SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 41


__ADS_3

...` Keripik kaca keripik singkong...


...sebelum baca like dulu dong´...


...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...


"BRUKK"


" Aduhh... "


" Ada apa dek? Adek gak kenapa-kenapa kan? " tanya seorang ibu-ibu beruntun. ibu itu refleks menghampiri karena mendengar suara Syahira saat terjatuh.


" Hah? oh gak kenapa-kenapa bu, saya baik-baik saja. " jawab Syahira untuk menutupi rasa malunya.


Bagaimana tidak malu coba, bisa-bisa nya iya tertidur didalam bus dan saking pulasnya ia sampai terjatuh dan menghantuk kursi bus disampingnya. Untung didalam bus tidak ada siapa-siapa hanya ada dirinya dan si ibu yang ada dihadapannya.


Ehhh... tunggu..sebentar, sebentar. Ngomong-ngomong gak ada orang Syahira tiba-tiba tersadar.


"Kok busnya sepi? Kemana perginya semua orang. " batin Syahira berbicara sambil melihat sekeliling.


" Nyari pacarnya ya dek? " tanya si ibu ketika melihat Syahira celingak-celinguk kesana kemari.


" Hah, PACAR " Syahira terkejut mendengar pertanyaan yang diajukan ibu-ibu itu.


Nyari Pacar katanya, boro-boro nyari pacar orang pacarnya aja kagak punya. Jangan jauh-jauh pacar deh, bahkan laki-laki yang ia sukai saja saat ini tidak ada. Fadil?? Fadil, dia hanya sebuah masa lalu jadi bagaimana mungkin dia "mencari pacar" seperti yang ibu tadi katakan.


" Iya dek, adek lagi nyari pacarnya kan? Itu loh mas yang tadi duduk disebelah adek. " Kata si ibu itu menjelaskan karena melihat Syahira yang sepertinya tidak mengerti dengan apa yang ia tanyakan.


" Hah? Dia bukan pacar saya bu, lagian saya tidak sedang mencari dia. " sangkal Syahira ketika ibu-ibu itu membicarakan Syahril. Bisa-bisanya ibu itu salah paham dan mengira Syahira tengah mencari Syahril. Jangankan mencari bahkan dia saja baru menyadari Syahril tidak ada ketika si ibu itu bertanya, lagi pula untuk apa dia mencarinya toh laki-laki itu bukanlah pacarnya.


" Aduh dek gak apa-apa kok, gak usah malu sama ibu. Ibu juga dulu pernah muda jadi tahu yang adek rasakan saat ini. " Ucap si ibu yang masih berlanjut dengan kesalah pahamannya.


" Tapi bu dia memang bu..."


" Iya iya dek, ibu paham. Ibu gak akan bahas itu lagi hihi..." Kata ibu itu mengira bahwa Syahira tengah malu karena hubungannya diketahui orang.


" Aduh liat adek kayak gini jadi ngingetin ibu pas muda dulu deh....jadi pengen muda lagi nih ibu jadinya. " lanjutnya terkesan curhat.


Syahira yang terus-terusan disalah pahami pun memilih mengangguk sambil tersenyum canggung.


" Oh iya bu, ngomong-ngomong kok busnya berhenti apa kita sudah sampai ditempat tujuan? " Syahira mengalihkan pembicaraan.


" Oooalah enggak dek, busnya cuman lagi ngisi bensin sekalian istirahat dulu. Semua orang juga pada keluar termasuk pacar adek. "


" Gitu ya bu, ya sudah kalau gitu saya juga permisi mau keluar dulu. " pamit Syahira menghindari si ibu, takut-takut ia ditanyai macam-macam lagi.


" Oh iya dek, silahkan. " ucapnya mempersilahkan.


" Hemm pasti mau nyusul pacarnya, duh anak-anak muda jaman sekarang hihi... " gumam si ibu ketika Syahira sudah berlalu pergi menjauhinya.


................


​" CANGCIMEN! CANGCIMEN! kaCANG, koaCI, perMEN ! " terdengar teriakan para penjaja makanan keliling disana sini ketika Syahira baru saja keluar dari dalam bus.


" Cangcimennya kak? " tawar salah seorang penjaja makanan yang menghampiri Syahira.


Celana panjang, baju kaos lengan pendek, rambut sedikit berantakan, berkeringat, namun ekspresi ramah, sopan serta senyuman tergambar diwajahnya. Dengan penuh semangat bocah yang tingginya kurang lebih sepinggang Syahira itu menawarkan dagangnya, sepertinya ia masih sekolah. Sungguh anak yang hebat disela-sela perannya sebagai pelajar ia masih bersedia membantu orang tuanya untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah disaat anak-anak seusianya yang lain sibuk bermain diluar, begitulah pikir Syahira. Hal itu terlihat karena anak itu bukan hanya menggendong barang dagangan dilehernya namun ia juga menggendong sebuah tas dipunggungnya.


" Kalau gitu kakak mau beli air mineralnya satu, bolehkan. " ucap Syahira, kebetulan ia baru bangun tidur dan tenggorokannya sedikit kering jadi ia butuh air minum untuk mengatasinya.


" Boleh dong kak, ini " bocah itu memberikan sebotol air mineral kepada Syahira.


" Berapa? "

__ADS_1


" Lima ribu aja kak. " Jawabnya


" Ini " Syahira menyodorkan uang lembaran lima puluh ribu.


" Aduh kak uangnya gak ada yang kecil kak? soalnya aku baru jualan jadi belum ada kembalian. "


" Gak ada dek. " jawab Syahira setelah ia mengecek kembali isi tasnya.


" Kalau gitu kembaliannya buat adek aja. "


" Hah? tapi ini kebanyakan kak, aku gak bisa nerimanya. " kata anak laki-laki itu tak enak hati.


" Gak apa-apa dek, kakak ikhlas kok. "


" Tapi kak..."


" Udah ambil aja, kalau ada rezeki itu gak boleh ditolak. Lumayan kan buat tambah-tambah uang jajan kamu. "


" Ya udah kak, aku terima. Terima kasih ya kak mudah-mudahan allah melipat gandakan rezeki kakak. " ucap bocah itu dengan wajah sumeringah.


" Iya sama-sama. " jawab Syahira juga ikut tersenyum.


" Oh iya dek, disini ada mushola atau mesjid gak? " lanjut Syahira bertanya setelah melihat jam di hpnya menunjukkan pukul 12:03 yang artinya sudah masuk waktu untuk solat dzuhur.


" Ada kak, itu disebelah sana. " Bocah laki-laki itu menunjuk ke arah ujung tepat kejalan kecil yang disampingnya ada penjual es degan.


" Masuk jalan kecil itu? " tanya Syahira memastikan.


" Iya kak, masjidnya tidak jauh dari warung itu. Tuh liat kubahnya aja keliatan. " jawabnya sambil mengarahkan kembali telunjuknya. Dan benarlah apa yang dikatakannya, Syahira juga melihat itu.


" Oke, kalau gitu kakak pergi dulu ya, terima kasih. "


" Iya kak sama-sama, saya juga sekali lagi terima kasih. " ucap bocah itu kepada Syahira.


...................


Semilir angin menari-nari diudara, daun dan ranting ikut berdendang ria pula. Gemericik tetesan air menyeruak menenangkan hati, membuat siapa saja yang melihatnya merasa mengharu biru.


Syahira kini tengah berdiri menyender pada sebuah dinding disampingnya. Mengantri itulah yang tengah ia lakukan. Antrian yang lumayan cukup panjang kini sedang Syahira hadapi namun hal itu tak membuatnya jenuh atau pun kesal, ia malah tersenyum lebah melihatnya. Entah kenapa ia selalu bahagia ketika melihat orang-orang berbondong - bondong mengantri ditoilet masjid atau mushola karena itu tandanya mereka akan berbondong - bondong pula untuk solat begitulah pikirnya. Sungguh pemikiran yang aneh bukan? pasalnya belum tentu semua orang yang pergi ke toilet mesjid atau mushola itu untuk whudu ada kalanya mereka mengantri kesana hanya karena toilet umum yang lain sedang penuh, atau karena tempat itu adalah toilet terdekat dari tempat mereka berada. Apalagi saat ini bukanlah waktunya melaksanakan salat wajib.


Kurang lebih tiga puluh menit berlalu dimulai pada saat Syahira mengantri dan kini ia sudah selesai solat, sekarang dirinya tengah duduk diteras masjid.


" huppp....haaahhhh...."


Syahira menarik napasnya dalam - dalam, menghirup sebanyak-banyaknya udara segar yang selalu berkeliaran disetiap masjid ataupun mushola. Ya, aroma ketenangan, itu lah yang tengah ia nikmati saat ini. Syahira sangat menyukai masjid karena baginya masjid adalah tempat yang bisa membuatnya tenang selain danau, dan entah magic atau sihir disetiap masjid meskipun udara disekelilingnya panas dan gersang tapi saat masuk masjid maka akan terasa kesejukan dan ketenangannya, nah itulah alasan Syahira menyukai masjid.


" hihihi...lucu banget ya "


" Stttt pelan-pelan ngomongnya, nanti kedengeran lagi. "


" ohh iya iya hihi.. "


Suara bisik-bisik tetangga, asik bisik-bisik tetangga🙊😂.


Heh author bisa serius dikit gak sih👈 Syahira


Iya iya mangaf, ehh maaf maksudnya 👈othor terhakimi😿


Suara bisik-bisik dua sejoli kaum hawa mengusik Syahira, ia yang awalnya tengah menikmati sejuknya angin beralih melirik sekumpulan muda mudi tengah cekikikan sambil melihat kebawah masjid.


Merasa penasaran Syahira pun ikut menimbrung untuk sekedar mencari tahu apa gerangan yang membuat para muda-mudi itu tidak bisa menahan tawanya.


" Mffhhh hahaha...ups " giliran Syahira yang tidak bisa menahan tawanya. Pemandangan yang ada didepan matanya sunguh sangat lucu. Bagaimana tidak lucu coba, bayangkan saja jika kalian melihat seorang laki-laki, sekali lagi ya seorang LAKI-LAKI yang ketakutan saat melihat anak kucing yang padahal sangat lucu. Sungguh menggelikan bukan😂😂 apalagi orang itu adalah dia, cowok nyebelin sejagat raya menurut Syahira.

__ADS_1


" Haha badan aja keker tapi sama kucing aja takut, dasar payah. Sampai harus melemparnya dengan sendal ku. " batin Syahira saat melihat Syahril yang ketakutan dengan kucing.


" Eh..tunggu, tunggu...apa aku bilang tadi? Sendal ku? oh astagfirullah sendalku " teriak Syahira dalam hati saat baru menyadari ternyata sendal yang digunakan Syahril untuk melempar kucing adalah sendalnya.


Melihat Syahril yang hendak melemparkan sebelah sendalnya lagi, Syahira pergi menghampirinya. Dengan cepat ia berlari menuruni tangga masjid hingga pada tangga terakhir karena ceroboh ia pun tersandung dan menginjak gamisnya.


" Aaa....."


" Brukk.. "


" Hah kok gak sakit? " batin Syahira bertanya-tanya. Pasalnya ia sangat yakin bahwa tadi ia terjatuh.


Syahira membuka matanya perlahan, lalu kemudian ia menyadari bahwa ternyata ia terjatuh diatas tubuh Syahril.


" Auh..." ringis Syahril memegangi pinggangnya yang kesakitan karena tertimpa Syahira.


" Sendal ku " gumam Syahira pelan mencari keberadaan sendalnya, ia tidak mempedulikan ringisan Syahril.


" Kemana sendal ku " katanya lagi sedikit keras ketika tidak menemukan keberadaan sendalnya.


Syahira bangkit dari jatuhnya kemudian berlari kecil menjekati jurang yang dibawahnya terdapat aliran sungai kecil. Dan benar saja dugaan Syahira, sendalnya kini telah hanyut terbawa arus sungai.


" Sendal ku..."


" Ih dasar cowok nyebelin, lihat gara - gara lo sendal gue jadi hanyut kan, gimana coba sekarang sandal gue jadi hilang. " emosi Syahira pada Syahril.


" Ya siapa suruh lo malah nubruk gue, jadikan kelempar kesana. "


" Lah malah balik nyalahin. "


" Hello...lo gak salah balik nyalahi gue hah? kalau lo gak ngelemparin sendal gue ke kucing itu gue juga gak akan lari dan sampe gak sengaja nubruk lo kali. Lagian cowok kok takut kucing. " Ucap Syahira dengan memelankan kalimat terakhirnya.


" Apa lo bilang? " tanya Syahril karena tidak mendengar jelas kalimat terakhir Syahira.


" tidak, gue cuma bilang lo itu bodoh atau gimana sih mana ada ngusir kucing pake sendal. "


" Gue gak bodoh, tuh buktinya dia udah pergi. " ucap Syahiril sambil mengarahkan pandangannya kearah tempat kucing tadi berada.


" Kok bisa "


Syahira melongo karena benar saja kucing tadi sudah tidak berada ditempatnya.


" Ah masa bodo, tapi yang jelas lo udah pake sendal gue dan sekarang juga udah hilang. Lagian kenapa sih lo harus pakai sendal gue dari banyaknya sendal disini. Lo tuh demdam atau gimana, perasaan gue gak lakuin apa-apa. " ucap Syahira tak terima karena sandalnya telah dilempar apalagi sekarang sandalnya jadi hilang kan.


" Gue gak dendam, cuman ya salah lo sendiri siapa suruh sandalnya ditaruh disitu. Mana gue tahu kalo itu sandal elo. " Jawabnya tanpa dosa.


" APA!! Ni orang gila, bodoh atau gimana sih. " kata Syahira dalam hati. Bisa-bisa nya tuh cowo nyalahin Syahira perihal sendalnya ditaroh dimana.


" Lagian sendal lo gak ilang semua, nih masih ada. " lanjut Syahril sambil menyerahkan sebelah sandal yang tadi ia lemparkan kepada Syahira.


" Lo tuh bego ya, lo pikir gue ayamnya tok Dalang apa pake sendal sebelah. " ucap Syahira tak habis pikir dengan Syahril.


" Pake aja sama lo, mau makan aja sekalian bodo amat. " Lanjutnya melemparkan sendal yang tadi diberikan kepadanya kearah Syahril.


" Dasar cowok nyebelin " kata Syahira kesal sambil berlalu pergi meninggalkan Syahril.


**To be continue**


Jangan lupa untuk vote, like, share, dan komen ya



__ADS_1


__ADS_2