Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 32 - Asosiasi Apoteker dan Ahli Racun


__ADS_3

Mendengar apa yang dikatakan pria tua bernama Ivote ini, segera melepaskan armor nya dan memasukkan kembali ke sistem, namun karena Shin memakai Cincin Penyimpanan di tangannya jadi dia membiarkan orang di sekitarnya tahu kalau armor yang dia simpan akan di simpan di Cincin Penyimpanan.


Setelah melepas pakaiannya, pada saat ini tubuh Shin terlihat penuh dengan otot-otot yang tertata rapih dan bagus, tapi dibalik inilah ada beberapa luka robek dan terlihat beberapa bagian tulangnya patah.


"Baiklah, aku akan memulai membersihkan darah yang ada di tubuhmu lalu aku akan memberikan obat pada luka dalamnya." Ucap Ivote sambil mengambil air untuk membersihkan tubuh Shin.


Pada saat ini Shin hanya mengikuti intruksi dari seorang apoteker di depannya, menurutnya untuk seorang Apoteker di dunia ini cukup dihormati, karena adanya Klan Racun para Apoteker sangat dibutuhkan untuk menyembuhkan racun yang biasanya Ahli Racun meracuni seseorang.


Ahli Racun ini juga merupakan keberadaan yang sangat jahat, karena bukan hanya mereka meneliti berbagai racun bahkan membuat racun-racun baru dari hasil penelitiannya, bahkan mereka tidak memiliki rasa takut terhadap sebuah kerajaan, dan bahkan ahli Racun ini dikabarkan pernah meracuni seseorang dari anggota kerajaan, oleh karena itu adanya Asosiasi Apoteker sangat di butuhkan.


Setelah membersihkan tubuh Shin, pria tua Ivote ini segera mengambil beberapa bahan obat-obatan untuk menyembuhkan Shin, karena Shin tidak mempunyai pengetahuan tentang tumbuhan obat-obatan, jadi dia hanya bisa mempercayai Apoteker yang merawatnya.


Pria tua Ivote meracik bahan obat-obatan ini menggunakan energi yang sangat misterius dalam pandangan Shin, Shin melihat kalau gerakan ketika meracik obat ini dia merasa pemahaman tentang dunia ini bertambah lagi, sepertinya ada beberapa teknik mengontrol energi untuk melakukan sesuatu.


Hanya beberapa menit akhirnya pria tua Ivote ini menyelesaikan meracik obat, obat ini adalah minuman dalam mangkuk kecil, lalu pria tua Ivote memberikan obat ini kepada Shin.


"Minum ini untuk menyembuhkan luka dalam mu, setelah meminum ini aku akan memperbaiki tulang-tulang yang patah dalam tubuh mu." Ucap pria tua Ivote sambil memberikan mangkuk berisikan obat kepada Shin.


Shin melihat ini lalu menerima, dan meminumnya. Pada saat meminumnya, rasanya sangat pahit dan Shin hanya menahan rasa pahit ini lalu energi hangat memasuki tubuhnya, dia merasa energi hangat ini sangat nyaman dan perasaan nyeri pada bagian luka dalamnya mulai menghilang sedikit demi sedikit yang tampaknya obat ini sangat efektif.


Shin merasakan ini segera melihat ke arah pria tua Ivote ini, lalu berkata, "Terima kasih Tuan, efek dari obat ini sangat efektif." Ucap Shin dengan nada tulus.


Pria tua Ivote ini tertawa setelah mendengar ucapan Shin, lalu menjawab, "Kau tidak perlu berterima kasih kepadaku, kau hanya perlu berterima kasih kepada Nona Elisa." Jawab pria tua Ivote menjawab sambil tertawa sambil mengangkat tangannya.


Tampaknya pria tua ini memandang Elisa sangat tinggi? Jadi apa sebenarnya identitas Elisa ini? Shin merasa sedikit penasaran tentang ini.


Pria tua Ivote mengambil jarum di tempat penyimpanan barangnya, lalu menjahit luka Shin.


Setelah menjahit luka Shin, pria tua Ivote ini memberitahu Shin untuk duduk di kasur dan bersiap untuk memperbaiki tulang-tulang yang patah. Dan melakukan terapi titik akupuntur pada tubuh Shin.


Setelah beberapa menit pengobatan dan perawatan dari pria tua Ivote ini, Shin segera mengucapkan terima kasih kepada pria tua Ivote ini.


"Terima kasih, Tuan!" Ucap Shin dengan nada tulus sambil membungkukkan kepalanya, dia sudah melihat hal-hal baru tentang dunia ini, ini membuat Shin semakin tertarik untuk melihat-lihat hal apa saja yang bisa dia ketahui tentang dunia ini.


"Ya, sama-sama, karena pengobatannya sudah selesai, jadi kau disini beristirahatlah, aku akan pergi untuk memberitahu kepada Nona Elisa kalau kau sudah selesai pengobatannya." Ucap pria tua Ivote lalu berbalik pergi.


Melihat kepergian pria tua Ivote dia menghela nafasnya, saat ini Shin sedang memikirkan beberapa hal, dia merasa pengalaman bertarungnya sedikit meningkat, lalu Shin segera duduk dan menutup matanya untuk menyerap beberapa pengalaman yang bisa dia tambahkan dalam bertarung maupun situasi seperti kejadian Harimau Hitam sebelumnya.


***

__ADS_1


Di sebuah ruangan yang memiliki dekorasi sangat mewah dan di dalamnya terdapat beberapa orang sedang duduk bersama, salah satu dari beberapa orang ini termasuk Elisa.


Di dalam ruangan ini terdapat lambang pedang besar di tembok utama yang menandakan tempat ini adalah ruangan utama dari cabang Klan Pedang.


"Elisa, aku dengar kau membawa seorang pemuda yang terluka ke dalam Klan Pedang kita? Bisakah kau jelaskan ini? Bukankah kau tahu kalau orang asing tidak bisa dengan mudah memasuki Klan Pedang?" Tanya seorang pria berambut putih dan di dalam pandangan matanya sangat tajam seperti pedang dan wajahnya sangat serius.


Mendengar ini Elisa segera menjawab, "Ya, aku membawa seorang pemuda bernama Shin, aku bertemunya setelah di kejar oleh Harimau Hitam tingkat 6 dan pemuda itu secara tidak sengaja diserang oleh Harimau Hitam dan terluka parah, jadi aku membawanya kemari untuk bertanggung jawab." Jawab Elisa sambil memberitahu alasan mengapa dia membawa seorang pemuda yang bukan dari Klan Pedang.


"Harimau Hitam? Elisa, mengapa bisa kau dikejar oleh binatang buas level 6? jika dengan kekuatanmu binatang buas ini bukan apa-apa, dan mengapa kau bertanggung jawab terhadap pemuda itu?" Ucap pria berambut putih.


"Yah, kucing kecil itu selalu mengikutiku dari area tingkat 6, jadi yah ini hanya kecelakaan kecil, dan untuk bertanggung jawab pemuda itu aku mempunyai alasan lain." Jawab Elisa sambil memegang dagunya lalu tersenyum.


"Alasan lain?" Ucap pria berambut putih dengan ekspresi penasaran di wajahnya.


Menurutnya Elisa adalah seorang wanita yang berbakat, dalam umur 25 tahun dia sudah memasuki tahap Jenderal Tingkat Menengah, alasan mengapa Elisa bisa dengan cepat meningkatkan kekuatannya adalah dia memiliki konstitusi tubuh pedang, jadi dalam hal bakat Elisa sangat berbakat dalam menggunakan pedang.


Namun, setelah mendengar ada alasan lain tentang pemuda yang di bawa oleh Elisa, dia tentu saja penasaran, sangat jarang Elisa menilai tinggi seseorang.


"Ya, ada alasan mengapa aku membawanya, alasan mengapa aku membawanya adalah karena mungkin dia memiliki bakat yang sangat berbeda dari seseorang yang seusia dengannya." Jawab Elisa sambil tersenyum.


Setelah mendengar alasannya, pria berambut putih ini mengangkat alisnya, walaupun dia mendengar kata 'Mungkin' tetap saja ini adalah hal aneh menurutnya.


"Aku mengerti, kalau begitu bisakah aku melihat pemuda yang bernama Shin ini?" Ucap pria berambut putih.


Pria tua ini mengangguk sebagai jawaban, lalu tiba-tiba pintu utama terbuka dan seseorang masuk ke dalam ruangan utama ini, orang yang memasuki ruangan utama ini adalah pria tua Ivote.


Elisa dan pria berambut putih melihat kedatangan Ivote segera menyapanya.


"Pak tua Ivote, mengapa kau kemari?" Ucap Elisa.


"Nona Elisa, pemuda yang anda minta untuk di rawat sudah saya obati, jadi sekarang dia sedang beristirahat." Jawab pria tua Ivote sambil memberikan hormat.


Mendengar ini Elisa dan pria berambut putih saling menatap, lalu mengangguk, "Baiklah, karena Shin telah selesai di obati, mari kita pergi." Ucap Elisa.


Pria berambut putih ini mengangguk, "Baiklah, aku penasaran dengan pemuda yang bernama Shin ini." Ucapnya.


"Pak tua Ivote, antar kami ke ruangan Shin." Ucap Elisa.


"Baik Nona!" Jawab pria tua Ivote.

__ADS_1


Pria berambut putih ini sangat penasaran dengan pemuda yang dapat membuat Elisa berpandangan tinggi terhadapnya, ini sangat jarang, jadi segera dia mengikuti.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


——————————————————————————


Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 3. (Update untuk tanggal 4 akan di update besok, terima kasih!)


...daftar nama yang sudah vote:...


1. Rizky Aulia \= Vote 500 Poin


2. Lidya Mariska \= Vote 320 Poin


3. Sin•Yu \= Vote 300 Poin


4. NxR IKxSxN \= Vote 160 Poin


5. Yoga Saputra \= Vote 100 Poin


6. Melanius Baru \= Vote 100 Poin


7. kresno sunugrahendro \= Vote 100 Poin


8. said irfan \= Vote 70 Poin


9. Drexsseleer \= Vote 50 Poin


10. noob \= Vote 30 Poin


11. Jordi Srabal \= Vote 30 Poin


12. who am i? \= Vote 30 Poin


13. K4Z4MI-Kun \= Vote 20 Poin


Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, dan mulai sekarang saya akan update pembaca yang vote novel ini sebagai apresiasi dan rasa terima kasih saya kepada kalian yang sudah membaca dan vote novel ini.

__ADS_1


——————————————————————————


Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


__ADS_2