
Fannia adalah seorang wanita muda dengan wajah yang terlihat dingin dan acuh, usianya terlihat delapan belas atau sembilan belasan, rambut putih panjangnya dengan pupil mata berwarna peraknya yang terlihat memiliki keunikannya tersendiri, saat ini ia sangat acuh tak acuh terhadap sekelilingnya, namun ketika tatapannya menatap Shin sekilas ia menyipitkan matanya lalu beralih ke arah makanan di depannya.
Henireth juga sama terlihat berusia dua puluhan, namun pemuda ini memiliki rambut hitam pendek, tubuhnya tidak terlihat besar namun ketika memikirkan pemuda ini dari Klan Belati, tampaknya pemuda ini berspesialis dalam hal kecepatan. Namun terlihat juga ada bekas goresan luka di pipinya.
"Saudara Shin, bukan?" Kata Dowie kepada Shin sambil tersenyum.
"Aku akui bahwa kekuatan saudara Shin memang luar biasa. Di usia muda, kau bisa berlatih hingga ke tingkat ini. Dapat dilihat bahwa saudara Shin mencurahkan diri pada pedang. Pada saat yang sama, pergerakan dari saudara Shin sangat halus.
Namun, jika saudara Shin berpikir kalau hanya dengan ini saja, kau dapat melihat segalanya dan tidak menganggap para pejuang muda lainnya seperti tidak ada apa-apa,
Haha, ada kata yang bagus untuk membujukmu." ucap Dowie dengan kata-katanya yang menyindir Shin dengan halus.
"Ho? Apa yang akan dikatakan oleh saudara Dowie?," balas Shin dengan nada datar, "Tolong katakan dengan terus terang." lanjut Shin.
"Haha, Bagus! Karena saudara Shin mengerti, aku akan tidak akan menyembunyikannya." ucap Dowie dengan perlahan.
"Saudara Shin mengandalkan sedikit kekuatan murni dan kekuatan pedang yang kau pahami, juga dengan kecepatan milikmu, dengan kombinasi ini saja para pejuang di tingkat Prajurit mungkin tidak dapat mengalahkanmu.
Namun, saudara Shin juga harus tahu bahwa orang-orang yang telah saudara Shin kalahkan adalah para pejuang tingkat Prajurit dengan kekuatan tempur yang buruk.
Pria dan wanita ini sepertinya hanya seorang dari keluarga kecil dan tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk bersaing dengan para pejuang di tingkat Prajurit. Jadi dengan kekuatan saudara Shin dapat dengan mudah mengalahkan orang-orang ini.
Oleh karena itu, saudara Shin tidak perlu berpuas diri terhadap ini.
Jadi begini, jika Saudara Shin melakukan misi tingkat rendah mungkin ini sudah lebih dari cukup, tapi …
Saudara Shin perlu tahu ada banyak guru di Kerajaan Tesaria ini, dan ada banyak talenta muda yang lebih baik darimu.
Dengan kekuatan Saudara Shin, yang menyetujui ajakan Pangeran Kelima dan duduk di samping Pangeran Kelima dengan gembira.
Tahukah kau, kursi yang ada di sebelah Pangeran Kelima adalah untuk mereka yang memiliki status yang cukup dan mampu.
Sederhana saja, hehe … ini sedikit berlebihan.
__ADS_1
Selanjutnya adalah kata membujuk sebelumnya, Saudara Shin memilih penghinaannya dan saya menasihati Saudara Shin untuk memahami situasinya." jelas Dowie dengan tatapan liciknya kepada Shin.
Mendengar ini Shin tentu saja mengerti, ia merasa ada lelucon datang kepadanya, "Nah, itu dia. Aku mengerti! Hahaha …" Shin tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ocehan ini.
"Ternyata hanya sedikit ocehan dan bertele-tele juga karena cemburu Pangeran Kelima mempersilahkan ku untuk duduk di sampingnya.
Pantas saja semua orang adalah talenta yang direkrut oleh Pangeran Kelima. Sepertinya Pangeran Kelima antusias padaku, jadi membuat semua orang menjadi cemburu."
Shin benar-benar tidak bisa menahan tawa terhadap kata-kata dari Dowie ini.
"Saudara Dowie, karena semua orang bahagia, maka ada yang ingin aku tanyakan kepada saudara Dowie.*
"Oh? Apa itu?"
Dengan sikap dari Shin ini sudah membuat dirinya merasa kesal dan wajahnya sedikit tenggelam.
"Saudara Dowie, jangan cari tikus kecil, kau urus saja urusanmu!" ucap Shin dengan nada bercanda.
Bang!!
"Shin! Jangan asal bicara kau!"
Teriak Dowie yang saat ini sambil menyebarkan Aura Tubuh dari tingkat Komandan, fluktuasi tingkat Komandan segera menyebar ke seluruh aula ini, tekanan dengan paksaan besar menutupi Shin secara bersamaan.
Shin tentu saja tidak takut dengan ini, karena ini memiliki kepercayaan diri dengan kekuatannya, ia menatap Dowie sejenak.
"Nah, kalian semua adalah teman baik, jadi bisakah kalian memberiku wajah dan tetap tenang." ucap Helie Valgard.
"Kau yang bernama Shin, kau beruntung kali ini! Hari ini aku akan memberi sedikit wajah kepada Pangeran Kelima, dan aku tidak akan memperdulikanmu untuk saat ini." ucap Dowie sambil memelototi Shin dengan tegas dan duduk kembali.
Melihat ini Shin hanya tertawa kecil dan tidak melanjutkan lagi.
Setelah itu Pangeran Kelima segera menepuk tangannya, dan makan malam resmi segera dimulai. Ada banyak gadis cantik datang ke dalam aula ini mengenakan syal merah dengan memegangi nampan di tangan mereka, menyajikan makanan lezat, anggur berkualitas sambil melayani.
__ADS_1
Ekspresi para pemuda di aula ini secara langsung berubah 180 derajat, mereka seperti menikmati ini dan beberapa dari mereka tidak melepaskan tangan para pelayan ini.
Shin juga merasa sedikit mati rasa melihat ini, diam-diam ia menghela nafasnya tentang pemborosan dan sensualitas ini.
Makan malam berlangsung hingga lebih satu jam sebelum berakhir.
Selama perjamuan makan ini, Shin hanya menikmati makanan ini dan mengabaikan tatapan yang sering menatapnya.
Setelah melihat kekuatan tempur Shin, Helie Valgard juga memiliki antusias terhadap Shin. Di jamuan makan, ia juga sering bertukar cangkir untuk mencoba memenangkan Shin.
"Saudara Shin, ikutlah denganku." bisik Helie Valgard.
Setelah makan malam, Helie Valgard berbisik kepada Shin.
Shin mendengar ini, ia mengangguk dan mengikuti Helie Valgard.
Helie Valgard membawa Shin ke samping aula, dimana ada tiga pria dengan aura tenang dan seorang pria paruh baya yang memiliki tingkat kekuatan yang tampaknya di tingkat Jenderal.
"Saudara Shin, aku telah menyiapkan upacara pertemuan, jadi aku harap kau menerimanya." ucap Helie Valgard sambil tersenyum.
"Pangeran Kelima tidak perlu sopan." jawab Shin dengan sopan.
Pada perjamuan makan malam ini, semua yang dilihat Shin adalah para pejuang muda, sebagian besar berusia dua puluhan.
Tampaknya Helie Valgard merekrut para pejuang muda, hal ini membuat dirinya bertanya-tanya.
Plak!
Helie Valgard menepuk tangannya.
Pada saat yang sama keluar 5 gadis cantik dari pintu sebelah kanan Shin, kelima gadis cantik ini membawa nampan di tangannya, berjalan pelan ke arah mereka dengan anggun, dan aromanya sudah tercium ketika mereka baru keluar.
Ketika mata Shin melirik, tidak ada satupun dari lima gadis ini berusia lebih dari 18 tahun. Mereka sempurna dalam kebugaran fisiknya dan memiliki benjolan yang sempurna. Dada mereka besar, montok dan kencang, seolah-olah mereka akan membelah dan merobek pakaian yang mereka pakai, kulit mereka dengan cahaya lembut di aula membuat kulit mereka bersinar seperti giok putih, mata indah, yang seperti memiliki sentuhan cinta dan kasih sayang.
__ADS_1
Bersambung