
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
Hari semakin siang dan matahari semakin naik ke permukaan. Sinarnya yang semula menyehatkan tulang, kini berubah menjadi ganas dan bisa menyakiti kulit jika terus terjadi.
Meski begitu, hal ini tak menyurutkan semangat dua wanita yang sejak tadi pagi sibuk membagikan selembaran brosur di sekitaran taman.
Dengan senyum ramah dan peluh yang bercucuran hampir diseluruh tubuhnya, mereka membagikan selembaran itu satu - persatu.
" Ini kak, jangan lupa mampir ya kak. "
" Jangan lupa mampir, kami tunggu kedatangannya. " ucap Syahira disetiap ia memberikan selembaran kepada orang yang lewat dihadapannya.
" Aduh....gerang banget aku Syah. Gak nyangka hari ini cuacanya kok puanas poll ya. " ucap Laras sembari mengipasi dirinya kemudian duduk direrumputan.
Syahira yang mendengar itu hanya tersenyum dan ikutan mengipasi dirinya yang sama kegerahan juga, lalu menyusul sahabatnya itu duduk direrumputan.
" Udah hampir tengah hari, tapi nih brosur masih tetep aja numpuk. Kapan habisnya coba euh..." keluh Laras saat melihat brosur ditangannya yang masih banyak, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 lebih 15 menit.
" Sabar Ras, orang sabar disayang Allah swt. Kamu mau kan disayang sama allah? "
" Ya maulah Syah, siapa sih yang gak mau disayang sama Allah, bahkan kucing sama anjing aja mau apalagi aku. "
" Bagus kalau gitu, berarti kamu harus sabar. Jangan keterusan ngeluh, kita pelan - pelan aja nanti juga habis kok ini brosur. " ucap Syahira kepada Laras.
" Habisnya dari pagi kita bagiin tapi tetep aja nih masih numpuk. Aku tuh cape Syah, gerah juga. Lagian tumben amatan taman ini sepi, biasanya juga suka rame sama anak - anak muda yang nongkrong disini. " kata Laras yang merasa aneh karena taman itu terlihat sepi hari ini, tak lupa ia tetap ada keluhan dalam kalimatnya.
" Ya mungkin mereka lagi gak pengen ke taman kali Ras, makanya sepi. " ucap Syahira menimpali.
" Ya udah yuk, kita lanjut bagiin brosurnya. Kayaknya sebelah sana rame deh. " lanjutnya mengajak Laras untuk kembali bekerja. Tangannya menunjuk ke arah dimana terlihat ada beberapa orang yang berlalu lalang sedikit jauh dari tempatnya.
" Ahh...aku masih cape Syah. Kita istirahat dulu aja deh, katanya tadi pelan - pelan aja kan. " tolak Laras karena merasa dirinya masih lelah setelah panas - panasan dari tadi.
" Tapi kalau nanti bisa - bisa orang - orangnya udah pada pergi. "
" Ya sudah, aku kesana sendiri aja. Kamu istirahat aja disini dulu, nanti kalau mau susul aja aku kesana. " lanjutnya kemudian beranjak pergi meninggalkan Laras.
........
" Iya, terima kasih ya kak. Jangan lupa untuk mampir ke tempat kami. " ucap Syahira kepada laki - laki muda dihadapannya.
Syahira tersenyum setelah memberikan brosur kepada orang terakhir yang ada disana barusan. Ia merasa bahagia karena kini brosur ditangannya perlahan - lahan mulai menipis dan sekarang tinggal tersisa beberapa lembar lagi.
__ADS_1
Syahira duduk dipinggir jalan sambil mengipasi wajahnya dengan sisa brosur yang ia miliki. Matanya mengamati sekeliling, berharap bisa menemukan orang lagi untuk ia berikan brosur.
" Sayang! Ayo, jalannya yang cepet dong! lelet amat sih jadi cowok. " ucap seorang wanita yang kesal karena pacarnya berjalan sangat lelet sekali.
" Iya, sayang. Sabar dong, ini aku juga udah cepet kok jalannya. " jawab si pria sembari berusaha menyamai langkah wanitanya yang berada jauh didepannya.
Syahira yang melihat sepasang kekasih tak jauh darinya itu pun bergerak menghampiri. Ia berniat untuk membagikan brosur kepada mereka, siapa tahu mereka sedang mencari tempat untuk makan siang kan.
" Permisi kak, ini mohon diterima brosurnya. Diliat - liat dulu aja, siapa tahu kakaknya tertarik buat dateng ke rumah makan kami. " ucap Syahira ketika tiba dihadapan wanita yang ia lihat tadi.
" Ini apaan lagi, ngapain sih loh ngalangin jalan gue. Ganggu aja deh, udah cepet - cepet sana pergi. " usir wanita itu saat melihat Syahira nongol dan menghalangi jalannya.
" Ya ampun sayang, gak boleh gitu. Maafin pacar saya ya dek. " kata pria, pacarnya wanita itu tersenyum ramah kepada Syahira. Ia berhasil menyusul dan langsung mengambil selembaran yang di sodorkan Syahira.
" Wah! say, disini juga ada bebek bakar. Mending kita makan disini deh, dari pada ke cafe itu dan harus ngantri lama. " lanjutnya saat melihat menu yang tertera di dalam brosur.
" Ihh! aku gak mau say, pokoknya aku tetep mau ke cafe baru itu. Temen - temen ku udah pada kesana semua, masa aku yang lebih hits dari mereka belum sih. " ucap wanita itu menolak usulan pacarnya.
" Lagian kita gak pernah kenal kan sama tempat ini. Liat, brosurnya aja gak menarik gini. Pasti makanannya juga gak enak, tempatnya juga pasti jelek iyeuuh.... " lanjutnya merebut selembaran dari tangan pacarnya dan melemparnya dengan jijik.
" Heh mbak! bisa sopan sedikit gak? kalau gak suka ya biasa aja, gak usah ngehina - hina kayak gitu. Kayak yang udah pernah kesana aja. Cantik - cantik kok akhlaknya minus. " cerocos seseorang yang tidak tahan melihat prilaku wanita itu.
Bukan! bukan Syahira tentunya yang mengatakan itu semua karena sejak tadi ia hanya diam, dan ketika hendak berbicara malah disalip oleh cerocosan orang yang datang tak terduga. Dan orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatnya sendiri, Laras. Laras yang datang menyusulnya dan malah melihat kelakuan wanita yang tidak tahu adab itu.
" Iya, kenapa? Gak terima? emang bener kan kalau akhlak anda minus. Buat apa punya paras cantik tapi gak bisa menghargai orang lain. Lo pikir bikin brosur itu gratis apa, seenaknya lo bejek - bejek terus lempar gitu aja. Setidaknya kalau gak mau, bicara baik - baik bukan kayak gitu caranya. Orang tua anda gak pernah ngajarin ya gimana cara sopan santun sama orang. " jawab Laras meledek.
" Berani lo ya! " ucap pacar pria itu semakin terselut emosi.
" Ya beranilah, ngapain gue takut sama elo. Lo mau apa hah? Mau adu tinju? Jambak? Atau apa hah? sini, gue siap ngeladenin. " kembali Laras menjawab dengan berani karena seakan tertantang.
" Udah Ras, jangan kayak gitu. Udah biarin aja gak usah kita ladenin. " ucap Syahira berusaha menengahi.
" Gak bisa Syah, orang kayak nih cewek tuh sekali - kali harus dikasih pelajaran. Biar nanti dia tahu gimana caranya berlaku sopan sama orang lain. Kalau dibiarin terus, lama - lama bisa besar kepala. Nah, kepala ikan sih enak ya kalau besar, tapi kepala manusia? yang ada nanti pecah dan jadi gak punya otak kayak sekarang kan berabe ya. " tutur Laras yang berakhir malah kembali mengatai dan menyindir wanita dihadapannya.
" Lo bilang gue gak punya otak? "
" Iya? Kenapa? Mau berantem? Sini gue layanin. " Laras menantang dan hal itu sontak membuat wanita dihadapannya itu terbakar emosi mendengarnya.
" Elo ya, dasar cewek kampungan. " ucap wanita itu geram dan bersiap menjambak rambut Laras, begitu pula dengan Laras yang juga bersiap untuk membalas. Namun hal itu tidak terjadi karena Syahira dan juga pria itu dengan sigap menahan mereka berdua.
" Udah - udah sayang, jangan brantem. Malu diliatin orang - orang. Lebih baik sekarang kita pergi aja. Katanya kamu mau makan di cafe baru itu kan. Ayo cepet kita pergi, takutnya nanti ngantrinya makin panjang. " kata pria itu mengajak pacarnya untuk pergi.
__ADS_1
" Tapi yang, aku harus bales mereka dulu. Mereka udah ngehina aku, yang. " tolak wanita itu tak ingin pergi sebab belum membalas perbuatan Laras yang mengejeknya.
" Ya udah sini bales, gue juga udah siap buat bales balik. " seru Laras yang kembali menantang wanita itu, sebab ia pun sudah tersulut emosi juga. Ia berbicara sambil terus berusaha melepaskan diri dari tahanan Syahira.
" Gak usah kita pergi aja, ayo. " ajak laki - laki itu menarik pelan pacarnya.
" Maafin pacar kakak ya adek - adek. " ucap pria itu meminta maaf atas sikap pacarnya yang mungkin sudah kelewatan.
" Iya kak. " jawab Syahira tersenyum ramah.
" Udah dong Syah, lepasin aku. Mau sampai kapan kamu nahan aku kayak gini. " ucap Laras kepada Syahira yang masih setia memeluknya itu.
Mendengar itu, Syahira pun langsung melepaskan pegangannya.
" Ya habisnya kamu, udah aku bilangin biarin aja. Malah ngajakin brantem. "
" Ya gimana mau ngebiarin Syah. Orang cewek itu nyebelin, gak sopan banget. Udah tahu kita nih cape panas - panasan, bukannya ngehargain kek usaha kit sedikit malah belagu kayak gitu. " jawab Laras yang kembali emosi mengingat sikap wanita tadi.
" Aku gak habis pikir, bisa - bisanya kamu diem aja diperlakukan kayak gitu. Apa kamu gak merasa marah atau emosi sedikit pun gitu? " lanjutnya.
" Yah, sebenarnya sih aku juga gak suka. Tapi mau gimana lagi, kita kan gak bisa sembarangan marah - marah juga. Apalagi ini ditempat umum. " ucap Syahira memberi alasan.
" Hah, Syahira - Syahira. Kamu tuh terlalu baik jadi orang. " laras menggeleng tak habis pikir.
" Udah ah, aku mau ke kamar mandi dulu. Cuci muka, ngeladenin cewek barusan bikin gerah jadinya. " pamit Laras beranjak pergi dan meninggalkan Syahira sendirian.
Syahira hanya mengangguk mengiyakan kemudian kembali membagikan brosur.
" Hah...ternyata lama - lama cape juga. Laras kemana lagi, kok lama banget ke kamar mandinya. " gumam Syahira yang kini sedang beristirahat dibawah pohon. Sembari mencari sosok sahabatnya yang sejak tadi belum kembali.
Syahira menyeka keringat di keningnya. Hari ini matahari benar - benar bersinar cukup terang, hal itu membuat Syahira benar - benar kepanasan. Ia mengipasi dirinya sambil bersender pada batang pohon. Matanya terpenjam menikmati angin yang berhembus dan sedikit mengobati rasa gerahnya saat itu.
" Nih minum. " ucap sebuah suara tiba - tiba.
Syahira yang mendengarnya pun refleks membuka mata, dan betapa terkejutnya ia saat menemukan seorang laki - laki yang sedang menunduk dan menatap ke arahnya.
**To be continue**
Dukung terus karya ini ya, dengan cara like di pojok kiri bawah👇 dan jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit ya.
See you next chapter guys, author tunggu dukungan kalian.
__ADS_1
see you, bye - bye👋👋😘