Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 26 - Konflik Di Hutan 10.000 Pegunungan (2/2)


__ADS_3

Elwyn dan Alred segera mengumpulkan kelompoknya, walaupun kondisi mereka saat ini sangat buruk, bukan berarti efek bertarungnya akan jatuh secara signifikan.


Pria yang memegang pedang itu melihat tindakan ini, segera mengerutkan keningnya.


Dia tidak berharap orang-orang yang sedang terluka ini tetap gigih, dia sudah menunggu sejak lama hingga Harimau Tanduk Iblis ini mati, dan bahkan kelompok Elwyn pun menderita kerugian.


Namun apa yang dia tidak harapkan adalah munculnya Shin saat ini, dia memandangi Shin yang berpakaian armor serba hitam dan pedang hitam besar itu sedikit mengernyit.


Dalam pandangannya orang berpakaian armor hitam ini tidak bisa di remehkan, bahkan ketika pria berpakaian armor hitam ini memenggal Harimau Tanduk Iblis dia tidak bereaksi.


Dan yang anehnya aura orang ini tidak bisa di rasakan olehnya, dia tidak tahu tingkat kekuatan apa yang dimiliki pria berpakaian armor hitam ini.


"Cih, sepertinya pertempuran tidak bisa dihindari," Ucap Pria yang menggunakan pedang ini dengan ekspresi kecewa di wajahnya, lalu melanjutkan, "Semuanya bersiap untuk bertarung!" Lanjutnya sambil memerintahkan orang-orang yang bersamanya.


Shin melihat ini, dia berfokus pada pria yang memegang pedang ini, karena dari tingkat kekuatannya berada di tingkat Prajurit Tingkat Tinggi.


Segera Shin bersiap-siap sambil memegang erat pedangnya, untuk disaat seperti ini, tampaknya keterampilan Teknik Pedang Roh tidak dia gunakan secara langsung, dia akan menggunakannya sebagai kartu AS nya.


Kedua belah pihak sudah bersiap untuk melakukan serangan.


"Bunuh mereka!" Ucap Pria yang memegang pedang.


"Serang!" Ucap Elwyn.


Setelah intruksi inilah para pejuang di kedua sisi melakukan serangannya.


Shin melihat ini masih terdiam sesaat, dia tidak terburu-buru untuk melakukan serangan, yang terpenting sekarang adalah kelompok Elwyn ini bukan musuhnya, namun dia tidak bisa mempercayainya, Shin tidak ingin kalau akan ada seseorang yang menyerangnya dari belakang.


Kelompok Elwyn maupun kelompok pria yang memegang pedang itu akhirnya bertarung, suara benturan pedang, keterampilan yang di keluarkan, membuat tempat ini yang awalnya sudah rusak sekarang menjadi tambah hancur.


Pecahan batu terbang kemana-mana, tanah yang awalnya retak sekarang penuh dengan lubang.


Pria yang memegang pedang itu pergi ke arah pejuang yang terlihat tampak terluka di bagian lengannya.


Namun, pada saat akan menyerang, dia di hadang oleh pria yang memegang tombak.


"Hey bodoh, mau pergi kemana? lawan mu adalah aku!" ucap Alred sambil menyeringai.


Melihat pria yang ada di depannya, pria yang memegang pedang ini sedikit kesal, orang ini adalah orang yang berdebat dengannya sebelumnya.


"Ternyata kau sampah bodoh, apa kau datang untuk menerima kematian mu?" Jawabnya lalu mengayunkan pedangnya ke arah Alred.


Melihat serangan ini Alred segera mengayunkan pedangnya secara vertikal.


Dentang!

__ADS_1


Suara benturan terdengar, benturan senjata ini membuat percikan api.


Dentang! Dentang! Dentang!


Pertarungan kedua orang ini sangat intens bahkan hanya beberapa detik sudah sampai puluhan gerakan.


Shin melihat ini segera memasuki pertarungan, dia bergerak dengan keterampilannya lalu menyerang ke salah satu orang yang sedang bertarung.


Shin mengayunkan pedangnya dengan menggunakan keterampilannya.


"Sword Slash!"


Gerakan pedang Shin saat ini sangat tajam dan halus, serangan ini mengarah ke leher orang yang sedang bertarung di depannya.


Dan orang yang sedang bertarung ini merasakan serangan datang kepadanya, dia menghindar dan menangkis serangannya dengan keterampilannya.


Serangan Shin berhasil di tangkis olehnya, namun karena serangan tiba-tiba, tubuhnya terlempar 10 meter karena dorongan kekuatan Shin.


Shin melihat ini sedikit mengernyit, dia pikir serangannya akan langsung memenggal orang ini, namun serangannya berhasil di tangkis olehnya.


Orang yang terkena serangan Shin saat ini melihat ke arah Shin lalu mencibir, "Bah! menyerang dari belakang, apa kau tidak memiliki nyali?" Ucapnya sambil mencibir ke arah Shin.


Shin mengabaikan kata-katanya, dia menengok ke seseorang yang sedang bertarung sebelumnya.


"Aku akan membantu untuk membunuh orang ini, mari kita bekerja sama untuk membunuhnya." Ucap Shin sambil memberikan saran kepada pejuang dari kelompok Elwyn.


Shin dan pejuang ini melesat ke orang dari kelompok musuh, dan mereka berdua mulai menyerangnya.


Shin mengepalkan tangannya pada gagang pedangnya lalu menyalurkan energi tubuhnya.


"Sword Moon Art!"


Energi berbentuk bulan sabit terbang ke arah orang itu, bentuk ini besar dan juga kuat.


Pejuang dari kelompok Elwyn pun mengeluarkan serangannya.


Hanya dalam 3 menit orang dari kelompok musuh terbunuh oleh mereka berdua.


Shin segera berpisah dengan pejuang tadi, lalu pergi ke target lain. Dan pada saat ini, Shin ingin mencoba Teknik Pedang Roh nya, untuk melihat apakah efek yang disebabkannya.


Ketika berjarak 6 meter dari musuhnya di depan, Shin memadatkan Energi Spiritualnya untuk membentuk pedang, lalu pedang roh berwarna putih transparan terbang di atas kepala Shin.


Shin bergerak ke arah targetnya, lalu mengayunkan pedangnya sekaligus mengontrol pedang rohnya ke kepala target ini.


Pria yang dijadikan target Shin melihat serangan akan datang dia akan menghindar, namun tiba-tiba pedang roh memasuki kepalanya.

__ADS_1


Setelah memasuki kepalanya, pedang roh ini terus menusuk ke arah Roh targetnya. Dalam sekejap, roh target Shin hancur karena serangan pedang roh Shin.


Orang-orang disekitarnya melihat ke arah Shin saat ini, mereka melihat seorang pejuang berpakaian armor hitam membunuh musuhnya tanpa menyentuhnya, sekilas ini membuat orang-orang kaget.


Karena Shin saat ini menggunakan Teknik Menahan Napas, orang-orang di sekitarnya tidak dapat merasakan tingkat kekuatan Shin. Tiba-tiba seseorang berbicara.


"Serangan ini... apakah ini serangan roh yang terkenal itu?" Ucap seorang yang tampak tahu teknik serangan ini.


Setelah mendengar kata-kata ini, orang-orang di sekitar pun terkejut, Pria yang memegang pedang, Elwyn dan Alred pun termasuk.


Mereka tidak berharap akan ada seorang ahli disini.


"Apakah orang berpakaian armor hitam ini seorang ahli? dan apakah kalian merasakan tingkat kekuatannya?" Ucap seseorang dari pihak musuh.


"Tidak, aku tidak merasakannya."


"Aku juga sama, tidak bisa merasakan tingkat kekuatannya."


Pada saat ini yang awalnya tempat ini adalah area pertarungan sengit, sekarang mereka terdiam.


Dan pria yang memegang pedang itu tampaknya memahami sesuatu, orang berpakaian armor hitam ini tampaknya seorang ahli. Dia berkeringat dingin di punggungnya.


"Sial, aku tidak menyangka akan ada seorang ahli disini." Ucapnya.


Alred mendengar ucapannya dia tertawa.


"Hahaha... sepertinya kau telah menyadarinya, sekarang kita lihat apakah kau bisa melarikan diri dari sini atau mati disini!" Ucap Alred sambil tertawa dan mengejeknya, pada kenyataannya dia juga terkejut setelah melihat kenyataan ini, sebelumnya dia memprovokasi pria berpakaian armor hitam ini, dia berdoa kalau pria itu tidak akan mengambil hati atau dia tidak bisa hidup!


Shin melihat ini dia tertawa di dalam hatinya, orang-orang ini tampaknya salah paham dengannya, mereka mengira Shin adalah seorang ahli. Ini karena Teknik Menahan Napas yang sudah dia latih sebelumnya, Shin merasa senang efek dari ini tercapai.


"Baiklah, siapa selanjutnya?" Ucap Shin dengan nada dingin dan tatapan dingin di matanya.


Orang-orang dari pihak musuh mendengar ini mereka berkeringat dingin, satu-satu nya yang ada di pikirannya sekarang adalah melarikan diri!


Ya, melarikan diri, tetap hidup lebih baik daripada mati.


Pria yang memegang pedang ini melihat perubahan situasinya, dia segera berbalik melarikan diri, karena sudah ada ahli disini, dia tidak ingin berinisiatif untuk melanjutkan serangan.


Para pengikutnya melihat pria yang memegang pedang melarikan diri, mereka secara tidak sadar berbalik dan kabur.


Alred melihat lawannya kabur, dia mengerutkan keningnya, dia berpikir kalau kondisi dari pihaknya dalam kondisi puncak dia akan mengejarnya, jadi Alred hanya melihat lawannya melarikan diri.


"Hitung saja ini keberuntungan mu!" Ucap Alred yang merasa kesal.


Bersambung

__ADS_1


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2