
Sesampainya di gerbang rumah keluarga Evard, Shin melihat kalau rumah keluarga Evard ini sangatlah besar dan juga luas, dia bisa melihat di sekitarnya seperti sebuah taman, dan di jalan utamanya menuju rumah keluarga Evard.
Shin saat ini tidak menaiki kudanya, dia berjalan kaki sambil menarik kudanya di belakang, dan terus berjalan bersama Sally dan pamannya Dave Evard.
Di jalan banyak sekali orang-orang yang berpakaian sama, setelah Shin bertanya dia akhirnya mengerti, orang-orang ini adalah sebagian besar adalah budak dan beberapa pelayan.
Shin berpikir sambil berjalan dan memegang dagunya, apakah dia juga harus membeli seorang budak? segera dia menggelengkan kepalanya.
"Paman, lihat ekspresi Shin saat ini ..." Tanya Sally kepada Pamannya.
Dave segera menoleh ke arah Shin, dan menjawab, "Mengapa? apakah ada yang aneh dengannya?" jawabnya dengan ekspresi bingung.
"Paman, apa yang kamu lihat sekarang adalah kebiasaan Shin, ketika dia memegangi dagunya itu menandakan dia sedang berpikir, aku sudah memperhatikan ini sejak awal bertemu." Ucap Sally.
"Berpikir? ... menarik!" gumam Dave sambil melihat ke arah Shin.
Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya sampai di rumah keluarga Evard, ketika sampai di pintu depan, ada orang-orang berbaju besi dan ketika melihat Sally dan Pamannya Dave, mereka menunduk dan berbicara.
"Selamat datang kembali nona, tuan Dave." Ucap orang-orang itu.
"Kalian bawa kuda ini ke kandang kuda." Ucap Dave.
"Baik Tuan!" Jawab penjaga itu.
Sally dan Pamannya Dave mengangguk, lalu dia membuka pintunya dan memasuki rumah.
Setelah memasuki rumah, Shin melihat kalau ruangan ini tampaknya adalah aula, dia melihat kalau arsitektur ruangannya didominasi dengan warna putih, ada dekorasi yang terlihat mewah dan tampak mahal.
"Sally, antar Shin ke ruang tamu, saya akan memberitahu berita yang kamu katakan sebelumnya kepada ayahmu, jadi mari kita berpisah disini." Ucap Dave Evard dengan ekspresi serius di wajahnya, karena berita tentang pembunuhan ini sangat serius.
Melihat wajah Pamannya yang serius, Sally hanya mengangguk sebagai jawaban. Segera Dave Evard meninggalkan Shin dan Sally.
__ADS_1
"Sally, tampaknya kamu memiliki paman yang sangat baik terhadapmu." Ucap Shin sambil tersenyum.
"Tentu saja, ketika aku masih kecil, aku sering bersama Paman Dave dan bermain dengannya ... baiklah, ayo pergi ke ruang tamu." Jawab Sally sambil tersenyum.
Shin mengangguk dan segera kedua orang ini pergi ke ruang tamu.
...****************...
Ruang tamu.
Ketika sampai di ruang tamu, Shin dan Sally duduk di sofa, tidak lama kemudian terdengar suara tergesa-gesa dari depannya.
Ketika pintu terbuka, terlihat seorang wanita muda dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
"Sally, aku mendengar dari Paman Dave kamu mengalami bahaya, apakah kamu baik-baik saja?" Ucap wanita itu dengan nada tergesa-gesa dan ekspresi khawatir di wajahnya.
Sally melihat ini terkejut dan menjawab, "Kakak Lily? aku baik-baik saja, ngomong-ngomong perkenalkan, ini adalah Shin, dia yang menolong dan mengantarku sampai kemari." Jawab Sally sambil memperkenalkan Shin kepada kakaknya.
Shin melihat ke arah Lily yang seperti yang dikatakan Sally sebagai kakaknya, dia melihat penampilan Lily sangat mirip dengan Sally, dia terlihat cantik, dia memiliki rambut hitam panjang, yang berbeda adalah warna matanya berwarna biru, namun dibandingkan dengan Sally yang memiliki beberapa poin lebih cantik daripada kakaknya.
Lily segera melihat ke arah Shin, dia mendekatinya dan berbicara, "Aku ingin berterima kasih kepadamu, kamu telah menolong dan membawa Sally sampai rumah ... terima kasih!" Ucapnya sambil membungkuk ke arah Shin.
Melihat apa yang dilakukan kakaknya Sally, Shin sedikit tertegun.
"Sama-sama ... ngomong-ngomong kamu tidak perlu seperti ini, menolong yang orang yang sedang kesulitan itu normal, juga sekarang Sally sudah sampai tujuannya." Jawab Shin sambil ingin menghentikan tindakan Lily yang membungkuk ke arahnya.
Setelah percakapan singkat, tidak lama kemudian datang 3 orang di ruangan tamu, ketika Shin melihat ke salah satu orang di tengah, dia melihat pria besar dan memiliki aura yang sangat kuat, Shin merasa kalau tingkat kekuatan pria besar ini sangat tinggi, aku tidak tahu dimana tingkatannya, dilihat dari kepadatan aura di sekelilingnya menandakan itu berada di tingkatan yang sangat tinggi.
Sally melihat ini, dia segera berlari kearahnya.
"Ayah ... Ibu ..." Ucap Sally.
__ADS_1
"Aku sudah mendengar berita tentang pembunuhan ketiga Pamanmu, apa kamu tahu siapa yang melakukan ini?" Tanya pria besar yang tampaknya ayahnya Sally dengan ekspresi serius di wajahnya.
"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" Tanya ibunya dengan ekspresi khawatir di wajahnya sambil mengelus kepala Sally.
"Aku tidak apa-apa Bu ... dan Ayah, sepertinya aku mengenali orang-orang yang menyerang ku kemarin." jawab Sally.
Mendengar ini, Ayah Sally mengerutkan keningnya, lalu berbicara, "Katakan padaku siapa yang menyerang mu, aku ingin tahu siapa yang berani mencari masalah dengan keluarga Evard." Ucapnya dengan wajah serius.
"Ketika kelompok itu ingin menangkap ku, Shin menahannya lalu membunuh mereka semua, ketika aku melihat wajah salah satu dari mereka aku mengenalnya, dia adalah Gion Adelardus dari Kota Yuver, dia berasal dari salah satu tuan muda dari keluarga Adelardus." Jawab Sally sambil menggigit bibirnya, dia tidak ingin mengingat hal itu lagi.
"Gion Adelardus dari keluarga Adelardus ya ... Baiklah, urusan ini aku akan menyelesaikannya, lalu ..." Ucap Ayah Sally dengan wajah serius, lalu menoleh ke arah Shin yang sedang duduk.
Merasa di tatap oleh Ayahnya Sally, Shin merasa seperti sedang di tatap oleh monster, tekanan yang dia rasakan sangat kuat, seperti ada sebuah batu besar yang menimpanya, bahkan bisa membuat Shin susah untuk berdiri dan bergerak. Shin berkeringat dingin saat ini, namun dia tetap terus menahan tekanan ini.
Ayah Sally melihat ini, dia mengangguk segera menarik tekanannya, lalu berbicara, "Jadi kamu yang bernama Shin, perkenalkan namaku adalah Armand Evard, aku adalah Ayah Sally dan ini adalah Olivia Evard Ibunya Sally, terima kasih sudah menolong anak ku." Ucapnya, walaupun berterima kasih tapi wajahnya tetap dengan ekspresi serius.
Armand Evard mengangkat tangannya, tiba-tiba muncul sebuah kotak kecil di tangannya, lalu berjalan ke arah Shin, dan memberikan kotak ini kepada Shin.
"Tolong terima ini, ini sebagai hadiah kamu telah menolong anak ku sebelumnya, walaupun hadiahnya tidak seberapa tapi tolong di terima." Ucap Armand Evard dengan nada tulus.
Shin mengambil kotak itu, dan berbicara, "Baiklah, aku menerimanya ... terima kasih!" Jawab Shin sambil tersenyum.
Melihat ini, Armand Evard mengangguk dan berbalik menuju istrinya dan Sally, lalu berbicara, "Baiklah, kalian bisa berbincang-bincang disini, aku akan pergi untuk menangani beberapa urusan," Ucapnya kepada Istri nya dan Sally, lalu melanjutkan "Shin aku tidak bisa berbicara banyak denganmu saat ini karena banyak urusan yang belum di selesaikan, jadi kalian bisa berbicara disini, aku akan pergi." Lanjutnya, tanpa mendengar jawaban dari yang lain tiba-tiba menghilang dari tempat itu.
Melihat ini Shin terkejut, ini adalah pertama kalinya melihat seseorang bisa menghilangkan, sepertinya tingkat kekuatan dari Ayahnya Sally memang berada di tingkat tinggi.
Shin menggelengkan kepalanya, dia baru saja merasakan tekanan yang sangat kuat ketika pertama kalinya ketika datang ke dunia ini, hal ini membuat Shin benar-benar membuatnya bersemangat, dia ingin menjadi kuat dan lebih kuat.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
__ADS_1
Semoga kalian menyukai ceritanya ya~
Jika kalian suka dengan cerita ini bisa dukung novel ini dengan meng-klik tombol Like, dan jika kalian menyukai novel ini bisa di klik tombol Favorit, dan jika kalian ingin mengkritik atau memberi masukan bisa di tulis di kolom Komentar. Terima kasih~