SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 52


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading Guys🌸🌸...


" Ayolah pak, apa tidak bisa dipertimbangkan lagi? saya bisa kok kerja apa aja, yang penting bapak terima saya dulu untuk kerja disini. " ucap Syahira memohon.


Syahira kini tengah berada di sebuah konter hp. Setelah tadi ia cukup beristirahat, ia pun memutuskan untuk merealisasikan apa yang terlintas dibenaknya tadi, yakni mencari pekerjaan.


Kebetulan Syahira melawati sebuah konter hp yang sedang membuka lowongan pekerjaan, ia pun mencoba masuk untuk melamar. Namun, ia ditolak mentah - mentah hanya karena tidak membawa berkas persyaratan.


" Maaf, dek. Saya tidak bisa menerima adeknya jika adek tidak membawa ijazah dan berkas yang lainnya. " ucap seorang bapak - bapak yang tadi menginterview nya.


" Ayolah pak, saya bisa kerja apa aja kok. Jadi tukang pel sama beres - beres juga bisa kok. Lagi pula saya tidak membawa berkas bukan karena saya tidak mau pak, tapi karena barang - barang saya hilang, semuanya dicuri termasuk ijazah dan surat penting lainnya. " ucap Syahira menjelaskan perihal dirinya yang tidak membawa berkas sama sekali.


" Tapi, saya masih punya ktp kok pak. Bapak mau lihat? bisa ya pak, pake ktp doang aja. " lanjutnya terus memohon.


" Maaf dek, saya tidak bisa. Lagi pula yang kami cari itu bukan tukang bersih - bersih, tapi sales counter. "


" Tapi pak..."


" Maaf ya, dek. Pak satpam! Ini...." ucap bapak itu tetap menolak Syahira. Ia pun pergi dan mengkode satpam untuk membawa Syahira keluar.


" Pak! ayolah pak..."


" Maaf neng, mari ikut saya keluar. " ucap satpam itu mengajak Syahira keluar.


" Tapi pak, saya belum selesai. Saya masih mau disini, siapa tahu nanti saya diterima. " Syahira kekeuh tidah ingin pergi.


" Ayolah neng, jangan bikin saya susah. Kalau eneng kayak gini terus, bukan hanya eneng yang gak dapet kerja, tapi pekerjaan saya juga bisa melayang. " ucap satpam itu memohon supaya Syahira mau keluar.


Melihat wajah satpam itu yang memelas membuat Syahira tak enak hati, akhirnya dengan berat hati ia pun bersedia untuk keluar dari toko hp itu.


..............


Seorang wanita tengah duduk di meja pojok sebuah rumah makan. Tangannya sibuk mengaduk - aduk minumannya tanpa berniat untuk meminumnya.


Seorang pelayan berjalan menghampiri wanita itu sembari membawa nampan yang berisi makanan.


Wanita itu tampak sibuk dengan pikirannya, bahkan ia tidak menyadari bahwa pelayan sudah memangil - mangilnya beberapa kali, memberi tahukan bahwa pesanannya telah tiba.


Pelayan itu merasa kesal, berkali - kali ia berbicara tapi tetap saja tidak mendapatkan jawaban. Ia pun pergi meninggalkan pelanggan yang mungkin menurutnya dia itu bisu dan tuli.


" Heuhh...aku harus gimana ya? kenapa sih susah banget cari kerja. " batin wanita itu, ia pun mendesah pelan.


" Apa aku nyerah aja ya? lagian aku juga udah kangen sama mas Pras. Tapi, uangku gak bakalan cukup untuk ongkos pulang, apalagi sekarang aku pake buat makan. " gumam wanita itu dalam hati, yang ternyata adalah Syahira.

__ADS_1


" Lagi pula.....ahh, enggak!!. Aku gak bisa pulang sekarang, aku masih bingung harus bersikap seperti apa nanti sama mas Pras. Pokoknya aku gak akan pulang sebelum aku benar - benar siap menerima semuanya. " batin Syahira yang lainnya. Ia ragu untuk pulang sebab guncangan yang diterima hatinya masih terasa, dan sulit baginya untuk menerima kenyataan itu.


" yah...pokoknya aku harus kuat, gak boleh menyerah. Aku yakin aku pasti bisa hidup mandiri, aku juga yakin sebentar lagi pasti aku juga bisa dapat kerjaan. " lanjutnya dalam hati.


" Yah, aku pasti bisa. Semangat!!! "


`BRUKKK´


" Awww sttt..."


Tiba - tiba Syahira berteriak, tangannya tanpa sadar melayang menggebrak meja sampai menimbulkan suara yang cukup keras. Para pengunjung melihat kearah Syahira, beberapa diantara mereka ada yang menatap iba dan tak sedikit pula yang berpikir bahwa dirinya itu gila. Bagaimana tidak, Syahira memang bak seperti orang gila, awalnya ia terlihat tampak murung bahkan tidak memiliki selera makan tapi tiba - tiba berteriak keras dengan penuh semangat.


" Aduh...sakit banget sih. Nih meja kenapa ada disini sih, bikin orang celaka aja. " dumelnya kepada meja yang tadi ia pukul.


Dasar Syahira padahal kan dia yang salah tapi malah meja yang jadi kambing hitamnya.


" Eh, kapan makanannya dateng? " ucapnya ketika menyadari bahwa makanan yang ia pesan sudah ada diatas meja.


Syahira mengambil piring itu, ia melahap makanannya dengan senyum dibibirnya. Kini semangatnya telah kembali pulih, ia sangat optimis bahwa dirinya pasti akan segera mendapatkan pekerjaan.


30 menit berlalu, piring dihadapan Syahira sudah bersih, semua makanan sudah ludes masuk kedalam perutnya.


Syahira beranjak pergi menuju kasir untuk membayar makanannya. Ia menyerahkan selembar uang terakhir yang ia punya. Sang kasir pun menerimanya dan memberikan uang kembalian kepada Syahira.


Setelah menerima uang kembalian, Syahira pun berjalan keluar. Namun, tiba - tiba langkahnya terhenti, ia kembali mundur beberapa langkah lalu kemudian menghadap ke sebelah kiri, tepat dimana matanya tadi melihat sesuatu yang akhirnya membuat langkahnya terhenti.


" Oh itu, iya dek, betul. " jawab mbak - mbak kasir itu kepada Syahira.


Mata Syahira tiba - tiba bersinar, sebuah cahaya seakan - akan menerangi dirinya. Secercah harapan muncul membuat Syahira tersenyum bahagia.


" Kalau saya ngelamar bisa gak ya, mbak? saya harus pergi kemana untuk melamar? "


Syahira bertanya tanpa jeda, mbak kasir itu hanya terkekeh kecil melihat tingkah Syahira.


" Iya boleh, kamu bisa menemui pak Gunawan selaku pemilik rumah makan ini. Beliau ada diruangannya, tapi...."


Belum selesai mbak kasir menjawab, Syahira sudah berlari pergi menuju ruangan yang ditunjuk mbak itu. Saking semangatnya ia bahkan lupa mengucapkan terima kasih, hingga terpaksa ia pun melakukannya dengan berteriak.


Syahira menghentikan langkahnya secara mendadak, hampir saja ia menabrak dua orang yang baru saja keluar dari ruangan.


" Eeehhh....maaf pak, mas. " ucap Syahira kepada kedua orang dihadapannya.


" Iya tidak apa - apa. Kamu, baik - baik aja kan? " tanya bapak itu kepada Syahira.

__ADS_1


" Saya baik - baik aja, pak. " Syahira menggangguk sambil tersenyum.


" Oh iya pak, saya pamit pulang dulu. " laki - laki yang terlihat lebih muda itu bersuara, ia pamit undur diri.


" Iya, silahkan. Sampai ketemu besok pagi. " Ucap bapak itu menjawab. Mereka berdua pun berjabatan tangan lalu laki - laki itu pun pergi.


" Oh iya, adek nya ini ada perlu apa ya keruangan saya? " tanya bapak itu kepada Syahira yang tiba - tiba berada didepan ruangannya.


" Ah! oh...itu pak, jadi gini. Tadi saya liat didepan sana ada tulisan kalau disini lagi membutuhkan karyawan. Nah, rencananya saya mau melamar, bisa kan, pak? " jawab Syahira mengutarakan niatnya.


" Oh itu...iya iya. Memang betul kalau saya sedang mencari orang untuk bekerja di rumah makan ini. Tapi maaf, saya tidak bisa menerima adeknya. "


" Kenapa pak? " tanya Syahira tak mengerti.


" Pak, saya bisa kerja apa aja kok. Yah, meskipun saya memang tidak memiliki pengalaman dalam hal ini tapi saya orangnya cepet belajar kok pak. Tinggal bapak ajarin aja saya harus melakukan apa, saya pasti cepat bisa. "


" Bukan masalah itu, dek. Tapi, saya sudah mendapatkan orangnya, itu tadi yang baru aja pergi. " ucap bapak itu sambil menunjuk laki - laki muda yang tadi pergi, kebetulan sosoknya masih terlihat.


" Jadi, saya gak diterima, pak? " tanya Syahira lagi.


" Iya dek, maaf. Adek datangnya terlambat, udah keduluan sama anak itu. "


" Apa gak ada lowongan lagi pak? untuk satu orang lagi aja, saya bisa kok kerja apa aja. " ucap Syahira memohon.


" Maaf, dek. Tapi kebetulan saya butuhnya cuman satu jadi gak bisa nerima adek lagi. Nanti deh, kalau saya butuh orang lagi saya akan hubungin adek. Saya bisa minta nomor teleponnya? "


Syahira mendadak murung, ia menggeleng saat dimintai nomor telepon.


" Wah, susah kalau kayak gitu. Ya sudah, kapan - kapan adeknya kesini lagi aja siapa tahu saat itu saya lagi butuh orang. " ucapnya yang tidak mendapat respon dari Syahira.


" Kalau gitu saya permisi. " bapak itu berucap kemudian masuk kedalam ruangannya, meningalkan Syahira yang masih mematung ditempatnya.


Kepala Syahira menunduk, dengan langkah gontai ia berjalan menjauh dari ruangan itu. Semangatnya meredup, cahaya yang tadi menerangi jalannya tiba - tiba lenyap begitu saja.


" Eh, dek. Gimana, diterima gak? "


Mbak kasir itu bertanya ketika melihat Syahira berjalan melewati tempatnya. Namun, bukannya menjawab Syahira malah terus menunduk dan berjalan keluar rumah makan itu, seakan - akan ia tidak pernah mendengar ada yang bertanya.


**To be continue**


Gimana seru gak nih part ini? jangan lupa komen ya👌


Author tunggu like dari reader semua, jangan lupa juga untuk vote dan share sebanyak - banyaknya. Terus follow akun author yuk @cumicookie.

__ADS_1


See you next chapther


bye bye👋😘


__ADS_2