SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 20


__ADS_3

Hai hai guys, para readers ku tersayang Author comeback nih😁 sorry ya guys kemaren-kemaren author gak up, biasa lah lagi sibuk didunia nyata makanya gak bisa mampir ke dunia khayalan author yang indah ini🤭


Buat kalian yang udah staytoon di cerita author ini thank you so much ya dan jangan lupa buat dukung author terus biar author semangat buat nulisnya ya.


jangan lupa LIKE, VOTE, COMENT, dan tambah ke daptar FAVORITE kalian yah dan SHARE juga biar makin banyak yang baca cerita author ini.


udah ah lama cuap" nya, yuk langsung baca aja.


HAPPY READING GUYS📖📖


...****************...


" Ara awas " ucap seseorang itu yang kemudian menarik Syahira kedalam pelukannya.


' Bruk '


Sebuah buku tebal jatuh tepat ditempat Syahira berdiri tadi. Jika saja seseorang itu tidak menarik Syahira dengan cepat maka otomatis buku itu akan mengenai kepalanya dan membuatnya sedikit benjol mungkin.


" Syah, kamu gak kenapa-kenapa kan? " tanya seseorang itu setelah melerai pelukannya. ia tampak begitu sangat panik dan khawatir.


" Apaan sih kak Fadil lepas. " Syahira menepis tangan Fadil yang menyentuh tubunya. ya, Fadil adalah laki-laki yang sejak awal menolongnya.


" Kakak cuma khawatir syah, takut kamu kenapa-kenapa. " ucap Fadil jujur, ia sangat tidak ingin melihat wanita yang dirinya cintai itu terluka sedikit pun bahkan oleh hal sekecil apa pun.


" Itu cuma buku kak, gak bakalan buat aku gegar otak cuma gara-gara ketimpa doang. "


" Iya kakak tahu tapi te..."


" Stop kak berhenti disana!!! jangan pernah mendekat kearahku. " cegah Syahira yang melihat Fadil ingin mendekat lagi kearahnya.

__ADS_1


" Terima kasih sebelumnya dan sampai jumpa, Assalamu'alaikum " ucap Syahira kemudian.


Ingat dengan janjinya kepada Bella membuat syahira cepat - cepat pergi. Namun hal itu dicegah oleh Fadil. " Tunggu " ucapnya sambil memegang tangan syahira.


" Ada apa lagi sih kak, please lepasin tangan aku " syahira memberontak, berusaha melepaskan genggaman ditangannya.


" Enggak, sebelum kamu dengerin dulu penjelasan dari kakak. "


" Penjelasan apa kak, gak ada yang perlu dijelasin. " ucap Syahira menolak, sambil berusah untuk melepaskan cengkraman tangan Fadil.


" Ada Ra, kakak gak mau kamu terus salah paham Ra. "


" Gak ada yang salah paham disini kak, jadi please kak lepasin tangan aku " kembali Syahira berucap meminta Fadil untuk melepaskan tangannya, ia tidak ingin jika ada yang melihat dirinya tengah bersama Fadil saat ini. Ia takut akan ada yang salah paham.


" Ada Ra, kakak harus jelasin semuanya. kakak gak mau kamu jadi ngejauh gini. Syahira sebenarnya kakak itu sukanya sama kamu, bukan sama Bella. Kakak pacaran sama dia cuma karena disuruh sama kedua orang tua kami, selain itu karena Bella bilang kamu gak suka sama kakak makanya kakak terima cinta Bella hanya untuk pelampiasan aja. " terang Fadil sungguh - sungguh.


" kakak mohon, kamu jangan marah ya. Kamu mau kan jadi pacar kakak? Kakak bakalan putusin Bella buat kamu. " lanjutnya.


" Kakak pikir aku mau pacaran sama kakak? " ucap Syahira datar.


" Yah, tentu saja. Bukankah kamu mencintai kakak dan begitu pula sebaliknya. kakak yakin kita akan bahagia jika kita bersama. " jawab Fadil penuh percaya diri.


" Cih percaya diri sekali. "


" Maaf kak, aku gak bisa. Aku memang suka sama kakak, tapi itu dulu sebelum aku tahu kakak pacaran sama sahabat aku sendiri. Dan perkataan kakak barusan semakin membuat rasa didalam hati aku musnah, aku gak nyangka kalau kakak bisa - bisanya


mempermainkan hati wanita seperti itu. "


" Tapi Ra, kalau untuk ke kamu kakak beneran bilang apa adanya, kalau kakak suka sama kamu. Jadi please, kamu mau ya pacaran sama kakak. " ucapnya sambil memohon - mohon supaya syahira menerima cintanya.

__ADS_1


" Sekali lagi maaf kak, aku gak bisa. Lebih baik sekarang kakak berusaha saja untuk mencintai Bella, apalagi sebentar lagi kalian akan tunangankan. Jadi kakak fokus saja kedia jangan ngejar-ngejar aku lagi, karena aku udah gak suka sama kakak. " jawab syahira sambil melepaskan genggaman fadil dan berlalu pergi meninggalkannya.


Syahira pergi mencari Nada, moodnya sudah hancur, ia sudah tak memiliki semangat lagi untuk lebih lama berada disana. Syahira akan mengajak Nada pulang, ia ingin segera tiba dirumah, karena berada disana hanya akan membuatnya bertemu dengan Fadil kembali.


" Nad ayo pulang. " ajak syahira ketika ia telah menemukan Nada.


" Kok pulang sih Ra? aku kan belum dapet bukunya. " kata Nada jujur, dari tadi dia berkeliling tapi masih belum menemukan buku yang iya cari.


" Ya udah nanti lagi aja kita cari, yang penting ayo pulang. " pinta Syahira, ia benar-benar tidak ingin berlama-lama berada ditoko itu.


" Tapi Ra.." tanpa mendengarkan ucapan Nada syahira langsung menarik tangannya dan membawanya pergi meninggalkan toko buku itu. Nada yang heran dan tidak mengerti dengan tingkah sahabatnya yang tiba - tiba ingin pulang hanya bisa pasrah mengikuti.


Tiga puluh menit berlalu akhirnya syahira sampai dirumah, ia cepat - cepat turun dari angkot. Syahira ingin segera tiba dikamarnya, ia ingin mengistirahatkan badan dan pikirannya yang lelah, apalagi setelah bertemu Fadil membuat hatinya pun ikut lelah.


" Assalamu' alaikum. " salam syahira dengan wajah yang terlihat tak bersemangat.


" Wa'alaikumsalam, eh kok wajahnya lesu katanya habis main, masa pulang main sedih gitu sih. " ucap Pras heran ketika melihat wajah sendu adiknya, harusnya kan wajahnya cerah ceria setelah main kok ini malah asem gitu pikir Pras.


" Gak kenapa - kenapa kok mas, syahira cuma pusing aja karena belum belajar soalnya kan hari senin nanti udah UN. " jawab syahira berbohong.


" Bener nih, kamu gak lagi bohongin mas kan? " tanya Pras menyelidik.


" Enggak mas ku sayang, ngapain ara bohong sama mas. " ucap syahira memeluk tangan kakaknya manja sambil tersenyum untuk menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.


yah...begitulah Syahira, selalu berusaha menyembunyikan apa yang ia rasakan tanpa tahu mungkin hatinya bahkan sudah tidak sanggup untuk menahannya terus-menerus.


" Oh gitu, ya udah gih sana istirahat dulu. Jangan terlalu dipaksain dek, nanti kamu sakit loh. Belajarnya biasa aja gak perlu terlalu diporsir nanti kamu malah stress " Nasehat Pras.


" Iya mas makasih ya udah ngingetin. Ara ke kamar dulu ya mau istirahat cape. " pamitnya kemudian beranjak menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


+++Bersambung+++


see you next chapter guys


__ADS_2