SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 40


__ADS_3

...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...


" ini es batunya mbak. "


" Oh iya terima kasih, pak. " Ucap Reena mengambil sekantong paket es batu yang disodorkan kepadanya.


" Sorry ya, gara-gara gue muka lo jadi merah gini. " Reena meletakan kantong es batu itu dipipi Pras agar mengurangi sedikit ruam diwajahnya dan juga supaya tidak terjadi pembengkakan akibat tamparan yang ia berikan.


" Biar gue sendiri aja. " ujar Pras mengambil alih kantong es dari tangan Reena.


" Oke "


Reena membiarkan Pras mengompres pipinya sendiri.


" Udah? " tanya Reena saat Pras telah meletakan kantong es batu itu diatas meja.


" Baru aja bentaran kok udah aja sih, kompres lagi biar nanti gak bengkak. Tuh liat ruamnya aja masih keliatan. " lanjutnya memerintah.


" Pras, hei Pras kok diem aja sih. Ya udah sini aku kompresin. " Reena mengambil kantong es batu yang tergeletak diatas meja dan mulai mengompres pipi Pras.


" issshhh " Pras meringis pelan kala Reena tak sengaja menekan pipinya terlalu kuat.


" kamu kok kayak bocil sih Pras, baru aja segini udah kesakitan. " ledek Reena.


" Makanya kalau apa-apa tuh jangan pake emosi, so so-an mau berantem. Untung aja tadi masnya gak ngebales kamu kalau enggak kamu bisa aja babak belur. Harusnya kamu itu bisa santai dan tenang jangan emosian kayak tadi. "


Pras memegang tangan Reena dan menjauhkannya.


" Apa kamu bilang, nyantai! tenang! "


" Apa kamu gila Ren, kamu nyuruh aku tenang dan santai? gimana aku bisa tenang Ren disaat aku bahkan gak tahu dimana keberadaan adik aku sendiri. " Pras emosi dan ia juga kecewa mendengar ucapan Reena yang seperti menyepelekan kehilangan Syahira.


" Iya aku tahu Pras tapi maksud aku tuh gak kayak gitu. "


" Udahlah Ren lebih baik kamu pulang, terima kasih karena kamu udah ngebantuin aku dan maaf sudah merepotkan. Kamu mungkin gak akan mengerti gimana sakitnya merasakan kehilangan itu. "

__ADS_1


" kok gitu Pras, ehh... Pras maksud aku gak gitu. " ucap Reena merasa bersalah. Niat hati ingin mengingatkan supaya Pras bisa berpikiran dingin malah jadi salah paham.


" Hei Pras mau kemana? Pras! " tanya Reena ketika Pras beranjak meninggalkan tempatnya berada.


" Pras! Pras!!... " teriaknya memanggil.


" Eh mbak, mbak mau kemana ini nasi gorengnya sudah jadi dimakan dulu mbak. " Kata amang penjual nasi goreng ketika melihat Reena yang hendak menyusul Pras.


" Taruh dimeja dulu aja pak, saya susul temen saya dulu. " Jawab Reena kemudian pergi menyusul Pras.


" We la dalah, dasar anak muda jaman sekarang pacaran kok berantemnya diwarung grobakan. Awas aja kalo nyampe dak balik lagi tak bikin penyet nanti, rugi awakku kalo nyampe dak dibayar. Yang tadinya mau panglaris(untung/laku) eh malah jadi pengen nangis😖." gumam mang bejo si penjual nasi goreng saat melihat dua sejoli yang ia salah pahami sebagai pasangan itu pergi meninggalkan nasi goreng pesanannya.


Emang kasian mang bejo, dari pagi belum ada yang beli sekalinya ada yang beli kagak jelas. Namanya aja bagus bejo tapi nasibnya gak bejo😂😂


" PRAS!!!"


" PRAS!! TUNGGU!! "


Reena berteriak memanggil-manggil nama Pras tapi sang empunya tidak bergeming dan terus berjalan bahkan menengok pun tidak ia lakukan.


" ya ampun Pras aku panggil-panggil juga kenapa sih gak berhenti dulu. Ayo kita balik lagi ketempat tadi. "


" Lepasin tangan aku. " pintanya dingin.


" Pras aku minta maaf kalau kata-kata aku tadi bikin kamu marah tapi asal kamu tahu maksud aku tuh gak kayak gitu. Aku cuman mau supaya kamu bisa berpikiran lebih dingin aja karena emosi itu gak akan menyelesaikan masalah. "


" Aku bilang lepasin tangan aku Ren! " titah Pras lagi lagi menyuruh Reena untuk melepaskan tangannya.


" Enggak Pras, aku gak bakalan lepasin tangan kamu sebelum kamu ikut aku balik ketempat tadi lagi. " Keukeuh Reena tak mau kalah.


" Ren Jangan paksa aku untuk berbuat kasar. "


" ya udah ayo balik dulu kesana nanti baru aku lepasin tangan kamu. "


" Aku gak bisa Ren, aku mau mencari Syahira sekarang. " ucap Pras sambil menepis tangan Reena sampai terlepas.

__ADS_1


" Iya tapi jangan sekarang, kamu harus makan dulu dari pagi kamu belum makan kan? Ayo balik ketempat tadi aku udah pesen nasi goreng kesukaan kamu, kita makan dulu baru nanti cari Syahira lagi. " ajak Reena.


" Aku gak nafsu makan Ren, jadi kamu aja yang makan aku mau pergi cari adikku lagi. "


" Gak bisa gitu Pras, kamu harus tetep makan kalau enggak kamu bisa sakit. Muka kamu juga udah pucet gitu. Ayo makan dulu. " Paksa Reena menarik tangan Pras.


" AKU BILANG AKU GAK MAU REN! " ucap Pras menepis kasar tangan Reena.


" Kamu ngerti gak sih Ren hah? Aku bilang gka mau berarti ya gak mau. Mana bisa aku makan saat aku belum dapat kabar apa pun mengenai Syahira. Kakak macam apa aku ini yang bisa-bisanya dengan santai menikmati makanan sedangkan adikku diluar sana bahkan aku gak tahu dia udah makan atau belum. "


" Tapi Pras kamu bisa sakit kalau gak makan. " kata Reena khawatir.


" Sakit? Heh aku rela sakit Ren bahkan aku pun rela untuk mati kalau emang itu bisa membuat Syahira pulang kembali kerumah. Jadi, please Ren biarin aku pergi buat cari adik aku sendiri. " ucapnya kemudian berjalan menjauh.


" Berhenti Ren, jangan lagi kamu coba-coba untuk menegejar atau pun menghentikan aku karena itu hanya akan sia-sia saja. " larang Pras ketika tahu bahwa Reena kembali mengikutinya dibelakang.


" Tapi Pras setidaknya biarkan aku ikut, aku takut kamu kenapa-kenapa. " ucapnya benar-benar khawatir.


" Aku bilang jangan ya jangan Ren. Kamu adalah teman terbaikku, jadi jangan biarkan aku melupakan tentang itu. " Ancam Pras dan hal itu mampu membuat Reena berhenti seketika.


Pada akhirnya Reena hanya diam menatap Pras perlahan menjauhinya.


" semoga kamu gak kenapa-kenapa Pras " gumam Reena pelan, perasaaan khawatir sangat kentara diwajahnya.


Belum lama bibirnya terkatup, dari kejauhan ia melihat Pras yang berjalan sempoyongan sambil memegangi kepalanya.


Takut terjadi Hal yang tidak diinginkan Reena bergegas berlari mendekat. Namun entah apa yang direncanakan Tuhan tiba-tiba saja ada sebuah mobil dari arah berlawanan dengan cepat menuju ke arah Pras berada. Laju mobil itu terlihat sedikit ugal-ugalan dan hal itu membuat Reena semakin khawatir. Ia menambah kecepatan laju larinya tapi naas langkahnya tak secepat mesin yang berputar hingga terdengarlah bunyi...


"BRUKKK!!!"


**To be continue**


*see you next chapter everybody


bye bye👋muach😘😘*

__ADS_1


__ADS_2