SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 55


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...


" Brakk "


Syahira membuka pintu dengan cukup keras, beberapa orang yang ada disana terhenyak mendengar suara itu, mereka terkejut saat melihat Syahira yang muncul dari balik pintu.


Syahira masuk ke ruangan itu dengan tergesa - gesa, tanpa permisi ia membuka pintu itu bahkan sampai membantingnya. Ia bahkan lupa untuk mengucapkan salam karena saking buru - buru nya ingin memperjelas apa yang mengganjal di hatinya.


Langkah Syahira tiba - tiba terhenti ketika baru menyadari bahwa yang ada di ruangan itu bukan hanya sepasang suami istri yang Syahira cari saja, tapi ada seorang pemuda tinggi dengan wajah yang cukup tampan juga disana. Selain itu, ada pula dua orang laki - laki bertubuh kekar yang sepertinya pengawal tengah berdiri tegap di belakang pemuda itu.


Seakan tidak peduli, Syahira kembali melanjutkan langkahnya menghampiri sepasang suami istri itu, kejanggalan ini sudah tidak bisa ditunda lagi, ia benar - benar harus segera meluruskannya.


" Bu, sebenernya ini tempat apa sih? bukannya saya di suruh kerja jadi pelayan resto ya, tapi k..."


Belum selesai Syahira berbicara tiba - tiba ibu itu bersuara, ia memotong begitu saja ucapan Syahira.


" Nah, ini tuan barang yang kita maksud tadi. Gimana bagus kan? " ucap ibu itu kepada pemuda didepannya. Ia tidak menghiraukan sama sekali ucapan Syahira.


" Apa?! barang?!! " batin Syahira terkejut mendengar penuturan wanita yang membawanya itu, ia menyebut Syahira sebagai sebuah barang.


" Iya, tuan. Gimana? bagus kan? masih mulus loh ini dan juga masih segelan? kalau mau kita bisa kasih diskon loh. " lanjut suami ibu itu menambahkan, ia memegang bahu Syahira namun segera Syahira tepis.


" Hmmm....iya sih bagus, cantik, dan juga mulus, tapi..."


Pemuda itu mendekat, ia mengamati Syahira dari atas sampai bawah, lalu kemudian berjalan mengelilingi Syahira, membuatnya pusing sekaligus risih saja.


" Tapi saya tidak suka dengan penampilannya, baju apaan ini? Sungguh tidak menarik. "


" Jangan berani - berani anda sentuh saya ya!! saya gak sudi disentuh oleh anda. " ucap Syahira tegas, ia menepis kasar tangan pemuda itu yang hampir menyentuhnya.


" Huh!!...gak usah sok jual mahal deh lo jadi cewek. "


" Kenapa? Bayarannya kurang mahal? oke, kalau gitu gue bakal tambah, tapi nanti setelah lo selesai layanin gue. " ucap pemuda itu dengan nada yang sedikit meremehkan Syahira. Atau mungkin lebih tepatnya memandang rendah Syahira.


" Bayaran?! Anda ngomongin bayaran? Anda pikir saya wanita penghibur apa, hah?! " Syahira geram saat mendengar ucapan pemuda dihadapannya itu.


" Bukannya memang benar, ya. Buktinya lo udah ada disini, dan gue udah bayar lo untuk malam ini ke mereka. Jadi, otomatis sekarang lo harus ngelayanin gue. " kata pemuda itu sambil menunjuk sepasang suami istir yang membawa Syahira itu dengan ekor matanya.


" Apa?! Gak! Ini gak bener, Pak? Bu? tolong jelasin yang sebenernya? " tanya Syahira kepada suami istri itu, namun bukannya menjawab mereka malah sibuk memindah - mindahkan uang yang ada didalam koper ke dalam tas mereka.


" Pak? Bu? "


" Ah...aduh...dek..maaf ya saya lupa ngasih tahu, ya emang bener kerjaan yang saya maksud itu ya jadi pelayan plus - plus begini. " ucap ibu itu dengan entengnya, seperti tidak merasa bersalah, ia masih terus memasukan gepokan uang kedalam tasnya.


" Tapi kan bu, saya maunya jadi pelayan biasa bukan pelayan yang seperti ini. Bukannya ibu juga bilangnya cuman cari pelayan resto kan bukan beginian. " protes Syahira.

__ADS_1


Ibu itu tiba - tiba terdiam, ia memutar bola matanya dengan raut wajah yang kesal.


" Heh! denger ya dek, dizaman sekarang ini mana ada sih orang yang bakal nerima karyawan tanpa berkas lamaran kayak kamu, cuma pekerjaan ini aja yang bisa kamu dapetin. Masih untung saya kasih kerjaan, gak ngebiarin kamu mati kelaparan dijalanan. " ucap ibu itu ketus.


Syahira melongo mendengar ucapan ibu itu, ternyata memang benar, ya. Kita jangan terlalu mudah percaya dengan orang, apalagi orang itu baru kita kenal, karena bisa saja orang yang terlihat baik tapi memiliki hati yang buruk, seperti ibu itu sekarang.


" Tapikan..."


" Udah - udah...lagian kamu juga setuju kan mau kerja apa aja, jadi lakuin aja apa yang harus kamu lakuin sekarang, saya pergi dulu. " ucapnya kepada Syahira.


" Uangnya kami ambil ya, selamat bersenang - senang tuan. " lanjutnya berbicara kepada pemuda itu kemudian mereka berjalan menuju keluar.


" Pak, Bu, tunggu..."


" Eit...mau kemana kamu? " ucap pemuda itu, ia mencekal lengan Syahira yang hendak pergi menyusul kedua orang tadi.


" Saya bilang jangan pernah sentuh saya. " ucap Syahira kemudian mengigit tangan pemuda itu dengan keras, sampai pemuda itu kesakitan dan melepaskan cekalannya.


" Nah, sekarang kamu sudah gak bisa lari kemana - kemana lagi. " ujar pemuda itu senang karena telah berhasil menangkap Syahira kembali, ia begitu sangat percaya diri sebab sekarang ia bukan hanya mencegahnya dengan cekalan tapi sebuah pelukan, jadi Syahira sudah tidak bisa lepas lagi bukan.


Namun, pemikiran pemuda itu salah. Syahira yang dipeluk tiba - tiba dari arah belakang menjadi sangat geram, dengan cepat ia memegang kedua lengan pemuda itu lalu kemudian berbalik dan langsung menendang keras ke arah burung pemuda itu.


Pemuda itu meringis kesakitan, kedua tangannya memegangi selangkangannya yang terasa ngilu akibat tendangan Syahira.


Melihat itu Syahira pun dengan cepat kabur dari ruangan itu, ia mengambil paper bag yang ia tinggalkan diluar tadi dan kembali berlari mencari jalan keluar untuk meninggalkan tempat itu sebelum pemuda itu kembali mengejarnya. Tapi, tentu saja itu akan lama sebab Syahira telah melumpuhkan titik kelemahannya.


..................


" Hosh...hosh...hosh....huh...hah....hah... "


Napas Syahira sudah mulai terengah - engah, sejak tadi ia berlari dengan sekuat tenaga untuk menghindari beberapa orang yang mengejarnya.


Syahira menghentikan langkahnya, ia hirup udara disekelilingnya dengan perlahan sembari menetralkan deru napas dan juga detak jantungnya yang sejak tadi berdetak sangat cepat.


Syahira menengok kebelakang untuk melihat apakah masih ada yang mengejarnya atau tidak.


" Huuuh.....akhirnya ngilang juga. " ucap Syahira bernapas lega ketika tidak mendapati orang yang mengejarnya tadi.


Namun, baru saja Syahira bernapas lega dan sudah mulai bisa menetralkan deru napasnya, dan berniat untuk kembali melanjutkan perjalanannya itu terhenti. Syahira terkejut karena tiba - tiba ada dua orang yang menghadang didepannya.


" Haa...akhirnya ketemu juga. " ucap salah satu laki - laki berbadan kekar dengan kepala yang botak. Dia merentangkan tangannya menghalangi Syahira.


" Duh...gawat, kok bisa sih mereka masih ngejar. " gumam Syahira pelan.


Syahira berbalik hendak berlari untuk menghindar. Namun, belum kakinya itu melangkah, dua orang pria dengan badan yang tak kalah kekar dengan orang dibelakang Syahira kembali menghadangnya.

__ADS_1


" Haha..Sekarang lo udah gak bisa kabur kemana - mana lagi. " ucap pria botak itu sambil tertawa dan disusul tawa yang lainnya juga.


" Mending lo nurut aja, ikut sama kita. Jangan banyak ngelawan kalau gak mau kita gunain kekerasan. " lanjutnya berbicara.


" Cuih...saya gak sudi ikut sama kalian, bahkan kalau harus mati, saya lebih memilih mati dari pada harus ikut sama kalian. " jawab Syahira kepada pria botak itu.


" oh, ya? ohoho....kita liat aja nanti, tapi sebelum itu lo harus pikirin dulu bisa lolos dari kita atau engak. " ucap pria botak itu sedikit menantang.


Keempat pria kekar itu berjalan perlahan mendekat ke arah Syahira dengan tangan yang mereka rentangkan untuk mengepungnya.


Syahira memegang erat gaunnya, keringat dingin sedikit - sedikit mulai bercucuran. Kini rasa takut mulai menggerayangi hatinya, entah akan bagaimana nasibnya jika tertangkap oleh mereka.


Syahira berpikir dengan keras, mencari akal untuk bisa kabur dari kepungan itu.


Sebuah ide tiba - tiba terlintas dibenaknya, sebuah senyuman terbit dibibirnya.


" Pak polisi!!! Tolong, pak!!! Saya mau diculik! "


" Hah, polisi?! mana? Dimana? bisa gawat nih kalau ada polisi. Gue takut polisi. "


" Aduh bos polisi, bos. "


Keempat pria itu ketar ketir, kebetulan daerah itu memang termasuk daerah yang sering dilintasi oleh polisi, makanya mereka ketakutan saat mendengar Syahira berteriak memanggil polisi.


Mereka celingukan kesana kemari mencari keberadaan polisi, tapi yang terlihat hanya seekor kucing yang sedang melintasi jalan selebihnya lagi adalah angin malam.


" wah bos kita dikibulin. " ucap pria dengan rambut yang dikuncir kepada pria botak yang ia sebut bos itu.


" Dasar bocah tengik!! Berani - beraninya lo ngibulin gu..." ucapan pria itu terhenti ketika melihat Syahira sudah hilang dari tempatnya.


" Kemana bocah itu pergi, hah?! " tanya pria itu geram kepada bawahannya itu, pria berkuncir hanya menunduk ketakutan saat ditanya, sebab ia pun tidak tahu kemana perginya.


" Oh, itu bos. Dia lari kearah sana. "


Tiba - tiba satu bawahannya lagi berbicara, memberi tahu keberadaan Syahira. Pria botak itu melihat kearah yang ditunjuk, dan benar saja, disana terlihat Syahira berlari menjauh dari tempat mereka.


" Ya, kalau gitu kejar lah bego! " ucap pria botak itu sambil menendang pantat pria yang tadi memberi tahunya.


" Cepet, kejar!! " titah pria botak itu sedikit berteriak kepada bawahannya.


**To be continue**


Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara like, share, vote dan komen sebanyak - banyaknya. Dan jangan lupa masukin ke daftar favorite ya biar kalian dapet notif kalau cerita ini up.


see you next chapter guys

__ADS_1


bye bye👋👋


__ADS_2