
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
" Iya bole....uhuk..uhuk..."
Syahira terbatuk saat melihat segerombolan anak kecil mengerubuni mejanya. Ia benar - benar sangat terkejut.
" Bukannya dia bilang teman ya? kalau teman kan harusnya satu, lah ini...? " ucapnya dalam hati sesaat setelah ia meredakan batuknya.
" Ini temen yang kamu maksud? "
Syahira bertanya dengan sisa keterkejutanya. Pasalnya bocah itu tadi hanya mengatakan ingin mengajak TEMANNYA bukan TEMAN - TEMAN. Syahira pikir itu cuman satu atau dua orang saja, tapi ternyata bocah itu malah membawa lebih dari sepuluh orang.
" Jadi gimana kak? Boleh gak? " tanya bocah yang pertama bertemu Syahira.
" Iya kak, boleh gak? " lagi temannya yang lain ikut bertanya.
" Hah!...oh..ah..iya boleh, boleh kok. Kalian pesen aja. " jawab Syahira karena tidak tega melihat wajah mereka yang penuh harap.
" Beneran nih kak? " tanya mereka serentak.
" Iya. "
" Asiikkkk!...."
Mereka semua bersorak bahagia, akhirnya mereka bisa makan setelah dari kemarin merasa kelaparan.
" Mang saya mie ayam satu. " ucap bocah yang sediki gemuk.
" Saya juga mau mang. "
" Saya juga. "
Setiap bocah saling bersahutan memesan, mereka berebutan ingin menjadi yang pertama sampai - sampai penjual mie pun dibuat pusing oleh kelakuan mereka. Syahira melihat dan menggeleng kecil.
" Kira - kira cukup gak ya uangnya. " gumam Syahira dalam hati sambil mengecek uang yang ia miliki.
................
" Euuu.... alhamdulillah, kenyangnya perutku. " ucap seorang bocah gendut bersendawa. Ia mengelus - elus perutnya yang kekenyangan.
" Euu...aaa... ya kamu bener, aku juga kenyang banget. " ucap salah satu bocah lainnya menimpali.
" Gimana, semuanya udah selesai makan? "
Syahira bertanya kepada bocah - bocah itu. Mangkok kotor berserakan dimana - mana pertanda bahwa mereka sudah selesai makan.
" Sudah! " jawab mereka serempak.
" Kalian semua udah kenyang juga kan? "
" kami semua sudah kenyang kak, terima kasih ya kak udah traktir kami. " jawab bocah berbaju kuning, bocah yang tadi bertemu Syahira paling awal.
Syahira mengangguk, lalu ia pun tersenyum. Syahira bisa melihat bahwa anak - anak itu sudah kenyang, sebab hampir semua anak mengelus - elus perut mereka kekenyangan.
__ADS_1
" Bener nih? tapi tuh Joko kayaknya belum kenyang deh. " ucap Syahira menunjuk Joko, bocah berbaju hijau yang tidak mengelus perutnya.
Ya, Syahira tahu beberapa nama anak - anak itu karena tadi sempat berkenalan ketika sedang makan.
" Enggak kok kak...aku udah kenyang kok. " Joko menjawab dengan cepat.
" Bener nih? kamu gak bohong kan? " Syahira bertanya memastikan.
" Beneran kak, masa aku bohong. " Joko meyakinkan.
" Iya kak, dia gak bohong. Dia kalau kenyang memang suka diem gitu. " bocah berbaju kuning tadi ikut menjawab.
" Oh gitu, ya sudah bagus deh. Kalau gitu kakak mau bayar dulu ya. "
Syahira beranjak meninggalkan meja dan menghampiri penjual mie ayam untuk membayar pesanannya.
" Jadi berapa pak semuanya? " tanya Syahira ketika sampai didekat pedagang mie ayam.
" Eneng ini tadi pesennya berapa? " penjual itu balik bertanya karena ia pun tidak tahu berapa porsi yang ia buat karena saking banyaknya bocah itu.
Syahira berbalik menghitung kembali bocah - bocah yang tadi makan bersamanya.
" Kurang lebih 15 porsi pak. "
Tak lama Syahira menjawab setelah menghitung bocah - bocah itu termasuk dirinya.
" Tadi pesennya Mie ayam bakso dan es teh manis semuanya ya neng? " tanya pedagang mie ayam itu memastikan pesanan Syahira.
" Iya, pak. "
Syahira menyodorkan tiga lembar uang seratusan kepada penjual mie ayam.
" Ini, pas ya pak. "
" Iya neng, pas. Terima kasih. " ucap pedagang mie ayam itu setelah menerima uang yang diberikan Syahira.
" Kalian udah mau pergi lagi? " tanya Syahira ketika tiba ditempatnya tadi dan melihat anak - anak itu sudah berkumpul bersiap untuk pergi.
" Eh kak Syahira, iya nih kak. Terima kasih ya udah traktir kita makan. " ucap bocah berbaju kuning.
" Iya kak, terima kasih ya. " anak - anak lain ikut berterima kasih.
" Iya, sama - sama. "
" Ya sudah kak, kami pamit dulu, assalamu´alaikum. " pamit Joko mewakili teman - temannya.
" Eh tunggu! Cup, bisa kesini sebentar gak? "
Syahira menghentikan langkah mereka. Ia meminta bocah berbaju kuning yang tadi bertemu lebih awal dengannya, yang ia kenal dengan nama Ucup itu untuk menghampirinya.
Ucup menatap teman - temannya, mereka semua mengangguk mempersilahkan Ucup untuk menghampiri Syahira.
" Pergilah Cup, kita akan pergi duluan. Kami tunggu di bawah pohon sana. " ucap Joko sambil menunjuk sebuah pohon besar tak jauh dari sana.
__ADS_1
Ucup mengangguk setuju, setelah mendapat persetujuan dari teman - temannya, ia pun berjalan menghampiri Syahira.
" Ada apa kak? " tanya Ucup setelah tiba di depan Syahira.
Syahira menyodorkan selembar uang seratus ribuan kepada Ucup.
" Ini untuk kamu, emang gak banyak sih, tapi cukuplah untuk membeli roti agar kalian bisa makan nanti. "
" Ehh kak, gak usah.." Ucup menolak uang pemberian Syahira. Ia merasa tidak enak mengambil uang itu, apalagi baru saja ia dan teman - temannya sudah ditraktir.
" Gak apa - apa Cup, udah kamu terima aja. Gak baik loh nolak rezeki. " ucap Syahira memaksa Ucup untuk menerima uang pemberiannya
Dengan terpaksa, karena Syahira terus mendesaknya, Ucup pun menerima uang itu.
" Ya sudah kak, kalau gitu Ucup pamit, assalamu´alaikum. " ucap Ucup kemudian berlalu menyusul teman - temannya.
" Wa´alaikumsalam. "
..............
Seorang wanita tengah duduk di sebuah kursi yang ada ditaman. Ia menyederkan punggungnya, kepalanya menengadah menatap langit.
Tubuhnya terasa lelah, apalagi kakinya yang terasa pegal karena dari pagi terus berjalan.
Matahari bersinar terik siang ini. Wanita itu menaruh sebelah tangannya diatas kepala, menutupi wajahnya dari panasnya matahari.
Sebelah tangannya ia kipas - kipas, berusaha untuk menghilangkan sedikit rasa gerahnya. Keringat meluncur membasahi pelipisnya.
" Huh...! kenapa sih susah banget cari kos-an dari tadi. " keluhnya, ia menghembuskan napasnya kasar.
Syahira mendesah lelah, ya wanita yang tengah duduk itu adalah Syahira. Ia merasa lelah karena sejak tadi berjalan kesana kemari mencari sebuah kos-an, tapi sampai siang bolong kayak gini pun tetap saja masih belum ketemu.
Sebenarnya tadi Syahira sempat menemukan kos-an yang pas dan dia pun suka dengan kontrakan itu. Hanya saja pemiliknya tidak mengijinkan kalau pembayarannya dilakukan belakangan.
Ya iyalah, hari gini, mana mungkin ada orang yang mau ngekosin rumah tapi bayarnya belakangan, apalagi posisinya orang itu bahkan tidak memiliki pekerjaan sama sekali seperti Syahira saat ini. Dikira beli motor kali bisa kredit atau bayar belakangan.
" Ih...diam deh lo thor! 👊" 👈Syahira
(Othor : 🤕🤕😵)
" kayaknya aku harus cari kerja dulu deh? "
" Iya, udah fiks. Pokoknya aku harus cari kerja, titik!. " Syahira tiba - tiba berdiri dengan semangat.
" Eh, tapi nanti dulu deh. Istirahat dulu, cape. " ucapnya yang kembali duduk, kini ekspresikan kembali seperti awal.
Syahira menidurkan dirinya di kursi, mengistirahatkan tubuhnya yang masih lelah dan pegal.
**To be continue**
Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara like, share, vote dan komen sebanyak - banyaknya. Dan jangan lupa masukin ke daftar favorite ya biar kalian dapet notif kalau cerita ini up.
see you next chapter guys
__ADS_1
bye bye