
..." Makan manggis bareng si Anita...
... Reader - reader yang manis yuk kita membaca. " ...
Hai guys author comeback, gimana seru gak ceritanya?
Semoga kalian suka dan gak bosen ya sama cerita ini. Terus Staytoon pantengin cerita ini ya karena author akan terus berusaha agar rajin update.
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
Syahira berdiri mematung didepan sebuah bangunan tua yang terbengkalai.
" Alamatnya tidak salah kan? Apa benar ini tempatnya? "
Syahira mengamati bangunan tua itu secara seksama. Ia melihat layar di hp nya.
" Kayaknya gak salah deh, rumahnya sama dan alamatnya juga sudah betul tapi kenapa sepertinya tidak ada orang ya. " Syahira bergumam.
Syahira kembali membandingkan bangunan yang ada didepannya dengan sebuah gambar dilayar handphone nya. Berapa kali pun ia membandingkan hasilnya tetap saja sama bahwa ia tidak berada ditempat yang salah.
Dari fotonya sama dan dari alamatnya juga sama yang membedakan adalah keadaan dari bangunan itu sendiri. Syahira kini berhadapan dengan sebuah bangunan yang sudah tua dan tidak terawat, lampu berwarna kuning didepan rumah yang sudah mulai redup, banyak dedaunan kering berserakan dimana - mana, beberapa ekor tikus berkeliaran kesana kemari dan juga sarang laba - laba yang menjuntai di setiap sudutnya, sangat berbeda jauh dari foto yang ada di hp Syahira dimana rumah itu terlihat sangat bersih dan nyaman.
" Permisi, halo!!! Apakah disini ada orang!! " Syahira berteriak didepan gerbang rumah itu berharap bahwa ada seseorang yang keluar dari sana. Siapa tahu kan meskipun keadaan rumahnya seperti itu tapi masih ada orang, ya meskipun kemungkinannya kecil.
" Permisiii!!! Assalamu´alaikum!!! " lagi, Syahira berteriak kembali. Namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam rumah.
" Ya iyalah gak ada yang nyaut, Syahira Syahira udah tahu rumahnya keliatan kosong masih aja teriak - teriak. " (othor🙄)
" Diem deh othor, risih banget sih. " ( nimpug othor pake sepatu👟👟 )
" 🤕🤕 "
Stop lanjut kecerita👇
" Huh....." Syahira menghembuskan napasnya lesuh.
" Nyari siapa neng? "
" Astagfirullahhalazim!! " Syahira kaget dan mundur beberapa langkah.
Tiba - tiba saja ada seorang bapak - bapak muncul di sampingnya dan membuat Syahira terkejut. Bagaimana tidak kaget orang bapak itu seperti jailangkung yang tiba - tiba datang tak diundang dan pulang pun mungkin tak Syahira antar. Ya iyalah gimana mau nganter rumahnya aja gak tahu kan, bener ga?.
" Tenang neng saya manusia kok jadi gak usah takut, apalagi kaget kayak yang liat setan gitu. " ujar bapak itu kepada Syahira.
" Haha..iya pak maaf, saya kaget soalnya. " Syahira menjawab sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Enengnya ngapain malem - malem teriak didepan rumah ini? "
" Ini pak saya mau cari bu Aminah, ini bener alamat kos-an bu Aminah kan ya pak? " selain menjawab Syahira pun mengajukan sebuah pertanyaan. Ia menunjukkan sebuah alamat yang tertulis disebuah kolom pada layar hp nya.
" Oh iya bener neng, enengnya pasti mau ngekos disini ya? " ucap si bapak menebak dengan benar.
" Kok bapak bisa tahu? " kata Syahira terkejut dengan pertanyaan bapak - bapak itu.
__ADS_1
" Ya iyalah tahu soalnya baru - baru ini ada juga cewek yang dateng ke sini mau ngekos juga. " tutur si bapak menjelaskan.
" Terus gimana pak? si cewek itu jadi ngekos disini? tapi kok rumah ini sepi. "
" Ya gimana, gimana neng? ya saya suruh pulang lagi atuh neng. Mau ngekos gimana orang rumah ini udah lama gak ke urus neng. Sejak bu Aminah pindah, rumah ini jadi terbengkalai gak keurus, denger - denger sih udah dijual ke orang lain. "
" Hah pindah!! lalu yang di plat form ini apa dong? " batin Syahira terkejut mendengar penuturan bapak yang ada dihadapannya itu.
" Tapi pak di sini tertulis kalau kos-an ini masih ada dan sedang menerima pengekos baru. " ucap Syahira sambil menunjukan kembali plat form tempat ia melihat iklan kos-an itu.
" Oh eneng tahu kos-an ini dari internet juga? " tanya bapak itu dan Syahira hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Ehh jangan bilang eneng udah bayar kosnya juga lagi? " lanjut si bapak bertanya dan Syahira lagi - lagi menjawab dengan anggukan.
" Ooawalah kasian...pantes atuh neng, kalau gitu eneng sama kayak cewek yang waktu itu. Eneng kayaknya kena tipu deh, soalnya rumah ini sudah sangat lama terbengkalai. Eneng bisa liat sendiri kan rumahnya aja udah gak layak huni gitu. "
" Hah kena tipu? ini mak...maksudnya gimana sih? uangku gimana? tidur nyenyakku? arrrkkk..! " Syahira berteriak dalam hati. Ia benar - benar sangat terkejut, bagaimana mungkin ia bisa kena tipu.
Syahira terduduk lesuh, ia berjongkok dengan wajah yang ia benamkan diantara kedua kakinya. Sedih, marah dan kesal menjadi satu. Setetes air mata jatuh membasahi tanah, bayangan tentang hidupnya yang akan menjadi lebih baik dan tidurnya yang akan nyenyak diatas kasur sirna begitu saja, kini terganti dengan bayangan uang yang terbang menjauhi dirinya padahal uang itu bukanlah jumlah yang sedikit jika dihitung untuk biaya hidup Syahira mungkin bisa cukup untuk beberapa hari kedepan.
Si bapak yang melihat itu hanya bisa merasa kasihan, ia menepuk pundak Syahira lembut untuk menenangkan.
" Yang sabar ya neng. " ucap bapak itu kemudian berlalu meninggalkan Syahira.
" Kasihan..." gumam bapak itu pelan.
..............................
Syahira berjalan gontai menyusuri jalanan dan perlahan - lahan mulai menjauh dari tempat ia berada tadi. Ia menarik kopernya malas, sungguh Syahira benar - benar sudah tidak mood lagi. Setelah mengetahui bahwa dirinya telah tertipu ia bahkan tidak bisa berikir lagi kemana dirinya akan pergi sekarang, yang ia lakukan hanya berjalan dan berjalan.
Syahira kembali berjalan dan berusaha untuk menahan rasa sakit diperutnya sebab ia tidak tahu dimana keberadaannya saat ini. Sekarang bukanlah waktu yang tepat baginya untuk memikirkan perutnya yang sakit, ia harus bergegas mencari tempat untuk istirahatnya malam ini.
Namun sepertinya alam berkehendak lain, Syahira yang sejak tadi mati - matian menahan sakit diperutnya itu sudah tidak kuasa lagi.
" Aduh ada - ada aja sih nih perut. " gumam nya sambil menahan sakit di perut.
Syahira berlari cepat meninggalkan koper dan tasnya begitu saja. Rasa sakit itu sungguh membuatnya tidak bisa memikirkan apa pun lagi.
Syahira terus berlari sambil memegangi perutnya dengan kedua tangan. Untunglah tak lama dari itu akhirnya Syahira menemukan apa yang telah ia cari - cari dari tadi.
*TOILET*
Mata Syahira berbinar melihat tulisan itu menggantung tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Tanpa ba bi bu lagi Syahira dengan cepat berlari kesana.
" Tok.. tok.. tok.. "
" Permisi ada orang gak ya? "
Syahira mengetuk - ngetuk pintu dihapannya sambil teriak bertanya takut - takut ada orang didalamnya.
Lama Syahira menunggu tapi masih tetap tidak ada sahutan dari dalam. Karena merasa sudah tidak kuat lagi menahan Syahira pun membuka pintu dihadapannya yang ternyata tidak terkunci. Ia masuk kedalam lalu kemudian menutup pintunya kembali.
" Brottt.....brot...brot.. "
__ADS_1
" ahh...lega " ucapnya merasa sedikit lega setelah sebuah bom beracun melesat keluar dari arah bokongnya.
" aww...aduh....duh kenapa sih nih paper bag ngerepotin aja. " dumelnya yang merasa ritualnya untuk panggilan alam terganggu oleh paper bag yang tadi ia lupa taro.
" Oowek..."
Sebuah suara menghentikan Syahira, ia yang hendak mengangkatkan gamisnya pun kembali melepaskan tangannya.
" Kok ada suara dari belakang ya. " batinnya bertanya - tanya. Kebetulan Syahira tengah menghadap ke arah pintu saat ini.
Perlahan Syahira menggerakan kepalanya kebelakang dan betapa terkejutnya Syahira karena melihat seorang ibu - ibu yang entah sejak kapan ada disana. Ibu itu tengah mual - mual karena mencium gas beracun Syahira.
Syahira mengambil kembali paper bag yang tadi sudah ia gantung, satu tangannya perlahan memegang gagang pintu. Pandangannya mengarah ke ibu itu, keringat mulai bercucuran kala matanya berpapasan dengan mata ibu - ibu itu.
" Hehe...maaf bu saya gak liat. " ucap Syahira kemudian kabur meninggalkan ibu itu yang sudah diliputi amarah.
" Heh mau kemana kamu!! Dasar bocah kurang ajar, kesini kamu!! " teriak ibu itu penuh emosi mengejar Syahira.
Sabun, odol, sikat gigi, handuk bahkan gayung pun terlempar ke arah Syahira namun itu tidak mengenainya. Syahira dan ibu - ibu itu terus kejar - kejaran seperti di film - film india, bedanya ini gok romantis - romantisan ya.
" Bu maaf bu, saya tidak sengaja. " teriak Syahira meminta maaf ditengah larinya.
" Maaf maaf, enak sekali kamu minta maaf. Dasar bocah gembul kamu, gak sopan kentut didepan orang tua, kamu pikir enak apa jadi saya. " ucap ibu itu tak kalah berteriak. Ia masih marah dan kesal oleh kelakuan Syahira.
" Tapi kan bu saya gak sengaja, lagian ibu di dalem toilet kok pake headset jadinya kan gak denger pas saya teriak - teriak nanya ada orang didalem apa enggak. " jawab Syahira membela diri.
" Kamu ya malah sok ngajarin saya, sini kamu tak kasih pelajaran baru tahu rasa. " seru ibu itu tak terima dan terus mengejar Syahira.
" Hosh..hosh...bentar bu berhenti dulu... hosh..." ucap Syahira karena sudah lelah berlarian dari tadi. Napasnya tersenggal - senggal begitu pula dengan ibu - ibu itu, dengan bodohnya ibu - ibu itu ikut berhenti, ya mungkin dia juga lelah.
" Ibu juga cape ya ? " tanya Syahira yang hanya dijawab anggukan polos dari si ibu.
" kalau gitu tarik napak bu yang dalam...ayo bu tarik....hembus hu...." kata Syahira dan dengan polos si ibu mengikuti.
Disaat ibu itu fokus dengan kegiatannya, Syahira perlahan - lahan mulai melangkah dan berlari pelan pergi meninggalkan ibu itu.
" Hup....hu....hup...hu..."
" Eh tunggu?! kok aku malah jadi tarik napas gini, aku kan lagi ngejar bocah itu. " tiba - tiba ibu itu tersadar dan menghentikan kegiatannya mengatur napas.
" Kemana tuh bocah? " kata ibu itu setelah mengetahui bahwa Syahira telah pergi meningalkannya.
" Dasar bocah kurang ajar, awas aja nanti kalau ketemu tak unyeng - unyeng. " ucap ibu itu yang masih dipenuhi emosi.
**To be continue**
Hahaha...Syahira Syahira, makanya jangan kentut sembarangan jadi diuber kan akhirnya😂😂
Gimana seru gak nih part ini? jangan lupa komen ya👌
Author tunggu like dari reader semua, jangan lupa juga untuk vote dan share sebanyak - banyaknya. Terus follow akun author yuk @cumicookie.
See you next chapther
__ADS_1
bye bye👋😘