Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 39 - Menara Pelatihan Pedang (1)


__ADS_3

Setelah memikirkan rencana selanjutnya, Shin akan pergi ke menara pelatihan pedang dan ingin melihat apakah dia bisa berlatih disana?


Lalu Shin berdiri dari meja makan dan keluar dari kamarnya, dia pergi ke ruang utama untuk membeli sarapan pagi yang disediakan di ruangan utama penginapan bulu biru.


Shin duduk di salah satu meja dekat jendela yang dapat melihat luar penginapan bulu biru, dia melihat di pagi ini sudah ada yang makan sarapan di ruangan Shin berada, lalu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.


Pelayan yang ada di resepsionis melihat Shin yang mengangkat tangannya, lalu menghampirinya.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Ucap pelayan sambil tersenyum.


"Aku ingin memesan sarapan pagi, bisakah aku melihat daftarnya?" Jawab Shin.


"Tentu, aku akan mengambil daftarnya, mohon tunggu!" Ucap pelayan sambil tersenyum, lalu kembali ke tempat resepsionis dan mengambil daftar makanan.


Shin yang melihat pelayan ini lalu melihat ke sekelilingnya, suasana disini sudah sangat ramai walaupun di pagi hari, banyak orang yang berlalu lalang di depan penginapan, dan di penginapan itu sendiri sudah banyak orang yang sedang memakan sarapan pagi, entah itu pejuang, orang biasa yang menginap di penginapan bulu biru mereka sudah menjalani aktivitas di pagi hari.


Melihat ini Shin mengangguk dan bergumam: "Ah... perasaan santai seperti ini memang yang paling aku suka..." Gumam Shin sambil menghela nafasnya.


Lalu pelayan datang membawa daftar makanan, dan berkata: "Tuan, ini adalah daftar makanannya, silahkan dilihat!" Ucap pelayan.


Shin mengambil daftar makanan ini, dia melihat banyak sekali tipe makanan, daging, sayuran, roti, susu, bahkan minuman alkohol pun ada.


Segera Shin memberitahu apa yang dia pesan, "Aku ingin memesan 3 roti, sayuran dan segelas susu." Ucap Shin lalu memberikan kembali daftarnya kepada pelayan.


"Baiklah, pesanan akan segera di antarkan, mohon ditunggu!" Jawab pelayan itu lalu kembali ke arah resepsionis.


Tidak lama pesanan Shin datang, lalu Shin memakan sarapan paginya.


Ketika Shin sedang sarapan pagi, tiba-tiba datang seorang wanita yang berjalan ke arahnya lalu berbicara, "Shin, bisakah aku duduk disini?" Ucap wanita itu.


Shin yang sedang makan dia melihat siapa yang memanggilnya, dia mengenali wanita ini, dia adalah Elisa, Shin terkejut melihat kedatangan Elisa ini, segera menjawab: "Tentu, silahkan!" Jawab Shin.


"Terima kasih!" Lalu Elisa duduk di seberang Shin.


Shin melihat Elisa memakai pakaian gaun biru, namun saat duduk di depannya, Shin mencium harum parfum yang wangi pada Elisa, tentu saja Shin melihat Elisa ini memiliki wajah yang cantik dan memiliki beberapa poin lebih cantik dari Sally yang dia temui sebelumnya, namun dia segera menahannya.


Orang-orang disekitar melihat Elisa segera terkejut, mereka tentu saja mengetahui Elisa ini, tapi mereka penasaran mengapa Elisa mendatangi pemuda yang tampak biasa-biasa ini?


"Hey, bukankah itu Nona Elisa?"


"Ya, itu adalah Nona Elisa, aku tidak percaya bisa melihatnya disini, dan siapa pemuda yang Nona Elisa datangi?"


"Aku tidak tahu siapa pemuda itu, tampaknya pemuda yang biasa-biasa ini memiliki latar belakang yang kuat, jadi berhati-hatilah untuk tidak memprovokasinya."

__ADS_1


Seketika orang-orang mendengarnya lalu mengangguk setuju, namun hal ini tampaknya sangat mengejutkan.


...


Dan Elisa yang sedang duduk di depan Shin menatap Shin yang sedang sarapan pagi, segera bertanya: "Shin, aku ingin tahu apa yang akan kau lakukan selanjutnya? Jika kau tidak ada rencana aku ingin membawamu ke Tower pelatihan pedang, jadi apakah hari ini kau sibuk?" Tanya Elisa.


Shin yang sedang sarapan pagi segera menghentikan sarapannya, dia melihat Elisa tampak terdiam sebentar, menurutnya Elisa ini tampaknya memiliki identitas yang sangat kuat, jadi Shin penasaran mengapa Elisa ini mendatanginya bahkan menawarkan dirinya untuk memasuki tower pelatihan pedang.


"Hari ini rencanaku setelah sarapan pagi, aku akan pergi ke menara pelatihan pedang untuk melihat apa saja yang ada di menara pelatihan pedang." Jawab Shin.


Mendengar ini, Elisa tersenyum dan berkata: "Kalau begitu aku akan mengantarmu ke menara pelatihan pedang, bagaimana?" Ucap Elisa.


Setelah mendengar ini Shin merasakan firasat sedikit buruk, bukan berarti Shin menolaknya, hanya saja, Shin selama ini penasaran, setelah dirinya keluar dari Klan Pedang, banyak sekali orang-orang yang menatapnya yang membuat Shin bingung.


"Baiklah, jika itu keinginanmu, aku akan pergi ke menara pelatihan pedang bersamamu." Jawab Shin lalu melanjutkan memakan sarapan paginya.


"Bagus!" Ucap Elisa sambil tersenyum.


Melihat ekspresi Elisa saat ini, Shin sedikit mengernyit dalam hatinya, walaupun dia ingin ditemani oleh wanita cantik, tapi jika identitas wanita itu sangat kuat, mungkin akan ada beberapa masalah yang akan datang.


Lalu Shin melanjutkan makannya.


...


Menara pelatihan pedang ini berada di pusat Klan Pedang, walaupun Shin baru saja memasuki Klan Pedang, dia sudah bisa melihat menara itu dari kejauhan.


Shin dan Elisa yang sedang berjalan menuju menara pelatihan pedang, banyak orang yang menatap dirinya yang tampak menjadi pusat perhatian, ini membuat Shin merasa tidak enak namun segera mengabaikannya.


Seperti yang kuduga, Elisa ini tampaknya memiliki identitas yang kuat, Ucap Shin dalam benaknya.


Setelah beberapa menit berjalan Shin dan Elisa akhirnya sampai di menara pelatihan, Shin melihat menara pelatihan pedang ini tampak besar dan tinggi, tinggi menara ini tampaknya mencapai 300 meter, lebar 150 meter dan luas dari menara ini sangat besar yang tampak 250 ribu meter².


Di depan gerbang menara terdapat banyak penjaga yang berdiri, Shin dan Elisa memasuki menara pelatihan pedang ini, pada saat di gerbang para penjaga segera menunduk hormat melihat Elisa.


Pemandangan ini membuat Shin merasa yakin, Elisa ini memiliki identitas yang kuat!


Setelah memasuki menara pelatihan pedang, Shin bertanya kepada Elisa, "Elisa, apa saja fungsi menara pelatihan ini?" Tanya Shin sambil berjalan menuju resepsionis.


"Menara pelatihan pedang ini adalah tempat untuk melatih para pejuang yang memfokuskan dirinya pada pedang, di menara ini kau dapat melatih aturan pedang, gerakan dan pemahaman pedang lainnya, menara pelatihan pedang ini memiliki 8 tingkat, dari tingkat 1 hingga tingkat 8 memiliki kesulitan masing-masing, di setiap kenaikan tingkat kesulitan berlatih akan meningkat." Jawab Elisa sambil menjelaskan.


"Berlatih aturan pedang? Apakah aturan pedang itu sangat sulit?" Tanya Shin yang bingung tentang ini.


"Tentu saja sulit! Seorang pejuang pedang bukan hanya mengandalkan keterampilan saja, tetapi pemahaman tentang pedang dan aturan pedang itu sendiri yang membuat seorang pejuang pedang kuat!," Jawab Elisa sambil memberitahu Shin apa itu seorang pejuang pedang, lalu melanjutkan: "Sama halnya senjata lain, masing-masing senjata memiliki aturannya tersendiri dan juga pemahaman tersendiri, oleh karena itu untuk memahami aturan pedang dan pemahaman pedang akan sangat sulit, kecuali orang itu memiliki bakat berpedang dan konstitusi khusus!" Lanjut Elisa.

__ADS_1


Mendengar ini Shin menyerapnya secara langsung dan mengangguk, akhirnya dia mengerti. Namun, setelah mendengar konstitusi khusus Shin memikirkan kembali pada saat dirinya membaca novel fantasi ketika di bumi, dia memahami sedikit tentang ini jadi segera bertanya kepada Elisa.


"Konstitusi khusus? Apa itu Konstitusi khusus?" Tanya Shin.


Mendengar ini, Elisa tersenyum, karena dirinya salah satu yang mempunyai konstitusi khusus itu, dia sedikit tertawa dalam hatinya, lalu menjawab: "Konstitusi khusus adalah seseorang yang dilahirkan dengan bakat tertentu, konstitusi khusus ini memiliki beberapa nama seperti konstitusi tubuh pedang, konstitusi tubuh racun, konstitusi tubuh tombak, dan lainnya. Namun, sangat jarang orang yang dilahirkan dengan konstitusi khusus, karena perbandingannya 1:1.000.000!" Jawab Elisa.


Setelah mendengar penjelasan ini, Shin mengangguk mengerti, dan akhirnya Shin dan Elisa sampai di meja resepsionis menara pelatihan pedang.


Walaupun percakapan ini tampak seperti seorang mentor yang menjelaskan kepada muridnya, Shin tidak peduli tentang ini karena informasi seperti ini sangat penting dan juga memiliki banyak manfaat.


Ketika pelayan melihat Nona Elisa datang, segera memberi hormat dan berkata: "Selamat datang di menara pelatihan pedang Nona Elisa, apakah ada yang bisa saya bantu." Ucap pelayan ini sambil tersenyum dan membungkuk kepada Nona Elisa di depannya.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 9. (Update untuk tanggal 10 akan di update besok, terima kasih!)


...Daftar nama yang sudah vote:...


1. Ali Rasyidin \= Vote 180 Poin


2. IMAM FAHRI AL-BUCHORI \= Vote 100 Poin


3. dayat bin edi \= Vote 100 Poin


4. 🎉 Sopian 👅 Jamily 🎉 \= Vote 100 Poin


5. Yoga Saputra \= Vote 60 Poin


6. said Irfan \= Vote 50 Poin


7. Jordi Srabal \= Vote 20 Poin


8. Drexsseleer \= Vote 20 Poin


9. Gito Chan \= Vote 10 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.


——————————————————————————

__ADS_1


Silahkan di like dan komen dan semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2