Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 45 - Latih Tanding (2)


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah utama Klan Pedang, Alfan Gifartus mengerutkan keningnya.


"Yang benar saja, aku sudah berjanji kepada ayah untuk datang ke acara ulang tahun membawa Elisa. Tapi, Elisa secara langsung menolak undangan!" Alfan Gifartus merasa kesal dengan tolakan undangan yang diberikan kepada Elisa.


"Tuan Muda Alfan, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" Tanya seorang pria bertubuh besar dengan tinggi lebih dari dua meter yang adalah seorang bawahan Alfan Gifartus,  jika seseorang melihat pria ini mungkin akan membuat takut.


Alfan Gifartus yang saat ini sedang merasa kesal dia melirik ke arah pria bertubuh besar ini dan berkata, "Kita akan pergi dari Klan Pedang dan mencari penginapan di kota ini, kita akan tinggal di kota ini untuk sementara waktu, aku akan mencoba membujuk Elisa sampai menerima undangan ku…," Kata Alfan Gifartus sambil memikirkan apa yang dia akan lakukan selanjutnya, lalu melanjutkan, "Jika aku tidak membawa Elisa ke acara ulang tahun ayahku, aku akan kehilangan wajah terhadap saudara-saudara ku dan juga ayahku." Lanjutnya.


Pria bertubuh besar itu mengangguk, dia hanya setuju dengan apa yang akan dilakukan Tuan Muda Alfan, selama apa yang dilakukan oleh Tuan Muda Alfan tidak membawa bahaya dia akan menyetujui apapun tindakannya.


"Baik Tuan Muda, jika untuk mencari penginapan kota yang terbaik aku mengetahui tempatnya, kalau begitu tolong ikuti saya Tuan Muda." Jawab pria bertubuh besar sambil memberitahu kalau dirinya mengetahui tempat penginapan yang terbaik di kota ini.


Mendengar jawaban dari bawahannya, Alfan Gifartus mengangguk dan berkata, "Baik, antar aku ke tempat penginapan terbaik di kota ini." Ucap Alfan Gifartus.


Setelah mendengar ucapan dari Tuan Muda Alfan, pria bertubuh besar itu segera berjalan menuju penginapan kota Yang ada di Kota Ogria dengan diikuti Alfan Gifartus dan ketiga bawahan lainnya.


***


Saat ini di ruang latih tanding, Shin dan pemuda aneh di depannya sedang bersiap-siap untuk bertarung.


Pemuda aneh itu menggenggam batu di tangannya dan melemparnya.


Pada saat batu itu di lempar tidak lama kemudian batu itu mencapai lantai.


Shin dan pemuda di depannya melihat batu itu menyentuh lantai, dan pada saat yang sama keduanya melesat dengan tingkat kecepatan masing-masing dari mereka.


Pada saat ini, Shin mengerahkan kecepatan penuhnya sambil melihat kecepatan pemuda di depannya tampak jauh lebih lambat darinya dia tersenyum.


Shin dan pemuda itu secara bersamaan mengayunkan pedangnya, untuk pertama kalinya Shin mengerahkan seluruh kekuatannya pada pedang di tangannya.


Ketika Shin melihat pemuda di depannya tidak mengeluarkan keterampilannya dan hanya menggunakan kekuatan tubuh dia menyerangnya dengan tindakan yang sama seperti pemuda di depannya.


Dentang!!!


Tabrakan pedang yang terdengar sangat keras dan bahkan membuat telinga tidak enak terdengar di ruangan latih tanding.


Setelah tabrakan gerakan pertama ini, Shin mundur hanya 3 langkah, dan pemuda di depannya mundur lebih dari 15 meter yang bahkan pemuda itu sambil menusukkan pedangnya ke lantai untuk menghentikannya. Bahkan dia melihat tangannya bergetar hebat akibat tabrakan serangan sebelumnya.


Pemuda itu merasakan kekuatan Shin, menatap Shin dengan ekspresi terkejut di wajahnya, namun setelah beberapa detik dia mengembalikan ekspresinya kembali seperti semula.


"Aku tidak berharap kalau kekuatanmu sangat kuat, bahkan aku hampir tidak bisa menahannya." Ucap pemuda itu dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan rasakan, menurutnya pemuda di depannya dia tidak bisa merasakan tingkat kekuatan yang dimilikinya.


Shin yang saat ini melihat pemuda di depannya terpental jauh dan bahkan berhenti beberapa detik tanpa melakukan apapun, dia tidak melakukan serangan lanjutan.

__ADS_1


Dan setelah mendengar ucapan pemuda di depannya, Shin tersenyum mendengarnya, lalu menjawab, "Mengapa? Apakah aku tidak sesuai dengan harapanmu?" Jawab Shin sambil menatap tenang pemuda di depannya.


Pemuda itu menghela nafasnya lalu menatap Shin dengan fokus lebih tinggi dari yang sebelumnya lalu berkata, "Ya, kau benar, ini tidak sesuai dengan harapanku, kalau begitu selanjutnya aku akan lebih serius." Ucapnya lalu melesat ke arah Shin dengan kecepatan yang lebih tinggi dari yang sebelumnya.


Melihat ini, Shin tetap tersenyum, karena kecepatan yang dia lihat dari pemuda di depannya tampak sama lambatnya dari yang sebelumnya. Dan ketika mendengar pemuda itu akan lebih serius, Shin mengurangi kekuatannya ke tingkat yang sama dengannya.


Shin hanya berdiri diam sambil menatap pemuda di depannya.


Pemuda itu melesat ke arah Shin lalu mengerahkan serangan dengan memasukkan aturan kekuatan kedalam pedangnya.


Shin melihat serangan itu dia merasa ada aturan di dalamnya yang dia kenali, lalu membalasnya sambil mengayunkan pedangnya dengan aturan yang sama.


Dentang!!!


Merasa serangan pemuda di depannya sama-sama menyerang dengan menggunakan aturan pedang, pemuda itu menggertakkan giginya, ini sudah lebih dari apa yang dia harapkan, karena dirinya hanya memahami satu aturan pedang, dia berharap akan mengalahkan pemuda di depannya dengan aturan yang dia telah pahami.


Namun karena pemuda di depannya tampak sama seperti dirinya dia merasa tidak percaya. Karena dia mengetahui kalau pemuda di depannya baru pertama kali berlatih kemarin!


Setelah berpikir sejenak, pemuda itu terus melakukan serangan demi serangan dengan menggunakan aturan pedang di setiap serangannya.



Setelah bertarung lebih dari 30 menit, Shin dan pemuda itu telah melakukan lebih dari 400 putaran pada saat yang sama.


Shin dengan sengaja menurunkan tingkat kekuatannya ke tingkat yang sama dengan pemuda di depannya, dan setelah ratusan putaran ini, Shin sudah memahami seluruh gerakan yang dilakukan oleh pemuda di depannya.


Dan setelah mengetahui seluruh gerakan pemuda di depannya, pertarungan ini tidak perlu dilanjutkan lebih lama lagi, karena tidak ada yang bisa dia bisa pelajari dari gerakannya.


Lalu Shin menyerang dengan meningkatkan tingkat serangan dan kekuatan serta gerakannya ke tingkat yang lebih tinggi, Shin meningkatkan serangannya dengan memasukkan 2 aturan pedang ke dalamnya dan energi tubuhnya.


Pemuda itu melihat serangan selanjutnya dengan tingkat yang lebih tinggi dari yang sebelumnya, dia tidak panik, namun segera menangkis serangan ini.


Dentang!!!


Setelah menangkis serangan ini pemuda itu terpental jauh, hingga menabrak tembok batas Dojo ini.


Serangan yang dihasilkan Shin sangat cepat, kuat dan fleksibel. Pemuda itu bahkan jika dia terlambat seperdetik saja, serangan Shin akan menebas dirinya hingga menjadi dua bagian.


Pada saat yang sama, pemuda itu mengeluarkan darah dari mulutnya akibat benturan tubuhnya ke tembok.


Shin melihat ini, segera melesat dengan kecepatan tinggi dan menggunakan Shadow Stepnya ke tempat pemuda itu.


Hanya satu detik Shin sudah sampai di depan pemuda itu lalu dia mengarahkan pedangnya ke lehernya.

__ADS_1


"Checkmate!" Ucap Shin tanpa sadar dirinya menggunakan bahasa yang dia biasanya gunakan dalam bermain catur.


Pemuda itu mendengar kata-kata Shin dia tidak mengerti, namun setelah melihat ujung pedang berada satu inci di depan lehernya dia menghela nafasnya dan menjawab, "Aku menyerah!" Jawabnya.


Setelah mendengar kata-kata menyerah dari pemuda di depannya, Shin menarik pedangnya dan memasukkan kembali ke sarungnya yang ada di pinggangnya.


Pada saat yang sama Shin mengingat dirinya mengatakan 'Checkmate' dia tertawa di dalam hatinya, karena dia tidak sengaja mengucapkan itu, dan itu adalah kebiasaan dirinya ketika bermain catur dengan temannya di bumi sebelumnya.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 14. (Update untuk tanggal 15 akan di update besok, terima kasih!)


Daftar nama yang sudah vote:


1. Abdul Aziz \= Vote 400 Poin


2. TheNoblesseRaizel\= Vote 210 Poin


3. SanSkuy \= Vote 130 Poin


4. Bill Sopios \= Vote 130 Poin


5. 🍉•Al~™•🌶️ \= Vote 130 Poin


6. said Irfan \= Vote 40 Poin


7. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin


8. Drexsseleer \= Vote 30 Poin


9. Jordi Srabal \= Vote 20 Poin


10. Gito Chan \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,  vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2