Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 21 - Kota Ogria


__ADS_3

Setelah berjaga-jaga di sekitar tempat para wanita ini beristirahat, Shin tidak tidur semalaman, dan tidak terasa waktu sudah menunjukkan pagi hari.


Walaupun Shin tidak tidur semalaman, karena dia adalah seorang pejuang, dia memiliki energi yang banyak sehingga bisa tanpa tidur satu atau dua hari.


Ketika sinar matahari mulai menerangi tempat beristirahat para wanita ini, mereka mulai terbangun dari tidurnya, bahkan beberapa dari mereka sudah terbangun sejak subuh.


Shin memberitahu mereka kalau dia akan mengantarkan setengah jalan sampai Kota Alegan, bukan berarti Shin tidak mau mengantarkan orang-orang ini sampai ke Kota Alegan, dia juga masih punya tujuan yaitu pergi ke Kerajaan Tesaria.


Setelah beberapa percakapan antara Shin dengan para wanita ini, akhirnya mereka melanjutkan perjalanannya menuju Kota Alegan.


***


Di jalan utama menuju Desa Erith, terlihat puluhan orang yang memakai armor besi lengkap, dan di bagian dada armor terdapat lencana bergambar pedang dan perisai.


Tampaknya puluhan orang-orang ini adalah pasukan pemerintahan, dari tujuan pasukan ini tampaknya akan menuju Desa Erith.


Sepertinya berita tentang Desa Erith mengalami serangan dari sekelompok tertentu sudah di ketahui oleh pihak pemerintahan.


Beberapa menit setelah berjalan menuju Desa Erith, akhirnya para pasukan ini sampai.


"Dengarkan! Sekarang buatlah 10 kelompok, masing-masing dari setiap kelompok berjumlah 5 orang." Kata pria yang memakai armor lengkap dengan pedang perak di pinggangnya.


"Baik Kapten!" Teriak para prajurit.


Setelah mendengar ini, para prajurit segera mengikuti instruksi dari pria yang disebut Kapten di depannya, lalu segera membuat kelompok.


Hanya dalam beberapa menit para prajurit ini selesai membuat kelompok, dan Kapten ini melihat kalau kelompok sudah di buat, dia mengangguk.


"Baiklah, aku akan memberikan tugas kepada kalian untuk menguburkan mayat-mayat yang ada di Desa Erith ini dan membersihkan area di sekitar sini." Teriak Kapten itu sambil memberikan intruksi kepada prajurit di depannya, lalu melanjutkan, "Untuk kelompok 1 sampai kelompok 5 kalian membersihkan area di sekitar sini dan sisanya kelompok 6 sampai kelompok 10 kalian menguburkan mayat-mayat ini." Lanjutnya.


Setelah menerima instruksi dari Kaptennya, para prajurit ini segera melakukan tugasnya.


Setelah 2 jam berlalu, akhirnya Desa Erith yang awalnya penuh dengan mayat dimana-mana dan banyak darah di tanah, sekarang sudah di bersihkan, namun bau darah di Desa Erith ini masih tercium baunya.


***

__ADS_1


Shin dan rombongan wanita di belakangnya, dia akhirnya keluar dari Hutan Kades, mereka akhirnya melanjutkan perjalanannya menuju Kota Alegan, hanya saja Shin mengantarkan para wanita ini hanya setengah jalan.


Setelah mengantarkan para wanita ini, Shin segera berpisah. Dia melanjutkan perjalanannya menuju Kerajaan Tesaria, namun untuk mencapai Kerajaan Tesaria dia harus melewati Kota Ogria.


Menurut informasi yang Shin dapatkan, Kota Ogria adalah kota berukuran sedang, dan setelah melewati Kota Ogria, jarak Kota Ogria ke Kerajaan Tesaria adalah 60 km.


Dan dari posisi Shin saat ini, untuk menuju Kota Ogria dia akan sampai 2 jam jika menunggangi kuda.


Karena saat ini masih pagi, dia terus memacu kudanya untuk berlari menuju Kota Ogria, walaupun dia tidak tidur semalaman, energinya saat ini masih banyak, bahkan saat ini dia tidak merasa mengantuk.


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya Shin keluar dari padang rumput di sekitaran Kota Alegan, dan jalur utama Shin saat ini disekitarnya terdapat banyak sekali pepohonan dan sungai kecil di pinggirannya. Shin merasa dia akan segera sampai ke Kota Ogria, jika dihitung waktunya membutuhkan setengah jam untuk sampai di Kota Ogria.


Shin memberhentikan kudanya dan pergi ke sungai kecil ini untuk membasuh wajahnya dan beristirahat sebentar untuk sarapan pagi.


Setelah sampai di sungai kecil ini, Shin turun dari kudanya lalu mengambil beberapa kayu di sekitar untuk mengikat kudanya.


Saat ini Shin masih memakai jubah hitam, dia merasa kalau jubah hitam ini tampaknya sedikit rusak karena pertarungan sebelumnya dan banyak bercak darah di jubahnya, dia melepas jubah hitamnya lalu membuang ke sungai, Shin merasa kalau jubah hitam ini sudah tidak di perlukan lagi dan dia akan membeli yang baru nanti.


Shin membasuh wajah dan rambutnya, lalu berjalan menuju tempat istirahatnya, dan mempersiapkan makanannya untuk sarapan pagi. Shin mengeluarkan daging kering lalu memakannya.


...


Shin akhirnya sampai di gerbang kota, dan pergi memasuki antrian masuk kota untuk mengikuti pemeriksaan.


Setelah memasuki Kota Ogria, Shin pergi ke pasar dan mencari restoran untuk makan, karena dia selalu makan makanan kering dalam beberapa hari ini, jadi Shin mencari restoran untuk makan makanan yang enak.


hanya beberapa menit menunggangi kuda, Shin akhirnya menemukan restoran, dia segera turun dari kudanya lalu mengikatnya di kayu tempat untuk mengikat kuda.


Shin akhirnya berjalan memasuki restoran, dan pada saat melihat di dalamnya, terdapat banyak pelanggan yang sedang makan di restoran ini, untung saja dia melihat salah satu meja yang kosong.


Shin berjalan ke meja kosong lalu duduk di meja kosong ini, Shin mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.


Tidak lama, pelayan restoran ini mendatangi Shin, lalu berbicara, "Apakah anda ingin memesan sesuatu, Tuan?" Ucap nya dengan senyum dan sikap profesional.


"Aku ingin melihat menu apa saja yang di sediakan disini, bisakah aku melihatnya?" Ucap Shin.

__ADS_1


"Baik Tuan, ini adalah menunya." Ucap pelayan restoran itu sambil memberikan menunya.


Ketika Shin melihat menu-menunya ada banyak makanan dalam daftar menu, setelah melihat-lihat, Shin sudah memutuskan apa yang akan dia pesan.


"Saya ingin memesan Daging Sapi Panggang dan minumannya alkohol dengan tingkat kadar yang rendah." Ucap Shin.


Setelah mendengar Shin, pelayan restoran ini segera menulis pesanannya, lalu berbicara, "Pesanan sudah di catat, saya akan kembali, mohon ditunggu pesanannya." Ucap pelayan restoran itu sambil tersenyum lalu berbalik pergi.


Shin merasa kalau restoran ini tampaknya sangat laku, bahkan sampai-sampai meja makan disini penuh.


Pada saat ini Shin sedang berpikir apakah dia akan melanjutkan perjalanannya setelah makan langsung menuju Kerajaan Tesaria atau berlatih dua keterampilan barunya.


Setelah memikirkan beberapa hal, Shin akhirnya memutuskan akan langsung pergi ke Kerajaan Tesaria, dan untuk melatih keterampilannya dia akan berlatih setelah sampai di Kerajaan Tesaria.


Shin mengangguk, lalu dia melihat pelayan restoran datang dengan pesanannya.


Dia melihat makanannya telah datang, lalu memakan makanannya.


Ketika melihat daging sapi panggang di depannya, dia merasa sedang bernostalgia dengan kehidupan di bumi sebelumnya, lalu Shin memakan daging sapi panggang ini.


Setelah menggigit dan menelan daging sapi panggang ini, dia merasa senang, walaupun rasanya tidak seenak di bumi sebelumnya, tapi tetap saja dia menikmati rasanya.


Setelah beberapa menit menghabiskan makanannya, Shin minum alkohol di gelas kayu ini.


Ketika meminumnya Shin merasa rasa alkohol ini rasanya adalah anggur, dan dia merasa alkohol ini tidak membuatnya mabuk, rasanya juga pas setelah memakan daging sapi panggang.


"Ahhh... Nikmat sekali..." Gumam Shin sambil memegangi perutnya.


Pada saat Shin menikmati minumannya, tiba-tiba 2 orang datang ke tempatnya dan berbicara, "Maaf, bisakah aku duduk disini?" Ucap dari salah seorang yang datang ke tempat meja Shin.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~


Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2