Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 46 - Alfan Gifartus


__ADS_3

Setelah mendengar pemuda di depannya menyerah, Shin memasukkan kembali pedangnya ke sarungnya.


"Pertarungan yang bagus!" ucap Shin.


Setelah bertarung dengan pemuda di depannya, Shin merasa pengalaman bertarungnya meningkat, dan dirinya berhasil mengontrol kelima inderanya, yang dapat dikatakan Shin saat ini memiliki fokus dan persepsi yang meningkat dari yang sebelumnya.


Bahkan mengontrol aturan pedang pun Shin akhirnya terbiasa, untuk itu dia berterima kasih kepada pemuda di depannya, karena dirinya baru saja melatih pemahaman aturan pedang dan melakukan latih tanding dengannya.


Ini adalah hal yang tidak terduga oleh Shin, karena ini juga merupakan bantuan sistem karena dirinya dapat dengan cepat memahami aturan pedang yang berbeda dengan orang biasa lainnya.


Pemuda itu melihat Shin menarik perangnya dan memasukkannya kembali ke sarung pedang, dia mengusap darah yang ada di bibirnya lalu berkata, "Aku tidak menduga ini aka terjadi, aku pikir aku bisa mengalahkanmu ketika aku menggunakan aturan pedang …," katanya sambil melihat tubuhnya yang tampak sedikit terluka akibat benturan tembok sebelumnya, lalu melanjutkan, "Namun, aku tidak berharap kau bahkan sudah memahami 2 aturan pedang." lanjutnya.


Menurutnya hal seperti ini sangat penting bahkan jika dirinya menyebarkan berita tentang pemuda di depannya sudah memahami 2 aturan pedang hanya kurang dari 2 hari, berita ini akan membuat semua orang tidak percaya.


Namun, pemuda di depannya berhasil melakukannya, dia berpikir kalau pemuda di depannya adalah seorang yang memiliki bakat yang tinggi dan jenius pedang yang baru saja lahir.


Setelah menerima kenyataan ini, dia bangun lalu menatap Shin dan berkata, "Perkenalkan namaku Favian, jika kau tidak keberatan bisakah aku menanyakan namamu?" kata Favian sambil menatap pemuda di depannya, dia tahu kalau pemuda di depannya ini adalah seorang yang dibawa oleh Nona Elisa.


Mendengar kata-kata ini, Shin tersenyum lalu menjawab, "Tentu aku tidak keberatan, perkenalkan namaku Shin, senang berkenalan denganmu." jawab Shin sambil mengulurkan tangannya.


Dia tidak membenci sifat Favian ini, namun karena kepribadiannya yang selalu berkata pada intinya, menurutnya ini merupakan sifat yang unik setelah dirinya bertemu dengan banyak orang di bumi maupun di dunia ini.


Favian mendengar pemuda bernama Shin ini tidak keberatan dengan perkenalan dirinya sebelumnya, dia tersenyum dan mengulurkan tangannya dan berkata, "Senang berkenalan denganmu." katanya.


Setelah keduanya berkenalan, tampaknya Shin merasa akan pergi mencari makan siang di restoran Klan Pedang, lalu dia mengajak Favian untuk makan bersama dengannya.


"Favian, aku akan pergi mencari restoran di dekat sini untuk makan siang, apakah kau mau ikut?" ucap Shin.


"Makan siang? Tentu, aku juga sudah lapar dan ingin minum alkohol." Jawab Favian sambil memikirkan alkohol yang biasa dia minum.


Mendengar kalau Favian adalah seorang yang menyukai alkohol, Shin menggelengkan kepalanya dan berkata, "Mari kita pergi." ucap Shin.


Lalu Shin dan Favian segera meninggalkan ruang latih tanding ini dan mencari tempat makan yang ada di area Klan Pedang.


***


Di pusat kota, terlihat seorang pria berjubah biru yang sedang mengikuti pria besar di depannya dengan diikuti oleh ketiga orang di sampingnya.


Pria berjubah biru ini adalah Alfan Gifartus yang sedang berjalan menuju penginapan kota.


Pada saat ini, Alfan Gifartus maupun keempat pengikutnya mendengar banyak sekali orang-orang yang mengatakan kalau Elisa membawa pemuda ke Klan Pedang bahkan mendengar gosip kalau tampaknya Elisa dan pemuda yang dibawanya memiliki hubungan khusus.


Pada saat pria bertubuh besar itu melihat perubahan ekspresi dan emosi di wajah Tuan Muda Alfan, dia segera berkata, "Tuan Muda, tampaknya pemuda yang di bawa Nona Elisa ini memiliki sangkut pautnya dengan kata-kata Nona Elisa sebelumnya." ucap pria bertubuh besar itu sambil mendengar pembicaraan orang-orang sekitar yang tampak adalah anggota dari Klan Pedang.


Alfan Gifartus mendengar ini, dia mengangguk dan mengerutkan alisnya, dan menjawab, "Ya, tampaknya pemuda itu yang membuat Elisa menolak undangan ku sebelumnya." jawab Alfan Gifartus.

__ADS_1


Setelah menjawabnya, Alfan Gifartus menatap ke salah satu dari ketiga bawahannya dan berkata, "Kau, cepat selidiki pemuda yang di bawa Elisa itu, aku ingin mengetahui informasi yang dimiliki pemuda itu." ucap Alfan Gifartus yang menyuruh salah satu bawahannya untuk mencari informasi pemuda yang di bawa Elisa ini.


Mendengar perintah dari Tuan Muda Alfan, pria yang memiliki tampang malas ini segera menjawab, "Baik Tuan Muda, saya akan segera mencari tahu informasi pemuda itu!" jawab pria yang memiliki tampang malas di wajahnya, lalu segera menghilang dari tempat dimana dia berdiri sebelumnya.


Alfan Gifartus melihat bawahannya langsung melakukan perintahnya dia mengangguk, dan menoleh ke arah pria bertubuh besar dan berbicara, "Ayo kita lanjutkan perjalanan menuju penginapan kota, jika aku terus mendengar berita ini, ini akan membuatku merasa pusing dan kesal." ucap Alfan Gifartus kepada pria bertubuh besar itu untuk segera melanjutkan perjalanannya.


Setelah mendengar ini, pria bertubuh besar itu segera mengangguk dan melanjutkan perjalanannya.


***


Saat ini Shin sedang makan di salah satu tempat makan di Klan Pedang, dia sedikit lagi menghabiskan makanannya lalu menatap Favian di seberangnya yang memiliki wajah memetah yang sedang meminum minunam keras dan tampak menikmatinya.


Shin yang melihat ini dia tersenyum masam, apakah seseorang yang menyukai alkohol akan mengeluarkan ekspresi seperti ini? Lalu dia mengambil gelas yang berisikan alkohol lalu meminumnya.


Setelah meminum beberapa tegukan, Shin tanpa sadar mengucapkan, "Hahhh …".


Dia merasa alkohol ini memang enak namun kualitasnya tidak sebanding dengan apa yang ada di bumi sebelumnya.


Favian mendengar suara Shin, dia tertawa dan berkata, "Bagaimana? Anggur ini sanga enak bukan? Seperti yang terlihat dari wajahmu tampaknya kau menikmatinya … Hahaha." tawa Favian yang melihat Shin di depannya.


Melihat perubahan sikap pada Favian dia tersenyum kecut, apakah orang ini memiliki kepribadian ganda?


Beberapa saat kemudian, Shin dan Favian akhirnya menyelesaikan makan siang dan minum alkohol di siang hari, keduanya keluar dari tempat makan ini.


Shin akhirnya mengatakan kepada Favian kalau dirinya akan melanjutkan berlatih di menara pelatihan pedang, dan Favian berkata kalau dirinya akan pergi untuk mencari misi di aula misi.


Merasakan ini Shin segera bersemangat untuk memahami aturan pedang yang berada di lantai dua menara pelatihan pedang.


Lalu Shin berjalan menuju ke menara pelatihan pedang yang berada di depannya.


Namun di perjalanan Shin dihentikan oleh seorang kakek tua yang memiliki janggut putih panjang, melihat kakek tua ini dia terkejut karena dari pakaian kakek tua di depannya memakai jubah abu-abu dan tampak memiliki aura seperti seorang pejuang, namun dirinya tidak dapat melihat tingkat kekuatannya.


Kakek tua ini tidak lain adalah Tetua Dane.


Tetua Dane ini menatap pemuda di depannya dengan ekspresi bingung, dia berkata, "Anak muda, tampaknya kau bingung mengapa aku menghentikanmu, kan?" ucap Tetua Dane sambil tersenyum menatap Shin dengan cahaya samar di matanya.


Shin mengangguk setelah mendengar ini, dia bingung mengapa kakek tua di depannya menahan perjalanannya?, lalu menjawab, "Ya, aku tidak tahu mengapa kau menghentikanku." jawab Shin dengan ekspresi bingung di wajahnya.


Menurutnya kakek tua di depannya ini tampaknya memiliki tingkat kekuatan yang berada di atasnya, dan Shin segera meningkatkan sedikit kewaspadaanya, walaupun dirinya berada di area Klan Pedang, tidak bisa di pungkirkan kalau seseroang bisa aja melakukan tindakan kejahatan dimanapun itu. Bahkan mengingat kembali di Kota Saron sebelumnya, tempat yang memiliki tingkat keamanan yang mumpuni pun dapat di tembus.


Merasakan perubahan ekspresi dan energi dalam tubuh pemuda di depannya, Tetua Dane secara sekilas dapat melihat dan merasakannya, pemuda ini meningkatkan kewaspadaannya.


Dengan tindakan Shin ini, Tetua Dane semakin bersemangat untuk menjadikan Shin sebagai muridnya, namun karena dia memikirkan Nona Elisa dia menahannya.


"Kau tidak perlu waspada terhadapku, aku tidak memiliki niat buruk kepadamu, aku datang menemuimu untuk bertanya, sudah berapa aturan pedang yang kau pahami?" ucap Tetua Dane yang mengatakan kalau dirinya tidak memiliki niat buruk, namun sebaliknya dia hanya menanyakan hal sepele.

__ADS_1


Mendengar ini, Shin meredakan kewaspadaannya, namun setelah mendengar kakek tua ini ingin mengetahui berapa banyak dirinya memahami aturan pedang, Shin menjawab, "Aku sudah memahami 13 aturan pedang … ngomong-ngomong apakah aku bisa tahu siapa kau?" 


13 aturan pedang dalam kurun waktu kurang dari 2 hari, Tetua Dane menatap pemuda di depannya tampak tidak percaya, dia melihat tingkat kekuatan pada pemuda ini masih di tahap Prajurit, namun karena 13 aturan pedang yang dia pahami, kekuatannya melonjak secara signifikan!


Bibit yang bagus, bahkan di kekaisaran tidak banyak yang dapat melakukan seperti pemuda ini, sayang sekali aku tidak bisa mengatakan padanya untuk menjadikannya sebagai muridku …, ucap Tetua Danedalam benaknya.


"Namaku Dane Valgard, biasa di panggil Tetua Dane di cabang Klan Pedang ini." ucap Tetua Dane yang memperkenalkan diri pada Shin.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 15. (Update untuk tanggal 16 akan di update besok, terima kasih!)


Daftar nama yang sudah vote:


1. LUCIFER \= Vote 700 Poin


2. Muhamad Alfiansyah \= Vote 400 Poin


3. Lidya Mariska \= Vote 300 Poin


4. {DwiS(DarkBlaze)} \= Vote 110 Poin


5. 🍉•Al~™•🌶️ \= Vote 110 Poin


6. satri laras \= Vote 110 Poin


7. Kelwin Rian \= Vote 100 Poin


8. Drexsseleer \= Vote 40 Poin


9. said Irfan \= Vote 40 Poin


10. awan_mendung186 \= Vote 20 Poin


11. Gito Chan \= Vote 10 Poin


12. Arif Eko \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru,  vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————

__ADS_1


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2