
..." Makan tomat dirumah pak camat...
... Reader - reader yang terhormat jangan lupa semangat💪💪 " ...
Semangat membaca semua, semoga suka ya.
...🌸🌸Happy Reading guys🌸🌸...
" Neng bangun neng...neng..."
Sebuah suara mengusik gendang telinga Syahira. Perlahan ia membuka matanya meskipun masih terasa berat.
" Eungh..."
" Hoam....ada apa ya pak? " tanyanya kepada si bapak. Dia mengucek-ngucek kedua matanya agar bisa terbuka lebar. Kantuk yang melanda sungguh membuat matanya enggan untuk bekerja sama.
" Busnya sudah berhenti neng, kita sudah sampai ditempat tujuan jadi eneng udah bisa turun. "
" Ouh gitu ya pak, hoam...iya iya pak baik. " jawabnya masih direda kantuk. Dengan keadaan yang masih setengah sadar Syahira pun membereskan barang-barangnya supaya lebih enak ketika dibawa nanti.
" Kalau gitu saya duluan neng. " pamit bapak itu kemudian berjalan menjauhi Syahira.
" Hem..." Syahira menjawab sekenanya.
" Nih barang bawaan kenapa bisa banyak gini sih, perasaan pas dirumah sedikit deh. " Syahira bergumam sendiri merasa aneh kenapa bawaannya bisa berubah menjadi banyak, padahal dari awal tidak ada berubahnya sama sekali memang sudah sebanyak itu.
" Lah ini paper bag siapa lagi? " Syahira melihat sebuah paper bag disamping tempat duduknya kemudian mengedarkan pandangannya melihat ke sekeliling untuk mencari pemiliknya namun ia tidak manemukan siapa - siapa, bus itu sudah kosong hanya menyisakan dirinya seorang saja.
" Terus ini punya siapa? " batinnya lalu mengambil paper bag itu dan membukanya. Sebuah dress dan ada secarik kertas diatasnya Syahira temukan kala membuka paper bag itu.
" Untuk Syahira, maaf sudah membuat baju mu kotor waktu itu. " Syahira membaca isi kertas itu.
" Hah untuk aku? baju kotor? hmmm...apa ini dari tuh cowok nyebelin ya. " ucap Syahira menebak dan tanpa sadar bibirnya menarik sebuah senyuman.
Syahira memasukan kembali dress beserta suratnya kembali ke dalam paper bag dan menjinjingnya.
" Aduh..." Syahira menjerit kesakitan. Ia jatuh terjerembab karena kakinya tersandung sesuatu. Syahira memegangi jidatnya yang baru saja berciuman dengan kursi
" Dasar kursi sialan kenapa sih harus ada disini. " dia kesal dan memukul - mukul kursi bus dihadapannya.
__ADS_1
" Aduh sakit banget lagi, jadi benjol kan jidat kesayangan aku. " Syahira mengusap-usap jidatnya yang sedikit benjol.
" Lagian tadi aku kesandung apa sih sampai jatuh gini. " ucapnya sambil mencari akar dari permasalahan yang sedang atau sudah dia alami saat ini.
Mata Syahira tertuju kearah tempat ia berjalan tadi dan ia menemukan sebuah buku yang tergeletak dibawah kursi yang ada disamping tempat duduknya atau lebih tepatnya itu tempat duduk bekas duduk Syahril tadi.
" Syahril D.R. " gumam Syahira membaca sebuah nama yang ada dicover buku yang dipeganggnya.
" Apakah ini miliknya? aku harus segera mengejarnya, mungkin saja orangnya masih ada didekat sini. "
Dengan cepat Syahira berlari keluar bus berniat untuk mengembalikan buku yang ia pegang kepada pemiliknya. Tapi ia tidak menemukan keberadaan orang yang ia cari. Hiruk pikuk orang yang berlalu lalang membuatnya kesulitan untuk mencari Syahril.
" Permisi pak, apa bapak melihat laki-laki yang tadi duduk dipinggir saya? Saya mau mengembalikan barangnya yang terjatuh. " tanya Syahira kepada kenek bus yang ditumpanginya.
" Aduh kak maaf saya gak liat "
" oh gitu, ya sudah pak terima kasih. Maaf merepotkan. "
" Tidak apa-apa kak, iya sama-sama. " jawab sang kenek ramah.
" kemana perginya orang itu, cepat sekali. Apa jangan-jangan dia keturunan tuyul kali ya jadi bisa ngilang gitu aja. " gumam Syahira.
" Sepertinya itu dia, akhirnya ketemu juga. " ucapnya dalam hati ketika sesaat kemudian ia melihat dari kejauhan sesosok laki-laki yang mirip sekali dengan Syahril.
" Dih tuh orang budeg apa ya, dari tadi dipanggil tapi gak noleh-noleh sedikit pun. " Syahira kesal berkali - kali ia berteriak memanggil tapi tetap tak dihiraukan. Syahira mempercepat langkahnya dan setelah melewati banyaknya kerumunan akhirnya ia berhasil menyusul.
" Tunggu! " Syahira mecekal lengannya untuk mecegahnya kembali berjalan.
" Ada apa ya? "
" hah kok suaranya beda. " batin Syahira merasa aneh saat mendengar suara orang yang ada dihadapannya.
" Masa iya suara bisa berubah secepat itu. " lanjutnya masih didalam hati.
" Hei! kamu gak apa-apa? " tanya orang itu membuat Syahira tersadar dari renungan singkatnya.
" Eng..astagfirullahhalazim! " Syahira terkejut saat mengangkat kepalanya dan menemukan bahwa orang didepannya bukanlah Syahril melainkan orang lain.
" Aduh maaf mas saya salah orang, maaf mas maaf. " ucap Syahira antara malu dan merasa bersalah, ia membungkuk beberapa kali sambil meminta maaf lalu berlari pergi menjauhi orang itu.
__ADS_1
" Kenapa sih tuh orang, cantik cantik kok aneh. " Kata laki-laki itu, ia menggeleng- gelengkan kepala melihat tingkah Syahira.
" Huh... huh...hah...." Syahira mengatur napasnya perlahan. Ia mengambil napas dalam-dalam untuk menetralkan kembali degup jantungnya akibat berlari barusan.
" Kyaa...malu banget, kenapa sih bisa salah kenal orang. " Syahira berteriak kecil, ia menepuk - nepuk wajahnya yang terasa panas karena malu.
" Lagian tuh cowok ngeselin kemana sih, cepet banget ngilangnya. "
" Ya sudahlah, aku simpan saja dulu bukunya, siapa tahu nanti ketemu lagi jadi bisa langsung dibalikin. "
Syahira memasukan buku itu kedalam paper bag kemudian Ia berjalan keluar terminal mencari kendaraan untuk ia naiki berikutnya sambil memainkan handphone mencari sebuah kontrakan untuk ia tinggali nanti.
........................
Senja kian memudar dan kegelapan mulai memperlihatkan keberadaannya. Kemacetan dan juga insiden ban mobil yang pecah membuat perjalanan Syahira terganggu, hingga akhirnya perjalanan yang seharusnya berlangsung sebentar berubah menjadi seharian dan baru sore hari ini bus Syhahira sampai ditujuan.
Suara azan magrib menggema disana sini,
Syahira yang sedari tadi berdiri ditrotoar jalan melimpir mencari tempat untuk menunaikan kewajibannya.
Lima belas menit berselang Syahira telah selesai solat lalu kembali menuju tempat berdirinya tadi untuk menunggu angkutan yang telah ia pesan dari sebuah aplikasi online. Tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tepat didepan Syahira.
" Atas nama Syahira? " tanya sopir mobil dari balik jendela yang terbuka.
" Iya saya pak "
" Mari neng saya bantu. " Sang sopir keluar dari dalam mobil untuk membantu Syahira memasukan kopernya.
" Sesuai aplikasi ya pak. " ucap Syahira ketika sudah duduk didalam mobil.
" Siap neng " jawab sopir itu kemudian mulai menjalankan mobil ke alamat yang dituju.
**To be continue**
Gimana ceritanya menghibur gak atau malah ngebosenin menurut kalian?
yuk komen biar author tahu cerita yang author buat ini sudah cukup layak dibaca atau belum.
Selain itu tentu saja jangan lupa untuk terus vote, like, dan share cerita ini ya biar yang bacanya makin banyak dan author semangat buat up.
__ADS_1
oke sekian, see you next chapter semuanya.
Bye bye👋😘