
Di pagi hari, langit berwarna biru dengan campuran warna putih dari awan yang menandakan bahwa cuaca hari ini sangat bagus dan cerah.
Di jalan utama menuju pasar terlihat pria muda dan wanita muda sedang berjalan di sisi trotoar jalan sambil mengobrol, Kedua orang ini adalah Shin dan Sally.
Namun pada saat ini Shin menyadari bahwa ada yang sedikit salah dengan kota ini, dia melihat banyak sekali penjaga kota yang berjalan-jalan di sekitarnya.
Perubahan situasi ini sangatlah aneh, karena pada hari-hari biasa, penjaga kota yang berpatroli tidak sebanyak sekarang.
Shin mengerutkan keningnya dan segera bertanya kepada Sally, mungkin dia tahu sesuatu.
"Sally, apa kamu merasakan perbedaan situasi di kota ini?" tanya Shin.
Sally mendengar ini, dia hanya memiliki ekspresi bingung di wajahnya, lalu menjawab, "Perubahan? aku tidak merasakan perubahan di kota ini, orang-orang tampaknya normal saja, apa ada yang salah?" jawabnya dengan ekspresi bingung.
"Tidak, tidak ... hanya saja, para penjaga kota hari ini sepertinya lebih banyak dari biasanya ... lupakan." ucap Shin, sambil memegang dagunya dengan ekspresi seperti sedang berpikir.
"Penjaga kota? bukankah ini hal yang biasa? ... oh iya, aku ingat tadi subuh ketika aku baru sampai di depan rumahmu, seorang penjaga kota berbicara kepadaku untuk segera masuk ke rumah." ucap Sally.
"Aku mengerti ..." ucap Shin sambil menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya memang terjadi sesuatu pada kota ini ..." gumam Shin.
Sally melihat ekspresi Shin, dia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, dia mencoba untuk berpikir tapi tetap saja tidak mengerti.
"Lupakan, mari kita pergi." ucap Shin.
...****************...
Setelah beberapa saat kemudian, Shin dan Sally akhirnya sampai di pasar, dia melihat hari ini tampaknya lebih ramai dari yang sebelumnya, orang yang sedang berbelanja, suara pedagang yang sedang meneriaki barang dagangannya, keluar masuknya kereta kuda dan para pejuang maupun penjaga yang sedang berpatroli ada dimana-mana.
Melihat suasana seperti ini, Shin masih belum terbiasa dengan lingkungannya.
"Baiklah, mari kita cari toko yang menjual makanan." ucap Shin sambil melihat-lihat ke sekitarnya untuk mencari apakah ada tempat makan atau semacam restoran.
Sally mengangguk sebagai jawabannya dan hanya mengikuti Shin seperti seekor anak itik yang sedang mengikuti induknya.
__ADS_1
Tidak lama Shin mencari di beberapa tempat, akhirnya dia menemukan restoran, lalu dia segera memasuki restoran itu.
Shin membuka pintu masuk restoran, ketika terbuka terdengar suara lonceng dari atas pintu yang menandakan pengunjung restoran memasuki restoran ini.
Ketika dia dan Sally masuk, suasana di dalam restoran ini memiliki dekorasi sederhana, meja makan kayu yang di susun rapih di sisi kiri dan kanan ruangan, dan tentu ada pelanggan yang sedang makan di beberapa tempat.
Shin membawa Sally berjalan menuju meja makan dekat jendela luar, dan segera duduk.
Dan pada saat mereka baru saja duduk, Shin mendengar percakapan orang yang sedang makan tidak jauh darinya.
"Aku sangat terkejut kalau tadi malam terjadi pembunuhan di rumah keluarga Frendants, dari yang kudengar para penyerang menggunakan pakaian hitam." Ucap pria tua yang sedang makan sambil berbicara.
"Ya, aku juga terkejut mendengar ini, bagaimanapun juga keluarga Frendants berada di daerah tingkat tinggi yang memiliki tingkat keamanan yang juga sangat ketat, tapi dilihat dari kejadian ini sepertinya daerah tingkat tinggi sedikit kecolongan." Ucap pria berjenggot.
"Ssstttt ... hey, jangan berbicara terlalu kencang, berhati-hatilah kalau tidak para penjaga kota kalau mendengar ini kau akan bernasib buruk." jawab orang di sampingnya.
Kedua orang yang baru saja berbicara tentang kejadian ini, merubah ekspresi wajahnya dan segera menutupi mulutnya.
Mendengar sedikit percakapan ketiga orang itu, seperti yang Shin tebak sebelumnya, namun ketika dia mendengar orang berpakaian hitam Shin segera menyadari satu hal.
Sebelumnya ketika Shin akan menutup jendela di malam hari, dia merasa ada seorang bayangan hitam yang sekilas lewat di atas atap depan rumahnya.
Namun, segera Shin menggelengkan kepalanya, toh ini bukan urusannya, dia segera berpikir kalau tempat yang memiliki penjagaan ketat saja bisa lalai, bagaimana dengan dirinya yang terbuka oleh umum?
Seperti yang diharapkannya, di kota ini yang dilihat oleh orang biasa terlihat sangat tenang dan aman, namun ketika melihat dalam kegelapan tampaknya perasaan tenang ini akan terganti oleh rasa krisis dimana-mana.
Ya, seperti inilah dunia yang dilihat oleh para pejuang, kehidupan yang keras dimana pembunuhan adalah hal yang biasa terjadi.
Sally yang saat ini berada di sebelah Shin, ketika dia melihat ekspresi Shin yang terus berubah-ubah, Sally ingin membicarakan sesuatu, namun pada saat dia ingin mengatakannya, dia melihat Shin menggelengkan kepalanya dan mengangkat tangannya, segera dia menutup mulutnya.
Shin segera menggelengkan kepalanya, lalu mengangkat tangannya untuk memanggil pelayan.
Ketika pelayan itu melihat Shin mengangkat tangannya yang menandakan mereka dipanggil, segera menghampiri Shin.
"Apakah anda ingin memesan sesuatu, tuan?" Ucap pelayan ini sambil tersenyum.
__ADS_1
"Saya ingin memesan makanan untuk di sini, saya tidak tahu apakah ada rekomendasi makanan yang bagus untuk sarapan pagi?" jawab Shin.
"Untuk rekomendasi sarapan pagi tentu ada tuan, rekomendasi makanan ini adalah sup daging sapi dengan sayuran, lalu bagaimana dengan minumnya?" tanya pelayan itu sambil tersenyum.
"Untuk minuman, saya ingin minuman yang manis-manis dan lalu bagaimana denganmu Sally?" jawab Shin lalu menengok ke arah Sally.
"Samakan saja denganmu." jawab Sally.
Shin mengangguk lalu berbicara ke pelayan, "Saya ingin memesan dua rekomendasi sarapan pagi dan dua rekomendasi minuman manis. Itu saja." ucap Shin.
Pelayan ini segera mencatat di catatannya lalu berbicara, "Pesanan sudah di catat, karena tidak ada yang lain saya akan kembali, mohon ditunggu!" ucap Pelayan itu lalu berbalik pergi.
Setelah pelayan itu pergi, Shin melihat ke arah Sally, dia merasa kalau Sally ini selalu menatapnya sejak dia datang di restoran ini hingga sekarang.
"Apakah ada yang salah denganku?" tanya Shin dengan ekspresi bingung.
"Tidak, tidak ada, hanya saja sikapmu sangat berbeda dari orang-orang yang ku kenal." jawab Sally.
"Sikap yang berbeda? maksudmu?" tanya Shin.
"Sikapmu berbeda dari orang-orang yang ku kenal sebelumnya, kamu sangat baik terhadap orang yang tidak dikenal, berbeda dengan yang orang-orang kukenal, mereka biasanya tidak peduli dengan orang sekitar bahkan mementingkan diri sendiri ... Juga kamu tampaknya sering berpikir." jawab Sally sambil menatap Shin.
"E-eh, bukan seperti itu, hanya saja dalam prinsip ku menolong orang yang sedang membutuhkan atau kesusahan itu hal yang normal ... dan kalau berpikir, apakah aku terlihat seperti itu?" ucap Shin sambil menggaruk kan kepalanya.
Mendengar jawaban ini Sally tersenyum, lalu menjawab, "Ya, dari tadi aku perhatikan ekspresimu seperti sedang memikirkan banyak hal, kemarin juga ketika kamu menolongku, kamu juga terlihat sering berpikir." jawabnya.
Mendengar ini, Shin sedikit terkejut, "Sudah kuduga, wanita ini sering memperhatikanku." gumamnya.
Namun pada saat ingin melanjutkan pembicaraan, pelayan datang membawa pesanan Shin.
Lalu Shin dan Sally segera memakan makanannya.
Bersambung
[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~
__ADS_1
Semoga kalian menyukai ceritanya ya~
Jika kalian suka dengan cerita ini bisa dukung novel ini dengan meng-klik tombol Like, dan jika kalian menyukai novel ini bisa di klik tombol Favorit, dan jika kalian ingin mengkritik atau memberi masukan bisa di tulis di kolom Komentar. Terima kasih~