SKENARIO DARI TUHAN

SKENARIO DARI TUHAN
Part 27


__ADS_3

Happy Reading Guys..


...****************...


Mereka telah sampai dan sekarang sedang berada didepan aula tempat acara perpisahan dilakukan.


'teng..neneng..neneng..teng..teng..'


Suara ponsel Syahira berdering, tertera nama Nada dilayar teleponnya.


" Ra kamu dimana? " ucap Nada disebrang telepon.


" Wa'alaikumsalam " sindir Syahira kepada Nada yang lupa tidak mengucapkan salam.


" Hehehe...assalamu'alaikum. "


" Nah gitu dong, wa'alaikumsalam. Ada apa Nad? " Syahira menanyakan alasan kenapa sahabatnya menelepon.


" Enggak ada apa-apa Ra, aku cuma mau tanya kamu dimana sekarang? Kayaknya ini acaranya sebentar lagi bakalan dimulai tapi kamu kok belum dateng sih. " Jawab Nada memberi informasi.


" Aku udah dateng kok, kamu tenang aja ini aku udah ada didepan aula. "


" Aku juga lagi ada dipojok samping aula nih tapi aku gak ngeliat kamu. " Ucap Nada sambil sesekali menengok kanan dan kiri mencari keberadaan sahabatnya.


Syahira yang mendengar jawaban Nada pun mengalihkan penglihatannya ke tempat yang disebutkan oleh Nada. Terlihat dari kejauhan Nada tengah mencari sesuatu dan tentunya itu adalah Syahira.


" Coba deh kamu liat kedepan. " ucap Syahira mengintruksi supaya Nada melihat kearahnya.


" Liat kedepan? " tanya Nada disebrang telepon.


" He'em.." Syahira menjawab sambil mengangguk padahal tidak perlu seperti itu karena lawan bicaranya mana mungkin bisa melihat.


Nada menuruti perintah Syahira, ia fokuskan pandangannya melihat kedepan. Namun, ia tidak menemukan sahabatnya yang ia lihat malah orang lain dengan mengenakan kebaya berwarna peach yang tampak sangat cantik dan disampingnya ada seorang laki-laki dengan perawakan yang gagah, tinggi tapi Nada tidak tahu pasti siapa itu karena tubuhnya yang menghadap kebelakang.


" Dimana Ra, aku gak liat kamu? " tanya Nada yang masih tidak bisa menemukan dimana sahabatnya itu.


" ini aku disini. " Jawab Syahira.


" Dimana Ra? " Kembali Nada bertanya karena kebingungan.


Syahira yang mendengarnya pun memukul kepalanya frustasi, bagaimana bisa sahabatnya itu tidak menemukan dirinya pasalnya tadi pun ia sempat melihat kearahnya. Ia pun melambaikan tangannya kepada Nada supaya sahabatnya itu bisa melihat.


Nada kembali melihat kearah depan dan ia keheranan melihat wanita cantik tadi tiba-tiba melambai-lambaikan tangan kearahnya.


' Tuh orang kenapa sih, dikira gue kenal gitu sama dia. ' batin Nada, ia pun memalingkan wajahnya karena merasa risih.


Mendapatkan respon dengan diacuhkan Syahirapun mendecak kesal dan ia pun langsung mematikan sambungan teleponnya.


" Mas ayo kita kesana dulu. " ajak Syahira kepada masnya.


" Kemana dek, bukannya kita seharusnya masuk kedalem ya? Acaranya sebentar lagi dimulai tuh. " tanya Pras yang kini sudah membalikan badannya tidak membelakangi Syahira lagi.


" Samperin Nada dulu, dari tadi dia nanya aku dimana tapi gak liat katanya padahal aku yakin banget dia liat soalnya tadi aku lambai-lambaiin tangan. " kata Syahira.


" Oh gitu mungkin dia bener-bener gak liat kali , ya udah ayo kita samperin. " seru Pras.


" Nad " Syahira mencolek bahu Nada ketika mereka telah sampai didekatnya.


" Astagfirullah hal'azim..." Kaget Nada saat tiba-tiba ada yang mencoleknya dari belakang.


" Ehh...mas Pras toh ternyata kirain Nada teh saha, eh mas ini siapanya? adik temen mas ya? Oh iya terus Syahiranya mana mas kok gak bareng sama mas Pras. " tanya Nada ketika membalikkam badanya dan melihat Pras dengan wanita cantik yang melambai-lambai padanya tadi. Namun ia merasa heran kenapa Syahira tidak bersama dengan kakaknya dan malah orang lain yang bersama kakaknya.


Kedua orang yang berada didepan Nada hanya melempar pandagan bingung dengan pertanyaan yang mereka dengar.


" maksudnya? " tanya Pras.


" Maksud Nada kok mas Pras kesini gak bareng Syahira malah bareng sama adik temannya mas. "


" Adik teman, Siapa yang adik temannya siapa? " tanya Syahira.


" Kamu " ucap Nada sambil menunjuk Syahira pasalnya ia masih belum mengenali bahwa wanita cantik yang ada dihadapannya itu adalah Sahabatnya.


Syahira dan Pras saling pandang lagi kemudian beberapa detik selanjutnya mereka pun tertawa bersama.


" Kok malah pada ketawa sih? " ucap Nada keheranan melihat dua orang dihadapannya tiba-tiba tertawa.


" Hahaha...ya habis kamu lucu Nad lagian siapa juga yang bilang kalau dia adik temennya mas, dia itu Syahira tahu masa iya kamu gak kenal haha... " seru Pras diselingi tawa.


" Hah!! Syahira! " teriak Nada terkejut.


" Ka...kamu..be..beneran Syahira, kamu beneran Syahira sahabat aku? " tanya Nada tergagap tak menyangka bahwa wanita cantik dihadapannya ini adalah sahabatnya.

__ADS_1


Syahira yang ditanya pun hanya tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban.


" Wah...kamu cantik banget Ra pangling, aku teh teu nyangka ini teh kamu. Aku pikir kamu gak bakalan dandan kayak gini karena biasanya aja kamu mana daek diajak dandan-dandan kayak gini. " puji Nada.


" duh...kali ini kamu teh bener-bener geulis pisan Ra ckck.." ucap Nada melanjutkan.


" KALI INI.. ?Jadi maksud kamu biasanya aku gak cantik gitu? " tanya Syahira setelah mendengar ucapan terakhir Nada.


" Enggak, biasanya kamu tuh kayak tanaman dipadang pasir tahu gak kering dan tandus. " ucap Nada meledek namun sebenarnya ia hanya bercanda karena pada kenyataannya tidaklah begitu.


" Ih..kamu jahat banget sih, mukaku gak separah itu juga kali. " kata Syahira sedikit kesal.


" hahah...ia ia maaf aku cuma bercanda kali gitu aja marah. Ia biasanya kamu juga cantik kok tapi gak lebih cantik dari aku. " ucap Nada setengah menyombongkan diri.


Syahira memutar bola matanya jengah. " Ya... ya..terserah kamu saja lah. "


" Ya udah ayo kita masuk kayaknya acaranya bakalam dimulai. " Ajak Syahira karena melihat semua orang sudah berada didalam aula dan hanya tinggal beberapa orang saja yang diluar termasuk mereka. Kemudian ia pun beranjak masuk kedalam dam disusul oleh Pras dan juga Nada.


Berbeda dengan Pras yang duduk dikursi jajaran orang tua, syahira kini tengah duduk dikursi siswa bersebelahan dengan kursi yang diduduki Nada.


" Nad, itu yang duduk disebelah lo siapa? " tiba-tiba seseorang dari belakang berbisik kepada Nada. Ia dan beberapa orang lainnya penasaran dengan sosok yang duduk didekat Nada, pasalnya selama ini dia belum pernah liat ada cewek itu disekolahan mereka.


' apa mereka juga gak bisa ngenalin ya, hmm... Kayaknya seru juga nih. ' batin Nada, kini sisi kejahilannya mulai aktif.


" oh..dia murid pindahan, namanya Elizabeth. " bisik Nada pada telinga Bayu, laki-laki yang tadi bertanya kepadanya.


" Elizabeth? Emangnya disekolah kita ada murid yang namanya Elisabeth ya kok gue gak tahu. " tanya Bayu.


" Ya ada lah, makanya sekolah tuh gaulnya jangan cuma sama buku doang mentang-mentang pinter. Emangnya lo mau pacaran sama buku enggak kan, kali-kali gaulah dikit biar tahu masalah sekitar. " cerocos Nada tapi masih dengan suara yang pelan.


" Apaan sih lo, enggak gitu juga kali. Lagian gue gak pinter-pinter amat kali kan masih ada temen lo yang lebih pinter dari gue. " ucap Bayu.


" ya ya tapi setidaknya lo kan masih ada satu tingkat dibawahnya ya berarti itu pinter lah. "


" Iya amin lah...eh tapi bener tuh anak samping lo namanya Elizabeth? " tanya Bayu.


" Hem.." angguk Nada dalam hati ia tertawa terpingkal-pingkal melihat Bayu yang sepertinya percaya saja dengan bualannya.


" Gue boleh kenalan gak? " bisik Bayu lagi antusias, belum tahu saja dia jika sedang dikerjain.


" Oh, iya boleh silahkan. " Jawab Nada mempersilahkan.


" Hai Eliza " sapa Bayu ketika berada dihadapan Syahira.


Syahira hanya keheranan mendengarnya, " Eliza??" ucapnya memperjelas.


" Ia, nama lo Eliza kan? Kenalin gue Bayu Anggara Saputra, lo boleh panggil gue Bayu. Maaf gue baru tahu sekarang kalau ternyata lo sekolah disini soalnya selama ini gue sibuk diperpus jadi gak tahu kalau ada murid baru. " ucap Bayu memperkenalkan diri panjang lebar. Nada yang berada disampingnya hanya bisa tertawa tanpa suara.


" Bayu, kamu tuh kenapa? Eliza siapa sih ini aku Syahira. Kamu tuh abis makan apa sih kok ngaco gitu. "


Bayu kaget mendengarnya, mulutnya menganga tak bisa berkata apa-apa.


" Ja..jadi..kamu Syahira? " ucapnya tergagap, ia pun melirik kesamping wanita yang ada dihadapannya dan didapati Nada yang tengah menahan diri untuk tertawa. Disanalah ia baru menyadari bahwa ternyata dirinya tengah dikerjain.


" Iya ini aku Syahira,,emang kamu pikir siapa? " tanya Syahira heran.


" Ahh..enggak gue pikir lo orang lain habisnya gue baru liat, ternyata itu elo. Gue gak nyangka lo beda banget kayak biasanya sekarang lo jadi tambah cantik. Ya udah kalo gitu gue balik ketempat duduk gue lagi ya. " ucapnya kemudian berlari menjauh dengan tangan didada dan wajah yang bersemu merah karena malu plus seperti ada sesuatu.


Syahira hanya terbengong melihatnya, ia tidak mengerti dengan kejadian yang baru saja terjadi. Tak mau terus bingung, ia pun tak menghiraukannya dan kembali fokus pada acara perpisahan yang akan dimulai.


Acara demi acara pun dimulai, dan tak terasa ternyata waktu sudah dipenghujung acara. Ucapan penutup baru saja selesai dibacakan. Semua siswa berhamburan menemui teman-temannya, ada yang tertawa, ada yang berselfi ria dan ada pula yang menangis karena tak ingin berpisah.


Selain itu ada juga yang saling memberikan selamat atas apa yang telah diraih oleh temannya. Seperti yang tengah dilakukan Nada saat ini, dia memberikan selamat kepada syahira yang memang lulus dengan mendapatkan nilai terbaik disekolahnya.


" Ciee....yang juara satu. Selamat ya, jangan lupa traktirannya. " ucap Nada dengan senyum menggoda.


" Kamu ini ya nad selalu aja gitu, minta gratisan mulu. " jawab syahira.


" Ya gak apa-apa kali kan enak. Lagian mas Pras juga pasti setuju kan? " tanya Nada kepada Pras.


" Iya Ra, gak apa-apa sekali-kali. " ucap Pras


" Tuh kata mas Pras aja boleh, ya sudah cus kita berangkat. " seru Nada bersemangat.


" Eh tunggu, ibu kamu gimana? "


" Tenang aja, aku udah bilang kok kalau aku mau pergi sama kamu sebelum aku berangkat ke bandung. "


" Oh gtu, oke deh. Let's go kita berangkat. "


Mereka pun berjalan menuju parkiran. Sementara dikejauhan ada seseorang yang tengah mengamati Syahira dari tadi, ia tersenyum melihat gadis yang ia cintai tampil begitu cantik hari ini. Ingin ia mendekat untuk sekedar mengucapkan selamat dan memujinya, namun ia sadar kalau wanita nya itu pasti akan menolak kehadirannya, selain itu ada ketek gorila yang nempel-nempel didekatnya sehingga membuat Fadil tak mampu pergi kemana-mana.

__ADS_1


'Huh!!!'


Fadih menghela nafasnya berat. Andai aja tuh ketek gorila gak ada didekatnya apalagi nempel-nempel plus ngerecokin dan andai saja jika perjodohannya dengan tuh ketek gorila gak pernah terjadi, andai saja ia bisa menolak, andaikan ia tahu lebih awal tentang perasaan Syahira, juga andai ia bisa memutar waktu dan kembali kemasa lalu mungkin saat ini ia akan bahagia bersama dengan wanita yang sangat hatinya cintai itu.


Lima belas menit berlalu mereka pun telah sampai di cafe yang sering mereka datangi. Syahira dan Nada berjalan terlebih dahulu meninggalkan Pras yang sedang memabayar taksi untuk memilih tempat. Akhirnya mereka putuskan untuk duduk dimeja yang berada didekat jendela, sengaja mereka memilih meja itu supaya sekalian bisa melihat pemandangan yang ada disana. Tak lama Pras pun datang dan ikut bergabung bersama.


" Udah pada pesen? " tanya Pras ketika baru tiba dimeja.


" Belum, kan nunggu yang mau bayarnya dulu. " jawab Syahira sambil tersenyum.


" Kamu ini, emang mas bakalan kabur apa. "


" mbak " teriak Pras memanggil pelayan, dan yang dipanggil pun langsung menghampiri meja mereka bertiga.


" Iya masnya mau makan apa? " tanya pelayan Cafe itu sopan.


" Mau makan apa dek? " bukannya menjawab Pras malah balik bertanya tapi bukan kepada pelayan cafe melainkan kepada adiknya, Syahira.


" Yang seperti biasa aja mas. "


" Kalau kamu Nad? " Pras beralih Menanyai Nada.


" Iya samain aja sama Syahira mas, tapi kalau aku minumnya mau juice jeruk ya. " jawab Nada.


" oke. Jadi ayam geprek plus nasi 3, juice alpukatnya 2, sama juice jeruknya satu ya. " ucap Pras kepada pelayang cafe, mendengar Pras menyebutkan makanannya pelayan itu cepat-cepat menuliskannya supaya tidak ada yang terlupakan.


" Baik, ditunggu ya kak pesanannya. " seru pelayan itu sebelum berlalu pergi.


" Oh iya Ra, kamu udah daftar kuliah? " tanya Nada tiba-tiba.


" heem, betul tuh kata Nada. Kamu udah daftar kuliah dek? " timpal Pras.


" Udah kok Nad, Mas, dan alhamdulillah aku dapet beasiswa jadi gak perlu ngeluarin uang untuk daftar ataupun yang lainnya. " jawab Syahira dengan senyum merekah karena bahagia, usahanya belajar mati-matian selama ini telah membuahkan hasil. Selain menjadi siswa dengan nilai terbaik, ia juga mendapatkan beasiswa.


" Wahh... hebat. Selamat ya Ra, kamu emang teman aku yang cantik dan juga pintar. " seru Nada yang langsung memeluk sahabatnya itu.


" Selamat ya dek. " ucap Pras tersenyum, tak kalah bahagianya mendengar bahwa adiknya ternyata telah mendapatkan beasiswa.


" Iya, terima kasih ya mas,Nad. "


" Berarti hari ini kita ngerayainnya bukan cuma karena Syahira juara aja tapi sekalian Syukuran soalnya Syahira dapet beasiswa. " ujar Nada.


" Oke, kalau gitu kalian boleh nambah sepuasnya hari ini. Tenang mas yang bayar semuanya. "


" Bener nih mas? " tanya Nada dan Syahira berbarengan.


" iya "


" Asikkkk!!!!! "


" Eit...tapi habisin dulu tuh makanan yang kalian pesen. " ucap Pras sambil menunjuk makanan yang baru saja dibawa pelayan.


" Oke siap Bosque "


...


" Alhamdulillah, terima kasih ya Ra, mas Pras, udah mau traktir Nada Makan hari ini. " Ucap Nada.


" Iya sama-sama Nad, sekarang mau langsung pulang atau kita mau lanjut main lagi? " tanya Syahira.


" Pulang ajalah Ra, udah sore lagian aku harus ngemas baju soalnya lusa aku udah harus berangkat ke bandung. "


" Oh gtu, ya udah. Ayo kita pulang aja. "


" Kalian duluan aja, aku mau dijemput sama ibu, barusan udah telpon. "


" Ya sudah, aku duluan ya Nad. Assalamu'alaikum, yuk mas " pamit Syahira.


" wa'alaikumussalam "


" Duluan ya Nad. " ujar Pras kepada Nada, yang kemudian dibalas dengan anggukan oleh Nada.


Pras dan Syahira pun berlalu meninggalkan Nada, menaiki taksi dan pulang menuju kerumah mereka.


+++to be continue+++


hai guys Author comeback nih...ini adalah bab terpanjang dalam sejarah penulisan author, biasanya author cuma nulis per bab 500-1000 kata tapi kali ini author nulis sampe 2000-an kata lebih jadi jangan lupa dukung cerita ini ya...like, vote, komen dan share terus tambah ke daptar favorite kalian.


pokoknya author tunggu like dari kalian semua ya😁


see you next chapter👋👋

__ADS_1


__ADS_2