
*Hai - hai guys, author comeback nih.
Ada yang kangen gak?
Gimana nih weekendnya hari ini?
semangat dong ya, apalagi sekarang ditemenin sama cerita author jadi harus lebih semangat dong ya.
Yuk ah kakak, teteh - teteh, abang - abang, adek, ibu, bapak dan semua readers di penjuru kota kita lewatin malam minggu yang cerah ini sambil baca bab baru dari cerita author.
Salam literasi semuanya*!
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
" Nih minum. "
Seorang pria menyodorkan sebotol minuman ke arah Syahira yang sedang menyandar sembari menutup matanya itu.
Syahira yang merasa telinganya mendengar sebuah suara pun membuka matanya dan mendapati seorang laki - laki sedang menatapnya dalam jarak yang cukup dekat. Dengan refleks ia pun bangkit karena terkejut.
" Aduh!! "
Seru mereka berbarengan merasa sakit karena Syahira bangkit begitu saja dan malah menabrak wajah laki - laki itu dengan kepalanya.
" Aduh, sakit banget sih. Kepala aku benjol gak ya? " batinnya sembari mengusap - usap kepalanya yang terasa sakit.
" esstt...auu..." ringis seseorang disamping Syahira sambil memegangi hidungnya yang terasa mau copot.
" Astagfirullah, mas! Masnya gak apa - apa? " tanya Syahira ketika melihat ke samping dan baru menyadari bahwa tadi dia sudah menubruk wajah orang.
Laki - laki itu hanya menggeleng dengan masih memegangi hidungnya.
" Aduh Mas, benaran gak apa - apa? Yakin nih, Mas? hidungnya gak keluar darah kan, Mas? atau mau saya anter ke rumah sakit? " tanya Syahira beruntun. Ia sangat takut kalau hidung laki - laki itu kenapa - kenapa, sebab benturan tadi cukup keras.
" Ah tidak! tidak perlu ke rumah sakit. Saya baik - baik saja, ini hanya masih terasa ngilu aja sedikit. " jawab laki - laki itu.
__ADS_1
" Maaf ya Mas, saya bener - bener gak sengaja. Habis masnya muncul tiba - tiba sih, jadinya kan saya refleks bangun karena terkejut. " ucap Syahira merasa bersalah.
" Iya, tidak apa - apa. Lagian kamu bener kok, saya yang salah disini. Seharusnya saya gak dateng tiba - tiba dan malah ngagetin kamu. " kata laki - laki itu tersenyum ramah, kini tangannya sudah tak lagi menutupi wajahnya. Dan Syahira pun jadi bisa melihat wajah tampan laki - laki di depannya itu.
" Saya minta maaf ya karena udah ngagetin kamu. " lanjutnya meminta maaf pada Syahira.
" Ah, iya mas gak apa - apa kok. " jawab Syahira.
" Kamu disini sendirian? " tanya laki - laki itu setelah beberapa saat mereka terdiam dan hanya saling melempar senyum untuk mengisi kecanggungan.
" Tidak, saya disini bareng teman saya. "
" Ohh, lantas teman kamunya kemana? kok kamu malah duduk sendirian disini? " tanya laki - laki itu penasaran karena dari pertama ia melihat Syahira, dirinya tidak melihat adanya teman seperti yang dikatakan oleh wanita itu.
" Kebetulan temen aku lagi ketoilet Mas, jadi aku ngaso aja disini sambil nungguin dia. " tutur Syahira, dan laki - laki disamping nya itu hanya mengangguk - angguk tanda mengerti.
" Oh iya, gara - gara keasikan ngobrol jadi lupa deh. Nih minum, kamu pasti hauskan dari tadi panas - panasan. " ucap laki - laki itu menyodorkan sebotol minuman kepada Syahira.
Namun belum sempat Syahira mengambil minuman itu, tiba - tiba sebuah suara yang tak asing di telinga Syahira muncul dan membuat fokus Syahira menjadi teralihkan, yang tadinya ingin mengambil botol minum malah jadi melihat ke sumber suara.
" Kak Ryan! " seru wanita yang baru tiba itu antusias saat melihat laki - laki didepannya.
" Laras! wah...kok kamu ada disini? Jangan - jangan temen yang dimaksud dia itu kamu ya. " jawab laki - laki bernama Ryan itu terkejut saat melihat wanita yang ia kenal berada dihadapannya.
" Kok dia kenal Laras sih? kayaknya mereka udah kenal lama deh, apa mungkin dia temennya Laras? kakak? ahh gak mungkin, atau sodaranya? " batin Syahira kembali bertanya - tanya. Ia merasa terkejut melihat keakraban Laras dengan laki - laki yang baru ia temui itu. Apalagi setahunya, Laras tidak pernah cerita memiliki kakak laki - laki.
" Wah...kebetulan banget kakak bawa minum, kak Ryan tahu aja nih kalau aku lagi haus. " ujar Laras yang langsung merebut minuman dari tangan Ryan.
" Eh Ras! tunggu! itu bukan buat ka...mu. " Ryan berniat menghentikan Laras meminum air itu, namun tak berhasil karena Laras telah lebih dulu meminumnya.
" Ahh...seger!!. " ucap Laras diakhir minumnya kemudian menyerahkan botol itu kembali kepada Ryan.
Ryan menatap botol itu dengan pandangan kosong. Awalnya ia ingin memberikan air minum itu kepada Syahira, tapi sia - sia saja karena kini air itu sudah habis diminum sampai tandas oleh Laras.
" Ya ampun Ras, kalau minum tuh pelan - pelan. Nantu tersedak baru tahu rasa. " ujar Syahira mengingatkan.
__ADS_1
" Hehe...ya habisnya haus Syah. " jawabnya sambil nyengir kuda. Syahira hanya menggeleng menghadapi tingkah satu temannya itu.
" Ohh iya, udah lama banget ya kak, terakhir ukita ketemu pas 5 bulan yang lalu. Padahal kakak kan kuliahnya gak jauh - jauh amat dari sini tapi jarang banget pulang. " ucap Laras.
" Yah gimana Ras, namanya juga udah mau masuk semester - semester akhir jadi lagi banyak banget tugas. Jangankan buat pulang kesini, buat tidur dikosan yang gak jauh dari kampus aja susahnya minta ampun. " jawab laki - laki itu menceritakan sedikit penderitaannya menghadapi tugas - tugas semester yang ia alami.
" Aduh...kasihan banget sih kamu kak. Pasti makan kamu gak teratur ya? kalau gitu ayo kita ke rumah makan, bapak pasti seneng banget liat kamu pulang. " ajak Laras pada pemuda itu.
" Ah bener juga tuh, udah lama banget aku gak makan masakan rumah. Masakan bapak masih belum berubah, kan?. "
" Ya masih tetep sama lah, mana mungkin berubah. Orang yang masaknya aja sama jadi makanannya juga pasti sama atuh gak akan berubah. Kakak ini, masa masakan bapak sendiri pake ditanya udah berubah apa belum. " jawab Laras tak habis pikir dengan pertanyaan laki - laki di hadapannya itu.
" Hahaha...ya kali ada berubahnya gitu setelah aku tinggalin 5 bulan yang lalu. "
" Makanya ayo cepetan kita kesana, biar kakak tahu rasa masakannya udah berubah apa belum. " ucap Laras kembali mengajak pulang ke rumah makan.
" Ya udah, ayo. " jawab pria itu.
" Eh..tapi tunggu dulu. Ngomong - ngomong kamu belum kenalin kita berdua loh. " lanjutnya sambil menunjuk dirinya dan juga Syahira.
" Ohh iya, lupa. Ya udah kenalannya nanti aja, sekarang kita pulang ke rumah makan dulu. " ucap Laras yang kelupaan belum sempat mengenalkan Syahira kepada anak bos mereka itu.
" Kita beneran mau pulang? terus sisa brosur ini gimana? " tanya Syahira sambil menunjukkan sisa brosur ditangannya.
" Gak apa - apa, biarin aja. Itu kan masih bisa dilanjut nanti, lagian tinggal sedikit lagi juga kan. Jadi Pak Udin gak bakalan marah kalau kita balik sekarang, apalagi bentar lagi waktu makan siang. Itukan jam kita istirahat. " jawab Laras.
" Iya, ayah saya tidak akan marah kok. Saya kenal bagaimana tabiat ayah saya. Dia hanya bisa mengancam, sedangkan melakukannya ia tidak akan pernah tega. Tapi jika memang perlu, saya yang akan menjelaskan kepada beiau supaya dia tidak memarahi kalian. " ujar Ryan menimpali.
" Tuh denger, Syah. Anak bosnya aja udah bilang gitu, jadi cus kita pulang. " seru Laras dan langsung menggapit tangan Syahira, lalu berjalan beriringan.
Ryan yang tertinggal dibelakang pun menyusul dua gadis didepanya itu untuk menuju ke rumah makan ayahnya.
**To be continue**
Dukung terus karya ini ya, dengan cara like di pojok kiri bawah👇 dan jangan lupa untuk tambahin ke daftar favorit ya.
__ADS_1
See you next chapter guys, author tunggu dukungan kalian.
see you, bye - bye👋👋😘