
Setelah beristirahat sebentar, Shin melanjutkan latihannya.
Shin mengeluarkan buku keterampilan Sword Bone Art, dan membacanya.
Sword Bone Art adalah teknik yang memusatkan energi pedang pada ujung pedang, energi yang dikeluarkan pada pedang berbentuk garis lurus.
Setelah membacanya, Shin bangun dan pergi ke tempat latihan sebelumnya, lalu berlatih.
Beberapa jam kemudian.
[Berhasil melatih keterampilan Sword Moon Art ke Level 1!]
Mendengar suara dari sistem, Shin hanya mengangguk, lalu melanjutkan berlatih teknik Wind Slash.
Seperti biasa Shin berlatih hanya beberapa jam dan suara terdengar di telinganya.
"Akhirnya ... selesai ...." ucap Shin dengan napas yang terburu-buru. Dan pada saat yang sama dia menjatuhkan tubuhnya ke tanah.
"Huh ... lelah sekali ... ini adalah pengalaman pertama di hidupku melakukan sesuatu sampai lelah seperti ini." ucap Shin.
Lalu dia beristirahat sejenak, sambil melihat-lihat ke sekitarnya. Lingkungan Shin saat ini terbilang cukup bagus, sungai mengalir dengan tenang, banyak sekali pohon-pohon di pinggir sungai dan terdengar suara kicauan burung.
Dengan hembusan angin yang mengenainya, Shin merasakan perasaan ketenangan, walaupun dia berlatih sampai lelah, namun, perasaan ini menghilangkan rasa lelah itu.
Walaupun Shin tau, bahwa di dunia yang keras ini, membunuh adalah hal biasa, tapi perasaan seperti ini dia sangat menyukainya.
Yahh ... seperti biasa, aku memang menyukai hal-hal yang tenang, gumam Shin.
Shin hanya tersenyum saat ini dan beristirahat untuk menghilangkan rasa lelahnya.
...****************...
Pada saat ini di dalam hutan, terlihat seorang wanita, kondisi wanita ini sangat buruk, terdapat luka di tubuhnya.
Wanita ini sedang berlari dengan terburu-buru, napasnya sangat tidak stabil, dan melihat ke belakang.
"Hah ... hah ... hah ... aku harus cepat, kalau tidak orang-orang itu akan mengejar!" Ucapnya dengan napas terburu-buru, yang tampak stamina dalam tubuhnya hampir habis.
Di belakang wanita ini terlihat sekelompok orang yang sepertinya sedang mengejar wanita ini.
"Sialan! wanita ini sangat licin sekali, cepat kejar wanita itu!" kata salah satu orang berpakaian hitam.
"Haha ... setelah aku menangkap mu, aku akan bermain denganmu dan menjadikanmu sebagai pelayanku." Ucap orang itu sambil menyeringai.
Wanita ini terus berlari, dia tidak tahu kemana arah yang dia lalui, namun, pada saat ini wanita itu melihat kalau dia akan segera keluar dari hutan.
Dan ketika wanita ini keluar dia melihat seorang pria yang sedang terlentang di tanah.
Lalu ...
...****************...
Saat ini, Shin sedang menikmati ketenangannya, tiba-tiba dia mendengar suara dari arah sampingnya, lalu dia terkejut.
__ADS_1
Shin melihat ada seorang wanita sedang berlari ke arahnya, Shin melihat kalau kondisi dari wanita itu sedikit buruk.
Melihat ini Shin segera bangun, dan sedikit mengerutkan keningnya.
Tidak lama kemudian, wanita ini sampai di tempat Shin, dia melihat wanita ini penuh keringat, lalu berbicara dengan napas yang terburu-buru.
"T-tuan ... T-tolong aku ...." ucap wanita itu dengan ekspresi wajah kelelahan.
Mendengar ini Shin terkejut dan tertegun, dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya sesaat.
"Aku tidak tahu mengapa kamu meminta tolong, tapi ... yah, tenang dan beristirahatlah sejenak." jawab Shin dengan ekspresi bingung.
Mendengar ini, wanita itu segera menjatuhkan tubuhnya ke tanah, napasnya masih terengah-engah.
Shin segera mengambil air minum dan memberikan ke wanita ini, dan wanita ini mengambil air dan meminumnya.
"Terima kasih."
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, tapi mengapa kau meminta tolong?" tanya Shin.
Mendengar ini, segera mengingat kalau dia sekarang sedang di kejar.
"Ah ... ayo kita segera pergi dari sini, kalau tid-" Sebelum menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba terdengar suara dari belakang.
"Itu dia, cepat tangkap wanita itu!"
Mendengar teriakan ini, Shin menengok ke belakangnya dan dia melihat ada sekelompok orang berpakaian hitam bergegas ke arahnya, kelompok orang ini berjumlah 8 orang.
Apa-apaan ini, apa yang terjadi?, pikir Shin.
Melihat situasi ini Shin mengerti, dia merasakan firasat buruk, lalu dia waspada.
Shin mengeluarkan pedang dari penyimpanan sistem, dan untungnya wanita ini tidak melihat saat Shin mengeluarkan pedang.
Melihat ini, wanita di sebelah Shin terlihat panik, dan menggelengkan kepala lalu menenangkan dirinya.
Sepertinya hal-hal merepotkan akan segera datang, gumam Shin.
Tidak lama, orang-orang berpakaian hitam ini sampai di tempat Shin.
Orang-orang berpakaian hitam ini tampaknya mengabaikan Shin, dan berteriak.
"Kalian, cepat tangkap wanita ini." Ucap seorang yang berpakaian hitam, namun orang ini terlihat berbeda, orang ini memakai topeng hitam.
"Baik!" Jawab ketujuh orang itu.
Mendengar ini Wajah wanita itu semakin pucat, karena kondisinya kelelahan, walaupun dia berlari tampaknya akan terkejar cepat atau lambat.
Shin melihat ini, segera menghalangi ketujuh orang itu.
"Hey, hey ... tunggu sebentar, apakah kalian tidak malu dengan apa yang kalian lakukan saat ini?" ucap Shin.
Orang yang memakai topeng ini melihat Shin menghalangi ketujuh orang itu, dia segera berbicara.
__ADS_1
"Aku tidak tahu siapa kau, aku hanya menyarankan agar kau tidak ikut campur dengan urusan kita, kalau tidak-" Sebelum orang itu menyelesaikan kata-katanya, Shin memotongnya.
"Heh! kalau tidak apa? menyesal? mati? ... aku tidak peduli siapa kau, mengepung seorang wanita apakah kau tidak tahu malu?" potong Shin, kata-kata ini sangat tidak asing bagi Shin yang sering membaca novel.
Shin melihat kearah ketujuh orang ini, aura dari ketujuh orang ini berada di tahap setengah prajurit tingkat tinggi. Jadi Shin tidak peduli dengan orang-orang ini, mereka hanya dijadikan sebagai meningkatkan pengalaman saja.
Dan ketika Shin merasakan aura orang yang memakai topeng, aura yang dikeluarkannya berada di tahap Setengah prajurit tingkat rendah.
Apa-apaan maksudnya ini? orang yang memerintah bahkan kekuatannya berada di paling bawah?, pikir Shin.
Shin bingung melihat ini, sepertinya apa yang terjadi pada wanita ini sangat merepotkan.
Ketika kata-kata yang diucapkan dipotong oleh Shin, orang yang memakai topeng ini tampaknya kesal dan berteriak.
"Brengs*k! kalian cepat bunuh orang itu dan tangkap wanita itu." teriak orang yang memakai topeng dengan nada marah.
Ketujuh orang itu segera menyerang Shin.
Melihat ketujuh orang ini, Shin mengeluarkan pedang dari sarungnya, dan bergerak menggunakan keterampilan barunya Shadow Step.
"Sword Slash!"
"Sword Moon Art!"
"Sword Slash!"
...
Karena perbandingan tingkat kekuatan, ketujuh orang ini dibunuh oleh Shin dengan mudah.
Dan orang yang memakai topeng melihat ini langkah kakinya mundur beberapa langkah.
Setelah membunuh ketujuh orang ini, Shin berbalik dan melihat ke arah orang yang memakai topeng.
Orang yang memakai topeng merasakan tatapan Shin saat ini, dia segera berbalik ingin melarikan diri.
Namun, pada saat ingin melarikan diri, karena kecepatan Shin saat ini sangat cepat, dia sampai di depan orang yang memakai topeng ini.
"T-tidak ... jangan bunuh aku ... kumohon." ucap orang ini dengan nada ketakutan dan memohon.
Mengabaikan orang ini, Shin mengayunkan pedangnya, segera menebas kepala orang itu.
Tepat Shin menebas kepalanya, dan pada saat itu juga topeng orang itu terlepas.
Wanita itu juga melihat kepala orang itu, setelah topengnya terlepas dan melihat ke wajahnya, dia terkejut, dia mengenal wajah dari orang ini.
Bersambung
***
[Soul Devourer System] telah update ke chapter terbarunya~
kuharap kalian menyukai cerita terbaru ini!
__ADS_1
kalau kalian suka dengan cerita ini tolong di like, favorit dan komentarnya (kritik dan masukan, tolong gunakan bahasa yang sopan ya 🙏)