
"Saudara Shin, semua orang yang ada disini sama sepertimu, mereka semua adalah orang-orang yang telah aku rekrut dengan susah payah" ucap Helie Valgard sambil menjelaskan semua orang yang ada disini.
Setelah menjelaskan ini, beberapa orang berdiri pada saat yang bersamaan, mereka adalah pria muda yang terlihat kuat dan wanita yang memiliki tanda terbakar di sebelah kiri wajahnya.
"Pangeran Kelima, kudengar kau telah merekrut seorang pejuang di Kota Ogria sebelumnya, tapi tidak ku sangka hanya seorang bocah lemah! Pangeran Kelima, kau harus bersaing dengan pangeran lainnya dan merebutkan tahta, bagaimana kau bisa merekrut seorang sampah seperti ini?"
"Hahaha …"
Para pemuda dan wanita di sekitarnya tertawa mendengar ini.
"Pangeran Kelima, biarkan dia pergi! Lihatlah dia terlihat seperti ayam, domba, sapi yang akan di sembelih!"
Helie Valgard mendengar ini sedikit menjadi kaku dan segera menjelaskan kepada Shin dengan nada rendah.
"Saudara Shin, aku merekrut para pejuang ini dari dunia gelap, jadi sifat mereka liar, haus darah dan sedikit tidak dapat dikendalikan … jadi …" ujar Helie Valgard dengan nada rendah dan nada tidak enak terhadap Shin.
Dan saat berbicara, Helie Valgard mengedipkan matanya yang tampak mengisyaratkan untuk mencobanya. Tampaknya Helie Valgard ingin melihat Shin bagaimana ia dapat menghadapi situasi buruk ini.
Shin yang saat ini merasa dirinya dihina dan direndahkan bahkan dikatakan sampah oleh orang-orang ini, ia menjadi sedikit kesal. Untungnya dirinya telah meningkatkan temperamennya menjadi lebih tenang, jika dibandingkan sebelumnya, mungkin ia akan marah.
Saat ini Shin menyeringai dan memasang wajah kejam.
"Sekelompok domba-domba bodoh! Pangeran Kelima ingin melakukan hal-hal besar dan mengundang kalian dengan susah payah!
Hari ini, izinkan aku menyingkirkan sampah yang hanya bisa menyia-nyiakan sumber daya Pangeran Kelima" ucap Shin dengan nada rendah namun dari setiap ucapan ini memiliki energi di setiap kata-katanya.
Setelah jeda sesaat, mata Shin penuh dengan permusuhan, "Jika ada yang tidak menerimaku, silahkan berdiri!" lanjut Shin dengan nada permusuhan di setiap katanya.
Setelah kata-kata ini keluar dari mulut Shin dengan nada permusuhan, ada tiga orang pria dan seorang wanita yang wajahnya setengah terbakar segera berdiri.
Melihat orang-orang ini yang sebelumnya menghina dirinya, Shin menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Jadi siapa dari kalian yang akan maju terlebih dahulu?".
Tiba-tiba seorang wanita yang wajahnya ada bekas setengah terbakar itu berjalan ke arah Shin sambil berkata, "Aku tidak menduga sampah sepertimu memiliki keberanian yang kuat, kalau begitu biar aku yang maju terlebih dahulu."
Shin melihat wanita ini, ia merasakan tingkat kekuatannya berada di tingkat Prajurit Tingkat Tinggi, dan setelah mendengar kalau wanita ini yang akan maju pertama, Shin segera melangkah sedikit kedepan.
Walaupun aura yang dikeluarkan oleh wanita ini berada di Prajurit Tingkat Tinggi ia merasa tekanan yang ada pada wanita ini tidak terasa sama sekali, bahkan ringan.
Menurut wanita ini, bocah di depannya benar-benar tidak memiliki aura pada tubuhnya dan menatap bocah ini dengan tatapan bodoh.
Namun saat ini Shin mengeluarkan aura tubuhnya dan menyebarkannya ke sekitar ruangan ini hingga semua orang yang ada di perjamuan ini dapat merasakan kekuatan Shin yang sebenarnya.
Dan ketika wanita itu merasakan aura yang dikeluarkan Shin, ia tertawa, "Hahaha … Aku kira kau sengaja menyembunyikan kekuatanmu karena kau memiliki tingkat kekuatan yang tinggi, tapi aku tidak berharap kekuatanmu hanya di Prajurit Tingkat Menengah!" tawa wanita ini setelah merasakan kekuatan asli Shin, "Yah, sepertinya mengusirmu dari tempat ini adalah hal yang mudah." lanjutnya sambil menghela nafas dengan nada yang menghina dan merendahkan.
Setelah itu wanita ini bersiap dan segera melesat ke arah Shin sambil mengayunkan tangannya dan memukul Shin.
"Tinju Harimau Merah!"
Aura berwarna merah segera menyelimuti tangan wanita ini dengan kekuatan yang ada di pukulan ini mencapai 750 kg segera mengarah ke arah Shin. Ada tekanan kekuatan dari pukulan ini mengarah ke arah Shin.
__ADS_1
Walaupun ia hanya seorang wanita, tapi dengan tangan yang terlihat kecil ini tampak seperti terbuat dari besi. Dengan pukulan yang ia tunjukkan, pukulan ini memiliki tekanan yang dihasilkan oleh vitalitas yang kuat bahkan dapat dibandingkan dengan senjata tingkat besi.
Dan Shin yang melihat ini ia tersenyum dan ia hanya diam dan menunggu wanita ini sampai dan berkata, "Karena kau sudah mulai, mari kita lihat kekuatan siapa yang akan lebih kuat!".
Ketika wanita yang memiliki bekas wajahnya terbakar itu akhirnya meninju Shin, dan ketika pukulan akan sampai pada Shin, Shin melambaikan tangannya dan meninju balik, dengan kekuatan lebih dari 1.000 kg tiba-tiba kedua tinju akhirnya bertabrakan dan membuat angin kencang di sekitarnya lalu mengoyak udara!
Boom!!!
Krek!!! Krek!!
Hantaman keras terdengar dan suara renyah patah tulang juga terdengar.
'Apa!'
'Tanganku!'
Wanita menjerit tanpa sadar dan melompat mundur, ketika ia melihat tangannya sudah patah, berdarah dan bahkan tangannya sudah bengkok.
Pada saat yang sama Shin merasa kekuatan yang ada pada pukulan wanita ini sekitar 700 kg yang lebih rendah dari dirinya. Ia tetap diam di tempatnya sambil menatap wanita itu dengan senyum merendahkan.
"Bagaimana mungkin!" ucap wanita yang memiliki bekas luka bakar di wajahnya dengan tatapan tidak percaya terhadap pemuda di depannya.
Dalam satu gerakan, Shin unggul dalam perkelahian ini!
Selain itu, sejak awal, Shin hanya menggunakan kekuatan murni dan sama sekali tidak menggunakan vitalitas.
Pada saat yang sama orang-orang disekitar melihat ini, mereka diam dan tidak menduga akhir dari pemuda ini akan berbalik. Menurut mereka, karena pada awalnya pemuda ini menyebarkan aura tubuhnya yang satu tingkat lebih rendah dari wanita itu, mereka sudah melihat siapa yang akan menang, namun perubahan terjadi sekarang yang membuat mereka tidak menduganya.
Namun beberapa dari mereka yang saat ini berada di tingkat Komandan hanya menatap acuh terhadap perkelahian ini, menurut mereka ini hanya pertarungan di tingkat Prajurit saja, dan semua orang tahu setelah memasuki tingkat Komandan perubahan yang dimiliki setiap pejuang akan meningkat secara signifikan, bahkan membangkitkan energi spiritual.
Shin menatap wanita yang memiliki bekas luka bakar di wajahnya itu dengan tatapan menyedihkan, mereka yang awalnya menghina dirinya sekarang bahkan hasil dari perkelahian ini sudah terlihat siapa yang unggul.
Dan Helie Valgard yang tahu kekuatan Shin pada awalnya masih berada di Setengah Prajurit Tingkat Tinggi, dan melihat kalau Shin sekarang sudah berada di tingkat Prajurit Tingkat Menengah ia sedikit terkejut dengan perkembangannya.
Shin menatap wanita itu dengan tatapan dingin dan menyindir lalu berkata, "Jadi, orang yang mengatakan aku adalah sampah ternyata dirinya lebih lemah dari 'sampah' yang diucapkannya."
Mendengar ini, wanita yang memiliki bekas luka bakar di wajahnya itu menggertakkan giginya lalu berkata dengan marah, "Brengsek! Sepertinya kau sedang mencari kematian!"
Melihat tangan kanannya bengkok dan disindir oleh pemuda di depannya, wanita itu marah dan akan menyerang Shin kembali, namun seseorang mencegahnya.
"Dimia cukup! Aku tahu kau hanya berlatih keterampilan tubuh, namun dilihat dari tingkat kekuatan bocah ini tampaknya lebih tinggi darimu, jika kau melanjutkan pertarungan ini kau akan semakin menderita!"
Orang yang mencegahnya adalah seorang pemuda yang sebelumnya memprovokasi Shin.
Melihat pemuda yang menghentikannya wanita itu segera diam dan tidak melanjutkan, namun wanita itu menatap tangan kanannya lalu memasang wajah sedih.
"Wah, tidak ku sangka kau juga memiliki kekuatan tubuh yang kuat, tapi jika hanya sebatas itu aku dapat dengan mudah menghancurkanmu!" ucap pemuda itu dengan nada kesal karena wanita yang sebelumnya Shin kalahkan adalah saudaranya.
Bersambung
__ADS_1
...[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~...
——————————————————————————
Daftar nama yang sudah vote:
1. Nanang Chaniago \= Vote 300 Poin
2. Najwa Setyawardani \= Vote 210 Poin
3. Grim Reaper \= Vote 200 Poin
4. Restu Hernawan \= Vote 200 Poin
5. oops \= Vote 200 Poin
6. Arshilla \= Vote 200 Poin
7. Mbaeh Dukun \= Vote 170 Poin
8. Pier Prakas \= Vote 120 Poin
9. NONE \= Vote 110 Poin
10. Radya Alkha \= Vote 110 Poin
11. Cuup Sajah \= Vote 100 Poin
12. Rulsi Achmad \= Vote 100 Poin
13. Cheni Chuslher \= Vote 100 Poin
14. Rmj Buton \= Vote 100 Poin
15. Ares \= Vote 40 Poin
16. Abifandya Ryu \= Vote 30 Poin
17. adiaza \= Vote 20 Poin
18. Yoga Saputra \= Vote 20 Poin
19. Aziz Afandi9999 \= Vote 10 Poin
20. Gito Chan \= Vote 10 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
__ADS_1
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!