
Hello author comeback nih👋😊 ada yang rindu dengan othor??👀
ouh enggak ya😢 ya udahlah kalau gitu silahkan lansung baca aja ceritanya. Semoga untuk ceritanya kalian rindu deh. Semoga terhibur✨✨
...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...
Tentang Syahril
Hallo semua, perkenalkan namanya Syahril Darham Ramadansyah. Orang - orang biasa mengenal dirinya dengan nama Syahril, sedangkan teman - teman nya biasa memanggil dia dengan sebutan Aril, Darham, atau pun Arham, berbeda pula dengan kedua orang tua nya yang memanggilnya dengan sebutan yang lain.
Dia tinggal bersama dengan nenek dari ibu nya di Bandung, sedangkan kedua orang tua nya menetap di Prancis tempat kelahiran ayah nya, selain itu karena harus mengurus perusahaan mereka juga disana. Ya, Syahril adalah seorang anak blasteran indonesia - prancis dan ada sedikit keturunan turki juga, dimana sang ayah yang orang prancis itu terlahir dari sepasang orang tua yang juga blasteran Prancis dan turki, kakeknya orang turki dan neneknya orang prancis yang menjadi mualaf saat menikah dengan kakeknya yang notabene seorang muslim. Sedangkan ibu Syahril berasal dari indonesia, lebih tepatnya dari Bandung tempat saat ini Syahril tinggal.
Syahril memiliki seorang tante dan seorang paman dari ibunya. Tantenya tinggal di kota Bandung sedangkan paman yang satunya tinggal dikota Jakarta, makanya Syahril beberapa hari ini ada di Jakarta untuk sekedar bersilaturahmi dan berlibur disana.
Keberadaan Syahril di Jakarta tidak berlangsung lama hanya beberapa hari saja sebab ada segudang tugas dan beberapa pekerjaan yang sudah menantinya disana.
Syahril kini telah duduk kembali dengan tenang setelah baru saja memberikan minuman terakhirnya kepada wanita disampingnya. Wanita bodoh yang melemparnya dengan kertas beberapa hari lalu, yah siapa lagi kalau bukan Syahira.
Syahril memberikan minumannya dengan berharap minuman itu bisa sedikit memerikan ketenangan setelah Syahira bermimpi buruk. Wanita itu terlihat sangat lemah dan sedih, sangat berbeda dengan terakhir kali ia melihatnya. Ya, meskipun sipat ketus nya kepada Syahril masih tetap sama. Entah kenapa hal itu membuat Syahril merasa kasihan dan timbul sedikit rasa diujung hatinya yang tidak dapat ia deskripsikan.
Syahril kembali memakai headsetnya, membiarkan Syahira yang larut dalam lamunannya sambil mengamati jalanan.
Syahril menggeleng pelan sambil tersenyum kecil melihat Syahira yang sudah kembali terlarut dalam mimpinya, padahal baru sebentar ia mengalihkan pandangannya.
" Dasar cewek aneh. " gumamnya dalam hati tanpa sadar ia kembali tersenyum.
" Ternyata nih cewek bodoh cantik juga ya. " Lanjutnya sambil memperhatikan Syahira yang tengah tertidur.
" Astagfirullahalazim, sadar Syahril sadar! udah gila loh ya!! "
Syahril mengusap wajahnya dengan kasar, bisa - bisanya ia malah mengamati Syahira yang tengah tertidur bahkan sampai mengatainya cantik, itukan dosa.
" Dosa Syahril, inget dosa!! " teriaknya dalam hati sambil terus menepuk - nepuk wajahnya agar sadar.
Syahril mengalihkan pandangannya, ia memejamkan matanya sedangkan hatinya berkomat - kamit mengikuti alunan solawat yang ia dengar di handphone nya untuk mengalihakan pikirannya. Syahira benar - benar selalu membuatnya menjadi tidak fokus.
Pikiran Syahril kini sudah kembali tenang, ia terlarut dalam merdunya solawat yang ia dengar. Tiba - tiba bus yang Syahril tumpangi berhenti di sebuah res area, kenek bus memberi tahu bahwa bus akan istirahat dulu sekalian mengisi bensin dan penumpang diperbolehkan untuk turun terlebih dahulu.
Syahril melirik jam yang melingkar ditangan nya, jam sudah menunjukkan waktu tengah hari. Syahril berdiri dan keluar dari bus meningalkan Syahira yang masih tertidur lelap. Sebenarnya Syahril sempat berniat membangunkan Syahira tapi ia serba salah, dirinya merasa tidak enak takut nanti si empunya malah salah paham lagi.
Syahril memakai sendalnya lalu berjalan meninggalkan masjid setelah tadi ia telah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
__ADS_1
" Meong...meong "
Syahril terkesiap, langkahnya tiba - tiba terhenti. Keringat dingin mulai bercucuran di dahinya kala melihat seekor monster kecil atau lebih tepatnya seekor kucing manis nan menggemaskan namun dimatanya itu terlihat seperti seekor monster yang menakutkan karena dia takut kucing.
Sebenarnya dulu sekali saat dia masih kecil Syahril sempat menyukai kucing bahkan saking sukanya mamahnya sampai mengadopsi seekor kucing untuknya. Namun entah kenapa suatu hari kucing peliharaannya yang awalnya lembut dan manis tiba - tiba berubah menjadi sangat sensitif dan berakhir menggigit tangan kecil Syahril yang waktu itu masih berumur 4 tahun sampai berdarah. Sejak saat itu Syahril menjadi tidak menyukai kucing dan takut saat melihatnya.
Syahril berjalan berusaha untuk menghindari kucing itu namun si kucing dengan santainya malah mengikuti langkah Syahril. Hal itu terus berulang sampai Syahril tidak tahu lagi harus berbuat apa.
" Nih monster kecil ngapain sih malah ngikutin gue, udah tahu gue takut sama dia. " batin Syahril menjerit ketakutan.
" Hus...hus...pergi gak lo. " Syahril mengibas - ngibaskan tangannya mengusir kucing itu tapi bukannya pergi kucing itu malah ikut mengibas - ngibaskan ekornya juga.
Mungkin kucing itu berpikir kalau Syahril sedang mengajaknya bermain kali yak😂😂
" Aduh nih kucing kenapa gak pergi - pergi sih. " gumamnya pelan sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal untuk mencari jalan keluar.
" Meong..meong.."
Kucing itu kembali bersuara sambil berjalan mendekat, Syahril terkesiap dan refleks mundur beberapa langkah sampai ia menyandung sesuatu lalu kemudian terjatuh.
" Aduh..." ringisnya ketika terjatuh. Ia melihat benda yang baru saja membuatnya tersandung dan tiba - tiba sebuah ide muncul diotaknya.
" Berhenti!! Kalau enggak gue lempar loh. " ancam Syahril kepada kucing itu sambil mengacung - acungkan sendal yang tadi ia ambil saat tersandung.
" Dasar kucing gak tahu diri! " ucap Syahril. Kini ia sudah bersiap - siap kembali untuk melempar sebelah sendal yang tersisa.
Namun baru saja Syahril akan melempar tiba - tiba ada sesuatu yang menabraknya dari belakang sampai membuatnya terjatuh dan sendal yang ia pegang pun terlepas begitu saja dari tangannya.
" Aduh..." ringisnya sambil memegangi pingangnya yang terasa sakit akibat tertimpa sesuatu secara tiba - tiba.
Syahril kemudian melihat siapa gerangan yang telah menabraknya sampai pinggang kekarnya ini terasa sakit.
" Dia!! " Syahril terkejut ketika melihat bahwa Syahira yang telah menubruknya. Pandangannya terfokus melihat Syahira yang berada di dadanya, dunianya terasa terhenti detik itu juga.
" Aduh... "
Syahril tersadar, ia meringis kala Syahira menekan perutnya saat hendak bangun.
" Dasar cewek bodoh gak bisa biasa aja apa kalau bangun. " gerutu Syahril dalam hati. Ia pun perlahan bangkit sambil mengelus perutnya kemudian membersihkan bajunya yang sedikit kotor sehabis jatuh barusan.
" Ih dasar cowok nyebelin, lihat gara - gara lo sendal gue jadi hanyut kan, gimana coba sekarang sandal gue jadi hilang. "
__ADS_1
Syahira berjalan cepat menghampiri Syahril yang masih sibuk membersihkan pakaiannya, ia berbicara dengan penuh emosi.
" Ya siapa suruh lo malah nubruk gue, jadikan kelempar kesana. "
Syahril menjawab dengan entengnya. Ya memang benar bukan salahnya kan, andai saja Syahira itu tidak menabraknya mungkin sendal itu tidak akan dengan sengaja terlempar dan jatuh ke arah sungai.
" Hello...lo gak salah balik nyalahi gue hah? kalau lo gak ngelemparin sendal gue ke kucing itu gue juga gak akan lari dan sampe gak sengaja nubruk lo kali. Lagian .......... " Ucap Syahira dengan memelankan kalimat terakhirnya.
" Apa lo bilang? " tanya Syahril karena tidak mendengar jelas kalimat terakhir Syahira.
" tidak, gue cuma bilang lo itu bodoh atau gimana sih mana ada ngusir kucing pake sendal. "
" Gue gak bodoh, tuh buktinya dia udah pergi. " ucap Syahiril sambil mengarahkan pandangannya kearah tempat kucing tadi berada.
" Dasar kucing kampret!! gak tahu diri banget sih tadi aja pas gue usir gak mau pergi lah sekarang malah tiba - tiba udah ngilang aja, dasar kucing rese!! " batin Syahril kesal melihat kucing itu sudah tidak ada ketika Syahril sudah menghilangkan sebelah sendal Syahira bukannya dari tadi aja tuh kucing ngilang.
Syahira melongo karena benar saja kucing tadi sudah tidak berada ditempatnya.
" Ah masa bodo, tapi yang jelas lo udah pake sendal gue dan sekarang juga udah hilang. Lagian kenapa sih lo harus pakai sendal gue dari banyaknya sendal disini. Lo tuh demdam atau gimana, perasaan gue gak lakuin apa-apa. " ucap Syahira tak terima karena sandalnya telah dilempar apalagi sekarang sandalnya jadi hilang kan.
" Gue gak dendam, cuman ya salah lo sendiri siapa suruh sandalnya ditaruh disitu. Mana gue tahu kalo itu sandal elo. " Jawabnya tanpa dosa.
" Lagian sendal lo gak ilang semua, nih masih ada. " lanjut Syahril sambil menyerahkan sebelah sandal yang tadi ia lemparkan kepada Syahira.
" Lo tuh bego ya, lo pikir gue ayamnya tok Dalang apa pake sendal sebelah. " ucap Syahira tak habis pikir dengan Syahril.
" Lah nih cewek ngapa jadi ngomongin tok dalang sih! "
" Pake aja sama lo, mau makan aja sekalian bodo amat. " Lanjutnya melemparkan sendal yang tadi diberikan kepadanya kearah Syahril.
Syahril melongo memegangi sebelah sendal Syahira sambil melihatnya berlalu pergi.
**To be continue**
Gimana nih ceritanya seru gak? ini ceritanya bab dari sudut pandang Syahril ya guys.
Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara like, share, vote, dan komen sebanyak - banyaknya ya biar author semangat.
yuk komen yuk biar setidaknya author tahu bahwa cerita author ini ada yang baca selain liat dari jumlah like doang soalnya gak semua yang baca cerita ini nge like kan😿😿 yuk like dan vote juga biar othornya bahagia😄😄
udah dulu ya cuap - cuapannya
__ADS_1
ketemu lagi dilain waktu, see you guys
bye bye👋😘