Soul Devourer System

Soul Devourer System
Chapter 19 - Kemah Bandit Taring Gorila (2/2)


__ADS_3

Shin saat ini sedang menunggu hingga malam hari, saat ini dia melihat Cincin Penyimpanannya, apa yang belum dia lihat adalah keterampilan dan senjata yang ada di dalamnya.


Shin menyalurkan energinya kedalam Cincin Penyimpanan, lalu melihat ada satu set perlengkapan di dalamnya, set ini adalah, pedang berwarna hitam dan set perlengkapan armor.


Setelah melihat set ini, Shin terkejut, karena tingkat senjata ini berada di tingkat Mithril dan dari aura yang keluar dari pedang ini terasa sangat kuat, dia memikirkan pemberian perlengkapan ini yang diberikan oleh Armand Evard ternyata barang-barang mahal.


Ketika Shin mengeluarkan pedangnya, panjang pedang hitam ini sekitar 110 cm, Shin mengayunkan pedang hitam ini beberapa kali, dia merasa pedang hitam ini sangat ringan dan penuh dengan kekuatan.


Shin penasaran dengan identitas sebenarnya dari Armand Evard, dia memikirkan beberapa hal tentang ini, dia tahu kalau keluarga Evard itu sebenarnya keluarga kaya, tapi Shin tidak tahu kalau keluarga Evard adalah bangsawan atau bukan.


Setelah menguping di belakang pohon, Shin kembali ke tempat kudanya yang dia ikat tidak jauh dari tempatnya.


Shin saat ini sangat berhati-hati, sambil memegangi pedang hitam besar di tangannya, dia menggunakan kecepatannya untuk segera menghindari dari orang-orang ini dan kembali ke tempat kudanya sebelumnya, lalu menunggu hingga malam.


Dia merasa sedikit emosi ketika melihat pembantaian di desa Erith sebelumnya, dan ingin membantu membalaskan dendam orang-orang desa Erith yang tidak bersalah kepada bandit-bandit ini.


...****************...


Di pedalaman hutan, dekat kemah bandit Taring Gorila ini, Shin terus memantau pergerakan orang-orang di kemah, dia melihat ada beberapa orang yang pergi keluar dari kemah dan berjalan kehutan, orang-orang ini berjumlah 3 orang.


Melihat ini Shin segera bertindak secara diam-diam dan bergerak kearah beberapa orang itu yang berjalan ke arah hutan.


Dia menentukan kepada beberapa orang ini untuk menjadikan target pertamanya, dari yang aura yang dia rasakan dari orang-orang ini, mereka hanya berada di tahap menengah dari Setengah Prajurit.


Shin memegangi pedang hitam ini dan segera menggunakan keterampilan Shadow Stepnya, kecepatan Shin saat ini sangat cepat, dia segera mengayunkan pedangnya dengan cepat menggunakan keterampilan Sword Slash.


Serangan Shin ini sangat cepat dan akurat, hanya dengan beberapa detik target serangan pertamanya langsung menebas orang itu dan seketika tubuhnya terbelah menjadi dua bagian, dan ketika salah seorang melihat temannya terbunuh seketika, kedua orang sisanya terkejut dan ketika ingin berteriak untuk memberikan sinyal serangan.


[Mendapatkan 4.322 Energi Jiwa]


Shin dengan cepat melesat kearah kedua orang ini dan mengayunkan pedangnya dengan cepat, serangan Shin sangat cepat, karena pedang hitam di tangannya sangat ringan dan tajam, hanya dengan dua serangan Shin memenggal kedua orang ini.


[Mendapatkan 3.570 Energi Jiwa]


[Mendapatkan 4.590 Energi Jiwa]


Mendengar suara dari sistem, Shin merasa senang.


Setelah membunuh ke-tiga orang ini, Shin segera mengambil mayat-mayat ini dan menyembunyikannya, dia tidak ingin tubuh dari mayat ini membuat masalah yang tidak perlu.


Shin kembali ke tempat sebelumnya, dia duduk sila di belakang batu besar dan sekarang dia melihat buku keterampilan baru yang ada di Cincin Penyimpanannya.


Di dalamnya terdapat 2 buku keterampilan tingkat biru menengah, buku keterampilan ini memiliki nama Teknik Menahan Napas dan Teknik Pedang Roh. Ketika Shin melihat kedua teknik ini, dia merasa terkejut, dari dua keterampilan ini berada di tingkat biru menengah.


Teknik Menahan Napas adalah teknik untuk mengendalikan aura tubuhnya, dari teknik ini sama seperti yang dilakukan Shin sebelumnya, dia menahan auranya agar orang-orang sekitar tidak bisa merasakan tingkat kekuatan yang sebenarnya. Namun, Teknik Menahan Napas ini berbeda cara menahan auranya dengan apa yang dilakukan Shin. Perbedaannya adalah Shin menahan aura tubuhnya dengan tingkat fokus yang sangat tinggi dan Teknik Menahan Napas ini menahan napasnya secara alami.


Jadi, ketika Shin melatih keterampilan ini, dia secara otomatis menahan auranya, sehingga Shin tidak perlu memiliki fokus ganda pada saat yang sama. Teknik ini sangat membantunya, apalagi berada di tingkat biru menengah, Shin merasa senang saat ini.


Dan ketika melihat keterampilan Teknik Pedang Roh, keterampilan ini adalah keterampilan yang menggunakan energi spiritual yang membentuk pedang, salah satu serangannya adalah terhadap roh manusia. Dan untuk melatih keterampilan ini seseorang harus membangkitkan Energi Spiritual dalam tubuhnya, jika tidak, itu tidak bisa di praktikan.


Tentu saja Shin merasa senang karena dia sudah membangkitkan Energi Spiritual, dapat dikatakan keterampilan ini sangat kuat, apalagi serangan utamanya adalah menyerang roh manusia, jika seseorang tidak mempunya pertahanan roh, serangan dari keterampilan ini akan menjadi sangat fatal.


Shin merasa sangat bersemangat saat ini, secara perlahan dia merasa akan menjadi lebih dan lebih kuat!


***


Tidak terasa malam tiba, Shin melihat perkemahan ini memiliki penerangan dari obor yang di pasang di setiap sisi kemah.


Shin mulai bersiap melakukan tindakannya, dan mengeluarkan pedang hitamnya, dan mengambil jubah hitam yang Shin beli sebelumnya, dia tidak berharap jubah hitam ini akan berguna, segera bergerak ke arah kemah pertama.

__ADS_1


Tindakannya sangat berhati-hati, dari pantauan sebelumnya jumlah total orang di perkemahan ini berjumlah 26 orang, namun 3 orang telah terbunuh oleh Shin sebelumnya.


Shin menyebarkan pikiran spiritualnya, kedalam kemah pertama ini, dia melihat di dalamnya terdapat 5 orang, diantaranya 2 orang tertidur dan 3 orang sedang mabuk.


Melihat orang-orang ini tampaknya telah memasuki kondisi mabuk, Shin segera memasuki kemah ini, ketika ketiga orang itu melihat Shin masuk, tapi mereka tidak bisa mengenalnya, karena Shin saat ini memakai jubah hitam dengan memegangi pedang hitam besar.


Karena dalam kondisi mabuk, ketiga orang ini secara tidak sadar mengabaikan Shin.


Shin melihat ini dia hanya tersenyum ketika melihat tindakan bodoh orang ini, segera mengangkat pedangnya dan berlari dengan kecepatannya lalu mengayunkan pedangnya kepada orang-orang yang sedang mabuk ini.


Ketiga orang yang sedang dalam kondisi mabuk ini merasakan krisis kematian akan datang kepadanya, mereka terkejut.


Namun karena serangan cepat Shin, ketiga orang ini terbunuh olehnya, darah mengalir ketanah, Shin segera mengabaikan orang-orang ini lalu berjalan ke orang yang sedang tidur, dia mengayunkan pedangnya ke leher orang yang sedang tertidur.


Hanya dalam beberapa menit orang-orang di kemah pertama telah terbunuh oleh Shin, lalu dia pergi dari kemah ini.


Setelah keluar dari kemah pertama, Shin melihat patroli bandit-bandit ini sangat longgar, karena kebanyakan dari mereka hanya diam dan minum minuman untuk mabuk.


Shin mulai bergerak ke kemah kedua, pikiran spiritualnya terus aktif saat ini, dalam jarak 10 meter dari posisi Shin, dia bisa melihat dan merasakan apa yang sedang terjadi di sekitarnya.


Di kegelapan malam, karena Shin saat ini memakai jubah hitam, dia menyatu dengan kegelapan sambil bergerak ke arah kemah kedua.


Shin melihat di dalam kemah kedua jumlah orang di dalamnya sama seperti kemah pertama, hanya saja di kemah kedua ini kelima orang di dalamnya sudah tertidur.


Karena kelima orang ini tertidur, Shin merasa lega, karena dia tidak perlu berusaha keras untuk membunuh orang-orang ini.


Hanya dalam 2 menit Shin membunuh kelima orang ini, dia tidak berharap kalau ini akan menjadi sangat mudah dan lancar.


Setelah membunuh orang-orang ini, Shin merasa sisa kemah yang belum dia datangi tinggal dua kemah, dan beberapa bandit yang sedang berpatroli diluar.


Dia merasa kalau dari dua kemah ini ada satu kemah yang sedikit lebih besar dari kemah yang lain, dia berpikir kalau kemah yang besar ini tampaknya adalah kemah dari pemimpin bandit.


Jadi Shin pergi ke kemah yang ketiga membunuh bandit yang berpatrol, 30 menit kemudian dia menyelesaikan pembunuhan ini.


Melihat ini, Shin segera menyelesaikan urusan terakhirnya, dia tidak tahu tingkat kekuatan apa yang dimiliki oleh pemimpin bandit ini, jadi dia meningkatkan kewaspadaannya.


Pada saat dia membuka pintu kemahnya, dia melihat di dalamnya terdapat beberapa orang, bahkan dia melihat beberapa wanita telanjang. Di kursi terlihat pria besar sedang dilayani oleh para wanita, dan ketika pria besar itu melihat Shin memasuki kemahnya, dia menoleh kearah Shin.


"Hmm... Tampaknya ada tamu yang tidak diundang." Ucap pemimpin bandit itu dengan nada acuh.


Pada saat Shin merasakan aura dari tubuh pria besar ini, aura yang keluar padanya pada tahap Menengah dari Prajurit. Shin mengerutkan keningnya, lalu meningkatkan kewaspadaannya dan terfokus pada pria besar ini.


Tidak lama, pemimpin bandit ini berdiri dari kursinya, dia melihat kalau orang di depannya memakai jubah hitam dengan pedang besar di tangannya, lalu berbicara, "Katakan padaku, siapa kau? dan apa urusanmu disini?" Ucap pemimpin bandit ini dengan nada acuh.


"Siapa aku, kau tidak perlu tahu. Dan untuk urusanku disini adalah membunuh bandit yang sudah membantai Desa Erith." Jawab Shin.


Mendengar ini, pemimpin bandit menyeringai, lalu berbicara, "Oh? Ternyata orang-orang dari pemerintahan, jadi mereka sudah mulai bergerak ya, aku katakan padamu segera pergi dari sini atau nasibmu sama dengan orang-orang yang ada di Desa Erith itu." Ucap pemimpin bandit, nampaknya pemimpin bandit ini mengira Shin berasal dari pasukan pemerintahan, jadi dia menebak.


Tanpa basa-basi Shin melesat dengan menggunakan Shadow Step ke arah pemimpin bandit itu, lalu mengayunkan pedangnya dengan menggunakan keterampilan Sword Slash.


"Sword Slash!"


Kecepatan Shin saat ini sangat cepat, bahkan pemimpin bandit itu terkejut ketika melihat kecepatan ini, segera mengambil tombaknya untuk menangkis serangan Shin.


Dentang!


Suara benturan senjata terdengar kencang saat ini, bahkan benturan senjata ini membuat percikan api yang besar ke sekitarnya.


Pemimpin bandit merasakan kekuatan besar datang dari pedang hitam Shin, tangannya yang sedang memegang tombak untuk menahan serangan Shin, karena kekuatan besar datang tombaknya bergetar dan membuat tangannya kehilangan keseimbangan, sehingga pemimpin bandit itu melompat mundur 5 meter.

__ADS_1


Pemimpin bandit ini merasakan tangannya bergetar karena efek dari serangan Shin, dia mengerutkan keningnya.


"Sepertinya aku telah meremehkan mu, aku tidak berharap Prajurit Tingkat Rendah sepertimu memiliki kekuatan dan kecepatan yang sangat tinggi." Ucap pemimpin bandit itu dengan ekspresi terkejut.


Shin mengabaikan kata-katanya, segera bergegas ke arah pemimpin bandit itu.


"Sword Moon Art!"


Aura bulan sabit bergerak ke arah pemimpin bandit itu, karena Shin sudah meningkatkan tingkat kekuatannya ke Prajurit, kekuatan dari Sword Moon Art meningkat beberapa kali dari sebelumnya.


Merasakan tekanan datang dari serangan pria berjubah hitam di depannya, pemimpin bandit ini membalasnya dengan teknik keterampilannya.


"Flying Madness Spear!"


Boom!!!


Ledakan energi terjadi setelah tabrakan antara dua keterampilan.


Kemah yang awalnya utuh, karena ledakan energi, membuat kemah ini hancur berantakan.


Saat ini pemimpin bandit mundur dua langkah, dia semakin terkejut dengan apa yang telah terjadi sekarang, dia tidak berharap kalau orang yang di depannya yang memiliki tingkat kekuatan berada di bawahnya, memiliki kekuatan yang lebih besar dengannya.


Tidak lama kemudian kedua orang ini bertempur puluhan putaran.


Di perkemahan ini, terdengar banyak sekali benturan senjata, ledakan energi, bahkan para wanita yang ada di kurungan terkejut setelah melihat pertarungan dengan intensitas tinggi.


Setelah beberapa saat, pertarungan di kedua sisi terlihat hasilnya, Shin saat ini memiliki beberapa poin luka di tubuhnya, namun tidak berbahaya. Dan pemimpin bandit ini sepertinya kelelahan dan juga memiliki banyak sekali luka di tubuhnya.


Bahkan Shin saat ini tidak percaya dengan kekuatannya, dia tidak berharap kalau kekuatannya saat ini memiliki beberapa poin lebih kuat dari Prajurit Tingkat Menengah pada umumnya, dia merasa senang, lalu segera menyerang pemimpin bandit lagi.


Pemimpin bandit telah memikirkan ini, tampaknya dia berada di bawah angin.


"Aku tidak bisa kalah dari orang ini!" Ucap pemimpin bandit itu, lalu mengeluarkan beberapa bubuk asing, lalu pada saat pria berjubah hitam itu dekat dengannya, dia melemparkan bubuk itu ke arah pria berjubah hitam.


Shin setelah terkena bubuk ini, dia merasa sulit untuk melihat, dia sedikit panik sekarang.


"Hahaha... Kau pikir kau bisa membunuhku dengan mudah? sekarang kita lihat siapa yang akan di bunuh terlebih dahulu." Tawa pemimpin bandit itu sambil bergegas ke arah Shin untuk membunuhnya.


Shin saat ini berpikir cepat, dia sedang memikirkan apa yang harus dilakukannya sekarang, tiba-tiba dia mengingat sesuatu ... Pikiran Spiritual!


Segera Shin menyebarkan pikiran spiritualnya, dia melihat pemimpin bandit ini sedang berlari ke arahnya dengan tombak di tangannya.


Dia berpura-pura untuk tidak bisa melihat dengan melakukan beberapa gerakan aneh.


Pemimpin bandit ini tampaknya melihat tindakan Shin, dia berpikir kalau pria berjubah hitam ini terkena efek dari serbuk yang dia gunakan sebelumnya, segera menyeringai.


"Mati kau brengsek!" teriak pemimpin bandit ini sambil mendorong tombaknya ke arah leher Shin.


Shin bisa melihatnya melalui pikiran spiritualnya, dia tersenyum, pada saat tombak pemimpin bandit ini beberapa centimeter dari leher Shin, dia menghindari ujung tombak ini lalu melompat seperti akrobatik dan menyerang balik mengayunkan pedangnya ke arah leher pemimpin bandit itu.


Splat!


Kepala melayang di udara, seketika tubuh pemimpin bandit itu terjatuh ketanah, kepalanya berguling-guling beberapa meter dari tubuh utamanya.


"Akhirnya selesai!" Ucap Shin sambil menghela napasnya.


Bersambung


[Soul Devourer System] Update dengan chapter terbarunya~

__ADS_1


Semoga kalian menyukai cerita dari chapter baru ini. Terima kasih!


Jangan lupa dukung novel ini dengan Vote, Like, Favorit dan Komentarnya ya, terima kasih! 🙏


__ADS_2