SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 48


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...


" Hah...hah... "


Syahira memegang lututnya yang terasa leklok. Napasnya terengah - engah karena berlari sejak tadi.


" Hah...aduh capek banget, gak nyangka meskipun udah tua tapi kuat banget tuh ibu - ibu. Untung aku pinter jadi sempet kabur. " gumamnya membanggakan diri.


" Lagian nih pantat gak bisa banget diajak kerja sama, susah amat suruh nahan. " ucapnya sambil memukul pelan pantatnya.


Syahira duduk dipinggiran jalan sambil menyelonjorkan kakinya. Dihirupnya udara sebanyak - banyaknya seakan jika dia tidak menghirupnya saat itu maka tidak akan ada udara lagi.


" Gara - gara tegang dan fokus lari jadi hilang deh nih sakit perut. "


" Tahu gini kenapa gak dari tadi aja nih sakit perut ngilang, bukannya udah lari - larian dulu baru ngilang, kesel deh jadinya. " gerutu Syahira mengeluh akan perutnya sambil memukul - mukul kakinya yang terasa pegal.


" Eh ngomong - ngomong ini aku ada dimana? " batinnya bertanya - tanya karena melihat sekelilingnya yang terasa sepi.


" Oh iya tasku! koperku! " pekiknya saat tersadar bahwa ia telah meninggalkan koper dan juga tasnya.


Syahira pun bangkit kemudian berlari cepat ke tempat dimana tadi ia meningalkan tas dan kopernya tanpa peduli dengan kakinya yang masih terasa pegal.


" Hah...hah..."


Kembali Syahira berhenti dengan napas yang terengah - engah.


" Hah...duh kalau lama - lama begini terus bisa turun kali nih kiloan hah..." katanya ditengah - tengah ia sedang kehabisan napas.


" Eh...ngomong - ngomong koper sama tasku kemana? " ucapnya ketika menyadari bahwa tempat itu terlihat kosong.


" Perasaan bener deh tadi aku tinggalin disini, tapi kok koper ku gak ada sih. "


" Duh...kemana sih.. " ucapnya gusar, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Syahira terus mencari kemana - mana bahkan sampai ke tong sampah pun ia cari tapi tetap saja tidak bisa menemukan tas dan kopernya.


" Permisi mas, mas lihat tas sama koper saya gak ya? " tanya Syahira kepada seorang pemuda yang tidak jauh dari tempat ia meninggalkan tasnya tadi.


" Tas? " pemuda itu balik bertanya karena bingung sambil memasukan hpnya kedalam saku setelah tadi selesai menelepon.


" Iya mas, tadi saya taruh disana. " ucap Syahira sambil menunjuk ke tempat dimana ia manaruh tasnya.


" Tapi saya gak liat tas tuh dek disana, tuh adek liat sendiri kosong kan? " kata pemuda itu kepada Syahira.


Syahira memutar bola matanya jengah.


" Heh...saya tahu disana kosong, maksud saya tuh tadi mas liat tas saya gak? tadi saya taruh tas sama koper saya disana karena saya kebelet eh..pas balik lagi tas saya udah ilang. "

__ADS_1


Syahira menjelaskan dengan sedikit kesal pasalnya pemuda itu seperti mengajaknya bercanda saja, udah tahu Syahira nanya serius.


" Oh maaf saya gak liat tuh, makanya lain kali hati - hati jangan tingalin barang sembarangan. " ucap pemuda itu kemudian berlalu pergi.


Syahira mendesah kasar, ia menjadi cemas dan bingung harus seperti apa. Hari ini benar - benar adalah hari yang sial bagi dirinya.


................


Syahira perlahan menyeret kedua kakinya untuk berjalan. Dengan langkah gontai ia mulai menjauh dari tempatnya berada tadi.


" hah.."


Syahira menghela nafas lesuh kala melihat paper bag yang ia pegang karena membuatnya teringat akan tas dan kopernya yang hilang. Padahal semua barang pentingnya ada disana termasuk handphone dan juga dompetnya, tapi sekarang malah raib tak tersisa.


Malam semakin larut dan jalanan pun kian sepi. Sayup - sayup terdengar gemerisik angin yang bergesekan dengan dedaunan, ditambah dengan suara burung malam yang sesekali terdengar.


Lampu kuning dijalanan yang sudah redup dan sesekali berkedip itu menemani langkah Syahira.


Syahira seketika memeluk dirinya dan perlahan - lahan mengeratkan pelukannya saat sebuah angin malam yang dingin menyentuh kulitnya. Sebuah asap tiba - tiba muncul dijalanan yang sepi itu membuat Syahira yang awalnya biasa saja menjadi sedikit was - was.


" Tenang Syahira tenang. " ucapnya dalam hati berusaha menenangkan diri.


Namun bukannya tenang Syahira malah dibuat ketar ketir karena tiba - tiba saja seperti ada yang mengikutinya dari belakang.


" Astagfirullahhalazim...ya allah lindungi hamba ya allah..." pintanya dalam hati.


Syahira semakin panik, bulir - bulir keringat mulai mengalir dipelipisnya. Ia mempercepat langkahnya namun langkah dibelakangnya pun ikut menyepat seperti tidak ingin Syahira menjauh darinya.


Langkah kaki itu semakin cepat menyusul Syahira dan sebuah tangan tiba - tiba menyentuh ke bahunya.


" AAAAAA!!!!!!! "


" Ada apa?! lo gak kena...aduh..."


Seorang pemuda berlari cepat dari toilet saat mendengar suara sahabatnya yang menjerit, saking cepatnya ia sampai tersandung kaki meja.


" Dasar meja sialan! " makinya pada meja itu.


" Aduh...akhirnya lo sadar juga. Gimana ada gejala, lo pusing, mual atau gimana hah gimana? " tanya pemuda itu beruntun dihadapan sahabatnya. Ia mengusap pelan kakinya yang terasa sakit.


" Hosh..gue gak apa - apa, cuman mimpi doang. " jawabnya dengan napas yang terengah - engah sehabis bangun dari mimpi buruknya.


" Haaaah.... syukur deh kalo gitu. " pemuda itu bernapas lega.


" Kok gue ada disini? Lo juga, ngapain lo disini? " tanyanya setelah sedikit tenang.


" Pras!! "

__ADS_1


" Ya ampun Pras akhirnya kamu siuman juga, kamu tuh bikin khawatir tahu gak. "


Tiba - tiba seorang wanita masuk keruangan itu dan memeluk pria yang ia panggil Pras.


" Reena. " ucap pria yang dipeluk itu rilih.


" Nih, gara - gara nih bocah nelpon gue makanya gue ada disini. " kata pemuda satu lagi menjawab pertanyaan sahabatnya tadi sambil matanya menunjuk si wanita.


" Emangnya gue kenapa? " tanya Pras heran.


" Kamu ini gimana sih Pras, kamu lupa ya tadi itu kamu pingsan dijalan pas mau nyari Syahira. Hampir aja kamu ketabrak, untung mobilnya sigap buat ngehindar kalau enggak gak tahu deh gimana jadinya. " jawab Reena setelah melepaskan pelukannya.


" Terus aku telpon Doni buat bantuin bawa kamu, ya kali aku bopong kamu sendiri kan berat. " lanjutnya menjelaskan alasan kenapa pemuda yang ada dihadapan Pras itu ada dirumahnya.


Doni hanya mengangguk - angguk saja mengiyakan setiap ucapan Reena.


" Lagian sih lo so so-an gak makan dari pagi asam lambung jadi naik kan, makannya lo pingsan. Lain kali bisa gak sih lo tuh pentingin dulu kesehatan lo sebelum ngapa - ngapain, kebiasaan banget sih jadi orang. " Omel Doni kepada Pras.


" Gimana gue bisa makan Don, lo tahu kan adik gue hilang. " jawab Pras putus asa.


" Iya, tapi kan se..."


" Udah udah jangan ribut, lebih baik sekarang kamu makan Pras dari pagi kamu belum makan. " Reena melerai, ia pun berjalan ke arah meja dan mengambil nampan yang tadi ia bawa.


" Lo mau kemana sih Pras? " Doni bertanya.


" Iya Pras, kamu mau kemana? " tanya Reena juga terkejut saat melihat Pras telah melepaskan infusannya secara paksa.


" Gue mau cari adik gue. "


" Enggak boleh! " larang Reena, ia mencekal tangan Pras yang hendak pergi.


" Duduk! " Reena mendudukan Pras dengan paksa.


" Ini tuh udah malem Pras, kita cari Syahira nya besok aja. Sekarang badan kamu masih belum vit, lebih baik kamu makan biar kamu cepet sehat. " ucap Reena memerintah sambil menaruh nampan berisi nasi di pangkuan Pras.


" Tapi..."


" Udah Pras dengerin aja kata Reena, lagian lo tenang aja gue udah minta bantuan temen - temen yang lain buat bantuin cari Syahira. Jadi lebih baik sekarang lo makan biar besok punya tenaga buat cari adik lo lagi. " ucap Doni memotong Pras berbicara.


Mendengar ucapan Doni membuat Pras terdiam, ia merasa sedikit tenang dan dengan terpaksa ia pun bersedia untuk makan. Disetiap suapannya pikiran Pras terus melayang jauh, mencemaskan keadaan adiknya diluar sana.


**To be continue**


Author tunggu like dari reader semua, jangan lupa juga untuk vote, komen dan share sebanyak - banyaknya. Terus follow akun author yuk @cumicookie.


See you next chapther

__ADS_1


bye bye👋😘


__ADS_2