
...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...
Ayam jantan mulai berkokok. Semburat cahaya putih perlahan - lahan mulai muncul di upuk timur.
Suara seruan adzan menggema dimana - mana, mengajak semua orang yang tengah terlelap dalam tidurnya untuk bangun dan menunaikan kewajibannya.
Syahira terbangun sembari meregangkan kedua tangannya ke atas.
" Hoamm..."
Syahira menutup mulutnya yang terbuka saat menguap, lalu berdiri dan beranjak pergi ke kamar kecil mengambil air wudhu, sebelum kemudian melaksanakan solat subuh.
..........
Hari semakin siang, cahaya pajar telah berganti menjadi sinar mentari di pagi hari yang cerah ini.
Syahira tengah sibuk mondar mandir kesana kemari, merapihkan semu meja dan kursi yang ada. Tak lupa ia mengelapnya sampai mengkilat, tak ada satu pun debu yang berani kembali singgah diatasnya.
Sudah sejak subuh tadi, selepas solat dirinya langsung mandi dan berinisiatif untuk membersihkan rumah makan itu. Tidak enak kan kalau Syahira hanya diam saja tidak melakukan apa pun setelah ia telah ditolong kemarin dan diizinkan untuk tinggal disitu, jadi setidaknya dia harus melakukan sesuatu sebelum ia resmi bekerja nanti siang.
Syahira berjalan ke arah dapur untuk mengambil sapu, lalu kemudian mulai menyapu seluruh ruangan sampai bersih. Tak lupa, ia juga mengepelnya dan merapih kan beberapa buku menu yang sedikit berantakan.
" Assalamu´alaikum "
Ucap sebuah suara yang membuat Syahira menghentikan kegiatannya. Ia mengalihkan pandangannya kebelakang, terlihat Pak Saprudin diambang pintu. Sebelah tangan nya memegang gagang pintu yang terbuka, sedangkan sebelah tangan yang lain memegang sekantong kresek besar berisi belanjaan dan juga sebuah kresek kecil berwana hitam yang entah apa isinya. Sepertinya beliau baru saja sampai begitulah pikir Syahira.
" Wa´alaikumsalam. " sahut Syahira menjawab salam.
" Wah.....semua ini kamu yang bersihin, Syah? " tanya Pak Saprudin kepada Syahira, ia sangat terkejut melihat rumah makannya yang bersih mengkilap, meja dan kursi pun sudah tertata rapih juga.
Pak Saprudin - Pak Saprudin, pake nanya lagi. Ya, sudah jelaslah pasti Syahira yang bersihin, ditempat itu kan gak ada orang lain lagi selain Syahira. Selain itu, apa gak liat ya kalau Syahira sedang memegang empelan saat ini, jadi ya sudah jelaskan ck..ck..ck..😁
" Iya, pak. Habisnya saya bingung mau ngapain tadi, jadi dari pada diem atau malah tiduran yang akhirnya malah bikin pusing, ya mending saya beres - beres aja. " jawab Syahira memberi alasan.
" Owalah...ada - ada aja kamu, padahal gak apa - apa istirahat aja. " katanya pada Syahira.
" Tapi kalau gini bagus juga sih. Saya jadi tidak perlu beuberes lagi, tinggal buka warungnya aja, udah deh selesai. " lanjutnya tersenyum lebar, ia merasa senang karena setidaknya pekerjaannya berkurang sedikit.
" Oh ya, kamu belum sarapan kan? pasti laper. Ini, tadi saya beli nasi bungkus dijalan. Kamu makan ya, biar ada tenaga pas kerja nanti. "
Pak Saprudin menyerahkan sebuah kresek kecil hitam yang ia pegang kepada Syahira. Dan Syahira yang disodori pun menerimanya.
" Ini, beneran buat saya pak? " tanya nya memastikan.
" Ya, iya atuh Syahira. Buat siapa lagi coba, saya mah da udah kenyang, udah makan tadi dirumah. " kata Pak Saprudin dengan memakai logat sundanya.
" Wah...kalau gitu terima kasih banyak ya, Pak Udin. Saya pasti memakannya sampai habis. "
" Iya, sama - sama. "
__ADS_1
" ASSALAMU´ALAIKUM EVERYBODYHHH!!! "
Sebuah suara menggelegar terdengar dari ambang pintu, membuat kedua orang yang tengah berbincang itu mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
" Ya ampun Laras...bisa gak sih kalau ngucap salam tuh biasa aja gak usah teriak - teriak gitu. Orang tuh gak budeg tahu gak. " ucap Pak Saprudin kepada seorang wanita yang baru tiba itu, ia memanggilnya dengan sebutan Laras.
" Hehehe....ya maaf, pak. " jawab gadis itu sambil nyengir kuda.
" Lagian kan bapak sendiri yang bilang kalau kerja tuh harus semangat, ini saya lagi praktekin langsung pak. Mengawalinya dengan mengucap salam penuh semangat. Gimana pak? Bagus kan? " lanjutnya sambil menaik turunkan alisnya.
" Iya sih, tapi gak gitu juga kali, Ras. Bisa budeg lama - lama kuping saya kalau kamu ngomongnya teriak - teriak gitu. "
" Tapi kan pak, kalau gak gitu kan kurang apdolll. Kesannya jadi gak bersemangat gitu, enakan teriak gitu pak. ASSALAMU´ALAIKUM EVERIBODY! ASSALAMU´ALAIKUM!!!!!. " tuturnya menjelaskan, tak lupa diakhiri teriakan membahana seperti saat ia baru tiba tadi.
" Udah, udah cukup!! Kamu bener - bener mau bikin saya budeg, ya!. " ucap Pak Udin menghentikan laras yang berteriak, kedua tangannya ia gunakan untuk menutup telinga.
" Ah, iya pak saya minta maaf. " kata gadis itu menundukkan kepalanya, merasa bersalah.
" Saya minta maaf ya, Syah. Kelakuannya emang agak absurd gitu. "
Gadis yang sejak tadi menundukkan kepalanya itu tiba - tiba merasa aneh.
" Syah?? nama aku kan Laras, kenapa jadi dipanggil Syah?? " batinnya bertanya - tanya.
" Tidak apa - apa, pak. Saya bisa mengerti kok. "
" Baguslah kalau begitu. "
" Eh..eh...eh...ada siapa ini? wah kamu cantik banget. " ucap laras tiba - tiba setelah mengangkat kepalanya dan baru menyadari keberadaan Syahira.
Syahira yang mendengar itu pun hanya menangapi dengan senyuman.
" Wah....bapak hebat. Hayoh...bapak nyulik dimana sampai bisa ketemu gadis cantik kayak dia? " tanya gadis itu.
Syahira yang mendengar kata culik tiba - tiba menjadi sedikit takut. Pikirannya kembali berkecamuk, sebuah pertanyaan kembali muncul dibenaknya.
" Apa benar Pak Udin ini orang baik? atau malah bukan? "
Entahlah, Syahira berusaha menghilangkan pikiran - pikiran negatif yang terus bermunculan di otaknya.
` Bletak!!! ´
Sebuah suara sentilan keras menyadarkan Syahira. Ia pun melihat ke sumber suara, terlihat laras tengah mengusap - usap keningnya yang sedikit merah.
" Kamu ya Ras, gak sopan banget kalau ngomong. Kamu pikir saya orang yang seperti itu apa? kalau emang bener, dari dulu saya udah jual kamu kali. " ucap Pak Udin pada Laras.
" Kamu tuh kalau ngomong yang bener. Kalau seandainya ada orang yang denger terus salah paham, gimana? mau kamu gantiin saya buat masuk penjara? enggak, kan? " lanjutnya mengomeli.
" Iya pak, maaf. Gak usah marah atuh, saya kan cuma bercanda aja barusan. " Laras meminta maaf, ia benar - benar hanya bercanda saja barusan, tak disangka bosnya itu malah mengomelinya.
__ADS_1
" Bercanda sih bercanda Ras, tapi bercanda kamu tuh malah bikin orang jadi takut tahu gak. " ucap Pak Udin seakan tahu kalau Syahira tadi merasa sedikit takut.
" Ehh...enggak kok pak, saya gak berpikir begitu. " ucap Syahira menyela saat mendengar perkataan Pak Udin yang seperti membicarakan dirinya.
" Iya - iya, maaf sekali lagi. Abisnya tiba - tiba ada cewe cantik disini, kan aku jadi kaget. Aku pikir... "
" Apa?!! kamu pikir apa, hah?! " tanya Udin kepada Laras, ia sudah kembali bersiap untuk mengomeli.
" Ah...engak pak enggak. Saya gak mikir apa - apa kok. " jawab laras ketakutan melihat bos nya itu sudah kembali memelototinya.
" Huh...dasar. Nih ya Laras saya kenalin, dia itu namanya Syahira, pegawai baru di rumah makan saya sekaligus yang jagain tempat ini juga kalau malam. "
" Nah Syahira, gadis gak jelas ini namanya Laras. Dia akan jadi partner kerja kamu nanti. Hati - hati ya, jangan sampai ketularan gak waras kayak dia. " lanjut Pak Saprudin memperkenalkan Laras dengan ogah - ogahan.
" Apaan sih, Pak. Jahat banget sih, itu mau ngenalin atau ngehina saya sih sebenernya. " ucap Laras sebal. Bukannya ngenalin baik - baik, bosnya itu malah menghinanya bahkan mengatainya tidak waras segala lagi.
" Iya maaf - maaf, ya sudah kalau gitu kalian kenalan aja sendiri. Gak usah saya yang kenalin, gitu aja kok ribet. " titah Pak udin pada akhirnya.
" Saya mau kedapur dulu, mau beresin belanjaan. Silahkan kalian saling kenalan aja, kalian udah gede ini jadi gak perlu saya yang wakilkan lagi. Oh ya Syahira, jangan lupa sarapannya dimakan ya. " Lanjutnya kemudian berjalan menuju dapur.
" Lah! lagian siapa yang nyuruh minta dikenalin? kan dia sendiri yang mau, aduh... dasar! punya bos kok aneh banget sih. " ucap Laras saat bosnya itu mengatai ribet memperkenalkan dia dengan Syahira, padahal kan dia tidak pernah menyuruh sama sekali.
" Oh ya, nama aku Laras Ayu Ningtias. Kamu bisa manggil aku Laras. " ucap Laras memperkenalkan diri, tak lupa ia menyodorkan tanganya pertanda perkenalan.
Syahira tersenyum lembut. " Aku Syahira, senang berkenalan dengan mu. " jawabnya lalu kemudian membalas menjabat tangan Laras.
" Udah?! cuma segitu doang? " tanya Laras heran karena Syahira hanya menyebutkan satu kata, tidak seperti dirinya yang menyebutkan namanya secara lengkap.
" Tentu aja enggak, cuma biar singkat aja. "
" Oh.... " Laras mengangguk - anggukan kepala mendegar jawaban Syahira.
" Kamu lagi ngepel ya? Sini gantian, biar aku yang lanjutin. " lanjutnya hendak mengambil pel-an yang dipegang Syahira.
" Enggak usah Ras, biar aku aja tanggung loh ini bentar lagi juga kelar. " tolak Syahira lembut.
" Gak apa - apa Syah, sini biar aku aja. Mending kamu makan aja gih, kamu belum sarapan kan. Tenang aja, urusan mengepel biar aku yang lanjutin. " ucap laras sembari merebut pel-an yang ada di tangan Syahira.
" Tapi.... "
" Udah, sana kamu makan aja yang tenang. "
Laras mendorong pelan punggung Syahira, menyuruhnya untuk duduk dimeja. Syahira yang didorong pun mau tak mau menurut, ia pasrah dan akhirnya duduk dimeja tak jauh dari sana.
Ia pun membukan kantong kresek yang tadi ia dapatkan dari Pak Udin. Syahira mengeluarkan isinya satu persatu dan membukanya lalu kemudian mulai menyantapnya, tak lupa diawali dengan membaca basmallah dan doa sebelum makan.
**To be continue**
Jangan lupa untuk terus dukung karya ini dengan cara like, share, vote dan komen sebanyak - banyaknya. Dan jangan lupa masukin ke daftar favorite ya biar kalian dapet notif kalau cerita ini up.
__ADS_1
see you next chapter guys
Dadah, bye bye👋👋😘