SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 22


__ADS_3

'Happy Reading guys'


...**************...


" Syahira ayo sarapan!!! " teriak Pras yang berada di ruang makan.


" Iya mas sebentar..." jawab syahira yang masih berkutat didepan cermin, merapikan seragam yang dikenakannya supaya terlihat enak ketika dipandang. Hari ini adalah hari terakhirnya menggunakan seragam sekolah karena besok akan diadakan acara perpisahan atau kelulusan, jadi otomatis yang dipakai bukanlah baju sekolah melaikan baju kebaya atau yang sering kita sebut pakaian resmi.


" Pagi mas " ucap syahira yang telah tiba di ruang makan.


" Pagi dek, ayo cepet duduk. " titah Pras yang langsung dipatuhi oleh syahira.


" Kamu ini ya dek mentang - mentang besok udah mau kelulusan disengajain bangun siang. Gak boleh gitu dek, gak baik nanti jadi kebiasaan gimana. "


" Hehehe....iya mas maaf. Habisnya kalau berangkat pagi - pagi juga disekolah belum ada orang. Terus syahira harus ngapain kalau sendirian gitu. " kata Syahira jujur mengingat bahwa sekarang sudah tidak ada lagi jadwal belajar mengajar disekolah jadi otomatis semua murid pasti pada berangkat siang.


" Ya kamu kan bisa pergi ke perpus atau ajak Nada supaya berangkat bareng kamu. " usul Pras memberi solusi.


" Mas ini kayak yang gak tahu aja Nada kayak gimana, setiap pagi diakan suka bantu - bantu ibunya dulu ditoko gimana mau berangkat pagi. Apalagi sekarang yang gak ada jadwalnya untuk belajar, otomatis dia juga pasti berangkat siang. "


" Iya iya mas lupa, ya sudah kalau gitu ayo cepet makan sarapannya makin siang nih gara - gara kamu ngoceh mulu. "


" Kok jadi Ara yang disalahin, kan mas yang duluan. " ujar syahira tak terima dengan ucapan kakaknya.


" Iya deh iya mas yang salah, udah ah jangan ngobrol mulu cepet makan. " titah Pras sambil menyodorkan sepiring nasi goreng kehadapan syahira.


" Mas syahira mau izin Pulang telat soalnya mau cari baju buat acara besok. " ucap syahira ditengah kegiatan makannya.


" Oh iya..sama ini...nih mas" lanjutnya sambil menyodorkan sebuah amplop putih kepada Pras.


" Apa ini Ra? " tanya Pras heran dengan tiba-tiba adiknya itu menyerahkan amplop berwarna cokelat.


" Itu uang untuk biaya bulanan kita mas. " ucap Syahira menjawab rasa keheranan Pras.


" Ya ampun dek gak usah, lebih baik uang ini kamu simpen ya untuk biaya kuliah kamu atau kamu gunain buat keperluan yang lain. Oh iya kamu mau beli bajukan? Nah kamu gunain aja uang ini. " tolak Pras sambil memberikan amplop itu kepada syahira.


" Mas, gak apa-apa. Mas gak perlu khawatir syahira masih punya tabungan kok. " ujar syahira yang kembali menyerahkan amplop tadi.


" Tapi dek..."

__ADS_1


" Mas " syahira menggelengkan kepalanya, menolak ketika Pras akan menyerahkan kembali uang yang diberikannya.


" Kalau gitu mas terima, tapi bener nih kamu masih punya tabungan. " tanya Pras memastikan.


" Iya mas. " jawab syahira sambil tersenyum. " Ya sudah mas, syahira mau berangkat sekolah dulu ya." pamitnya.


" Ehh dek kok gitu, itu sarapannya aja belum habis. "


" maaf mas tapi udah siang nanti ara terlambat, assalamu'alaikum " pamit syahira dan langsung berlari keluar.


Pras yang melihatnya hanya geleng - geleng kepala. " wa'alaikumussalam "


Syahira berhenti berlari, ia mulai berjalan menyusuri jalanan komplek sekitar perumahannya sambil menikmati sejuknya angin pagi ini.


sesekali ia melirik kesana kemari berharap angkutan umum bisa datang dengan segera. Syahira duduk dibangku yang ada di gang komplek untuk menungggu, lima menit berselang akhirnya sebuah angkot berhenti dihadapannya. Cepat-cepat ia naik karena takut telat sampai disekolah.


......................


" Depan berhenti ya mang " ucap syahira kepada supir angkot yang ditaikinya.


" Siap neng. " jawab sang supir.


" sudah nyampe neng. " kata sang sopir ramah.


Syahira turun dari angkot kemudian menyerahkan beberapa lembar uang kepada sang sopir." Iya mang, ini ongkosnya terima kasih. "


" Sama-sama neng. " ucap sopir angkot yang dibalas senyuman lembut oleh Syahira.


Syahira perlahan berjalan memasuki sekolah, dihirupnya perlahan udara yang ada di sekelilingnya dan dihembuskan perlahan. Kenangan selama 3 tahun yang ia lalui selama ini terlintas dipikirannya, baik cerita sedih, senang, ataupun lucu. Setiap sudut sekolah menjadi bagian dari cerita hidupnya, apalagi lapangan tempat ia berdiri sekarang. Lapangan ini merupakan tempat pertama ia bertemu dengan Fadil, orang yang menjadi cinta pertamanya. Tak terasa tiga tahun kini sudah berlalu dan itu semua hanya tinggal kenangan belaka. Meski begitu Syahira tetap bersyukur setidaknya selama masa putih abu-abu ia pernah merasakan sebuah rasa cinta seperti yang orang-orang katakan yah meskipun perjalanan cintanya tak seindah seperti cerita-cerita orang kebanyakan.


Asik dengan lamunannya, Syahira sampai tidak menyadari bahwa sejak tadi Nada sudah berada disampingnya, mengamati apa yang dilakukan syahira sedari awal.


" Ngelamunin apa sih? " ucap Nada tiba-tiba membuat syahira repleks menengok.


" Nada, sejak kapan kamu disitu? " tanya Syahira yang tidak mengetahui sejak kapan sahabatnya itu sudah berada didekatnya.


" Sejak Firaun ngojek " jawab Nada asal.


" Ihh yang bener dong Nad, lagian sejak kapan Firaun ngojek, emangnya pas zaman itu udah ada sepeda motor. Kamu ini ngawur. "

__ADS_1


" Ya habisnya kamu bengong mulu sih, ngelamunin apaan hayoh...jangan bilang lagi ngelamunin kak Fadil. Hayoh ngaku Ra? " desak Nada.


" Apaan sih Nad, siapa juga yang mikirin kak Fadil. Dia itu calon tunangan orang buat apa masih dipikirin. " elak Syahira yang sebenarnya tadi ia sempat memikirkan Fadil sebentar.


" Ya kirain gitu. " goda Nada sambil menaik turunkan alisnya.


" Lagian ya Ra calon tunangan itu belum berarti calon istri apalagi sah menjadi seorang istri. so, sebelum janur kuning melengkung si masmu itu masih bisa ditikung. "


" Apaan sih Nad, emangnya aku pembalap tukang tikung. Lagian udah ada pawangnya ngapain coba aku ngejar-ngejar bikin cape aja. "


" Tapi aku lebih suka liat kak Fadil itu sama kamu Ra daripada sama si ketek kecowa itu. " ucap Nada sedikit menekan kata 'ketek kecowa'.


Syahira yang mendengarnya dibuat keheranan, ada-ada saja sahabatnya ini membuat panggilan.


" Bella Nad, Bella bukan ketek kecowa. kamu ini gimana sih. "


" Iyalah serah deh mau Bella ke, mau bello kek, mau ketek kecowa sekalipun aku gak peduli. Intinya kamu yang lebih cocok Ra daripada dia. Aku gak suka deh sama dia, gedek aku liatnya. " cerocos Nada.


" Ya ampun Nad, kamu gak boleh gitu. Dia kan sahabat kita juga. "


" Iya Sahabat yang makan sahabatnya sendiri. Aku heran deh kok bisa ya kak Fadil mau sama orang kayak gitu "


" Udah ah jangan ngomongin kak Fadil mulu nanti calon tunangannya denger malah marah lagi, mendingan kita ke aula aja yuk siapa tahu udah pada banyak yang berangkat. " ajak syahira.


" Benar juga, ya udah yuk kita kesana biar gladi bersihnya cepet dimulai dan cepet selesai juga supaya kita bisa buru-buru pergi ke Mall. " ucap Nada bersemangat, lalu menggandeng syahira menuju aula.


++Bersambung+++


Hai hai Author comeback nih....ada yang rindu dengan author yang super duper cwantik ini?😚<<<<Hayoh ada yang udah nunggu-nunggu cerita ini update gak nih? hayoh ngaku, mana tunjukan acungan jarinya☝️😁semoga kalian menikmati ceritanya ya dan jangan lupa dukung karya ini terus dengan cara like, vote, share, coment, dan tambah ke daptar favorite ya... kalau enggak author bakalan ngambek dan gak akan up-up episodnya😤 🤣🤣enggak-enggak author bercanda kok tapi kalau mau dianggap serius juga boleh🤭🤣🤣makanya yuk dukung author biar authornya semangat terus buat nulis dan memberikan yang terbaik untuk readers semua.untuk kalian yang selalu dukung author thank you so much ya, dan buat yang belum dukung yuk cepetan dukung author tunggu ya..bye see you next chapterlove you all😘🤗


Hayoh ada yang udah nunggu-nunggu cerita ini update gak nih? hayoh ngaku, mana tunjukan acungan jarinya☝️😁


semoga kalian menikmati ceritanya ya dan jangan lupa dukung karya ini terus dengan cara like, vote, share, coment, dan tambah ke daptar favorite ya... kalau enggak author bakalan ngambek dan gak akan up-up episodnya😤 🤣🤣enggak-enggak author bercanda kok tapi kalau mau dianggap serius juga boleh🤭🤣🤣makanya yuk dukung author biar authornya semangat terus buat nulis dan memberikan yang terbaik untuk readers semua.


untuk kalian yang selalu dukung author thank you so much ya, dan buat yang belum dukung yuk cepetan dukung author tunggu ya..


bye see you next chapter


love you all😘🤗

__ADS_1


__ADS_2