh tahunan itu tengah bermain-main didekat meja yang diatasnya ada panci berisi kuah soto.
" Kemana coba orang tuanya. " gumam si ibu yang masih bisa terdengar oleh Syahira karena kebetulan kursi yang ia duduki tak jauh dari situ.
" Eh dek jangan main dorong-dorongan nanti kena meja kan bahaya. Ayo menjauh dari situ. " suruh ibu penjual soto itu kembali memperingatkan. Namun bukannya mendengar kedua bocah itu malah terus asik bermain dan mengacuhkan ucapan ibu penjual soto.
Baru saja bibir itu terkatup bahkan tenggorokan saja belum terbasahi kejadian yang tak diharapkan pun terjadi. Karena mendorong terlalu kuat salah satu bocah itu terjatuh dan menabrak meja. Meja yang pada awalnya stabil itu tiba-tiba bergoyang karena salah satu penyangga kakinya lepas. Tanpa pikir panjang Syahira yang melihat itu pun dengan cepat berlari untuk menyelamatkan bocah itu.
" Kamu gak apa-apa dek? " tanya Syahira ketika ia berhasil menarik bocah laki-laki itu sedikit menjauh dari meja.
" Aku gak apa-apa kak, tapi kakaknya.."
" Ouh kakak gak apa-apa kok dek, nih liat kakak baik-baik aja kan. " ucap Syahira kepada bocah itu.
" Bukan, bukan kakak tapi kakak tampan yang itu loh. " Kata bocah itu sambil menunjuk kearah belakang Syahira.
" kakak tampan? "
Syahira menoleh kebelakang untuk melihat siapa gerangan yang dimaksud oleh bocah laki-laki tadi.
" Kenapa tuh cowok nyebelin bisa tiba-tiba ada disana, perasaan tadi gak ada deh. "
" Ah ya ampun sayang kamu gak apa-apa? "
Sebuah suara mengalihkan Syahira. Seorang ibu-ibu datang dan langsung memeluk bocah yang tadi diselamatkan Syahira.
" Mana nak, apakah ada yang terluka? maafin mama ya perginya terlalu lama. " ucap ibu - ibu itu khawatir. Ia mengecek keadaan anaknya dari atas sampai bawah.
" Arkan baik-baik aja kok mah, tadi kakak cantik yang udah nolongin aku. " jawab bocah yang ternyata bernama Arkan itu sambil menunjuk Syahira.
" ouh adek yang udah nyelamatin anak saya, terima kasih ya dek. Untung ada adeknya kalau gak ada gak tahu deh anak saya gimana. " ucap si ibu berterima kasih.
" Iya bu sama-sama, lagi pula kebetulan tempat saya aja yang lebih dekat dengan tempat kejadian kalau jauh belum tentu saya bisa menolong tepat waktu. "
" Ya sama aja dek, tetep adek yang udah nyelamatin anak saya. "
" Lagian sih si kakak bukannya jagain adeknya malah diajak main. Mamah kan udah bilang tadi jagain dulu adeknya mamah mau ke toilet dulu sebentar. " lanjutnya memarahi bocah tujuh tahun yang ternyata adalah kakaknya.
" Iya mah, kakak minta maaf. " ucapnya merasa bersalah.
__ADS_1
" Udah bu, anaknya jangan dimarahin kasian. Namanya juga anak-anak pasti masih suka main, lain kali lebih diperhatikan aja bu supaya jangan main-main ditempat yang berbahaya, takutnya terjadi apa-apa dan tidak ada yang melihatnya. " Syahira kepada si ibu.
" Dan kamu, lain kali kalau ajak adeknya main jangan ditempat seperti tadi ya, bahaya. Nanti kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kan kalian yang rugi sendiri, selain itu mamah kalian juga akan khawatir. Kamu mau mamah kamu sedih? " ucap Syahira memberi pengertian kepada bocah yang berusia tujuh tahun itu.
" Iya kak, Andi janji lain kali gak akan ajak adek main ditempat kayak tadi lagi. " jawabnya sembari memegang tangan adiknya.
" He´em. " sang adik pun ikut mengangguk setuju dengan ucapan sang kakak.
" Anak pintar. " Syahira mengelus kedua puncak bocah itu dengan senyum manisnya.
" Ya sudah kami pergi dulu ya dek, bus kami sepertinya akan segera berangkat. Sekali lagi terima kasih ya. " ucap si ibu berpamitan.
" Iya silahkan. " Syahira mempersilahkan ibu itu untuk pergi.
" Permisi neng, apa eneng yang namanya Syahira? "
Seorang bapak-bapak tiba-tib datang menghampiri Syahira.
" I..iya pak saya Syahira, ada apa ya? "
" Gak ada apa-apa neng, ini cuma mau ngasih sendal. " ucap bapak-bapak itu sambil menyerahkan sepasang sendal kepada Syahira.
" Sendal? " Syahira merasa keheranan mendengarnya.
" Iya neng, tenang udah dibayar kok. Tadi pacarnya yang beli ke bapak terus nyuruh dikasihin ke enengnya, Ini neng. "
" Hah pacar? Pacar dari mana pak, orang saya gak punya pacar kok. " ucap Syahira yang tidak mengerti dengan ucapan bapak itu. Syahira tidak habis pikir kenapa sih hari ini banyak sekali yang mengatakan memiliki pacar kepadanya.
" Iya neng, mas itu tuh yang tadi beli ke saya. Itu pacar eneng kan, udah ah neng ini sendalnya bapak mau balik lagi jaga dagangan bapak. " kata bapak itu menunjuk seseorang kemudian menyerahkan sendal ketangan Syahira dan pergi meninggalkannya.
" Hah dia! kok bisa? apa karena ngeliat aku yang masih belum memakai sendal? " batin Syahira ketika melihat sosok yang tadi ditunjuk oleh bapak penjual sendal.
" Dasar cowok aneh, kadang bikin kesel, kadang nyebelin, tapi kenapa baik juga sih. " lanjutnya bergumam sambil terus melihat orang yang memberikan sendal sekaligus orang yang telah menghilangkan sendalnya juga tadi.
**To be continue**
Jangan lupa untuk like, share, komen dan vote ya.
author tunggu boom like dari readers semua
😍😍
see you next chapter guys, bye bye👋
__ADS_1