Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 10 - Keputusan Shin


__ADS_3

Malam hari


Pada saat ini, angin malam berhembus melalui jendela ruangan Shin, suasana di sekitar rumahnya pada malam hari mulai sepi, orang-orang yang biasanya banyak berlalu-lintas di depan rumahnya sekarang hanya beberapa orang saja, digantikan dengan penjaga kota yang tampaknya sedang berpatroli.


Shin saat ini sedang duduk di dekat jendela, dia saat ini sedang memikirkan apa yang akan dilakukan kedepannya, lilin ruangan yang membuat kamarnya tampak redup membuat Shin belum terbiasa dengan suasana ini.


"Apa yang harus kulakukan kedepannya ...," gumam Shin sambil melihat ke arah langit gelap yang dihiasi cahaya bintang.


"Aku tidak bisa diam terus seperti ini, karena aku memiliki sistem, aku harus memaksimalkan potensi ku ..."


Walaupun di bumi dia adalah seorang yang bisa dibilang pemalas, selalu bermain game, menonton anime dan membaca novel, di dunia seperti ini, dia tidak bisa melakukan kebiasaan lamanya, apalagi untuk mencari uang di dunia ini sangat sulit.


Shin bingung saat ini, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang, tiba-tiba suara sistem terdengar di benaknya.


[Aku hanya menyarankan kepada anda untuk melakukan sesuatu seperti mencari pekerjaan seperti orang biasa, berpetualang, menjadi penjahat, menjadi pembunuh atau sebagainya.]


Shin yang sedang memikirkan banyak hal, dia terkejut sampai melompat dari kursinya, sistem tiba-tiba berbicara dengannya sehingga Shin terbangun dari pikirannya.


"Hey sistem, apa kau bisa membaca pikiran ku?" jawab Shin dengan ekspresi terkejut.


[Ya, jika saya sebelumnya belum mengoptimalisasikan tubuh anda, saya tidak bisa membaca pikiran anda, karena seluruh tubuh anda sudah di optimalisasi oleh saya, tentu saja saya bisa membaca pikiran anda.]


"Jadi begitu, aku mengerti ... lain kali kau tidak melakukan ini ketika aku sedang memikirkan sesuatu, itu mengejutkanku ... tapi terima kasih." jawab Shin.


[Anda tidak perlu berterima kasih kepadaku, karena ini adalah tugas saya membantu anda.]


Mendengar ini Shin mengangguk, segera dia mengingat apa yang dikatakan sistem sebelumnya.


Bekerja menjadi orang biasa, berpetualang, menjadi pembunuh, menjadi penjahat ..., pikir Shin.


Memikirkan ini Shin menyadari satu hal, saat ini dia memiliki sesuatu yang orang biasa tidak punya, yaitu dia memiliki sistem!


Shin menghela napasnya, ya, memang dia memiliki banyak pilihan, dia bisa menjadi apa yang dikatakan sistem sebelumnya, tapi jika dia memilih pilihan pertama, itu sama saja dia tidak bisa memaksimalkan apa yang dia miliki, namun itu juga bukan hal yang salah.


Menjadi pembunuh atau penjahat itu bertolak belakang dengan prinsip Shin.


Setelah memikirkan berbagai hal, Shin sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan sekarang.


"Baiklah, besok, aku akan mulai berpetualang untuk melihat-lihat dunia ini dan tentu saja menjadi kuat!" gumam Shin dengan ekspresi serius di wajahnya.


Dia melihat ke langit sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengangguk.


Setelah beberapa saat, Shin berbalik dan berjalan ketempat tidurnya, ketika dia akan sampai di kasurnya, dia mengingat kalau dia lupa menutup jendelanya.


Dia berjalan kembali untuk menutup jendela, namun pada saat dia akan menutup jendela, tiba-tiba bayang hitam lewat sekilas di atas atap seberang rumah Shin.

__ADS_1


"Apa itu? apakah aku salah lihat? sepertinya hanya imajinasi ku saja." ucap Shin sambil melihat ke seberang rumahnya dengan ekspresi bingung.


Lalu dia menutup jendelanya dan kembali ke tempat tidurnya, tidak lama kemudian dia tertidur.


...****************...


Keesokan harinya


Suara lonceng kota membangunkan Shin yang menandakan hari sudah berganti, Shin membuka matanya dan segera bangun dari tempat tidurnya lalu pergi ke dapur untuk mencuci wajahnya dengan air.


"Uwaahhh~ ... segar sekali ..." ucap Shin.


Segera terdengar suara dari perutnya yang menandakan saat ini dia lapar.


Shin melihat ke arah perutnya, dan mengusapnya, segera dia pergi ke dapur untuk membuat makanan.


Ketika membuka lemari makanan, dia melihat bahwa isinya kosong, segera ekspresinya sedih.


Yang benar saja ... apa yang biasa dilakukan kehidupan tubuh ini sebelumnya ..., pikir Shin dengan ekspresi sedih.


Shin memutuskan untuk mencari tempat makan di pasar kota, segera dia mengganti pakaiannya dan bersiap.


"Senjata siap, uang siap ..." ucap Shin sambil memeriksa tubuhnya, takut dia melupakan sesuatu, dan merasa sudah siap, lalu melihat statusnya.


Status, Ucap Shin di benaknya.


...[Gender: Laki-laki]...


...[Usia: 18 tahun]...


...[Ras: Manusia]...


...[Tingkat Kekuatan: Prajurit Tingkat Rendah (Membutuhkan 0 / 250.000)]...


...[Kekuatan: 220]...


...[Kecepatan: 213]...


...[Energi Spiritual: 10]...


...[Energi Tubuh: 204]...


...[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 5 ), Gerakan Dasar ( Level 5 ), Sword Slash ( Putih Rendah Level 3 ), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 3 ) ...]...


...[Item: Pedang Besi (biasa) x3, Pedang Hitam (besi hitam), Tombak Merah (biasa), Pisau Gelap (biasa) ...]...

__ADS_1


...[Energi Jiwa: 25.988]...


...[Evaluasi: Kekuatan anda masih sangat rendah, segera berlatih dan tingkatkan!]...


Shin melihat ke arah hologram di depannya, dia melihat energi jiwanya masih belum bisa digunakan, segera menutupnya dan pergi ke arah pintu untuk keluar.


Ketika dia membuka pintu dan keluar, dia melihat kesamping ada seorang wanita sedang duduk di kursi depan rumahnya.


Segera dia mengenali wanita ini, wanita ini adalah Sally, lalu berbicara, "Sally, apa yang kamu lakukan disini pagi-pagi, dan sudah berapa lama kamu disini?" ucap Shin.


Sally melihat Shin keluar dari rumahnya dan segera bangun dari tempat duduknya lalu berbicara, "A-aku disini sudah dari subuh ..." jawab Sally.


Wanita ini, apa sikapnya memang seperti ini? kalau benar, kikuk sekali ..., pikir Shin.


Mendengar jawaban ini, Shin sedikit terkejut ketika dia mendengar kalau Sally sudah ada disini sejak subuh.


"Kenapa kamu tidak mengetuk pintu? menunggu disini sejak subuh, mengapa kamu tidak datang pagi hari?" jawab Shin.


"Aku sudah mengetuk pintunya, namun tidak ada jawaban dari dalam, jadi aku menunggu disini." jawab Sally.


Mendengar ini Shin tertegun, dia sudah mengetuk pintu tapi dia tidak bangun.


"U-uh ... m-maaf sepertinya aku masih tertidur makanya tidak ada jawaban dari dalam." Jawab Shin.


"Tidak apa-apa." jawab Sally dengan singkat.


"Ngomong-ngomong mengapa kamu datang kemari? apa ada yang bisa aku bantu?" ucap Shin.


"A-aku ... Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya, karena sejak kecil aku belum pernah berpergian sejauh ini ... jadi, a-aku ..." jawab Sally sambil menjelaskan dengan tergagap.


Melihat ini Shin mengangguk mengerti, lalu dia berbicara, "Aku mengerti, kalau begitu, ayo ikut denganku untuk mencari makan di pasar, karena aku lapar saat ini." ucap Shin.


Mendengar jawaban dari Shin, Sally merasa sedikit malu, dan menjawab, "Maaf aku merepotkan mu lagi." Jawabnya dengan kepala menunduk.


"Tidak usah dipikirkan, mari kita pergi." ucap Shin.


Sally hanya mengangguk sebagai jawabannya.


Lalu Shin membawa Sally segera pergi ke pasar mencari makanan untuk sarapan paginya.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Semoga kalian menyukai ceritanya ya~

__ADS_1


Jika kalian suka dengan cerita ini bisa dukung novel ini dengan meng-klik tombol Like, dan jika kalian menyukai novel ini bisa di klik tombol Favorit, dan jika kalian ingin mengkritik atau memberi masukan bisa di tulis di kolom Komentar. Terima kasih~


__ADS_2