
Pada saat keluar dari Menara Pelatihan Pedang, Shin melihat ke langit tampaknya sekarang masih siang hari, lalu melanjutkan pergi ke tujuannya yaitu menuju Penginapan Bulu Biru.
Setelah berjalan beberapa menit dari Menara Pelatihan Pedang, akhirnya Shin sampai di Penginapan Bulu Biru, karena ini sudah hari keenam tampaknya waktu untuk menginap di penginapan ini ia memiliki waktu 1 hari tersisa.
Saat ini Shin memasuki Penginapan Bulu Biru dan di ruang utama Shin berjalan ke meja kosong lalu duduk di tempat itu.
Karena rasa lapar yang membuatnya sedikit lemas, ia mengangkat tangannya untuk segera memanggil pelayan dan memesan makanan untuk dimakan.
Pelayan itu melihat Shin mengangkat tangannya lalu segera mendatanginya, Shin melihat pelayan itu datang lalu ia segera memesan banyak sekali makanan yang dia pesan, karena ia belum makan selama 5 hari.
…
Setelah makan dan membayar makanannya, Shin memberitahu pelayan yang ada di resepsionis untuk mengakhiri menginap di penginapan ini dan mengembalikan kunci kamarnya.
Lalu Shin berjalan keluar dari Penginapan Bulu Biru dan menuju arah kandang kuda yang berada di belakang Penginapan Bulu Biru ini.
Dia berharap kalau kudanya yaitu Sirius masih ada disana, karena ini sudah 5 hari dirinya tidak melihat Sirius, dan setelah sampai di kandang kuda, Shin melihat kalau kudanya masih ada disana dan tampaknya perawatan dari Penginapan Bulu Biru ini cukup bagus.
Karena Shin tidak ingin menginap di penginapan lagi, ia menaiki kudanya dan bergegas menuju Menara Pelatihan Pedang dan ingin menyelesaikan dan memahami seluruh aturan pedang yang ada di Menara Pelatihan Pedang ini.
Menurutnya, ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk menghabiskan waktu dengan memahami aturan pedang sampai dirinya pergi ke Kerajaan Tesaria untuk mengikuti turnamen yang diadakan oleh Raja dari Kerajaan Tesaria.
Dan sekarang sudah 8 hari terlewati, Shin memiliki janji untuk bertemu dengan Pangeran Helie Valgard seminggu sebelum turnamen dimulai.
Jadi ia akan menghabiskan sisa waktu ini dengan memahami aturan pedang yang ada di Menara Pelatihan Pedang, sekarang Shin sudah memahami aturan pedang hingga 45 aturan!
Tingkat kekuatan Shin saat ini memang masih berada di tingkat Prajurit Tingkat Menengah, namun karena ia memahami 45 aturan pedang, kekuatan yang dimilikinya sekarang ia merasa kalau jika setiap serangan miliknya dengan menggabungkan 45 aturan pedang yang telah ia pahami, Shin merasa ia dapat bertarung dengan seseorang yang berada di tingkat Komandan Tingkat Rendah!
Shin merasa senang akan hal ini, dapat dikatakan dirinya dapat bertarung dengan pejuang yang 2 tingkat lebih tinggi dari miliknya!
Dan pada saat memahami ke-45 aturan pedang, Shin merasa pemahaman pedangnya telah membuka sesuatu yang tampak seperti kekuatan yang tidak terlihat. Karena awalnya Shin belum lama ini memahami 25 aturan pedang, tampaknya baru saja dia melewati batas pada pemahaman pedangnya.
Tapi sekarang, ia dengan jelas merasa kalau kekuatannya membaik. Hanya butuh waktu 8 hari Shin untuk mencapai batas atas tingkat menengah, bahkan bagaimana jika Shin melanjutkan memahami aturan pedang lainnya? Itu akan semakin membaik, bukan?
Shin benar-benar tidak menyangka kalau setelah dirinya bergabung dengan Klan Pedang dan berlatih di Menara Pelatihan Pedang untuk memahami aturan pedang, kekuatan yang ia miliki meningkat pesat hanya dalam waktu 8 hari!
__ADS_1
Menurut kata-kata Tetua Dane, karena Pendekar Pedang tingkat menengah adalah berhasil memahami 25 aturan pedang, itu berarti Shin saat ini yang sudah memahami 45 aturan pedang dirinya sudah memasuki tahap pendekar pedang tingkat menengah!
Pada saat Shin tenggelam dalam pikirannya, tidak terasa akhirnya Shin sampai di Menara Pelatihan Pedang.
***
Saat ini Jed yang sedang mencari tahu berita tentang Ken di sekitaran Klan Pedang, ia berjalan-jalan di sekitar Klan Pedang sambil mendengar percakapan orang-orang sekitar.
Dan saat dia mendengar seseorang membicarakan sesuatu tentang ada seorang pria yang terbunuh di area Klan Pedang, Jed merasa aneh. Menurutnya setelah mendengar pembunuhan di Klan Pedang itu akan menjadi hal aneh, lalu Jed menghampiri orang yang sedang berbicara itu dan menanyakannya.
"Permisi, apakah yang kau bicarakan itu adalah berita benar?" tanya Jed kepada pria paruh baya yang sedang berbincang-bincang dengan temannya.
Pria paruh baya itu melihat ada pria besar menghampirinya dan bertanya segera terkejut dan menjawab, "Benar, berita itu telah menjadi berita hangat di Klan Pedang ini selama 5 hari terakhir, karena seorang yang telah terbunuh tampaknya bukan anggota dari Klan Pedang." jawab pria paruh baya.
Mendengar kata-kata bukan dari Klan Pedang, Jed mengerutkan alisnya, karena dia tahu orang luar dilarang memasuki Klan Pedang, dan orang luar yang berada di Klan Pedang yang ia ketahui adalah dirinya, Tuan Muda Alfan dan 3 orang lainnya.
Setelah mendengar jawaban dari pria paruh baya itu, Jed mengangguk dan mengucapkan terima kasih lalu tiba-tiba pergi dan menghilang dari tempatnya.
Pria paruh baya dan temannya melihat pria bertubuh besar tampaknya menghilang secara tiba-tiba, mereka terkejut.
"Aku tidak tahu, tampaknya pria bertubuh besar itu dari cabang lain." ujar salah satu temannya.
…
Saat ini Jed segera kembali ke Penginapan Furaya Emas untuk memberitahu berita ini kepada Tuan Muda Alfan.
Setelah kembali ke Penginapan Furaya Emas, Jed memasuki kamar VIP Tuan Muda Alfan dan dan saat memasuki kamar VIP Tuan Muda Alfan, ia melihat dua wanita cantik dengan keadaan telanjang di sebelah Tuan Muda Alfan.
Ketika melihat ini, Jed tampak biasa-biasa saja, karena dirinya sudah tahu kebiasaan Tuan Muda Alfan lalu berkata, "Tuan Muda, setelah mencari tahu informasi tentang kabar dari Ken, tampaknya Ken telah meninggal." ujar Jed sambil memberitahu bahwa Ken tampaknya sudah meninggal.
Alfan Gifartus yang melihat kedatangan Jed dan mendengar kata-kata nya, ia mengerutkan alisnya dan berkata, "Apakah yang kau ucapkan itu benar?" tanya Alfan Gifartus.
"Benar Tuan, berita tentang kematian Ken tampaknya sudah terjadi dari 5 hari yang lalu, namun aku tidak mendapatkan berita tentang siapa yang membunuhnya." jawab Jed sambil memberitahu beritanya.
Mendengar ini, Alfan Gifartus tampaknya mengerti beberapa hal, pemuda yang dibawa Elisa itu tampaknya memiliki beberapa penjaga yang mengawasinya, dan Ken yang adalah bukan anggota Klan Pedang mengawasi pemuda yang di bawa Elisa diketahui oleh penjaga itu lalu di bunuh. Ini adalah apa yang ia tebak.
__ADS_1
"Tampaknya pemuda yang dibawa Elisa itu memang memiliki hubungan tertentu dengan Elisa, jadi untuk saat ini kau beritahu Tiebat untuk mencari informasi pemuda itu dengan hati-hati, aku jadi semakin ingin tahu siapa pemuda itu." ujar Alfan Gifartus kepada Jed dan memberi beberapa intruksi kepadanya.
"Baik Tuan, aku akan memberitahu kepada Tiebat intruksi dari Tuan Muda, kalau begitu aku mohon undur diri." jawab Jed lalu berbalik pergi dari kamar VIP Tuan Muda Alfan.
Setelah Jed pergi, Alfan Gifartus segera melanjutkan pelayanan kedua wanita ini.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
——————————————————————————
Saya ingin berterima kasih kepada pembaca yang sudah memberikan vote terhadap novel ini pada tanggal 17. (Update untuk tanggal 18 akan di update besok, terima kasih!)
Daftar nama yang sudah vote:
1. Ali Rasyidin \= Vote 200 Poin
2. Bebek_Liar \= Vote 100 Poin
3. SanSkuy \= Vote 60 Poin
4. Yoga Saputra \= Vote 40 Poin
5. Drexsseleer \= Vote 30 Poin
6. Gito Chan \= Vote 20 Poin
7. Lidya Mariska \= Vote 20 Poin
Saya berterima kasih kepada pembaca yang sudah vote novel ini sejak lama ataupun baru, vote ini membuat saya bersemangat untuk menulis.
——————————————————————————
Silahkan di like dan komen, semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!
__ADS_1