Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 62 - Istana Kerajaan


__ADS_3

Setelah tiba di luar gerbang Kerajaan Tesaria, Shin ikut berbaris rapi di depan gerbang, menunggu di periksa dan memasuki Ibukota Kerajaan Tesaria.


Melihat pintu masuk kota sudah ada ratusan hingga ribuan orang yang sedang mengantri untuk memasuki ibukota.


Shin hanya bisa menghela nafasnya setelah melihat ini, seperti yang dinamakan ibukota kerajaan, tempat ini sangat makmur dan juga hidup.


Saat ini penampilan Shin terlihat tampan, pendiam dan tidak berbahaya. Pada saat yang sama, karena Shin mempraktikkan Teknik Menahan Napas untuk menyembunyikan tingkat kekuatan yang sebenarnya, ia tampak tidak memiliki aura tubuh yang bisa dikatakan sama seperti orang biasa pada umumnya.


Para penjaga ini hanya melirik Shin lalu mengabaikannya, karena Shin tidak memiliki aura tubuh atau terlihat seperti orang biasa. Oleh karena itu, para penjaga di gerbang yang memeriksa tidak peduli sama sekali, mereka hanya membiarkan Shin melewati gerbang kota.


Shin saat ini setelah memasuki ibukota kerajaan, ia merasa sedikit bersemangat.


Bisa dikatakan kerajaan ini adalah pusat politik dan keuangan Kerajaan Tesaria.


Di Ibukota kerajaan ini akan ada seorang yang kuat dan seorang yang tampak biasa namun kenyataan adalah pejuang kuat. Ada banyak ahli dengan kekuatan yang memimpin antara keluarga ataupun Klan.


Menurut Shin di kerajaan ini memiliki sumberdaya yang paling banyak dibandingkan dengan keluarga-keluarga kuat ataupun Klan lainnya, akan ada warisan-warisan yang tidak terduga dan akan mendukung setiap pejuang tingkat tinggi.


Ia merasa kalau bagaimana dengan turnamen nanti? Apakah para pejuang yang mengikuti turnamen nanti akan memiliki kekuatan yang sama dengannya?, Merasakan ini Shin sedikit mengerutkan alisnya.


"Pertama, mari kita pergi ke istana kerajaan terlebih dahulu dan menemui Pangeran Kelima, tapi sebelum itu aku akan pergi ke pasar dan lihat apa yang akan didapatkan disana." ujar Shin yang saat ini sambil menatap ke sekelilingnya.


Ia melihat kalau bangunan-bangunan disini benar-benar berbeda dibandingkan dengan kota-kota yang ia lihat sebelumnya. Disini banyak gedung tinggi dan di jalan utama pun ia melihat banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang dan tampak sesak.


Karena sekarang masih ada waktu 2 hari untuk bertemu dengan Pangeran Kelima, ia akan berkeliling di Ibukota kerajaan ini, dan menambah kesan dirinya terhadap Ibukota kerajaan ini.


Shin terus berjalan di pinggiran trotoar dan tidak lama kemudian ia memasuki area pasar ibukota kerajaan ini. Saat ini ia merasa lingkungan sekitar benar-benar berisik dan ramai, ia mendengar berbagai pedagang yang meneriaki barang dagangannya, kereta kuda yang keluar masuk pasar ini dan orang-orang yang tampaknya saat ini sedang mencari sesuatu yang mereka butuhkan.


Shin terus berjalan-jalan di sepanjang jalan pasar, ia melihat orang-orang ini memakai pakaian bagus dan berbagai hiasan pada pakaian mereka yang terlihat mewah dan bangga.


Diantara orang-orang ini ada sejumlah besar pejuang.


Bisa dikatakan Shin sedikit kagum dengan jumlah pejuang yang berkumpul di Kerajaan Tesaria ini.


Walaupun di sepanjang jalan banyak sekali orang, tapi karena di Kerajaan Tesaria ini di setiap jalan bahkan gang sangat lebar, sehingga meskipun banyak orang, tidak tampak ramai dan sempit sama sekali.


Melihat kesekitarnya ia dapat melihat berbagai hewan eksotis yang sedang bermain dan melompat-lompat.


Bahkan ia melihat ada seorang pejuang yang menunggangi tunggangan binatang buas dengan level 2 dan level 3 yang tampaknya telah dijinakkan sebagai tunggangan dan berjalan dengan kesombongan tertentu.


Setelah berjalan-jalan sebentar ia menemukan sebuah restoran dan memesan beberapa makanan dan minum untuk menghilangkan rasa lelah yang sebelumnya telah mengalami berbagai masalah.


Pengunjung di restoran ini kebanyakan dari mereka adalah pejuang.

__ADS_1


Diantara lusinan meja diantara mereka adalah seorang gangster. Mereka semua bersemangat berbicara hal-hal di dunia Pejuang.


Shin yang saat ini sedang makan ia mendengarkan pembicaraan di sekitarnya dengan baik sambil menikmati makanannya.


"Saudara Mard kali ini para peserta turnamen kerajaan tampaknya memiliki banyak pejuang muda yang berbakat dan jenius, aku dengar Ren Gervais dari keluarga Gervais yang saat ini masih berumur 20 tahun sudah mencapai tingkat Komandan Tingkat Menengah, bahkan aku dengar ia juga dari Klan Pisau."


"Ya, aku tahu, tampaknya dalam turnamen kerajaan ini berbagai kekuatan dan faksi telah mengirimkan berbagai jenius elit.


Meskipun aku, Damir Wellian, adalah salah satu yang terbaik di generasi muda Kerajaan Tesaria ini, tapi tidak sebaik Lamia Wellian dalam keluarga Wellian kita, aku tidak dapat mengalahkannya.


Aku harap bisa mencapai sepuluh besar atau dua puluh besar di depan seluruh pejuang Kerajaan Tesaria."


"Ho? Tanpa diduga saudara Damir tidak hanya memiliki kekuatan yang tinggi, tapi juga memiliki motivasi yang bagus!"


Saat ini Shin mendengar berbagai percakapan di sekitarnya, tampaknya ada seorang yang berpartisipasi di turnamen nanti, ia melihat pemuda ini sangat bersemangat dan tampaknya dari keluarga besar di Kerajaan ini, bahkan umur mereka terlihat 20 tahun.


"Yah, tampaknya persaingan nanti akan menjadi sedikit sulit …" gumam Shin yang saat ini sedang memakan makanannya.


Shin akhirnya menyelesaikan makan lalu menepuk perutnya, walaupun tidak kenyang tapi ia dapat merasakan makanan yang enak disini, ia membayar tagihannya lalu pergi.


Setelah keluar dari restoran ini, cahaya langit sudah menjadi oranye yang tampaknya saat ini sudah sore, Shin berjalan menuju istana kerajaan yang ia sudah janjikan dengan Pangeran Kelima sebelumnya.


Saat ini, Shin sedang berjalan sambil menanyakan dimana posisi istana kerajaan pada orang sekitar dan pergi.


Ia berjalan ke arah gerbang istana dan tiba-tiba seseorang berbicara, "Berhenti, kau tidak bisa berjalan lebih jauh lagi."


Shin yang saat ini akan melangkah memasuki istana ini, ia mendengar teriakan dari seorang penjaga pintu gerbang.


Shin melirik ke arah penjaga itu lalu mengeluarkan token identitas Pangeran Kelima dari cincin penyimpanannya dan menunjukkannya kepada penjaga.


Saat penjaga itu melihat token yang ditunjukkan Shin, wajah dari penjaga ini berubah drastis menjadi ketakutan.


"Tuan, saya minta maaf tidak mengetahui identitas tuan, mohon tunggu sebentar Tuan, saya akan masuk dan segera melapor!" ucap penjaga itu dengan nada rendah dan takut, lalu ia segera pergi.


Melihat kepergian penjaga itu, Shin mengernyit melihat ini, dari apa yang ia rasakan dari aura penjaga itu, tampaknya memiliki tingkat kekuatan yang sangat tinggi, namun memikirkan dirinya dipanggil Tuan, ia hanya tersenyum masam.


Tidak lama kemudian datang seorang pria paruh baya dengan diikuti oleh penjaga sebelumnya.


Ketika melihat pria paruh baya ini, ia mengenalinya orang ini adalah Federic yang ia lihat sebelumnya.


"Haha, Tuan Shin, kita bertemu lagi. Aku tidak berharap anda akan datang 2 hari lebih cepat, bagus, kalau begitu ayo masuk dan ikuti aku." ujar Federic sambil tersenyum melihat kedatangan Shin.


Dan penjaga ini melihat pemuda yang datang dan disambut oleh Tuan Federic ia menahan nafasnya, dalam pikirannya ia bersyukur tidak melakukan sesuatu yang buruk sebelumnya terhadap pemuda ini.

__ADS_1


Bersambung


...[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~...


——————————————————————————


Daftar nama yang sudah vote:


1. Rianto \= Vote 170 Poin


2. NxR IKxSxN \= Vote 150 Poin


3. Pier Prakas \= Vote 120 Poin


4. Faezal Ramadhan \= Vote 120 Poin


5. Heri Putra Bungsu \= Vote 100 Poin


6. ahmad saiful B \= Vote 100 Poin


7. Abifandya Ryu \= Vote 100 Poin


8. Ares \= Vote 100 Poin


9. Satri Laras \= Vote 100 Poin


10. Cuup Sajah \= Vote 100 Poin


11. Ade Eka \= Vote 100 Poin


12. Legs \= Vote 60 Poin


13. Irka Putra \= Vote 30 Poin


14. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin


15. Drexsseleer \= Vote 20 Poin


16. Narendra \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————

__ADS_1


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2