
Terima kasih πβ’Al~β’β’πΆοΈ sudah memberikan 10 tips, saya membuat 2 chapter tambahan karena sudah memberikan tips kepada saya, semoga menyukai cerita ini. Terima kasih π
...----------------...
Setelah memasuki Desa Careth, anak-anak kecil yang sedang bermain memberhentikan permainannya dan menatap pemuda yang tampaknya adalah orang luar Desa Careth, mereka menatapnya dengan bingung.
Para penduduk sekitar melihat kedatangan pemuda ini segera menatapnya dengan penasaran, karena penampilan pemuda ini sedikit mencolok dan mempunyai kharisma yang tampak membuat seseorang menyukainya.
Dan saat ini ada seorang pria paruh baya mendatangi Shin dan ia tersenyum berkata, "Selamat datang di Desa Careth, saya adalah pemimpin penjaga Desa Careth ini." ujar seorang pria paruh baya yang berjalan mendatangi Shin dan mengucapkan salam hangat.
Pria paruh baya ini melihat penampilan Shin ia merasa kalau pemuda di depannya berasal dari keluarga kaya atau keluarga dengan latar belakang kuat, jadi dirinya bersikap baik terhadap pemuda ini.
Ia harap kalau pemuda ini memiliki sifat baik, karena dirinya sudah melihat banyak pemuda dengan sifat kesombongan dan arogan.
Shin melihat pria paruh baya ini menghampirinya dan menyapanya dengan baik, ia tersenyum dan menjawab, "Halo, terima kasih sudah menyambut hangat saya, nama saya Shin. Saya hanya seorang yang baru saja lewat dan melihat ada sebuah Desa disini dan ingin mampir dan beristirahat sebentar." jawab Shin sambil tersenyum.
Shin melihat orang-orang disekitar tampaknya banyak dari mereka hanya orang-orang biasa, dan para pejuang hanyalah penjaga desa ini saja.
Mendengar jawaban dari pemuda ini, pria paruh baya ini tersenyum dan mengerti kedatangan pemuda ini, tampaknya hanya berkunjung dan beristirahat saja.
"Kalau kau ingin beristirahat disini tentu saja kami tidak keberatan dengan ini, dan aku rasa udara di sekitar sini segar yang akan membuat rasa lelah dengan cepat menghilang." ujar pemimpin penjaga desa ini.
"Ya, aku merasakannya, udara disini sangat bagus dan sejuk juga, jadi terima kasih!" jawab Shin sambil tersenyum.
"Kau tidak perlu sopan seperti itu, kalau begitu jika kau membutuhkan sesuatu kau bisa mencariku di tempat penjaga desa." ujar pemimpin penjaga desa itu lalu pergi.
Shin mengangguk dan melihat kepergian pemimpin penjaga itu, ia menoleh ke area sekitar desa ini.
Shin merasa kalau Desa ini populasinya sangat sedikit, dengan rumah kayu di sekitarnya dan bahkan ia melihat ada beberapa wanita yang tampak sedang melakukan sesuatu yang tampaknya adalah pekerjaannya.
Setelah melihat-lihat sekitar, Shin berjalan pergi ke arah sungai kecil yang berada di pinggiran desa, ia berjalan ke arah pohon yang posisinya ada di bukit kecil dan duduk dan menyenderkan punggungnya di bawah pohon. Saat ini ia sambil merasakan udara persawahan di depannya.
Shin menutup matanya dan memikirkan kembali gerakan keseluruhan yang ada di batu prasasti kedua di lantai 3 Menara Pelatihan Pedang.
Shin memfokuskan dan menatap kembali setiap gerakan sisa yang belum ia ingat dan pahami, karena ini adalah ingatan gerakannya saja, jadi Shin tidak dapat memahami aturan pedang saat ini, karena ia telah mencoba memahami 1 aturan pedang baru ternyata itu memang sangat sulit, mungkin karena dirinya memiliki bantuan sistem Shin dapat dengan lancar memahami aturan pedang.
__ADS_1
Tidak terasa waktu berlalu 30 menit, Shin benar-benar tenggelam dalam ingatan gerakan ini. Namun, saat ini ia merasa dalam 30 menit ini ada yang terus menatapnya. Dan saat membuka matanya dan merasakan tatapan ini, Shin melihat ada seorang gadis kecil yang menatapnya selama 30 menit.
Ia melihat gadis kecil ini bersembunyi di belakang pohon sambil mengintip Shin yang saat ini sedang duduk bersandar di belakang pohon.
Melihat gadis kecil ini Shin tersenyum, ia mengerti tampaknya gadis kecil ini penasaran dengannya. Shin segera menatap gadis kecil itu dan tersenyum.
Gadis kecil ini melihat pemuda di depannya tampaknya merasakannya dan menatapnya, ia segera bersembunyi di belakang pohon.
Shin benar-benar tertawa di dalam hatinya melihat kelucuan di depannya, setelah itu ia berkata, "Hey, mengapa kamu bersembunyi? Aku tahu kamu sedang bersembunyi di belakang pohon itu." ujar Shin sambil memanggil gadis kecil itu yang sedang bersembunyi di belakang pohon.
"Kamu tidak perlu takut, aku saat ini sedang beristirahat jadi kamu-" ujar Shin yang hendak berbicara namun dalam tatapannya ia melihat ada ular hijau tampaknya sedang bersiap-siap akan mematuk gadis kecil itu.
Shin bangun dan dengan segera melesat ke arah ular itu yang akan mematuk gadis kecil itu, dan saat akan mematuk gadis kecil itu, segera menangkap kepala ular itu.
Gadis kecil itu melihat Shin yang saat ini sudah berada di sisinya dan melihat ada ular di tangan kanannya ia terkejut dan terjatuh.
Setelah menangkap ular ini, Shin tersenyum menatap gadis kecil ini, dan berkata, "Kamu harus berhati-hati lain kali, karena sekarang kita berada di pinggiran desa dan dekat sungai, akan ada beberapa binatang seperti ular berada di sekitarnya. Untung saja aku dengan segera menangkapnya kalau tidak akan sangat berbahaya untukmu, bukan?" ujar Shin sambil tersenyum lalu melemparkan ular hijau di tangannya ke arah hutan.
Mendengar ini, gadis kecil itu mengangguk dan tampak ketakutan setelah melihat ular yang akan menyerangnya, dan setelah ditolong oleh pemuda di depannya, ia menjawab, "Terima kasih kak, lain kali aku tidak akan nakal dan ceroboh lagi." jawab gadis kecil itu dengan kepala tertunduk dengan ekspresi sedikit takut.
Dalam pandangan Shin, gadis kecil ini berumur 8 atau 9 tahun dan memiliki rambut hitam panjang, mata biru jernih dengan wajah yang menurutnya lucu, gadis kecil ini memakai pakaian kaos dengan kualitas biasa saja dengan rok yang ia pakai.
"Bagus jika kamu tahu kalau kamu sedikit ceroboh, bukan karena aku mengalahkanmu, hanya saja kamu tidak boleh berada di tempat seperti ini sendirian, karena ada banyak bahaya diluar sana." ujar Shin sambil memberitahu Gadis kecil ini.
Gadis kecil itu bangun lalu menepuk-nepuk roknya yang kotor setelah terjatuh lalu menatap Shin dengan tatapan polos dengan sedikit tatapan mengagumi Shin.
"Kakak, apakah kakak adalah seorang pejuang seperti pemimpin penjaga desa itu?" tanya gadis kecil itu dengan tatapan penasaran dan sedikit mengagumi dari matanya. Karena ia tahu kalau apa yang baru saja terjadi pemuda di depannya adalah seorang pejuang yang sama seperti penjaga desa.
Shin mendengar kata-kata ini, ia tertegun sejenak, mengapa gadis ini membicarakan dirinya kalau ia seorang pejuang atau bukan? Shin menatap gadis kecil ini dengan tatapan aneh, dengan penampilan lucunya gadis kecil ini tampaknya terobsesi dengan Pejuang.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
ββββββββββββββββββββββββββ
__ADS_1
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 20. (Update untuk tanggal 21 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. Moch Iqbal \= Vote 500 Poin
2. Abifandya Ryu \= Vote 200 Poin
3. Bill Sopios \= Vote 120 Poin
4. Kelwin Rian \= Vote 100 Poin
5. Arya Hartawan \= Vote 100 Poin
6. Cucu Sunarya \= Vote 100 Poin
7. Fajar \= Vote 90 Poin
8. Roni Setyawan \= Vote 80 Poin
9. NONE \= Vote 60 Poin
10. SanSkuy \= Vote 50 Poin
11. Drexsseleer \= Vote 30 Poin
12. πβ’Al~β’β’πΆοΈ \= Vote 20 Poin
13. Arslan \= Vote 10 Poin
14. Jordi Srabal \= Vote 10 Poin
15. Gito Chan \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,Β vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
__ADS_1
ββββββββββββββββββββββββββ
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!