Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 43 - Tes Lantai Kedua


__ADS_3

Saat ini Shin sedang berjalan menaiki tangga dan setelah berjalan selama beberapa menit, akhirnya sampai di gerbang lantai dua.


Shin melihat gerbang ini memiliki dua pintu, dia berjalan lalu mendorong gerbang ini dan memasukinya.


Ketika gerbang terbuka, Shin melihat di depannya terdapat seorang pria paruh baya yang sedang berdiri dengan pedang di pinggangnya.


Pada saat Shin memasuki ruangan ini, pria paruh baya itu tampaknya melihat ke arah Shin dan berkata, "Oh? Tampaknya hari ini ada seseorang yang akan mengikuti tes untuk memasuki lantai dua." Ucap pria paruh baya itu sambil memandang Shin.


Mendengar ini, Shin tentu saja bingung dan dari ucapan yang pria paruh baya di depannya, tampaknya dirinya akan mengikuti tes? Setelah berpikir sejenak, Shin akhirnya paham, jika seseorang ingin memasuki lantai dua menara pelatihan pedang, orang itu harus mengikuti tes terlebih dahulu.


Shin berjalan ke arah pria paruh baya itu lalu menyapanya, "Halo, bisakah kau beritahu aku bagaimana untuk memasuki lantai dua menara pelatihan pedang ini?" Ucap Shin sambil tersenyum.


"Ingin memasuki lantai dua? Apakah kau tidak diberitahu oleh pelayan di resepsionis itu?" Tanya pria paruh baya itu sambil menatap Shin aneh, menurutnya pemuda di depannya bahkan tidak tahu tentang ini.


Shin tersenyum masam setelah mendengar ini, dia memasuki lantai pertama menara pedang ini tanpa mencari tahu.


"Yah… Aku tidak mengetahuinya, jadi bisa kau jelaskan padaku?" Jawab Shin dengan wajah sedikit malu.


Setelah mendengar ucapan Shin, pria paruh baya ini menatap Shin seperti orang bodoh, bagaimana mungkin seseorang memasuki dan berlatih di lantai pertama tanpa mencari tahu apa saja yang ada di dalam menara pelatihan pedang ini.


"Hah! Baiklah kalau begitu aku akan menjelaskannya secara singkat," Ucap pria paruh baya itu, lalu melanjutkan, "Di menara pelatihan pedang ini seseorang dapat berlatih dan memulai di lantai pertama, jika seseorang itu telah memahami aturan tertentu dan ingin mencoba berlatih di lantai dua, orang itu harus mengikuti tes pemahaman dan aturan pedang dan jika lulus orang itu dapat berlatih di lantai dua." Lanjutnya.


"Dan tempat ini adalah ruangan tes untuk memasuki lantai kedua, itu saja!" Ucap pria paruh baya.


Setelah mendengar penjelasan singkat ini, Shin akhirnya mengerti, lalu bertanya, "Terima kasih, lalu aku akan mengikuti tes lantai kedua ini dan apa saja syaratnya?" Tanya Shin.


"Apakah kau ingin mengikuti tes lantai dua menara ini? Apakah kau sudah siap?" Jawab pria paruh baya itu sambil menatap pemuda ini dengan tatapan aneh, menurutnya pemuda ini adalah orang bodoh.


"Ya, aku akan mengikuti tes lantai kedua menara ini dan tentu saja sudah siap!" Jawab Shin dengan nada biasa saja.


Mendengar ini, pria paruh baya itu menghela nafasnya dan berkata: "Jika itu keputusanmu, aku akan memberitahumu persyaratannya, dan jika kau lulus dari persyaratan ini kau dapat memasuki lantai kedua menara ini." Ucap pria paruh baya itu.


"Untuk persyaratannya hanya ada satu, yaitu berhasil melakukan gerakan 10 aturan pedang." Lanjutnya sambil memberitahu Shin persyaratan untuk lulus.


Ketika Shin mendengar kalau untuk lulus dari tes ini hanya memahami 10 aturan pedang, dia merasa tertawa di dalam hatinya, karena Shin saat ini sudah memahami keseluruhan aturan pedang yang ada dalam batu prasasti di lantai pertama.


"Ya, kalau begitu bisakah kita melakukan tes ini?" Ucap Shin yang tampak tidak terlalu memikirkan tes ini, karena dirinya sudah memahami 25 aturan pedang!


Pria paruh baya itu menatap wajah Shin yang tampak biasa-biasa saja dan terlihat memandang tes ini mudah dia mengernyit.


"Baiklah, mari kita mulai tesnya, pertama kau harus bertarung melawanku dengan menggunakan 10 aturan pedang, dan jika kau sudah mengeluarkan 10 aturan pedang secara otomatis kau akan lulus tes." Ucap pria paruh baya itu lalu mengeluarkan pedang dari sarungnya.


Setelah pembicaraan ini, Shin segera mengeluarkan Pedang Kegelapannya keluar dari sistem penyimpanannya. Dan setelah Pedang Kegelapannya keluar, pria paruh baya itu menatap pedang Shin di tangannya dia sedikit terkejut, tampaknya pemuda ini memiliki senjata dengan tingkat tinggi pada dirinya.


Setelah mengeluarkan pedang roh, Shin sedikit mengayunkan pedangnya yang membuat efek angin ke sekitarnya, dan berkata, "Baiklah! Mari kita mulai!" Ucap Shin.


Pria paruh baya itu mengangguk lalu segera melesat ke arah Shin dengan kecepatan yang cepat.

__ADS_1


Melihat kecepatan pria paruh baya di depannya sangat cepat Shin mengerutkan alisnya dan meningkatkan kewaspadaannya, pada saat yang sama pria paruh baya itu mengayunkan pedangnya dan segera energi pedang keluar dan bergegas ke arah Shin.


Shin melihat energi pedang ini dia merasa di dalam energi pedang ini terdapat aturan pedang yang dia kenali.


Lalu Shin mengayunkan pedangnya dan menyalurkan energi tubuh pada pedang kegelapannya dengan menyatukan aturan pedang yang sama ke arah energi pedang yang mengarah ke arahnya.


Dan saat ini kedua energi pedang berbenturan dan menciptakan ledakan kuat di sekitarnya.


Boom!!!


Setelah benturan energi ini, pria paruh baya itu melanjutkan serangannya dengan aturan kedua yang berbeda dengan sebelumnya, namun kecepatan serangan ini meningkat.


Shin tidak mau kalah dengan pria paruh baya ini, dan segera membalasnya dengan aturan yang sama di keluarkan oleh pria paruh baya itu.


Swoossh!!!


Boom!!!


Lalu melanjutkan ke gerakan ketiga dengan aturan yang berbeda.


Boom!!!



Saat ini Shin dan pria paruh baya itu bertarung sudah mencapai 9 putaran dan di setiap gerakan isi energi pedang itu terdapat 9 aturan pedang di dalamnya yang tampak intensitas pertarungan ini semakin intens.


Dan akhirnya pria paruh baya itu melanjutkan serangan terakhirnya dengan 10 aturan pedang yang ada dalam gerakan itu.


Pria paruh baya itu mengayunkan pedangnya secara horizontal dan energi pedang berbentuk horizontal dengan 10 aturan pedang bergegas ke arah Shin yang tampak ketebalan energi pedang dengan 10 aturan sangat kental dan tampak kuat.


Shin membalasnya dengan mengayunkan pedang kegelapannya secara vertikal dan energi pedang berwarna hitam yang berisikan 10 aturan pedang bergegas menuju energi pedang dari pria paruh baya itu.


Dan ketika energi pedang ini berbenturan, ledakan energi yang dihasilkan berbeda dengan 9 aturan pedang sebelumnya, ledakan energi ini sangat kuat dan memiliki efek tekanan yang kuat serta membuat efek angin puyuh setelah ledakan energi.


Setelah melakukan 10 gerakan, pria paruh baya itu segera menghentikan serangannya dan menatap pemuda di depannya dengan tatapan tidak percaya.


Pria paruh baya ini tahu tampaknya pemuda ini masih berusia kurang dari 20 tahun, tapi sudah memahami 10 aturan pedang!, Mengapa pria paruh baya ini merasa tidak percaya? Karena dirinya sendiri mengetahui kalau memahami aturan pedang itu sangat susah, bahkan dengan umurnya yang 38 tahun ini dia hanya memahami 13 aturan pedang!


Ketika melihat pemuda di depannya lagi, tampaknya penilaian sebelumnya tentang pemuda ini adalah orang bodoh, dia segera menghilangkan pikiran itu, bahkan tatapannya sekarang sedikit mengagumi pemuda ini.


"Nak, bisakah kau beritahu siapa namamu?" Ucap pria paruh baya ini yang penasaran dengan pemuda di depannya.


Shin yang melihat pria paruh baya di depannya sudah menghentikan gerakannya, lalu memasukkan kembali pedang kegelapan nya kedalam sistem dan menjawab, "Namaku Shin." Jawab Shin.


"Baiklah, Shin, karena kau sudah berhasil menguasai 10 aturan pedang, itu artinya kau sudah lulus dari tes ini dan dapat memasuki lantai kedua menara ini, dan perlihatkan token identitas Klan Pedangmu padaku untuk memberikan tanda kau sudah lulus tes lantai pertama." Ucap pria paruh baya.


Mendengar ini, Shin segera mengeluarkan token identitasnya dan menyerahkan tokennya kepada pria paruh baya itu.

__ADS_1


Setelah pemberian tanda di token Shin, Shin tidak akan melanjutkan berlatih di lantai dua menara pelatihan pedang ini, tapi dia akan pergi ke arena latih tanding untuk bertarung dengan pemuda aneh sebelumnya, karena ini dia sudah berjanji kepadanya.


Karena tes untuk memasuki lantai kedua menara ini hanya singkat yang menghabiskan waktu kurang dari 20 menit, Shin segera kembali dan pergi dari menara pelatihan pedang ini.


***


Di ruangan utama menara pelatihan pedang, terlihat seorang kakek tua yang sedang menyebarkan energi spiritualnya dan sedang menatap pemuda yang baru saja keluar dari tempat tes lantai kedua.


"Secepat ini? Apakah dia gagal dalam tes itu?" Ucap Kakek tua itu dengan nada penasaran.


Namun, ketika melihat kondisi pemuda itu tampak tidak ada cedera ataupun luka pada tubuhnya dia segera penasaran dengan apa yang terjadi di ruangan tes lantai kedua itu?


"Melihat dari kondisinya baik-baik saja, apakah dia lulus? Atau dia berubah pikiran untuk tidak mengikuti tes?" Memikirkan ini Kakek tua itu tampaknya menebak-nebak apa yang dilakukan pemuda itu di ruangan tes lantai kedua.


Namun kakek tua itu segera menggelengkan kepalanya, dan berkata, "Tampaknya aku akan pergi ke ruangan tes lantai kedua itu untuk berbicara dengan penjaga yang menjaga ruangan tes lantai kedua…" Ucap kakek tua itu sambil mengelus-elus janggut putih nya dan segera menghilang dari ruangan utama Klan Pedang.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 13. (Update untuk tanggal 14 akan di update besok, terima kasih!)


...Daftar nama yang sudah vote:...


1. Hit Listrik \= Vote 300 Poin


2. Sumok \= Vote 200 Poin


3. Kelwin Rian \= Vote 110 Poin


4. Arya Hartawan \= Vote 100 Poin


5. Drexsseleer \= Vote 30 Poin


6. Gito Chan \= Vote 20 Poin


7. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin


8. said Irfan \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————


Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2