
Akhirnya Shin memutuskan untuk meningkatkan keterampilan Teknik Pedang Roh nya ke level 3, karena dalam rencana Shin, dia akan menggunakan keterampilan ini untuk membunuh satu persatu dari kelompok perampok.
Menurutnya Shin tidak ingin menghabiskan banyak waktu dengan orang-orang ini, karena ada urusan yang lebih penting daripada mengurus orang-orang bodoh ini.
Shin memanggil sistem dalam benaknya.
Status, Ucap Shin dalam benaknya.
...[Nama: Shin]...
...[Gender: Laki-laki]...
...[Usia: 18 tahun]...
...[Ras: Manusia]...
...[Tingkat Kekuatan: Prajurit Tingkat Menengah (Membutuhkan 0 / 500.000)]...
...[Kekuatan: 365]...
...[Kecepatan: 451]...
...[Energi Spiritual: 50]...
...[Energi Tubuh: 325]...
...[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 6 ) (+), Gerakan Dasar ( Level 6 ) (+), Sword Slash ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 4 ) (+) ...]...
...[Item: Pedang Besi (biasa) x7, Pedang Hitam (besi hitam), Tombak Merah (biasa), Pisau Gelap (biasa) ...]...
...[Energi Jiwa: 187.980]...
...[Evaluasi: Kekuatan anda tampak seperti semut sedang berjalan.]...
Shin melihat Energi Jiwa miliknya bertambah lagi.
Sistem, buka daftar keterampilan, Ucap Shin dalam benaknya.
[Keterampilan: Pedang Dasar ( Level 6 ) (+), Gerakan Dasar ( Level 6 ) (+), Sword Slash ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Sword Moon Art ( Putih Rendah Level 4 ) (+), Shadow Step (Putih Tinggi Level 2) (+), Teknik Pedang Roh (Biru Menengah Level 2), Sword Bone Art (Putih Menengah Level 2) (+), Wind Slash (Putih Rendah Level 1) (+)]
Pada saat yang sama hologram muncul di depan Shin, dia segera mengulurkan tangannya dan menekan tombol '+' pada opsi keterampilan Teknik Pedang Roh.
[Membutuhkan 75.000 Energi Jiwa untuk meningkatkan keterampilan Teknik Pedang Roh ke level 3!]
[Konfirmasi / Batalkan]
Melihat harga Energi Jiwa yang di butuhkan tampak tinggi, Shin mengabaikannya ini mungkin dikarenakan efek dari tingkat keterampilan dan peningkatan level yang membuat harga Energi Jiwa semakin meningkat.
Shin menekan tombol 'Konfirmasi'.
[Teknik Pedang Roh berhasil di tingkatkan ke Level 3!]
Setelah suara sistem terdengar, gambar dirinya yang sedang berlatih ratusan kali bahkan ribuan kali ini tampak sangat akrab dengannya, pada latihan ini Shin tampaknya dapat membuat energi pedang roh berjumlah 5 pedang roh.
Setelah beberapa menit Shin menyerap gambaran dalam benaknya, dia merasa terkejut karena Teknik Pedang Roh yang telah dia tingkatkan levelnya dirinya dapat membuat 5 pedang roh. Hal ini membuat Shin tampak sangat senang dan merasa bersemangat.
Kalau seseorang mengetahui bahwa seorang pejuang dalam tahap Prajurit dapat membuat serangan energi spiritual ini akan membuat orang itu muntah darah, apalagi jika orang itu melihat Shin dapat membuat 5 pedang roh pada saat yang sama, dapat dibayangkan reaksi apa yang diperlihatkan olehnya.
Lalu Shin menatap ke-tiga belas orang di kemahnya dan menyeringai.
"Aku ingin melihat reaksi orang-orang ini ketika teman mereka mati tanpa ada yang menyentuhnya..." Ucap Shin sambil menyeringai. Untungnya orang-orang ini tidak bisa menggunakan energi spiritual atau pikiran spiritual jadi mereka tidak bisa mengetahui posisi Shin saat ini.
Segera Shin membentuk energi pedangnya yang pertama, kedua, ketiga... kelima.
Pada saat ini di atas kepala Shin terdapat 5 pedang roh mengambang di atasnya, lalu Shin mengontrol ke-lima pedang roh ini untuk menyerang orang-orang yang ada di kemahnya.
5 pedang roh Shin berada di ketinggian 20 meter sedang menuju ke kemahnya, kecepatan ke-lima pedang roh Shin sangat cepat dan ketika sampai di atas kemah, Shin segera menargetkan 5 orang yang sedang bersantai.
Ke-lima pedang roh ini segera menukik ke atas kepala orang-orang yang di target kan, kecepatan ketika menukik sangat cepat dan seketika masing-masing dari pedang roh ini menusuk ke kepala targetnya, dan terus bergerak ke arah roh para perampok ini.
[Mendapatkan 7.980 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 8.590 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 6.750 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 7.550 Energi Jiwa!]
__ADS_1
[Mendapatkan 6.530 Energi Jiwa!]
...
Setelah membunuh ke-lima orang ini dengan menghancurkan rohnya, Shin mengontrol ke-lima pedang rohnya kembali ke ketinggian 20 meter.
Serangan ini tidak bersuara dan juga sangat mengerikan ketika digunakan oleh pejuang di tahap Komandan dan di bawahnya, karena serangan ini jika digunakan pada pejuang tingkat rendah akan sangat fatal, kebanyakan dari pejuang tingkat rendah tidak banyak yang memiliki item pertahanan dalam serangan roh.
Seketika ke-lima orang ini mati secara bersamaan, dan ketika seseorang di sekitarnya melihat ini mereka terkejut dan segera berteriak.
"Serangan! Seseorang telah melakukan serangan, cepat bersiap!" Teriak seorang yang melihat kejadian ini, orang inipun sangat terkejut dan berkeringat dingin, serangan yang dia lihat tampaknya tiba-tiba dan tidak ada suara.
Dan pada saat orang ini berteriak ada serangan, tiba-tiba sekelompok perampok ini yang sedang bersantai segera panik dan mengeluarkan senjata mereka.
"Apa yang terjadi? Katakan padaku?" Ucap pemimpin perampok yang baru saja keluar dari kemah Shin setelah mendengar teriakan bawahannya.
Melihat pemimpinnya keluar, segera memberitahu, "Pemimpin, seseorang telah melakukan serangan, lihat ke-lima orang itu mereka mati secara tiba-tiba." Jawab seorang yang melihat kejadian terbunuhnya ke-lima orang secara tiba-tiba.
"Meninggal secara tiba-tiba? Bagaimana mungkin, apakah kau tidak melihat serangan yang menyerang orang-orang itu?" Ucap pemimpin perampok ini sambil melihat ke arah ke-lima orang yang meninggal.
"Aku tidak melihat serangan yang datang, ke-lima orang ini meninggal secara bersamaan Bos." Jawab bawahannya.
Setelah mendengar ini, pemimpin perampok ini mengeluarkan tombak dari cincin penyimpanannya, lalu berjalan ke ke arah salah satu mayat yang tidak jauh darinya.
Pada saat melihat mayat ini, dia merasa tidak ada yang salah dengan tubuh mayat ini, dia bingung dengan kematian bawahannya ini adalah pembunuhan pertama kali yang telah dia lihat selama hidupnya, bagaimana mungkin seseorang membunuh tanpa menyentuh?, apalagi membunuh 5 orang secara bersamaan pada saat yang sama.
Setelah memikirkan ini, pemimpin perampok ini mulai berkeringat dingin, tampaknya ada seorang ahli tingkat tinggi yang telah melakukan serangan ini.
"Sial! Tampaknya kita sedang dalam masalah besar kali ini!" Gumam pemimpin perampok.
Shin yang saat ini sedang memperhatikan situasi di kemahnya, dia melihat pemimpin perampok ini sedang melihat kondisi mayat yang telah Shin bunuh. Shin tersenyum melihat ini, segera mengontrol ke-lima pedang rohnya untuk menyerang lagi.
Ke-lima pedang roh yang Shin kontrol ini segera menukik ke arah target selanjutnya, dia tidak memikirkan tingkatan kekuatan orang-orang ini , hanya terus mengontrol pedang rohnya untuk melanjutkan serangannya.
Shin mengarahkan kepada ke-lima orang yang sedang berkumpul di depan kemahnya, dan pada saat yang sama pedang roh Shin menusuk kepala kelimanya dan segera menghancurkan roh dengan cepat.
[Mendapatkan 6.890 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 7.550 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 7.280 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 9.920 Energi Jiwa!]
...
Setelah menyerangnya Shin merasa energi spiritualnya melemah dan ke-lima pedang roh Shin segera menghilang.
"Sepertinya aku tidak bisa mempertahankan 5 pedang roh lebih dari 1 jam, konsumsi Energi Spiritualnya terlalu besar..." Ucap Shin sambil mengusap keringat di dahinya.
Pemimpin perampok ini tiba-tiba melihat bawahannya mati lagi segera berteriak.
"Aku tahu kau ada di sekitar sini! Keluarlah!, jangan jadi pengecut yang suka bersembunyi dan menyerang secara diam-diam." Teriak pemimpin perampok ini sambil melihat-lihat ke arah hutan.
Disaat yang sama pemimpin perampok ini meningkatkan kewaspadaannya secara maksimal, dia merasa sedikit takut kali ini.
Shin yang mendengar ini segera berlari dan melompat ke arah kemahnya.
Boom!!!
Pada saat Shin mendarat di depan kemah miliknya, tanah di bawah bergetar dan membuat retakan di tanah. Lalu memandang ke arah sisa dari kelompok perampok ini dengan dingin.
Pemimpin perampok melihat seseorang datang dengan tiba-tiba, segera melihat ke arahnya, dalam pandangannya orang di depannya memakai armor hitam dan pedang hitam besar di tangannya yang tampak perlengkapan ini sangat tinggi dan mahal. Namun ketika pemimpin perampok ini ingin merasakan kekuatan orang di depannya, dia mengerutkan keningnya, dia tidak bisa merasakan kekuatan orang di depannya.
"Siapa kau? Mengapa tiba-tiba menyerang kami?" Teriak pemimpin bandit ini sambil mengepalkan tombaknya yang tampak kesal.
Shin menengok ke arah yang berteriak kepadanya, ternyata pemimpin bandit yang dia kenal, lalu berkata, "Siapa aku? Apakah itu penting?, terlebih lagi aku yang ingin bertanya kepadamu, mengapa kau berada di kemahku?" Ucap Shin dengan nada dingin dan tatapan dingin di wajahnya, menurutnya orang-orang ini sekumpulan hibrida yang selalu mengganggu orang, jadi dia tidak perlu berkata baik-baik.
"Kemahmu? Apakah kemah ini milikmu? Aku tidak tahu kemah ini milikmu, jadi aku minta maaf kalau aku mengganggumu." Jawab pemimpin perampok, walaupun dia merasa kesal dan marah karena bawahannya meninggal oleh orang di depannya, tapi dia tidak bisa impulsif terhadap ini.
"Minta maaf? Apakah ada hal semudah itu di dunia ini? Kau datang dengan orang-orang mu dan mengacaukan tempat ini apakah ada hal baik seperti itu?" Ucap Shin dengan nada acuh.
Pemimpin perampok melihat kalau orang ini tampaknya tidak ingin membiarkannya pergi, segera mengepalkan tombaknya lalu berkata, "Tampaknya tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, kalau begitu, KALIAN BERTIGA CEPAT SERANG ORANG INI!" Ucap pemimpin perampok sambil meneriaki bawahannya untuk menyerang orang yang memakai armor hitam di depannya.
Ke-tiga orang yang di perintahkan untuk menyerang Shin segera berlari ke arah Shin dan melakukan serangan.
Shin melihat ini lalu tersenyum, dan berlari ke arah ketiga orang ini. Dalam pandangannya orang-orang ini sangat lambat walaupun mereka berada di tahap yang sama yaitu Prajurit, tetapi perbedaan kemampuan terlihat disini.
__ADS_1
Shin mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan pertama, dan setelah menangkis dia melompat untuk menghindari serangan dari kedua orang lainnya.
Setelah berhasil menghindar, Shin mengeluarkan keterampilan Sword Moon Art nya.
"Sword Moon Art!"
Energi pedang berbentuk bulan sabit yang berukuran besar bergegas ke salah seorang di depannya dengan cepat.
Orang yang di tuju tampaknya tidak ingin kalah, lalu melakukan serangan dengan keterampilannya.
"Bloody Knife Art!"
Energi merah darah berbentuk horizontal mengarah ke arah energi serangan Shin.
Boom!!!
Ledakan energi merah dan putih tercampur di sekitar ledakan energi.
Namun tampaknya serangan Shin terus menembus energi merah darah dan melanjutkan ke arah orang yang dituju.
Splat!!!
[Mendapatkan 10.340 Energi Jiwa!]
Seperti yang di harapkan Shin setelah meningkatkan teknik keterampilan Sword Moon Art, dia percaya setelah meningkatkan keterampilan ini kekuatannya meningkat beberapa kali ketika berada di level 3.
Shin akhirnya melanjutkan bertarung dengan sisa dua orang di depannya.
...
[Mendapatkan 10.870 Energi Jiwa!]
[Mendapatkan 9.810 Energi Jiwa!]
Setelah puluhan putaran bertarung, tampaknya Shin tidak begitu tertekan melawan orang-orang ini, dan sisa kedua orang ini meninggal olehnya.
Lalu menatap ke arah tempat pemimpin perampok, ketika menengok ke arah tempat berdiri pemimpin perampok, Shin tertegun sejenak, dia melihat pemimpin perampok ini tidak ada di tempatnya, Shin segera menyebarkan pikiran spiritualnya ke arah 50 meter dari tempat dirinya.
Namun Shin tidak bisa merasakan keberadaan pemimpin perampok ini, dia merasa bodoh kali ini, ketika bertarung dengan ketiga orang yang tampaknya bawahan pemimpin perampok ini, dia tidak memperhatikan tindakan atau gerakan pemimpin perampok ini.
"Sial! Tampaknya pemimpin perampok ini sangat licin, aku tidak berharap akan melupakan keberadaannya..." Ucap Shin sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah membunuh orang-orang ini Shin mengambil cincin penyimpanannya lalu membereskan kemahnya dan berjalan ke arah kuda perang hitam yang bernama Sirius.
"Yo kawan! Maafkan aku sudah meninggalkan mu selama satu hari, mari kita pergi, aku akan memberikan madu sebagai permintaan maaf." Ucap Shin sambil mengusap leher kudanya.
Tampaknya Sirius mengerti apa yang Shin katakan lalu meringkik tampak senang.
"Hahaha... Bagus, kalau begitu mari kita pergi untuk berburu binatang buas level 3 lalu aku akan memberikanmu madu." Ucap Shin melihat kudanya yang tampak senang.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 5. (Update untuk tanggal 6 akan di update besok, terima kasih!)
...Daftar nama yang sudah vote:...
1. NxR IKxSxN \= Vote 300 Poin
2. ITACHI \= Vote 100 Poin
3. IMAM FAHRI AL-BUCHORI \= Vote 100 Poin
4. {DwiS(DarkBlaze)} \= Vote 40 Poin
5. Yoga Saputra \= Vote 30 Poin
6. Azzahra \= Vote 20 Poin
7. Drexsseleer \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, dan mulai sekarang saya akan update pembaca yang vote novel ini sebagai apresiasi dan rasa terima kasih saya kepada kalian yang sudah membaca dan vote novel ini.
——————————————————————————
__ADS_1
Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!