
Terima kasih πβ’Al~β’β’πΆοΈ sudah memberikan 10 tips, saya membuat 2 chapter tambahan karena sudah memberikan tips kepada saya, semoga menyukai cerita ini. Terima kasih π
...----------------...
Setelah pergi dari pinggiran hutan, Shin berlari ke arah Kuda perangnya dan menatapnya.
Ia menggelengkan kepalanya dan menghela nafasnya pada saat yang bersamaan, walaupun bersama kudanya ia tampak hanya sebentar, tapi itu adalah pengalaman yang sangat bagus.
Shin mencabut semua tombak yang tertusuk pada tubuh kudanya, dan membawa kuda ini untuk di kuburkan.
Setelah menguburkan kudanya, Shin melanjutkan perjalanannya ke Kerajaan Tesaria dengan berlari saja, karena kecepatan yang Shin miliki saat ini ia akan sampai ke Kerajaan Tesaria hanya dalam satu hari.
Saat ini di lembah tersembunyi dekat Hutan 10.00 Pegunungan, di sebuah markas terlihat seseorang berlari terburu-buru.
Dan ketika orang ini sampai di ruangan khusus, di dalam ruangan ini terdapat beberapa orang yang sedang bersantai bahkan ada banyak wanita yang berpakaian terbuka, dan ketika melihat seseorang datang dengan tergesa-gesa, mereka menatap orang ini.
"Pemimpin, ada kabar buruk!!!" ujar seorang yang baru saja berlari tergesa-gesa dan menunduk melihat pemimpin di depannya.
Mendengar ini ada seorang pria yang sedang duduk di kursi sambil meminum minuman keras dengan beberapa wanita yang menemaninya mengerutkan keningnya.
"Katakan, kabar buruk apa yang ingin kau sampaikan?" jawab pria yang adalah pemimpin sambil menanyakan kembali.
"Token kehidupan Tuan Muda Ron hancur, Yang berarti Tuan Muda telah meninggal!" Jawabnya sambil menundukkan kepalanya, karena tugasnya adalah mengawasi token kehidupan.
Mendengar ini, pemimpin itu terkejut dan emosinya muncul lalu terbangun, "Apa! Apa yang terjadi kepada anakku? Bagaimana bisa ia meninggal!"
Kedua wanita di sampingnya tersentak akibat gerakan tiba-tiba pemimpin ini lalu mundur beberapa langkah.
Dan orang-orang di sekitar mendengar ini segera menghentikan kegiatannya dan menatap pemimpin yang tampak marah dengan terdiam.
Mereka mendengar kalau anak dari pemimpin baru saja meninggal tampak tidak percaya! Siapa yang berani mencari masalah dengan Geng Tengkorak Hitam? Apalagi berani membunuh anak dari pemimpin ini secara langsung! Betapa memiliki keberanian!
"Katakan padaku dimana lokasi tempat terakhir kali anakku berada! Dan perintahkan semua bawahan untuk mencari tahu siapa pembunuh yang membunuh anakku itu! Dan jadikan ini tugas utama kalian!" ujar pemimpin Geng Tengkorak Hitam ini dengan nada marah dan memerintah seluruh bawahannya untuk memprioritaskan mencari tahu siapa yang membunuh anaknya.
Setelah mendengar ini semua orang yang berada di ruangan segera berteriak, "Dimengerti! Kami akan mencari tahu siapa yang membunuh Tuan Muda."
Setelah menjawab perintahnya segera orang-orang ini pergi dari ruangan ini yang menyisakan Pemimpin dan beberapa orang yang tampaknya memiliki identitas tinggi di Geng Tengkorak Hitam.
"Kalian ketujuh jenderal Geng Tengkorak Hitam aku akan memerintahkan salah satu dari kalian untuk memimpin pencarian siapa yang membunuh anakku ini! Dan aku akan memilihmu Jenderal ketiga untuk mengambil alih keseluruhan tugas ini." ujar Pemimpin Geng Tengkorak Hitam dan menunjuk salah satu dari 7 Jenderal yang terpilih di Geng Tengkorak Hitam.
Merasa dirinya di pilih oleh Pemimpin, Jenderal Ketiga menyeringai dan menjawab, "Aku mengerti, serahkan tugas ini kepadaku!" jawabnya.
__ADS_1
Melihat ini Pemimpin itu mengangguk dan melambaikan tangannya yang menandakan untuk segera pergi.
Setelah kepergian semua orang, Pemimpin itu segera marah-marah dan mengingat kalau anaknya Ron adalah anak dari seorang wanita yang ia sangat cintai, namun wanita yang ia cintai telah meninggal akibat terbunuh ketika ada perang antara Geng.
"Aku bersumpah akan menemukan siapa orang yang membunuh anakku, tidak peduli apapun identitasnya, aku akan memastikan kalau orang yang membunuh anakku ini akan merasakan kalau hidup itu lebih baik daripada kematian!" Pemimpin itu meraung dengan mata berwarna merah akibat kemarahan yang berlebihan.
Setelah beberapa saat, ia berkata, "Rena, aku minta maaf kalau aku tidak dapat menjaga anakmu β¦" ujarnya sambil mengepalkan tangannya hingga kukunya menusuk kulit tangannya yang membuat berdarah.
Bahkan saat ini di lembah tersembunyi raungan kemarahan pemimpin ini sampai terdengar hingga jauh, orang-orang di Geng Tengkorak Hitam benar-benar terpana mendengar ini.
***
Saat ini Tiebat telah melacak pemuda Shin dengan kemampuannya dan mendapatkan beberapa informasi Shin ini dan kembali ke Penginapan Furaya Emas.
Ia memasuki ruangan VIP dan berjalan ke arah Alfan Gifartus yang saat ini dengan ekspresi wajah yang kesal.
Alfan Gifartus saat ini kesal karena sudah kurang dari 1 bulan dirinya berada di Kota Ogria ini untuk membujuk Elisa menerima undangan acara ulang tahun ayahnya tetap gagal dan bahkan terus ditolak.
Ketika melihat Tiebat datang ia menatapnya lalu bertanya, "Bagaimana? Apakah informasi pemuda yang dibawa Elisa itu sudah kau dapatkan?" tanyanya dengan sedikit nada kesal di dalam perkataannya.
Tiebat yang baru saja memasuki ruangan kamar VIP Tuan Muda Alfan, ia mendengar pertanyaan ini segera menjawab, "Aku sudah mendapatkannya Tuan, dan informasi tentang pemuda yang dibawa oleh Elisa itu bernama Shin.
Shin ini masih berumur sekitar 17 atau 18 tahun dan tingkat kekuatannya masih belum diketahui, namun ada berita panas baru saja muncul kalau pemuda bernama Shin ini tampaknya baru saja menerobos Pendekar Pedang Tingkat Atas. Dan setelah menerobos ke Pendekar Pedang Tingkat Atas, Shin ini tampaknya segera pergi dari Kota Ogria, dan aku tidak tahu kemana ia pergi selanjutnya." jawab Tiebat sambil menjelaskan informasi yang ia dapatkan kepada Tuan Muda Alfan.
"Kerja keras untukmu! Sekarang kau beritahu yang lain untuk bersiap segera kembali ke Kekaisaran, karena 3 hari lagi adalah acara ulang tahun ayahku dimulai, kita akan pergi sekarang." ujar Alfan Gifartus dan segera memikirkan beberapa hal dan sedikit menyeringai.
***
Shin yang saat ini ia sedang berlarian di pinggiran hutan sambil melompat-lompat di atas pohon dengan kecepatan yang sangat cepat, ia mendengar serangkaian suara di sistem yang mendapatkan Energi Jiwa.
Shin tidak berlari di jalan utama karena jalurnya berliku-liku dan sedikit menghambat, jadi ia memutuskan melewati pinggiran hutan.
Tidak lama ia berlari Shin sepertinya keluar dari hutan dan menatap kedepannya ada sebuah desa kecil di depannya.
Mengingat kembali informasi yang ia punya, Desa ini bernama Desa Careth yang berada di dekat Kerajaan Tesaria. Di sekitar Desa Careth ini ada banyak pandangan persawahan di sekelilingnya, Shin menatap ada sungai kecil di pinggir desa ini yang tampaknya adalah sumber air untuk sawah ini.
Shin yang saat ini memakai jubah hitam dengan riasan beberapa warna emas di beberapa bagian pakaiannya dan wajah yang terbilang tampan dengan rambut hitam panjang yang terlihat penampilan Shin ini sangat tampan dan memiliki kharisma tertentu padanya.
Ia akan memasuki Desa ini untuk beristirahat sebentar dan ingin melihat kehidupan orang-orang di Desa Careth ini. Karena di kehidupan sebelumnya ia berada di kota metropolitan yang sangat jarang berliburan ke tempat desa-desa seperti ini.
Mengingat hal-hal sebelumnya, Shin tersenyum sedikit dan berjalan memasuki desa ini dan ia melihat ada banyak sekali anak-anak yang tampak sedang bermain.
__ADS_1
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
ββββββββββββββββββββββββββ
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 20. (Update untuk tanggal 21 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. Moch Iqbal \= Vote 500 Poin
2. Abifandya Ryu \= Vote 200 Poin
3. Bill Sopios \= Vote 120 Poin
4. Kelwin Rian \= Vote 100 Poin
5. Arya Hartawan \= Vote 100 Poin
6. Cucu Sunarya \= Vote 100 Poin
7. Fajar \= Vote 90 Poin
8. Roni Setyawan \= Vote 80 Poin
9. NONE \= Vote 60 Poin
10. SanSkuy \= Vote 50 Poin
11. Drexsseleer \= Vote 30 Poin
12. πβ’Al~β’β’πΆοΈ \= Vote 20 Poin
13. Arslan \= Vote 10 Poin
14. Jordi Srabal \= Vote 10 Poin
15. Gito Chan \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,Β vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
__ADS_1
ββββββββββββββββββββββββββ
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!